Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 130


__ADS_3

Ferdi yang kaget pun memegang dadanya .


" Ngak usah bengong pagi pagi nanti kesambet " kata Aris Yang sudah rapi siap kekantin


" Cih .....ngak bengong cuma melihat tuh Yuni pergi dengan siapa lagi " kata Ferdi


penasaran .


" Pacar nya lah " kata Aris memanasi Ferdi.


" Bukan nya itu om nya " kata Ferdi lagi menatap Aris


" Masa sih , kok aku ngak tahu ya " kata Aris pura pura ngak tahu Karna ia ingin sengaja mengerjai Ferdi Yang mudah cemburu dan emosi


" Ck..... kau ini kaya kura kura saja " kata Ferdi kesal


" Mending kura kura Fer , dari pada bekicot mesum " kata Aris Sambil melangkah menuju mess karyawan Dan masuk menuju ruang makan karyawan Meninggalkan Ferdi sendiri di teras


********


Sedangkan Yuni baru saja sampai di rumah Lery Dan disana Yuni masuk dengan langkah gontai


" Pagi semua nya " kata Yuni memberi salam Karna keluargga itu bukan muslim


" Yuni ........" Sapa suara berat yang baru keluar dari kamar .


" Kakek ....... " kata Yuni yang lalu berlari memeluk pria tua berumur 80 tahun itu Karna senang bertemu kakeknya


" Astaga ..... Kau seperti anak kecil saja Yun , kata Sinta


" Memang masih kecil Sin, kan dia harusnya tumbuh besar bersama paman dan ibu nya Tapi di paksa untuk dewasa " Kata Edon duduk santai di kursi Karna dia lah yang mengendong keponakan nya itu sewaktu kecil kemana mana Saat ayah Yuni sudah tiada .


" Kenapa kakek bisa ada disini " kata Yuni mengurai pelukan nya .


" Buyut mu dari nenek mu meninggal umurnya 130 tadi pagi ia meninggal Makanya kakek kesini. Ayo ikut kesana " kata kakek tua itu Yang terlihat masih gagah merangkul Yuni untuk duduk di sofa di sebelah sang paman


" Yah aku belum mandi kek, aku pulang mandi dulu ya dan ganti baju " kata Yuni cemberut Karna dia tadi masih sangat ngantuk


" Lah kok ngak dibawa sekalian tadi Jadi ngak bolak balik " kata ibu dari Sinta mertua Lery


" Dia masih ngantuk bi, kan tadi malam dia bergadang " kata Edon


" Ngapain pake bergadang segala sih ?" kata Sinta


" Menolong hantu sekarat " kata Kakek Yang membuat dua wanita itu kaget tak percaya Mendengar apa yang dikatakan kakek Yuni .


" Kok kakek tahu " kata Yuni ikut kaget

__ADS_1


" Di mana Kakek yang tidak tahu. Kecuali aku mati Tak akan ada yang bisa menjaga mu Paman juga tidak akan bisa " kata kakek Karna ia berharap Yuni bisa menjaga diri nya sendiri bila sudah berumur 23 tahun


" Ya .....Tuhan , ya sudah om antar yuni pulang ganti baju . Kasih alamat nya biar Yuni kesana setelah sarapan ya om " kata Yuni


" Ya ayo ..... "' kata Edon berdiri dari kursi


" Kek Yuni pulang dulu ya " kata Yuni pamit Yang lalu menyalami sang kakek juga tante dan mertua om nya


"' Biar aku yang antar don, aku mau beli bensin sekalian .Nanti biar Yuni berangkat sendiri saja Akan membuat orang curiga bila kita pergi bersama " kata Lery melirik Edon dan pamannya


" Terserah " kata Edon lalu kembali duduk di sofa


" Ayo yun , om antar nanti kamu bisa bawa teman lain biar ada teman di sana Karna kami akan sibuk mengurus pemakaman " kata Lery


" Ya om " kata Yuni mengikuti Lery keluar Dan Lery mengeluarkan motornya Dan menyuruh Yuni naik di belakangnya Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan rumah Lery


" Berangkatnya santai saja alamatnya jalan xxx no 26 " kata Lery saat melaju menuju perkebunan


" Ya om " kata Yuni Yang berpegangan erat di pinggang Lery


Dan tak lama mereka pun sampai di camp Dan Yuni pun bergegas turun


" Trimakasih om"' kata Yuni


" Ya om langsung pulang ya " kata Lery


" Ya " kata Yuni tersenyum Lalu motor Lery pun memutar pergi meninggal kan Yuni sendiri Yang menatap Lery dari kejauhan


" Astaga tuh anak ya , Gampang banget gonta ganti cowok " kata Ferdi yang kesal Melihat Yuni pulang dengan pria yang berbeda Ketika ia ingin kebengkel .


