Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 201


__ADS_3

Ketika kereta berjalan Yuni pun merasa tenang Berharap bisa tidur lelap di pelukan Tri yang merangkul nya Dan slalu menjaganya juga menyelimuti Yuni dengan jaket nya .


Dan mata Yuni terbuka ketika melihat cahaya matahari masuk lewat tirai jendela kamar


" Astaga ini di penginapan " kata Yuni kaget melihat mereka tidur di dalam kamar Dan Yuni pun menatap Tri Karna Tri tak sama sekali membangunkan nya Ketika mereka sampai jakarta


Yuni pun menatap lekat wajah Tri Karna bisa bisa nya suaminya itu mau repot mengendong nya dalam keadaan tidur


" maaf kan Yuni mas " kata Yuni mencium bibir Tri dan ketika ia hendak turun dari ranjang Tri menangkap tangan nya .


" Mas ....." kata Yuni kaget


" Mau kemana ?" kata Tri menyadari pergerakan Yuni


" Mau mandi dan nyari sarapan " kata Yuni


" Mas sudah pesan sarapan kita lewat housekeeping Nanti diantar Ade mandi saja Atau......." Kata Tri menarik Yuni dalam pelukan nya


" Mas...... nanti kalo sarapan datang kan kita belum mandi .Ayo mandi " kata Yuni mengalihkan pikiran Tri


" Nanti saja , mas mau peluk peluk ade dulu " Kata Tri menahan tubuh Yuni


" Mas kok ade ngak di bangun kan tadi malam Kan ade berat " kata Yuni


" Ngak siapa bilang ade berat Ringan kok kan masih kecil ." Kata Tri Memeluk tubuh Yuni dan tangan nya mulai liar .


" Mas ...... nanti malam aja ya " kata Yuni


" Ngak ada penolakan " kata Tri yang lalu mencium bibir Yuni dan ********** Dan pagi itu Yuni hanya bisa diam menuruti kemauan si pemilik hatinya Dan tak lama ada suara ketukan di pintu kamar .


" Ade tunggu sini " kata Tri bangun dengan memakai handuk sepinggang Lalu membuka pintu .Dan seorang wanita mengantarkan bungkusan makanan kotak untuk mereka berdua .


" Ini kembalian nya mas " Kata wanita itu


" Kembalian buat mba saja ya Trimakasih ya mba " kata Tri


" Sama sama mas " Kata wanita itu berlalu Dan Tri langsung menutup pintu kamar Dan meletakan makanan itu diatas meja nakas .


Yuni turun dengan piyama tidur nya Dan mencari sesuatu di dalam tas Namun ia tak menemukan nya Lalu terdiam sebentar Dan mencari lagi di tas ranselnya .


" Cari apa de ?" kata Tri

__ADS_1


" Itu .....anu mas " Kata Yuni menatap Tri sekilas Dan masih mencarinya Tapi nihil


Ia tak menemukan nya


" Ade mencari obat anti hamil itu , sudah mas buang " Kata Tri menatap Yuni


" Mas ......" kata Yuni kaget


" Kenapa , ade mau marah " kata Tri menatap lekat mata sipit itu Lalu mendekatinya .


" Tidak tapi Yuni punya peraturan di perusahaan baru Kalo Yuni hamil berarti sama artinya mengundurkan diri Dan ade belum siap " kata Yuni dengan suara serak Hampir menangis karna ia masih ingin bekerja menyelesaikan rumah impian nya .


" Ade tanggung jawab mas , kalo pun hamil ngak akan jadi masalah kan " Kata Tri merengkuh tubuh Yuni dalam pelukan nya .


" Iya tapi ........" kata Yuni


" Shut ...... maaf kan mas , kalo mas tidak tahu . Mas salah tak bertanya dulu pada ade Sebelum membuang nya " kata Tri merasa bersalah .Karna tahu istrinya itu punya alasan sendiri Untuk menunda kehamilan nya .


" Yuni juga minta maaf tidak bicara pada mas " Kata Yuni Yang merasa bingung Karna ia tak jujur pada Tri Karna memang tak ada rencana menikah dengan pria di depan nya itu Yang kini jadi suaminya karna sangat mendadak


" Ya sudah ayo sarapan " kata Tri Yang tak mau Yuni kalut Lalu mengambil dua kotak nasi uduk pesanan ya Lalu membawa Yuni duduk di sofa untuk sarapan .


