Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 286


__ADS_3

Setelah Tri membersihkan lantai Mereka pun ngobrol lagi Lalu Tri mengenalkan Sani pada Rendi dan Rudi juga Anton dan Beni . Sedangkan Yuni membantu mbok menyiapkan makan malam di meja makan


" Mas sudah siap ayo makan dulu Akhtar di suapi bunda ya " kata Yuni


" Ya bun " Kata Akhtar berlari menghampiri Yuni


Sedangkan Tri membawa keempat temannya untuk makan di meja makan Sani mbok dan Yuni bersama Akhtar makan di ruang tengah


" Itu teman teman Tri Yun ?" kata Sani


" Iya para mekanik angkatan nya " kata Yuni duduk sambil menyuapi Akhtar


" Kenapa ada yang lho sukai San ?" kata Yuni pelan Sambil tersenyum menatap Sani


" Akh ngak cuma mereka lucu saja kok bisa sampai ngompol "kata Sani terkekeh


" Hahaha........ biasa mba, kan mba Yuni di kira hantu " kata mbok Sumi


" Hantu bagaimana mbok " kata Sani bingung Lalu menatap Yuni seakan ingin bertanya


" Lain kali saja cerita nya San , kita makan dulu ya " kata Yuni Yang tak mau mbok Sumi ikut bingung


Sedangkan di luar para hantu ikut makan Karna Yuni sudah memberi jatah mereka dengan nasi bungkus pesanan Sambil ngobrol santai si teras pojok


" Cil sudah di awasi tuh manusia jahat " kata hantu tanpa kepala


" Sudah dia belum berani beraksi lagi santai saja Aku sudah menyuruh teman kita berjaga jaga di sana " Kata hantu bocil menjelaskan


Gr.. . ...gr.......gr .....


" Aku rasanya ingin mencekik mereka yang jahat sama mba Yuni Padahal mba Yuni ngak pernah menganggu mereka " kata ketua hantu tanpa kepala geram


" Biar kan saja , kita hanya mengawasinya Mereka memang ngak pernah berkaca pada diri sendiri Masa orang baik mau di sakiti Untuk apa coba ?" kata kunti


" Cie. .... Kunti emosi sekarang makin cantik karna banyak berbuat baik Pantasan Akhtar bilang kunti unyu unyu " kata om Jon tersenyum

__ADS_1


" Iya om kan kunti mau berubah biar nanti bisa mati dengan tenang " kata Kunti yang sekarang belajar untuk sholat hingga ruhnya jadi bersih hingga berubah menjadi cantik Karna berharap suatu saat ketika ia bisa kembali ke alam kubur tanpa terkait dunia lagi


Ting.. ...ting .....


Hihihi...............


" Hi...... kalian dari mana " Kata hantu bocil melihat hantu gadis hilang itu datang bersama kekasih nya


" Kami main ke tempat mak kunti dia hamil lagi " kata hantu tanpa kepala


" Hadeh .... repot jadinya Kalo mba Yuni ngak ada di sini Masalahnya masih bisa membidani Tapi kalo pulang ke jawa Mana ada dokter dan bidan yang mau menjaga hantu melahirkan " Kata si kunti mengeleng


" Ya mudahan saja mba Yuni belum pulang beberapa bulan kedepan Kalau tidak bakal heboh dunia perhantuan si emak kunti bingung mau melahirkan " kata hantu tanpa kepala yang lain


"Hihihi........nanti biar aku yang bantu " Kata si hantu gadis hilang Yang sekarang jadi istri ketua hantu Karna ikut tinggal dan bergabung bersama mereka .


" Ya sudah ayo bubar kita jaga camp " kata hantu yang lain


" Ok " kata hantu bocil lalu menghilang bersama kunti untuk pergi ke camp mengawasi orang orang yang ingin berbuat jahat pada Yuni dan Tri.


Namun ketika Tri menegurnya Rendi hanya tersenyum . Dan langsung ikut keluar menyusul ketiga temannya


***********


Di camp Ferdi tak bisa tidur Ketika mengingat perkataan Akhtar Entah kenapa ia slalu mengingat perkataan itu Sampai sampai itu menghantui dirinya .


