Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 292


__ADS_3

Yuni lalu mengambil barang barangnya Dan membawanya ke motor Agar bisa cepat pulang ke rumah


" Apa bisa ku bantu ? " kata pria itu Yang tak lain Juan Yang pernah di tolong nya


" Tidak usah aku buru buru bang " kata Yuni


" Trimakasih sudah menolongku Dalam buat paman mu Apa dia sudah pulang dari katingan " kata Juan


" Seperti nya belum, kenapa kau tahu aku masih hidup " kata Yuni heran


" Hehehe...... kau ini lucu , bagaimana orang seperti mu bisa mati Kalo kau sangat tangguh .Oh ya aku ikut senang kau sudah menikah Suami mu itu seperti nya pria pencemburu " kata Juan


" Kenapa bilang begitu Apa kau tahu suamiku " Kata Yuni menatap Juan


" Ya sekedar kenal saja, Tapi dia baik hanya saja dia terlalu pendiam Oh ya kenapa kau mengubah penampilan mu " kata Juan


" Aku muslim " kata Yuni


" Sini biar aku bantu ikat " kata Juan membantu Yuni . Karna tahu gadis itu baik padanya Dan ia ingin berteman Juan baru tahu semuanya dari Tuah adiknya Kalo Yuni sudah meninggal Tapi ketika ia bertemu Lery pria itu bilang kalo Yuni baik baik saja Dan tidak meninggal Dan Juan pun mencari tahu kebenarannya Sampai hari ini ia benar benar bisa bertemu Yuni


" Trimakasih maaf merepotkan mu " Kata Yuni naik ke motornya


" Ya hati hati " Kata juan tersenyum


" Ya selamat pagi " Kata Yuni menghidup kan motornya Dan mulai men staternya


" Ya selamat pagi juga " jawab Juan Menatap Yuni sampai hilang dari kejauhan Yang membuat Juan tersenyum Karna kini ia hidup normal karna Yuni .


Dulu ia tak menyangka bisa sembuh dari kutukan siluman itu, mungkin itulah takdirnya untuk bertemu Yuni Yang begitu baik Hingga kini ia bisa menjadi orang yang lebih baik Dan Juan juga sudah bisa kerja lagi Dan dia juga sudah tidak punya musuh lagi Karna Lery sudah menjadi teman nya Itu yamg membuat orang tak berani mengusik nya lagi Dan Juan tahu kalo Yuni keponakan Lery


Lalu Juan kembali masuk ke dalam pasar Kini ia jadi pedagang ikan di waktu pagi hari Dan setelah ikan habis terjual ia langsung pulang kerumah .


Sedangkan Yuni sudah sampai di teras Ketika Yusuf membuka pintu


" Lah mba dari mana ?" kata Yusuf

__ADS_1


" Dari pasar suf , ayo bantu ini buat sarapan dan tamu nanti " kata Yuni


" Ya , woi ayo bantu " kata Yusuf memanggil Danang dan Rendi juga Ariesta yang asyik ngobrol .


" Astaga sayang kok ngak ngajak kasih sih kepasar , pantasan tadi Tri nyariin " Kata Ariesta turun ikut membantu.


" Tadi sehabis subuhan sudah berangkat Kan kalian masih tidur . Karena tidur malam makanya ngak bangun kan " Kata Yuni memberikan barang belanjaan nya


para keempat pria itu


" Bunda ....... bunda dari pasar , ada beli kue untuk Akhtar ngak ?" kata bocah itu berteriak keluar bersama Tri


" Ada dong, sudah bangun " Kata Yuni tersenyum melihat suami dan anaknya


" Kok ade ngak bangunin mas kalo mau kepasar " kata Tri


" Buru buru mas, takut kesiangan Ayo kita sarapan takut kesiangan mumpung tamu belum datang Mas sudah ngasih tahu pa RT sama pa haji belum " Kata Yuni


" Sudah baru pulang dari sana . ya sudah ayo masuk Ren tuh motor pinggir kan Takut nanti para bapak bapak pasang tenda " kata Tri


" Siap bos " Kata Rendi Sedangkan Ariesta dan teman teman nya membawa semua makanannya ke dapur


" Iya karna borongan mbok Ayo bantu tata di meja biar pada sarapan dulu Nanti kan kita mau masak masak mbok Saya sudah pesan ikan dan Ayam untuk para tamu Yang ingin melayat jadi tinggal masuk sayur saja " kata Tri


" Ade punya uang, Danang bilang nanti di ganti Kalo ngak ganti pake uang sumbangan " Kata Tri


" Itu gampang mas, Nanti kita bicarakan lagi Yang penting sekarang sarapan dulu sebelum tamu nya datang Dan kita bisa sarapan bergantian Agar bisa mengurus pemakaman .Setelah semuanya selesai Baru kita bicarakan Kasihan Vani nya kalo kelamaan belum di makam kan " Kata Yuni


" Ya ayo sudah ayo pada sarapan ta, ayo semuanya mumpung para warga lagi rebug Ayo kita sarapan " Kata Tri Memanggil semua teman teman nya Agar bisa sarapan bersama .


