Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 180


__ADS_3

Yuni pun lalu menelpon Tri lagi Namun tidak tersambung sama sekali


" Astaga mas , mudahan kamu ngak apa apa Ya Allah selamat kan suamiku " kata Yuni gelisah Yang takut Tri kenapa napa


Lalu Yuni pun meletakan ponselnya Dan bergegas sholat Karna mendengar suara adzan lalu khusuk berdoa karna khawatir pada Tri Entah kenapa pikiran nya jadi panik .Cukup lama Yuni berdoa lalu ia pun berzikir sambil berbaring di tempat tidur dengan rukuh nya.


Tengah malam Yuni terbangun karna ia belum sholat isya dan bergegas masuk kamar mandi untuk berwudhu dan sholat Lalu melanjutkan sholat malam 4 rakaat Dan tak lama


Jleb.......


Tiba tiba semua mendadak gelap Yang membuat Yuni bingung lalu mengambil ponselnya .Menelpon resepsionis namun tak ada jawaban Yang membuat Yuni menuju pintu keluar untuk meminta lilin Namun ia belum melepaskan rukuh nya


" Astaga kok gelap semua sih Apa mati lampu ya " Kata Yuni Yang ingin turun kebawah karna memang mati lampu .


Namun ketika ia hendak melangkah .tiba tiba tiba sosok baju putih terlihat mundur Dan Yuni mengira itu penghuni kamar sebelah yang juga ikut terbangun


"' Mba mau cari lilin ya " tegur Yuni


" Kik " ......jawabnya Yang lalu berbalik badan dan


" Aaaaa............ . " Teriak Yuni kaget lari masuk kamar dan mengunci pintu nya


" Kak......kak.....kak ......" Teriak kunti itu juga lari dan terbang Karna berpikir Yuni kunti model baru Membuat hantu bocil dan teman teman tertawa geli melihat Yuni bertemu Kunti sore tadi


Bleb...........


Kembali listrik menyala Dan hantu bocil masih tertawa


Hahaha.......hahaha ..... tawa mereka bersama


" Apa ada yang lucu ?" kata Yuni cemberut


" Hahaha.......lucu mba kuntilanak nya bisa takut sama mba karna pake itu Dia pikir mba kunti juga Kunti model baru era moderen " Kata hantu bocil tertawa ngakak ....


Yang membuat Yuni baru sadar kalo ia masih memakai rukuh putih nya


" Astagfirullah aladzim " Kata Yuni membuang nafas kasarnya tersenyum sendiri Karna tadi dia juga kaget

__ADS_1


" Pantas kunti itu takut " kata Yuni mengeleng Lalu melepas rukuh nya dan melipatnya Sambil mengecek pintu takut belum terkunci Lalu kembali lagi naik tempat tidur dan merebahkan tubuhnya


**********


Pagi ini Yuni sudah berada di kantor untuk menemui kepala manager Namun ia belum datang . Lalu Yuni pun duduk di meja Mala untuk mengambil data Dana operasional truk awal bulan Dan bulan depan .


" Mba Mala sudah di beri tahu kan sama pa Ali " kata Yuni santai


" Iya mba , tapi mba Yuni di suruh menunggu pa bos " Kata Mala sedikit gugup


" Ok " kata Yuni Yang duduk santai .di kursinya sambil melipat tangan nya di dada


" Mhem tumben mba Yuni datang kekantor , kemana dua hari menghilang " kata pa Andi Yang baru datang menyindir Yuni lalu duduk di tempat kerjanya


Yuni tak menjawab Hanya tersenyum miring penuh arti Yang membuat .pa Andi tak senang melihat sikap Yuni .


Tak lama Kepala manager pun datang bersama pa Nirwan Yang kaget melihat Yuni sudah datang sepagi ini .


" Pagi mba Yuni ada perlu apa lagi Bukan kah laporan sudah selesai Kenapa datang lagi kalo pada akhirnya akan menghilang Tanpa sepengetahuan kami lagi Padahal kami sudah membayar lunas penginapan Yang kami siap kan untuk mba Yuni " kata kepala manager melipat tangan di dada Lalu duduk diatas meja Celine


" Wow ........ Keren sekali .pa membayar lunas penginapan Padahal baru setengah Dan saya kalian tempatkan di dekat kuburan angker Agar takut kan .Lalu kalian mengirim guna guna Dan menyuruh pa Leo untuk menabrak ku biar mati begitu kan pa ......cih......kalian pikir saya takut Kata Yuni menatap manager itu sambil memutar kursinya


" Hahaha ..... Kenapa kaget pa , sebuah rencana yang cukup matang .Apa itu sebanding dengan uang senilai 23 milyar " kata Yuni menatap Andi Nirwan dan Celine Yang membuat tangan Celine.