Nia sudah tidur dengan nyenyak bersama bayi Elang di samping nya Yang terlihat semakin berisi dan tambah gendut


"' Huh...... kenapa aku merasa bersalah dengan Nia ?" batin Ferdi Yang memang masih mencintai Yuni Dan ia juga berharap Yuni masih hidup


" Maafkan aku Yun, aku belum bisa melupakan mu Dan memaafkan diriku sendiri Tri sudah menikah dengan wanita lain Tapi wanita itu sangat mirip dengan mu " kata Ferdi dalam hati Berharap Yuni masih hidup Dan minta maaf atas segala kesalahan nya .


Karna ia sangat merasa bersalah atas kejadian itu Dan juga sempat melecehkan Yuni Dan itu yang membuat Ferdi sangat menyesal Walau cintanya tak terbalas Foto Yuni masih ada di dalam dompetnya Ketika ia mengambil foto Yuni saat kumpul bersama teman temannya .


Lama Ferdi terdiam dan lalu menyelimuti Nia dan mencium kening Nia dan bayinya Sambil berdoa lalu memejamkan matanya untuk tidur

__ADS_1


" Maaf kan abang de, abang masih belum bisa melupakan dia. Tapi abang janji suatu hari nanti abang akan melupakan nya " kata Ferdi tidur dengan tenang


**********


Di kamar Yuni Akhtar sudah tidur pulas ketika para tamu pulang Yang membuat Yuni tersenyum melihat putranya itu Yang semakin pintar saja


" Apa Akhtar sudah tidur ?" kata Tri masuk kamar


" Ya mas, Sani menginap di sini besok pagi biar ade antar dia kekantor Kasihan dia lagi banyak masalah " kata Yuni


" Ya ngak apa apa , suaminya kasar padanya " kata Tri


" Iya itu sebabnya ia menggugat cerai suaminya Karna kdrt mas Dan lagi pula suaminya berselingkuh ngak mau mengaku juga " Kata Yuni


" Huh..... mungkin itu ujian hidup nya Jadi Sani harus banyak bersabar" kata Tri rebahan di tempat tidur


" Sini ayo tidur peluk mas " kata Tri tersenyum pada Yuni Yang membuat Yuni berbaring di sebelah Tri Dan Tri langsung memeluk Yuni


" Kalo dulu ade benaran meninggal apa mas akan menikah lagi " kata Yuni menatap wajah Tri


" Entah lah, belum terbesit di hati mas untuk menikah lagi Karna masih terbayang wajah ade " kata Tri mencium kening Yuni lalu membenamkan kepala Yuni di dadanya .


" Ya pasti mas trauma kan " kata Yuni Yang masih kadang mendapati Tri mengigau menyebut namanya


" Ya karna mas merasa bersalah " kata Tri mengusap punggung Yuni


" Apa ade bocor " kata Tri


" Hehehe........astaga apa suami ku ini tak bisa bertahan sehari saja " kata Yuni menatap lekat Tri


" Mana bisa , kan ada ade pastinya beda bila berjauhan " kata Tri yang langsung mengecup bibir manis itu Dan Yuni hanya membiarkan suaminya itu melakukanya


" Mas sayang ade " kata Tri melepas pungutan nya


" Yuni juga " Kata Yuni memeluk suaminya itu erat Karna ada rasa tenang di hatinya Tiap kali Yuni di peluk Tri Cinta bukan masalah uang Tapi juga rasa nyaman dan ketenangan batin Ketika ia bisa bersama Tri Saat saling mencintai Dan menjaga orang yang paling di sayangi

__ADS_1


" Mas berdoa kita hanya di pisahkan oleh maut " bisik Tri pelan Lalu kembali ******* bibir ranum itu .Yang membuat hawa dingin berubah menjadi panas Yang membuat kedua nya sibuk menikmati Apa yang memang harus di lakukan oleh sepasang suami istri Hingga hanya suara dan lenguhan kecil yang terdengar Yang membuat Tri bersemangat Setiap kali mendengar ******* Yuni


__ADS_2