Akhtar yang makan Kue kesukaan nya Sudah duduk dengan tenang di kursinya Sambil menikmati kue bingka kentang satu wadah Yang membuat Tri kaget . Melihat anak nya itu bisa menghabiskan kue nya seorang diri


" Tar , kok ayah ngak disisakan " kata Tri melihat piring kuenya kosong


" Kan Bunda beli buat Akhtar Ayah ngak pesan kan .Biasa nya juga Akhtar makan sendiri " Kata Akhtar cuek

__ADS_1


" Hah.... kok gitu de" kata Tri


" Emang begitu mas, Akhtar benar mas kan ngak pesan Jadi memang buat ade sendiri " kata Yuni terkekeh


" Ih..... Kan ayah juga mau " kata Tri


" Hahaha ..... ya sudah mas makan dulu Biar makan kuenya nanti saja " Kata Yuni tertawa bersamaan Rendi Yusuf dan Danang masuk bersama Rudi yang datang bersama Anton dan Beni .


" Lah kok jadi banyak ?" kata Tri kaget Yang membuat Rendi tersenyum


Sedangkan Yuni membuka pintu dapur dan memanggil hantu bocil membagikan sarapan pagi


" Cil ini bawa , berbagi kalo ngak cukup masalahnya Tadi uangnya pas " Kata Yuni memberikan kantung plastik itu


" Baik mba , ayo kun kita bagi " Kata hantu bocil Yang lalu menghilang membawa satu kantong nasi bungkus yang hampir 50 bungkus


" Om ayo di bagi , para hantunya di hitung dulu " Kata hantu bocil


" Wah pas 49 orang cil itu nasi berapa banyak " Kata om jon Melihat hantu bocil menghitungnya .


" Ini ada 55 om , wah ini ada bonus " kata hantu bocil


" Eh pas ada mak kunti melayat juga tuh berempat Ayo kasihkan " kata om jon Yang mengeleng kok ada para hantu ikut takziah Yang memang mengira kerabat Yuni yang meninggal Yang membuat mereka datang ingin ikut melihat pemakaman


" Cil ....." panggil emak kunti Yang mengendong bayi nya Yang sedang hamil lagi dengan perut membuncit


" Iya mak ada apa ini makan nya " Kata hantu bocil memberikan nasi bungkus


" Terimakasih, ini hadiah untuk mba Yuni Tolong bantu aku melahirkan dua minggu lagi Hantu dokter bilang mungkin akan lahir cepat Dan langsung di steril Biar ngak hamil lagi " kata emak kunti


" Ya mak " Kata hantu bocil menerima hadiah kantong kain hitam yang cukup berat Lalu bergegas menghilang ke kamar Yuni . Dan menaruhnya di dalam lemari Setelah itu ia menemui Yuni di dapur Lalu berbisik pelan pada Yuni Yang di anggukan Yuni .


Lalu hantu bocil langsung kembali keteras lagi untuk sarapan bersama teman temannya Yang sedang makan dengan lahap bersama mak kunti dan hantu bocil duduk di sebelah nya


" Nih mak , habis kan tinggal satu buat mak kan yang di perut juga minta jatah " Kata hantu bocil memberikan jatah sisa yang tertinggal

__ADS_1


" Teimakasih " Kata emak kunti Yang jarang makan enak Karna suaminya hanya membawa tulang dan daging sisa Sedang kan bocil dan teman teman sudah terbiasa makan pemberian Yuni .Itu Yang membuat hantu bocil bingung Bila mereka nanti di tinggal Yuni Karna tak ada lagi orang yang memberi mereka makan seperti sekarang ini .


\*\*\*Maaf mau dobel belum sempat \*\*\* ada persiapan kerja bakti nikahan tetangga besok sabtu . Bikin author ikut repot padahal baru juga kelar istirahatnya Tapi ngak apa lah pasti reader maklum


__ADS_2