Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 231


__ADS_3

Tri terbangun dan kaget karna sudah hampir jam 12 siang .Lalu buru buru turun dari tempat tidur


" Ayah .....ayah sudah bangun " kata Akhtar berlari memeluk kaki Tri


" Ya ayah mandi dulu ya ini mau kerja , Akhtar main dulu ya . bunda mana ?" Kata Tri mencari Yuni


" Ade disini nih mas ini handuknya Maaf tadi Yuni ngak membangun kan mas Karna ade ngak tega " kata Yuni


" Ngak apa apa , mas mandi dulu " kata Tri yang melihat putranya itu bergelayut di kakinya


"' Hahaha...... Sini ayah mandi dulu ya Nanti ikut ayah kerja " Kata Tri meraih tubuh mungil itu dan menggendongnya juga menciumnya


" Sama bunda dulu ya , ayah mau mandi terus makan dan kerja " kata Tri memberikan Akhtar pada Yuni sambil mencium kening dan seluruh wajah putranya Lalu bergegas ke masuk kamar mandi


" Ya, jangan lama ya yah " teriak Akhtar


" Ya " kata Tri menutup pintu kamar mandi


Yuni hanya tersenyum melihat putranya itu begitu rindu pada sang Ayah .Tapi ia masih bersyukur Kalo Tri masih hidup Bisa melihat putranya tumbuh sehat dan pintar .Tidak seperti dirinya Yang tak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ayah kandung Namun Yuni masih beruntung Masih punya kakek dan paman Yang masih perduli padanya Yang kadang membuat nya Iri pada teman temannya Karna sejatinya cinta pertama sorang anak pada seorang sosok ayah sangat lah berarti


Sesudah mandi Tri langsung berpakaian lalu sholat dan makan siang .Setelah itu Tri pergi kebengkel sambil mengendong Akhtar di bahunya Hanya berjalan kaki menyusuri tratoar hanya memakai topi


Sedangkan Yuni pergi ke pasar setelah Tri pergi kebengkel Untuk melihat toko nya bersama bi Sumi Lalu ia menaruh kunci di bawah pot tanaman Karna bi Sumi tak brani tinggal di rumah seorang diri Karna menurutnya banyak hantu usil di rumah itu


Dan Tri berjalan kaki sambil bercanda dan bercerita sepanjang jalan Sedangkan Akhtar memeluk kepala Tri dengan erat Yang membuat Tri tersenyum bangga pada putranya itu Yang selama ini ia anggap mati


" Tri anak siapa lho bawa , astaga jangan lho bilang lho suka sama janda beranak satu " Kata Rendi ketika melihat jelas anak siapa yang di bawa Tri


" Memang nya kenapa ?" kata Tri tersenyum lalu menurun kan Akhtar dan mendudukkan nya di kursi


" Akhtar duduk sini ya ayah mau kerja dulu " Kata Tri Yang masuk kamarnya berganti pakaian dinas bengkel Lalu keluar lagi Dan mengendong Akhtar lagi ke sebuah kursi Dekat Tri duduk bekerja


" Tri , masih banyak perawan di luar sana Tuh si Sheila juga mau sama lho Tri Tadi dia masak buat lho " kata Rendi pelan


" Oh ya bagus lah , kalo dia mau belajar masak Siapa tahu berjodoh dengan lho Ren itu lebih bagus " bisik Tri pelan


" Ck ...kau ini apa ngak bisa move on , masa janda di jadi bantalan " protes Rendi duduk di samping Tri Sambil ia mengamati Akhtar yang duduk tenang Sambil tersenyum dengan seringai nya yang lucu .


" Hei bocah , dia bukan ayah mu" kata Rendi jutek


" Ren.... jangan menganggu nya " tegur Tri

__ADS_1


Sedangkan Akhtar hanya tersenyum pada Rendi yang memang suka di buatnya usil . Karna Rendi memang tak suka pada anak kecil Apalagi dalam konteks nakal


" Om ngak punya istri ya, karna om pelit dan perhitungan masa senang gratisan sih om " Kata Akhtar Yang membuat Rendi mendelik


" De.... ngak boleh ngomong begitu " kata Tri menegur Akhtar


" Wah ni anak Tri bahaya mulut nya " kata Rendi Lalu melotot kan matanya pada Akhtar


" Itu fakta Ren, bukan bahaya emang lho terlalu pelit makanya lho ngak brani bawa cewek ngeceng kan " kata Yusuf Datang menghampiri mereka


" Suf kapan datang ?" kata Tri


" Tadi subuh kesini nyari lho tuh mesin masih kurang stabil Lho kemana ?" kata Yusuf sambil melihat Akhtar duduk manis


" Gue kehujanan kemaren habis dari rumah sakit , makanya bangun siang" kata Tri membiarkan alasan.


