Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 267


__ADS_3

Di rumah Yuni Tri gelisah menunggu mbok dan mas Arga .Hingga membuat Tri mondar mandir


" Mas duduk sebentar lagi paling " kata Yuni Yang melihat suaminya itu gelisah


" Hahaha..... kaya orang mau di lamar saja mba .Aman mas mereka pasti sudah sampai sini kok " kata Adi


Dan benar saja terdengar Rendi mengucapkan salam dari luar Yang pintunya langsung dibuka Adi Untuk menyambut pa Sugeng bersama Yuni Hingga langsung d menyuruh mereka masuk keruang tamu


Sedangkan Tri menunggu di ruang tengah bersama Yusuf Agar mereka duduk ebih dulu Dan ber basa basi


" Mbok " kata Yuni senang melihat mertuanya itu


" Ndu ... mana .Akhtar ndu " kata mbok


" Ini Akhtar eyang " Kata Akhtar senang memeluk mbok Lalu di gendong Arga Yang langsung menciumi keponakannya itu bersama mbok


" Apa Akhtar sedih le ?" kata mbok mengusap kepala Akhtar


" Akhtar lagi senang mbok " Kata Akhtar Yang tersenyum manis menatap eyang nya yang terlihat sedih


" Eh ..salim dulu sama om Rusli dan pa Sugeng de" kata Yuni


" Ya ...bun .. Ayah ...ada teman Ayah "' Teriak Akhtar Yang membuat Yuni dan Adi saling pandang Karna putranya itu sudah main ribut saja


Deg.......


Mbok dan Arga saling padang Begitu juga Rusli dan pa Sugeng Sedangkan Rendi dan Rudi hanya diam


" Wah .... belum ada drama sudah kebuka aja ini " kata Adi menggaruk kepalanya


Karna Akhtar tak akan bisa di ajak kompromi untuk berbohong Padahal tadi bocah itu sudah di briefing Adi dan Yusuf Tapi tetap saja Akhtar tak bisa berbohong pada akhirnya


" Ayah ......ay......


" Iya ayah tahu " kata Tri Yang akhirnya keluar bersama Yusuf

__ADS_1


" Tri ....." Kata mbok dan mas Arga kaget Begitu juga pa Sugeng Yang membuat mbok langsung berdiri dan memeluk Tri Putra bungsunya yang tadi pagi di nyatakan meninggal Ternyata masih hidup dan masih sehat


" Mbok......." kata Tri memeluk mbok


" Hu ....hu..... le, mbok kira kamu sudah ngak ada le " Kata mbok terisak pelan Lalu memeluk dan mencium Tri Membuat Akhtar melongo .Karna sang ayah di tangisi eyang nya


" Suf " kata pa Sugeng memeluk Yusuf Begitu juga Rusli yang kaget Membuat mereka terharu Karna bersyukur Tri dan Yusuf baik baik saja Dan setelah drama tangisan selesai Mbok inem dan mbok Sumi mengeluar teh hangat juga ronde Dan makanan pembuka untuk para tamu


"' Pantasan mba Ayu bilang ponsel mu ngak diangkat angkat rupanya Kamu menyembunyikan Tri ndu" kata mbok


" Bukan gitu mbok , tadi banyak tamu Dan ini pada bergantian datang .Karna mereka semua tadi siang kesini mbok Jadi kita harus menjelaskan semuanya Dari awal cerita sampai akhir " kata Yuni memeluk mbok


" Eyang jangan nangis Ayah ngak nakal kok Ya kan yah " kata Akhtar memeluk Tri manja


" Ayah mu ngak nakal tar , cuma usil dan cerewet Apalagi kalo sudah cemburu beuh...... Mukanya kaya cabe merah " Kata Rudi menyindir


" Bilang mas kalo iri , Karna mas Rudi masih jomblo Adi juga " kata Adi tertawa


" Wah .... bakal heboh besok Tri Di tambah berita sudah menyebar sampai pusat Tri " Kata pa Sugeng


" Ya mau ngak mau pa Kita keluar dari persembunyian " kata Yusuf .


