Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 224


__ADS_3

Hantu bocil yang melihat para hantu mangkal di depan rumah itu hanya bisa menghela nafas panjang Karna memang sudah lama rumah itu kosong dan gelap .Itu lah sebabnya Yuni menyewa rumah itu agar aman Karna rumah itu berhantu .Tak masalah bagi Yuni yang memang sudah terbiasa Tapi bagi orang awam itu sangat mengerikan Tapi Yuni slalu di kawal hantu bocil yang membuat Yuni tenang Karena hantu bocil slalu bisa ber nego dengan baik dengan sesama para hantu


Paginya Yuni bangun dan bersiap siap Dan mencari sarapan di warung terdekat .Lalu siang nya Yuni ketoko emas menjual sebagian emasnya Dan sisanya ia simpan untuk lain waktu .Setelah itu Yuni ke bank untuk memasukan nya ke rekening nya Agar mudah di ambil Karna terlalu banyak membawa uang cash akan membuatnya ribet . .


" Alhamdulilah aku tinggal pesan makanan saja buat mereka . Biar bisa di bayar cash " kata Yuni. Karna ia sadar selama ini ia juga banyak mendapat hadiah dari para hantu Dan tak ada salahnya ia memberi makan mereka Bukan untuk kesyirikan Karna ia tak memuja hantu juga tak meminta pesugihan Hanya sebagai timbal balik tolong menolong antar manusia dan hantu Agar tak saling menganggu Dan lagi itu bentuk terimakasihnya pada para hantu itu Karna tidak menganggu nya .


" Selama 40 hari mba " kata pemilik warung makan itu kaget tak percaya


" Iya 40 hari bu ini alamatnya Tinggal ibu gantung disana Di samping dekat tembok Tiap siang begini Nanti bakal ada yang ngambil nya sendiri kok Karna saya mau kejakarta " jelas Yuni memberi alamat Dan membayar cash selama 40 hari kedepan .


" Iya mba , akan saya siapkan " kata ibu itu senang Karna belum mesti dapat pelanggan banyak tiap hari Bahkan kadang sepi Apalagi bulan tua Tapi karma pesanan Yuni 40 hari di bayar cash ia sudah bisa bernafas lega apa lagi 30 bungkus tiap hari .


" Janji ya bu , amanah kan " kata Yuni memastikan .


"' Siap mba, terimakasih sekali Akan saya usaha tiap hari mengantarnya Nanti kan ada mas mas yang saya suruh Nah kasih tahu saja dimana kita menaruhnya Karna suami saya yang akan mengantarnya " kata ibu itu


" Ya bu , trimakasih sekali " kata Yuni


" Sama sama mba lauk nya gonta ganti ngak masalah kan mba " kata Ibu itu


" Ya bu yang penting jangan ikan asin saja " kata Yuni


" Iya mba , paling ayam ikan gabus nila atau lele mba " kata ibu itu


" Ya bu " Kata Yuni Yang lalu pamit dari warung makan itu Yang memang lumayan enak dan murah bagi Yuni .


Setelah urusannya selesai Yuni pulang dan bersiap siap untuk pulang besok pagi Dan ia akan mengurus semuanya keperluan lebih dulu Agar tak repot di perjalanan .


Di jakarta Tri masih teringat pada mendiang istrinya. Entah mengapa perasaannya sangat sakit Setiap kali mengingat peristiwa itu .Dan kadang ia tak fokus belajar Karna masih teringat Yuni pergi dalam pelukan nya


" Ya tuhan ... bantu aku untuk bisa kuat Menerima ujian hidup mu .Karna semua berasal dari mu Dan aku meminta keringanan dari mu ya rabb" kata Tri yang menundukkan kepalanya di meja


" Tri besok lusa berangkat apa sudah siap di sana medan nya cukup sulit Apa lagi dekat dengan PT Freeport " kata pa Antony

__ADS_1


" Siap pa , berani mengambil keputusan berani bertangung jawab " kata Tri yang ingin cepat bisa pulang dan menetap di tanah jawa suatu hari nanti Dan ia harus menyelesai kan rumah nya lebih dulu Juga membangun bengkel nya bersama Arya untuk masa depan nya kelak .


" Ok ... di sana ada Gusti yang akan menemani mu , banyak alat berat kita disana " Kata pa Antony yang memang memantau semua cabang mereka di luar pulau .