gemetaran ketika memegang pulpen


" Hati hati kalo bicara , itu bisa jadi fitnah " kata pa Andi menyangkal


" Oh ya sayang sekali semuanya data sudah sampai jakarta bro, kau tinggal berpikir kabur saja Dan aku memberi kalian waktu 3 hari berpikir sebelum polisi datang Dan bos pusat juga datang kesini .." kata Yuni santai


" Hei jaga bicara mu, jangan bicara sembarangan Kami bisa melaporkan mu ke polisi " Kata kepala manager itu emosi lalu ingin mendekati Yuni .Yang duduk santai melipat kakinya


" Hei bung , apa yang ingin kau lakukan " kata Lery berpangku tangan berdiri menatap tajam kepala manager itu Yang kaget melihat Lery masuk


" Siapa kau " Kata pa Andi


" Saya bodyguard mba Yuni . kenapa memang nya Kalo kalian berani menyentuhnya Maka aku akan mematahkan tangan kalian bertiga " Kata Lery Yang membuat mata kepala manager itu terbelalak Karna terkejut Yuni membawa bodyguard

__ADS_1


" Astaga dia bodyguard mba Yuni Oh my good " kata Susan kaget


" Ih tapi keren ya " kata Mala berbisik


Kepala manager itu pun terdiam Matanya tertuju pada Andi dan Nirwan


" Mba Yuni apa maksudnya ini " kata pa Andi menatap Yuni


" Satpam usir orang ini " kata kepala manager memanggil dua satpam mereka Yang lalu masuk ke kantor


" Iya pa ada apa ?" kata mereka kaget


" Usir orang ini dari sini . Dan kau Yuni kerja disini tak banyak tingkah Harus nya kau tak membawa bodyguard ke kantor Kalo hanya buat nampang " kata pa Nirwan mengejek Yuni


" Wah .... rupanya kalian kompak ya pa kepala manager pa Andi pa Nirwan dan .pa Leo Juga mba Celine wow cocok sekali Lima serangkai 23 milyar di bagi 5 sama dengan 4 , 6 Wah itu lumayan besar Tapi sayang kenapa tak mampu membayar bodyguard cuma dua satpam yang kurus kurus ini " kata Yuni tersenyum penuh arti


" Kau ... .berani sekali kau .satpam usir mereka " kata pa Andi


" Tapi pa kami...." kata satpam itu berpikir dua kali Karna tahu siapa Lery Dan mereka tak bergerak sama sekali Dari tempat nya berdiri


" Kenapa kami yang mengaji kalian , usir mereka berdua " kata pa Nirwan Yang ingin menarik tangan Yuni Dan Yuni menepiskan nya Hingga pa Nirwan terdorong kebelakang Dan Yuni langsung menginjak meja pa Nirwan sambil duduk


Brak ........... pa " kata Andi kaget yang hampir mengenai Nirwan Karna meja itu roboh miring


" Enak saja kalian main usir Harusnya aku yang mengusir kalian dari sini .." kata Yuni menatap kepala manager itu dengan tajam


" Apa hak mu ini kantor kami ." kata kepala manager itu balas menatap Yuni


" Hak ku , aku di tugas kan resmi dari kantor pusat Aku punya wewenang . otoritas tertinggi memecat kalian .Karna Aku punya bukti kalian sudah korupsi ... Dan satu hal lagi kalian akan kena pasal berlapis dengan tuduhan pembunuhan berencana Sengaja menabrak ku untuk memusnahkan bukti Tapi kasihan ish......ish..... Kalian tidak berhasil .." kata Yuni duduk santai mengangkat kedua kakinya keatas meja Celine Yang membuat Celine melongo Yuni berani melakukan itu


" Kau ......." kata kepala manager .itu ketakutan Kaki nya sedikit gemetar dan . Begitu juga tangannya Sedang kan Mala dan Susan ikut terkejut mendengar perkataan Yuni begitu juga dengan karyawan lain


" Kenapa pa , kenapa dengan ku apa karna saya perempuan kalian pikir saya lemah Dan diam saja " Kata Yuni Menatap pa Andi dan Nirwan Yang tadi nya berani pada Yuni . kini terdiam setelah Yuni memperlihatkan tingkah preman nya


" Sial ........" umpat pa Andi dalam hati menatap Yuni


" Kenapa pa Andi anda keberatan Kalo pun kalian ingin menangkap saya tak masalah Mana preman kalian yang kalian kirim itu Kenapa tak ikut di pajang di sini " kata Yuni Yang membuat pa Andi terdiam Karna tak berkutik lagi Karna Yuni semua tahu rencana yang mereka susun rapi .

__ADS_1


Dan tiba tiba terdengar suara gaduh di gudang belakang membuat semua orang menoleh


" Hantu ............." Teriak Hesti lari terbirit birit dari kamar kecil Yang bekerja sebagai pegawai cleaning servis


__ADS_2