Tri dan Yusuf pun tersenyum Lalu menceritakan apa yang terjadi Membuat semua orang tak percaya Tapi itulah kenyataannya kalo mereka tiba tiba saja Sudah berada di dalam kamar tidur Karna tak mungkin mereka menceritakan masalah geng hantu Yang menolong mereka malam itu Karna para hantu saja Sedang ikut duduk mendengarkan cerita para tamu Yang tak percaya kalo mereka bisa tiba tiba berada di kamar tidur di pagi hari


Yang membuat pa Sugeng bertanya tanya Lalu menatap Yuni . Yuni hanya tersenyum mengangkat dua bahunya Namun tanpa di jawab Pa Sugeng sudah tahu Pasti ada campur tangan Yuni .Karna hanya Yuni yang berteman dengan para hantu. Dan pa Sugeng juga sudah tahu Kalo Yuni tidak meninggal .


Dari cerita mbok dan Mas Arga


Akhirnya malam itu mbok istirahat dikamar bersama Yuni Begitu juga pa Sugeng dan Rusli Yang ikut menginap di rumah Yuni Hanya Rendi dan Rudi Yang pulang ke kantor


*************"


Pagi nya di camp terjadi kehebohan Karna Yusuf pulang bersama Adi dan mbok Yang membuat para karyawan kaget Dan berita itu sampai ke camp 30 Yang membuat pa Karno sempat kaget Ketika pa Fauzi memberi kabar Kalo Tri dan Yusuf baik baik saja


" San....... Tri dan Yusuf masih hidup ." kata Rusdi Berlari ke kamar Sandi yang baru saja bangun

__ADS_1


" Serius Rus , mana ?" kata Tikno


" Di camp mereka baik baik saja " kata Rusdi


" Alhamdulilah , tapi kok bisa sudah disana kapan pulang nya Kan motornya di bawa mas Kentung " kata Vian heran


" Kui........!!! yang jadi pertanyaan banyak karyawan mas, ayo ikut kesana Ada mas Rusli juga sama pa Sugeng di camp baru datang dari jakarta bersama Tri dari sampit juga Yusuf " kata Rusdi


" Hah .... kok bisa sampai sampit . Kenapa mereka bisa sampai sana ?" kata Tikno bingung


" Makanya kita mau kesana ini Ayo siap siap Biar jelas dan tahu apa yang terjadi " kata Rusdi


Yang membuat mereka semua berdiri Dan bersiap siap menuju camp Tri Karna penasaran pada Tri dan Yusuf Yang tiba tiba hilang Dan muncul setelah satu hari menghilang .


**************


Yuni dan mbok juga mbok Sumi duduk santai di ruang tengah Karna Akhtar ikut pergi bersama Tri mas Arga juga Rusli dan pa Sugeng Pergi ke camp tempat Tri kerja Dan menyusul Yusuf yang pulang subuh tadi


" Ndu.... apa kerjanya Tri jauh di hutan ndu Trus kok bisa mereka bilang Tri ketiban tiang besi penyangga " Kata mbok penasaran


" Ya mbok , namanya juga proyek pembukaan lahan sawit jadi kerjanya di hutan " Kata Yuni Yang menjelaskan semuanya pada mbok Karna memang kerja di hutan Harus ekstra hati hati Karna Tri memang sebagai kepala mekanik bertangung jawab penuh pada Alat berat yang rusak dan mogok Apalagi tenggelam di sungai .Karna jatuh terperosok


Yang membuat mereka bekerja sampai malam karna lembur .Dan itu semua untuk kebaikan bersama Karna para operator alat berat juga ikut terlibat .


Mbok yang mendengar kan itu Merasa ikut sedih putranya itu benar benar bekerja keras dan tugas nya sangat berat Karna ia juga harus memberi contoh pada semua anak buah nya.


" Kenapa ngak berhenti saja ndu Kan Tri sudah punya bengkel " kata mbok


" Makanya mas Tri mau berhenti mbok setelah selesai kontrak terakhir 5 bulan ke depan. Kami akan menetap di sana .


Mas Tri juga ingin fokus pada pendidikan Akhtar Mas Tri ngak mau Akhtar jadi mekanik seperti dirinya itu janjinya sama Yuni dulu . Itulah sebabnya mas Tri rajin lembur mengejar target Agar cepat bangun rumah dan bisa buka usaha seperti impian nya Bisa nemani mbok di rumah Dan kerja santai di dekat rumah sendiri " Kata Yuni bercerita


Yang membuat mbok terharu mendengar nya Kalo putranya itu sungguh sungguh.


Serius dan fokus dalam berjuang Demi bisa membangun impian hidupnya

__ADS_1


" Trimakasih ndu sudah menerima keadaaan Tri " kata mbok lirih memeluk menantunya itu


" Itu sudah kewajiban Yuni mbok sebagai seorang istri " Kata Yuni tersenyum .


__ADS_2