" Suka suka mba Yuni lah orang laku " jawab Aris keluar dari dapur ingin menuju mess staf


" Aish .... ris mulut lho pintar aja ngejawab " kata Ferdi tambah kesal


" Hahaha...... makan tuh api cemburu Fer, kan lho bukan siapa siapanya kenapa harus sewot .Lama lama lho kaya emak emak rempong deh Fer. Masa ngedumel sendiri " kata Aris


"' Tahu ah " kata Ferdi yang lalu pergi kebengkel untuk kerja .


Dan tak lama Yuni sudah keluar dengan pakaian rapi Pergi ke mess karyawan untuk sarapan pagi


" Lho kok sudah rapi de, mau kemana ? Kata Tri menatap Yuni Yang juga baru mau sarapan


" Mau melayat Tri , yuk antar Yuni ke sampit " kata Yuni duduk untuk sarapan


" Siapa yang meninggal ?" kata Tri


" Itu......buyut " kata Yuni yang ragu ragu ingin bercerita

__ADS_1


" Ya , tapi mas Tri ganti baju dulu ya " kata Tri yang juga ikut duduk untuk sarapan pagi


" Ya...... begitu juga ngak apa apa kok Tri sudah ganteng " kata Yuni tersenyum


" Ini kan baju kerja , nanti ganti baju dulu ya ngak lama kok de " kata Tri tersenyum pada Yuni


" Ya terserah . Nanti aku nunggu di depan ya Tri Sekalian pamit dan Izin pa Tyiur " kata Yuni


" Ya ...." kata Tri lalu mereka makan sambil saling pandang satu sama lain


Setelah itu Tri pun berganti pakaian Dan Yuni menuju kantor untuk izin pada pa Tyiur kembali ke kamar nya Untuk mengambil tas salempang nya dan uang seperlunya Namun ia tiba tiba teringat kakek nya


"' Oh iya uang buat kakek " kata Yuni Yang memisah kan uang untuk sang kakek Dan Yuni juga memisahkan uang untuk sang ibu Yang akan dititipkan nya pada sang kakek .Dan sebagian lagi ia masukan dalam dompet Lalu setelah semua nya siap .Yuni pun keluar kamar Dan Tri sudah menunggunya di bengkel


" Kalian mau kemana ?" kata Ferdi


" Melayat Fer " Jawab Ferdi


" Hah...... siapa yang meninggal ?" kata Ferdi kaget


" Ngak tahu , aku cuma ngantar Yuni kesana kok Fer . Tadi dia ngajakin aku buat ngantar " kata Tri


" O.....aku pikir mau kencan " kata Ferdi


" Sekalian kencan juga boleh Fer " kata Yuni Yang lalu naik di boncengan Tri


" Ck...... melayat kok kencan " kata Ferdi


" Hahaha .... Kok tahu Fer, ya sudah suf Fer pergi ya " kata Yuni


" Ya hati hati , jangan macam macam di jalan " kata Yusuf Yang dari tadi sibuk kerja sendiri


" Ya bro assalamualaikum " kata Tri


" Walaikum salam " jawab Yusuf


Sedangkan Ferdi hanya menatap sepasang manusia itu Yang pergi menjauh meninggalkan bengkel


" Cemburu ?" kata Yusuf


" Ngak " jawab Ferdi


" Bibir boleh berkata tidak , tapi di hati bedakan " kata Yusuf menyindir .


Yang membuat Ferdi terdiam tak menjawab perkataan Yusuf .Karna memang kenyataan nya begitu Kalo ia mudah panas hati


Ferdi pun kembali fokus bekerja Dan Yusuf hanya melirik Ferdi sekilas Lalu bekerja sama sama tanpa ngobrol Yang sedang membongkar mesin yang mereka bawa dari hutan .Agar bisa diperbaiki

__ADS_1


" Woi....... kok bingung ?" kata seseorang menepuk bahu Ferdi .


" Kau ......." kata Ferdi kaget


__ADS_2