**************


Sore ini Tri sudah berada di bandara bersama pa Sugeng Yang akan ikut kesana sambil memantau camp mereka Karna ingin tahu medan dan lokasi Tri ditempatkan Dan pa Sugeng hanya 3 hari untuk mengawasi penempatan Tri Sambil melihat situasi perusahaan . pengontrak mereka .


" Tri ingat hati hati kerja " kata pa Sugeng


" Ya pa " kata Tri berjalan diantara para penumpang pesawat lain Dan tiba tiba


Deg .....


Tri terhenti berjalan karna merasa kan sesuatu yang menghentikan langkah nya


" Ngak mungkin " kata Tri melirik pungung wanita bertopi hitam dengan kacamata hitam melewatinya.


" Kenapa Tri ?" kata pa Sugeng


" Ya sudah ayo jalan " Kata pa Sugeng .


" Ya pa " kata Tri dengan dada berdebar debar .Seakan ia melihat Yuni


Sedangkan Yuni hanya berhenti sesaat melihat dari jauh pungung belakang pemilik hati nya itu


" Semoga kau kuat mas, dan masih setia sampai kita bertemu lagi " kata Yuni Kembali melangkah keluar dari bandara Ketika tadi ia berpapasan dengan Tri juga pa Sugeng


Lalu naik taksi untuk menuju kantornya Untuk bertemu pa Ali dan Mika juga Dian yang sudah menunggu nya di kantor Bersama hantu bocil yang mengikutinya duduk tenang di dalam koper


****************


Dua tahun kemudian ...............

__ADS_1


Tri sedang asyik mengisap rokok nya ketika seorang gadis cantik menghampirinya


" Mas motor ku rusak lagi , dandani ya Aku ngak bisa pergi pergi jadinya " kata gadis itu duduk di sebelah Tri


" Ya nanti siang ya " kata Tri tersenyum


" Ya ampun mas, kan Vina harus cepat ke kantor " kata Vina meraih lengan Tri dan menyenderkan kepalanya di bahu Tri yang kokoh


" Vin.... Ih apaan sih , malu tuh di lihat orang " kata Tri Yang menjauh dari Vina


" Ya ampun mas, gitu aja kok sewot Lupain tuh bini yang sudah mati Dia pasti sudah bahagia disana Buka mata dan hati mu mas move on masa mau sih di bayang bayangi masa lalu " kata Vina protes


" Jangan bicara sembarangan Sudah pergi kekantor sana, atau motor nya mas biarkan mogok " kata Tri


" Ih mas Tri rese " kata Vina Lalu pergi sambil menghentak hentak kan kakinya kesal Karna sudah setahun ini ia belum bisa mendekati Tri


" Hahaha...... cie ngambek , sudah ku bilang kan mana bisa kau mengodanya Ngak usah berharap sama beruang kutub Mending sama abang neng " kata Gusti tertawa


" Ngak mau " kata Vina Yang pergi menuju kantor


" Mas ..... si Vina mau ngapain lagi tuh kesini ?" kata Gusti


" Minta dandani motor, aneh aja tuh motor masa bisa mogok terus tiap minggu " kata Tri


" Hahaha...... Emang itu akal bulus nya si Vina mas " kata Gusti Yang tahu Vina sengaja mencampur bensin dengan zat lain Agar bisa dekat dengan Tri atas sarannya Tapi sampai hari ini Tri tetap bersikap santai bersikap dengan Vina


" Kau ini, oh ya sudah selesai mesin kemaren " kata Tri


" Sudah mas , Kudengar mas mau pindah tugas lagi ya mas Apa mau di tarik Kalimantan lagi " kata Gusti


" Ya untuk mengawasi para wakil mekanik baru " Kata Tri Yang pasti akan pulang ke sampit lagi bertemu Yusuf dan Ferdi


" Ya.... padahal sudah nyaman di sini kan mas Apalagi tuh ada si Vina bohay " Kata Gusti memainkan alisnya

__ADS_1


Tri hanya tersenyum tipis, karna tak sedikit pun hati nya tersentuh pada rayuan Vina Karna rasa sayang nya pada Yuni masih mengakar kuat dalam hatinya Apalagi baru dua tahun ini ia baru bisa tenang setelah melewati mimpi buruk dengan rasa bersalahnya.


__ADS_2