
Tri hanya tersenyum melihat kedua temannya itu Karna rasa ingin tahunya pada rumah tangga Tri membuat dua temannya itu mencari tahu lewat Akhtar Karna Tri tak mungkin mau bercerita dengan gamblang Karna ia terkenal rapat dan rapi menutup masalah kehidupan pribadinya .Dan itu yang membuat para temannya penasaran
"' Yah Akhtar ..... kok odong odong sih kuda lumping tar " Kata Rendi melirik Tri
" Akhtar ngak tahu kalo yang itu om, kan kuda lumping nya mainnya malam malam Akhtar sudah bobo " kata Akhtar polos
" Hah....... Kenapa bobo ?" kata Rudi kepo
" Hahaha.......wah anak lho pintar Tri menjawab pertanyaan Rudi .Tahu aja dia Kalau itu adegan dewasa " gelak Rendi
" Otak kalian itu kotor masa anak gue jadi incaran Bilang saja kepo pengen tahu kan !! " kata Tri menggelengkan kepala nya Merasa kesal dengan tingkah dua teman nya itu
" Maaf bos , kan kita perlu hiburan kami hanya bercanda " kata Rudi
" Hiburan kepalamu Rud, Anak gue bukan kelinci percobaan " kata Tri
" Yah lho Tri kan ngak mungkin juga dia tahu masalah orang dewasa " kata Rendi
" Ya gue tahu, tapi dia jujur untuk
setiap perkataan nya , De besok jangan mau kalo di tanya tanya sama tuh om om gila ya " kata Tri
" Hahaha........ maaf Tri jangan marah bro kan kita sedang galau " Kata Rudi
Yang membuat Akhtar bingung mendengar perdebatan sang ayah dengan kedua teman ya itu Karna Akhtar memang tak mengerti masalah orang dewasa
" Apa ayah marah " Kata Akhtar menatap Tri lalu memeluk sang Ayah
" Ayah tak marah sama Akhtar Tapi tuh sama dua bangkotan tua " kata Tri
" Hehehe...... Ren rupanya bos kita bisa kesal juga ya " kata Rudi terkekeh
" Iya baru kali ini tuh muka jutek banget Rud... hi .....takut " ledek Rendi
Sedangkan Tri hanya diam Lalu mengedong Akhtar ke tempat cuci tangan
" Sini de cuci tangan nya kita makan siang dulu " kata Tri Yang telaten mengurus buah hatinya itu
" Makan di sini yah, Tasnya di kamar Ayah " kata Akhtar
" Ya kita ambil piring dulu di dapur " kata Tri Yang selesai mencuci tangan Mereka menuju dapur
" Eh anak pintar dan lucu anak siapa mas " Kata Yesa yang berdiri di meja makan mengambil makanan
" Ya anaknya mas Tri Yes " jawab Sheila Yang datang ikut bergabung di meja makan
" Hah ..... apa betul itu mas " kata Yesa kaget
" Ya anak ku Yes , ade mau sop " Kata Tri. Menatap Akhtar Sambil mengambil piring dan mangkok
" Mau " Kata Akhtar mengangguk Membuat Yesa tersenyum pada bocah imut itu
" kita makan di kamar ya " kata Tri
__ADS_1
" Eh kok di kamar sih, ngak disini saja mas . Kan bisa sambil ngobrol " Kata Yesa
" Kalian saja , kan ada mba Sheila . Saya mau menyuapi anak dulu " kata Tri Yang membawa makanan Sambil di ikuti Akhtar dari belakang
" Ya Allah tuh anak lucu banget pengen gue cium saja rasanya " kata Yesa gemas
" Bapaknya apa anak nya " kata Rudi Yang muncul bersama Rendi
" Kalo bisa sih dua duanya " kata Yesa terkekeh
" Ih ... nyadar Yes mas Tri sudah punya bini , bisa di amuk lho " kata Sheila
" Bercanda Sel , sewot aja lho " kata Yesa Sambil menyuap makanannya
" Kok Tri ngak makan disini" kata Rendi
" Biarin lah , lagi ngambek dia " kata Rudi
Yang membuat Yesa dan Sheila saling pandang Dan Sheila menuding dagu seakan bertanya .Sedangkan Yesa hanya mengangkat kedua bahunya Seakan berkata tak tahu apa apa
Dikamar Tri lagi asyik makan Ketika ponselnya nya berdering Lalu cepat mengangkatnya Sambil menyuapi Akhtar
" Ya walaikum salam pak le ada apa " kata Tri
" ..........."
" Astagfirullah , kok bisa pak le " kata Tri kaget
" ......."
" .........."
