
Tri langsung menoleh kepintu Melihat Ferdi menatapnya
" Fer ngak kerja ngapain di situ " kata Tri menatap Ferdi penuh tanda tanya Karna seperti Yuni tak suka dengan kehadiran teman nya itu
" Ketua nya saja masih disini " jawab Ferdi santai .
" Tri lagi nemani Yuni Fer..., nanti kalo mbok sudah selesai Tri baru kebengkel " kata mbok
" Ya sudah jangan macam macam " kata Ferdi pada Tri
" Siapa yang macam macam , aneh " kata Tri .
" Kalo Tri macam macam, Aku tiga macam Fer... Jadi sana pergi Lagian ngapain juga lho ikutan " kata Yuni ketus pada Ferdi
" Aish.... kau ini " kata Ferdi lalu pergi membuat mbok dan Tri menatap Yuni .
" Sebenarnya ada masalah apa sih kalian berdua ndu Kaya anjing dan kucing Ngak pernah akur .Padahal awal nya baik baik saja kan " kata mbok
" Dia pria kurang ajar mbok , Yuni ngak senang " kata Yuni Yang membuat Tri kaget seakan mencari jawaban Ada apa antara Yuni dan Ferdi
" Tanyakan dia saja Tri , maling mana ngaku" kata Yuni
" Maling ....." kata mbok menatap Tri
" Ya sudah mbok , tungguin Yuni ya Tri mau sarapan dulu " kata Tri yang sedari tadi memang belum sarapan .
" Ya Tri " kata mbok .Melihat Tri menghilang di balik pintu kamar
Sedang kan Yuni berusaha bangun lalu mendekati bubur yang di bawakan mbok
" Ada apa sebenarnya ndu kok Marahan dengan Ferdi " kata mbok bertanya
" Dia mengguna guna ku mbok , trus ngak ngaku Tadi dia juga mencium ku saat aku sedang tidur ....Apa ngak gila tuh namanya mbok " dumel Yuni kesal
" Astagfirullah .... kok bisa gitu " kata mbok kaget .
" Itu sebabnya aku kesal " kata Yuni
" Lah Yuni kok bisa tahu dari mana ? trus kalo di guna guna kok masih sadar " kata mbok heran
" Hantu yang ngasih tahu Yuni mbok Hantu yang di tolong Yuni tempo hari " kata Yuni Yang lalu bercerita
Sedangkan di bengkel Tri menatap Ferdi sekilas Dan memperhatikan gerak gerik teman nya itu .
" Fer jangan suka mengusik nya .Dia kesal pada mu " kata Tri mengingat kan Ferdi
" Biarin saja, malah aku makin suka " kata Ferdi cuek sambil merokok
__ADS_1
" Apa maksud mu " kata Tri
" Jujur saja Tri aku suka padanya , dia milik ku . Aku tahu kau juga menyukai nya kan dan bukan hanya kita berdua saja di sini yang suka . Dan aku ingin dia jadi milik ku " kata Ferdi bicara dengan santai nya Membuat Tri terdiam membuang nafas kasar
" Tapi jangan terlalu memaksa nya untuk membuatnya kesal Dia akan membencimu " kata Tri yang tahu Ferdi playboy .
" Ya aku tahu , kita bersaing sehat saja siapa Yang akan mendapatkan nya " kata Ferdi Menatap Tri .
Tri hanya diam , karna memang ia akui ia juga menyukai Yuni Itulah sebabnya ia slalu mendekatinya Yuni Entah Yuni sadar atau tidak .Tapi Tri hanya cinta dalam diam
Sedangkan di kamar mbok Yuni terlelap Setelah minum obat Karna ia merasa lelah .Dan Yuni bermimpi hantu tanpa kepala tersenyum padanya mengucapkan terimakasih sambil melambaikan tangan nya pada Yuni lalu pergi .
Disisi lain beberapa orang pria menebang pohon dan mengangkat pohon besar itu jadi jembatan ke sungai kecil Dan setelah itu mereka mengali tanah dengan cangkul
" Kepala nya disini " kata seorang pria
" Alhamdulilah berarti dia bisa di kuburkan dengan layak " kata seorang pria Yang lain adiknya Lalu mengumpul kan kepala dan tengkorak nya jadi satu
Dan menaruhnya di kain kafan
" Alhamdulilah kini mas sudah tenang , rupanya dia menepati janjinya " kata pria itu lalu membungkus tulang tengkorak sang kakak . Yang kini sudah bisa di makam kan dengan baik Dan sang anak juga sudah di berikan pada ibunya untuk di urus mbok nya. Anak sang kakak dari perempuan yang dihamilinya Karna perempuan itu menyerahkan anak nya Dan minta maaf atas kejadian itu Yang membuat si pembunuh sang kakak sudah di penjara dan di tangkap
Yuni terbangun ketika merasakan tangan seseorang memeluk nya .