" Hai ganteng , nama nya siapa ?" sapa Yusuf sambil menoel hidung Akhtar Yang hanya diam duduk tenang di kursinya


" Akhtar om, om Yusuf ya ?" kata Akhtar tersenyum


" Heh...... kok pintar tahu dari mana ?" kata Yusuf kaget


" Tuh Y...u ...s....u....f ...Yusuf eja Akhtar Yang membuat Rendi mendelik melihat bocah itu melihat nama Yusuf


" Belum om, sekolah di rumah sama bunda " kata Akhtar


" kok bisa kenal om Tri " kata Yusuf seraya melirik Tri


" Ayah ? kan Ayah Akhtar " kata Akhtar


" Kok di panggil Ayah ?" kata Yusuf


" Aku yang menyuruhnya memanggil ku Ayah suf "kata Tri Karna tak mungkin ia bercerita pada Yusuf siapa Akhtar sebenarnya Kalo Akhtar memang anak kandungnya Karna Yusuf sudah tahu Yuni sudah lama meninggal .


" Hahaha...... Tri lagi pedekate sama ibunya suf, janda muda " Sindir Rendi


" Oh ya ngak masalah janda Ren , lagi pula sama saja kan janda dan perawan sama rasanya " kata Yusuf santai


" Aish wah suf kaya lho sudah fasih pengalaman nih bro " kata Rendi


" Jangan berpikir mesum , kalo menurut ku memang perawan itu bagus untuk kita Tapi kalo jaman sekarang banyak perawan tapi janda Ren .Nah mending janda dari pada ngaku perawan . Hanya 20 persen dari 80 persen perempuan di dunia ini yang asli bisa menjaga diri . Selebih nya mereka punya pergaulan bebas di luar sana Bukti nya saja kakang ku sendiri giliran dapat istri ngaku perawan pas uji coba malah dapat sisa Talak jatuh mewek habis Trus mau apalagi bingung kan "kata Yusuf duduk di sebelah Akhtar

__ADS_1


" Tri lho setuju ngak tuh " kata Rendi


" Mhem ......" Jawab Tri


" Mhem itu jawaban nya apa bro ?" kata Rendi penasaran


" Gue dapat dua Ren , perawan nya dapat janda nya dapat " Kata Tri santai Yang membuat Rendi manyun


" Hahaha...... bingung kan Ren , maksud Tri dulu dia dapat perawan sekarang dapat janda ngak masalah ya kan Tri " kata Yusuf memainkan alis nya


" Terserah " kata Tri Yang menatap Akhtar sejenak


" Ade lapar ?" kata Tri


" Nda " geleng Akhtar


" Ya sudah Ayah selesai kan ini dulu ya baru kita jajan "' kata Tri Yang di anggukan Akhtar sambil tersenyum .


" Heh...Tri sejak kapan lho bikin nih anak sampe nurut dan anteng begini" kata Rendi menatap Tri


" Gue pawang nya, ya jelas nurut " kata Tri cuek


" Hahaha..... emang gitu ya suf kalo mau dekati janda Taklukan anaknya dulu " kata Rendi .


" Kan itu urusan Tri Ren , mana gue tahu Hanya dia yang tahu rahasianya Kita hanya penonton bro" Sindir Yusuf


" Akhtar .... Kok mau punya Ayah gitu kan kerja nya kotor kotor Nih sama om aja ya yang bersih " Kata Yusuf menepuk pahanya Yang membuat Tri melototi Yusuf sehingga Yusuf terkekeh


" Asem lho suf, anak gue itu jangan lho kotori otak nya " kata Tri menatap Yusuf


Namun Yusuf terlihat cuek


" Ayo ikut om jajan " Tawar Yusuf


" Ndak om terimakasih, Akhtar nunggu Ayah tuh lihat ada hantu kunti di dekat motor om mau minta duit katanya " kata Akhtar menunjuk motor Yusuf mengalihkan perhatian Yusuf


" Waduh ...... bisa lihat hantu Tri " kata Yusuf kaget Mengingatkan tentang bocah itu pada Yuni Karna Yusuf penasaran pada penglihatan Akhtar ia pun ingin tahu benar atau tidak bocah itu bisa melihat hantu Yang membuat Rendi ikut menatap aneh bocah mungil itu


" Nih duit kasih buat jajan , om kan baik dan tidak sombong sana kasih emang tuh hantu mau jajan apa " kata Yusuf mengeluarkan Uang 100 ribu Dan memberikan nya pada Akhtar. Akhtar pun lalu turun dari kursi dan berlari menuju motor Yusuf Benar saja duit yang di pegang langsung diberikan Akhtar pada hanyu sehingga langsung raib dan terbang menghilang Yang membuat Rendi dan Yusuf saling pandang Tak percaya


" Hantunya bilang trimakasih om " kata Akhtar kembali duduk di kursi

__ADS_1


" Tri... ... !!!!" kata Rendi


" Tri duit gue " kata Yusuf


__ADS_2