" Ya pa le , walaikum salam " kata Tri mendadak lemas karna mendengar mbok nya sakit Dan ia di minta untuk pulang segera .
" Siapa yah "Kata Akhtar menatap Tri
" Eyang putrinya Akhtar sakit Besok kita pulang ya Biar Akhtar bisa ketemu eyang sekalian " Kata Tri .
" Ya yah Akhtar mau " Kata Akhtar senang lalu tersenyum lalu........
" Ngak boleh, Ayah om hantu mau ikut boleh ngak " Kata Akhtar
" Hah........ " Kata Tri kaget Sambil melihat sekeliling kamar
" Tuh ayah ndak mau " kata Akhtar manyun Menatap hantu bocil duduk diatas pintu jendela
" Kan jauh ngak boleh ikut " kata Tri
" Tapi om hantu bilang Dulu om hantu pernah ikut diajak bunda " kata Akhtar
" Hah..... Kapan " kata Tri kaget
" Katanya pas bunda hamil Akhtar yah Om hantu diajak ke jakarta sama ke banjarmasin " kata Akhtar
__ADS_1
" Inalilahi " kata Tri kaget Kalo tahu istrinya itu Membawa hantu kemana mana
Yang membuat Tri teringat Yuni dulu Pernah menolong hantu tanpa kepala dan ia mengikutinya ketika hujan gerimis . Tapi itu tak membuat Yuni takut pada berbagai jenis hantu Yang membuat istrinya itu sekarang lebih berani Padahal awalnya Yuni sangat penakut .
*************
Sorenya Tri dan Akhtar pulang berjalan kaki menuju rumah Dan di depan pintu Yuni menyambut mereka sambil menyapu halaman depan . Karna mbok sedang memasak di dapur
" Bunda ...." Teriak Akhtar berlari kecil sambil berpegangan tangan pada Tri
" Hai sayang bunda kangen bantu Ayah apa saja hari ini " Kata Yuni menyambut putra nya itu dengan pelukan
" Bantu hitung baut bun, Bun besok kita mau naik pesawat " Kata Akhtar
" Hah ....." kata Yuni kaget Lalu menoleh pada Tri
" Mbok sakit sekarang lagi dirumah sakit Mas di minta pulang Tadi mas sudah izin kantor pusat untuk izin pulang seminggu bolak balik Karna ngak bisa lama lama disana " Kata Tri
" Apa sakit parah mas " kata Yuni
" Pak le ngak cerita banyak Cuma mas disuruh pulang dulu" kata Tri
" Ya sudah ayo masuk biar bunda bisa packing sekarang . .Kan ngak bawa baju banyak kan mas " kata Yuni
" Pake koper besar saja sekalian de, nanti biar ditinggal disana Yang ngak di pake Biar kita bawa pulang sekalian Supaya pas pulang kesana ngak bawa barang banyak Atau suruh mbok yang maket " kata Tri
" Ya mas " kata Yuni Lalu mengandeng Akhtar masuk Untuk memandikan putranya itu Karna sudah hampir magrib
Selesai mandi Tri pergi ke masjid bersama Akhtar Sedangkan Yuni sholat bersama mbok Setelah selesai sholat ia langsung packing Agar besok pagi mereka sudah bisa ke terminal pagi pagi Dan bisa mengejar pesawat siang Ketika Yuni asyik packing tiba tiba hantu bocil muncul di depan Yuni
Ting ........
" Mba bocil ikut ya mba " kata hantu itu dengan wajah cemberut
" Lah terus yang jaga rumah siapa ?kan kasihan tuh si kunti " Kata Yuni
" Dia mau izin pulang juga , kalo bocil ikut " Kata hantu bocil
" Kemana ?" kata Yuni
" Ke sungai seberang pulang ke keluarga nya " kata hantu bocil
" Kenapa ngak ikut si kunti aja sih cil Biar bisa di lamar sekalian tuh si kunti " Kata Yuni melirik hantu bocil itu
" Kan bocil belum punya modal mba " kata hantu bocil
" Astaga , hantu kawin pake modal juga emangnya " kata Yuni
" Iyalah buat makan , buat pesta memangnya manusia doang mba " kata hantu bocil sendu
" Hadeh ...ya . sudah mbak kasih modal besok pagi mbak taruh di bawah bantal ya " kata Yuni
" Pesan kan juga ya mba " kata hantu bocil lagi
__ADS_1
" Aish kok ribet sih cil , kamu yang mau nikah mba yang repot . Iya nanti mba telpon warung makan nya" kata Yuni mengeleng Ada ada saja polah hantu jaman sekarang Sudah di kasih hati masih minta jantung