" Kau ....." kata Yuni kaget lalu mendorong pria Hingga terjatuh ke lantai
" Hehehe.....hei aku tergila gila padamu ngak usah muna kau suka kan " kata Ferdi tersenyum
" Kurang ajar " Kata Yuni melempar mangkok ke wajah Ferdi dan
Prang ..........mangkok itu pun pecah
" Ok...... ngak masalah , marah lah " kata Ferdi cuek sambil memungut pecahan mangkok itu dengan santai
" Pria gila, sinting pergi dari sini " kata Yuni kesal Karna entah mengapa ia benci melihat pria kurang ajar itu.
Ferdi hanya diam dan cuek. Namun ia tetap tersenyum pada Yuni Sedang Yuni yang muak melihat pria itu tak mau melihat nya .
Setampan apa pun pria itu bagi Yuni ia tak tertarik apa lagi Ferdi berbeda keyakinan dengan nya . Yang membuat Yuni menatap benci pada pria pemaksa itu Apa lagi ia sudah berbuat kurang ajar
" Dasar gila " kata Yuni bangkit dari pembaringan nya Lalu keluar dari kamar mbok
" Kau mau kemana ?" kata Ferdi
" Bukan urusan mu " kata Yuni Yang tak mau disentuh Ferdi
" Hei .... kau masih belum sehat " kata Ferdi Dan yuni tak perduli ia menyeret langkah nya cepat berjalan Menuju kamar tidur nya di mess staf Dan bergegas masuk lalu menguncinya .
__ADS_1
" Hahaha .... lihat saja nanti kau kira aku tak bisa masuk kamar mu " kata Ferdi tersenyum penuh arti
Sedangkan Yuni kembali berbaring dan terlelap di kamarnya .Karna merasa tubuhnya lemas Walau sudah sedikit berkurang namun kepalanya masih terasa pusing . Karna hidung nya masih meler
Sedangkan Tri menatap kesal pada Ferdi ketika melihat Ferdi ribut dengan Yuni . Sehingga yuni pindah ke kamarnya .
" Pasti ia menganggu nya " batin Tri Yang lalu kembali memeriksa mesin jenset yang rusak .
" Kau menganggu nya lagi Fer" kata Tri Ketika Ferdi sudah kembali kebengkel
" Dia sensitif sekali, sampai melempar ku dengan mangkok " kata Ferdi
" Kau pasti mengganggunya ngak mungkin dia marah tanpa sebab " kata Tri
" Terserah apa tanggapan mu, aku hanya memberinya perhatian Tapi dia sudah marah lebih dulu " kata Ferdi
" Kau pasti mengganggunya Fer .Bukan memberi perhatian " kata Tri kesal menatap Ferdi tajam. Karna tak mungkin Yuni marah pada orang yang perhatian pada nya .Apalagi sampai melempar mangkok .
***********
Dan ketika senja datang Tri dan mbok menyiapkan makanan untuk diantar kan ke kamar Yuni .
" Apa ini cukup Tri " kata mbok
" Cukup mbok " kata Tri .
" Ya sudah ayo sholat dulu setelah itu kita kesana " kata mbok
" Ya mbok " kata Tri
Sedangkan Yuni baru saja selesai mandi dan sholat Setelah merasa tubuhnya sedikit sehat Karna tidak ia tidur cukup lama Dan pusing nya sudah mulai hilang Karna sudah makan obat.
Cukup lama Yuni duduk berzikir sampai Pintu kamarnya di ketuk
Ceklek ...
" Mbok , Tri " kata Yuni Yang melihat Mbok membawa rantang makanan
" Ayo masuk " kata Yuni
" Sudah sehat ndu " kata mbok
" Lumayan mbok , sudah mendingan " kata Yuni .Sedangkan Tri tersenyum lalu duduk bersandar pada pintu kamar Yuni Yang dibiarkan terbuka .
" ini buat makan malam ndu, makan dulu baru makan obat .
" Terimakasih mbok, Tri " kata Yuni tersenyum lalu ia pun membuka rantang dan melahap makanan yang dibawa mbok dan Tri
__ADS_1
.