**************


Seminggu di jakarta Yuni bekerja seperti biasa Dan Tri akan kembali ke sampit setelah mereka dapat apartemen sewaan tak jauh dari kantor Yuni Dan hari ini Tri berkemas untuk pulang besak pagi Mengambil penerbangan jam 07 pagi


" De ingat jangan pulang malam malam Hindari lembur di kantor " Kata Tri


" Ya mas " Kata Yuni Ketika mereka makan malam Ketika Yuni memasak sayur asam iga sambal terasi dan ikan kembung


Tri makan dengan lahap Begitu juga dengan Yuni yang lagi senang dengan sayur asam .


" Apa mas masih lama di sana ?" kata Yuni


" Sekitar 3 -6 bulan sehabis masa training Mas akan pulang kesini " kata Tri


" Ya hati hati disana " kata Yuni


" Mas bisa jaga diri , dan mas lebih khawatir dengan ade ....Oh ya ingat kalo takut sendiri bawa teman untuk menemani ade " kata


" Teman ..... perempuan atau laki laki " kata Yuni bertanya

__ADS_1


" Ya perempuan de, masa laki laki sih " kata Tri mendelikkan matanya menatap senyum Yuni yang sengaja mengodanya


" Ya mas " kata Yuni tersenyum


" Ck kau ini senang sekali membuat mas serba salah " kata Tri memencet hidup Yuni .


" Bercanda mas, apa mas mau marah Ya marah lah ade pengen tahu marah nya seorang Tri santoso sama istrinya " kata Yuni tersenyum


" Jangan menguji mas " kata Tri menatap lekat wajah polos Yuni Yang slalu bisa membuat tenang Untuk tidak mudah marah Karna ia tak ingin menyakiti wanita nya itu .


" Ya ...maaf " kata Yuni Membuat Tri tersenyum .Lalu membantu Yuni mencuci piring bekas mereka makan


***********


Dini hari Yuni mengantar Tri sampai parkiran apartemen. Tri merasa berat meninggal istrinya itu Karna pasti akan lama mereka berpisah .Dan Yuni bersikap biasa Karna ia tak ingin baper di depan Tri Lalu melambaikan tangan nya setelah Tri masuk taxi yang membawanya ke bandara .


Siang nya di kantor Yuni kembali panggil .pa Ali keruangan nya . Dan Yuni langsung bergegas menemui atasan itu.


" Siang pa, bapa memanggil saya " kata Yuni


" Ya Yun, begini . dua minggu lagi kamu akan di tugas kan lagi ke sampit Tapi tidak di kantor lama tempatnya di Lamandau Agak jauh sedikit untuk mengawasi pekerjaan disana Apa kau tak keberatan " kata pa Ali menatap nya


" Apa tidak ada yang lain pa " kata Yuni menatap pa Ali


" Harus nya Mika Tapi Mika tak bisa karna dia sedang hamil " Kata pa Ali


" Baik pa akan saya pikir kan " kata Yuni Yang merasa aneh dengan dirinya Kenapa hanya dia yang bertugas ke daerah Dan yang lain tidak . Apa karena ia anak bawang pikir yuni dalam hati


Lalu beranjak kembali kemeja kerja nya Dan Yuni kembali melanjutkan laporannya yang tertunda Sambil sesekali melirik Mika dengan ekor matanya .Karna penasaran ada apa dengan penugasan di daerah Yang membuat Yuni beberapa kali harus kesana Dan kali ini tak ada kaitan nya Dengan pekerjaan nya . Mengawasi pekerjaan lapangan .


" Ok ....kita lihat nanti " batin Yuni Yang enjoy enjoy saja dia kembali bekerja ke sampit


Sorenya Yuni pun merapikan mejanya Karna ingin pulang Dan ia bergegas Karna kantor sudah sepi


" Jen , Wid duluan ya " Kata Yuni Yang pulang duluan karna sudah jam 4 lewat .


Lalu melewati ruang kerja Dian teman masa kuliah nya dulu .Karna ingin menanyakan Tentang penugasan itu pada Dian selaku general manager


" Ya ampun sayang .... Ini kan ....." kata suara wanita Yang membuat tangan Yuni terhenti Ketika ingin membuka pintu ruangan Dian Karna suara itu sangat Yuni kenal


Clek..........

__ADS_1


__ADS_2