Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 95


__ADS_3

Malam nya Raya dan Yuni makan di kamar sambil ngobrol Dan Yuni tak lupa menawari si hantu bocil satu porsi sate kambing .Karna tak tega bila hantu itu ngiler melihat mereka makan


" Ray enak mantap nih gulai nya empuk dan sate kambing nya juga enak " kata Yuni


" Iya kan laris manis Yun , lagian harganya standar " kata Raya


" Ya besok kalo mau pulang pesan ah buat makan di mess , Mana lontongnya juga enak " kata Yuni .


" Duit lho masih banyak yun kok sering banget jajan " kata Raya


" Ngak juga , tapi kemaren dapat rezeki dikamar duit segepok " kata Yuni tertawa


" Hah ..... jangan bercanda ah , emang benaran " kata Raya tak percaya


" Iya lah kan ada hantu baik , iya ngak cil Kalo ada orang usil kerjain aja " kata Yuni melirik kearah kamar mandi


" Yah lho yun, bikin aku takut aja Tuh hantu bisa usil ngak " kata Raya menatap Yuni


Hantu abg itu cuma mengeleng .Karna dia tak pernah mengusili Raya Karna Raya juga ngak pernah macam macam Dan juga ngak aneh aneh .


" Hahaha.....hantu nya bilang ngak Ray" kata Yuni tertawa Yang membuat Raya lega Karna ia tak di ganggu


Sedangkan di luar kantor seorang pria mengendap endap masuk ke halaman kantor untuk mengintip .Yuni


" Kaya nya di samping kamar sana ada jendela " kata pria itu bicara sendiri Lalu berjalan ke samping kantor Dan lalu mencoba mengintip dari sela sela lubang . Dan ia bisa melihat Raya dan Yuni sedang asyik makan di kamar


" Gila tuh perempuan makan kok di kamar " kata pria itu Yang tak sadar ada yang memperhatikan nya dari atas jendela .


Yuni dan Raya masih asyik menikmati satenya Ketika tiba tiba


Brak.........


" Astaga apa itu !!" kata Raya menatap Yuni Dan Yuni langsung berdiri mendekati jendela.


Dan Yuni pun lalu mengintip dari lubang Namun tiba tiba


" Aaaa........ aaaa" Teriak keras suara terdengar dari luar Yang lari terbirit birit sambil menarik celananya yang melorot Yang membuat para pria di ruang tengah keluar menuju pintu depan


Begitu juga Raya dan Yuni yang bergegas ingin melihat nya


" Woi.....siapa itu ???" Teriak pa Sugeng mengejar orang itu yang langsung bergegas naik motor dan pergi


Brum......brum.....brum.....


" Wah..... Kabur dia pa " kata Rendi Yang mendekati pa Sugeng di pintu pagar


" Siapa sih ?" kata Beni ikutan


" Siapa pa ?" kata yang lain ikut melihat orang yang berteriak

__ADS_1


" Ngak tahu dia kabur begitu saja Kaya nya di ngintip para gadis tuh " kata pa Sugeng yang kembali ke teras kantor


" Siapa pa ?" kata Raya


" Ngak tahu paling dia ngintip kalian berdua tuh " kata pa Sugeng


" Bisa jadi pa, masalahnya tadi kita dengar ada yang jatuh trus berteriak. Dan pastinya ia di kejar hantu " kata Yuni


" Iya juga tuh mba, lagian aneh pake ngintip segala ?" kata Rendi


" Sudah , yuk masuk ada ada saja " kata pa sugeng


" Iya yuk Ray " kata Yuni dan Raya kembali masuk kamar Dan lalu menutup pintu.


" Apa tuh orang mau ngintip kita Yun " kata Raya


" Iya kaya nya Ray , tapi dia di takuti sama si hantu bocil tuh !!" kata Yuni Yang melihat hantu abg itu tersenyum duduk diatas pintu kamar mandi .


" Hahaha...... Kapok dong dia " kata Raya tertawa


" Ya mungkin saja, yang kalo dia masih nekat si bocil siap menakutinya lagi " Kata Yuni Yang lalu menghabiskan makananya .


" Ya perlu itu , biar jera " kata Raya terkekeh Karna ada guna nya juga tuh hantu penunggu kamar mandi tinggal di situ Paling tidak buat menakuti orang jahat


Setelah selesai makan keduanya pun ngobrol tentang pekerjaan sambil bersandar Karna baru habis makan Jadi harus duduk Karena makanan belum di cerna di perut .


*************


" Siapa suruh lho keluyuran , maka nya malam itu istirahat Apa masih belum puas siang tadi hah ...." dumel Bastian


" Nama nya juga musibah Bas, kan aku ngak tahu " jawab Tan


" Ck.....pintar lho Tan bikin alasan Setahu gue selama tugas dan survei disini lho slalu dapat masalah Tan . Dari bercinta dengan hantu, kencing sembarangan di hajar tuh cewek bocil lalu sekarang di tabrak orang Besok apa lagi " kata Devan berpangku tangan duduk di kursi


" Aku sih sangsi Van dia bikin ulah . Kalo lho ngak bisa tenang Tan Jangan salah kan kita bila nanti tuh kepala misah dari badan " kata Bastian menakuti


" Astaga jahat banget lho Bas , doakan gue begitu Amit amit ogah Jauhkan dari bala dan maksiat deh " kata Tan


" Hahaha ...... takut juga lho Tan , kalo jadi hantu tanpa kepala ......hi....."


" Van " kata Tan mendelik kan matanya pada Devan


" Ok ....ok obati tuh luka Bas, Tapi kalo besok kejadian lagi Biarin Bas dia sekarat ngak usah di urus .Masalahnya kita sudah berkali kali menegurnya Tapi dianya ngak kapok kapok juga " kata Devan


Tan pun terdiam lalu membaringkan tubuhnya Yang kena luka memar Karna jatuh mengintip Raya dan Yuni Tapi ia mengatakan Dia terjatuh di senggol motor lain Pada kedua teman nya itu . Yang memang tidak tahu apa pun Karna kalau mereka tahu Pasti nya ia akan di cibir Dan juga jadi bulan bulanan kedua teman nya itu Apalagi kemaren ia slalu jadi bahan sindiran keduanya


" Sudah Tan istirahat gih , tuh dimakan makanan nya " kata Bastian


" Jangan bikin ulah besok kita kerja " kata Devan mengingatkan

__ADS_1


" Ya " kata Tan yang lalu mengambil piring nasi goreng .Lalu melahapnya sampai habis Dan meminum air mineral di botol sampai tandas Karna lapar Dan lalu berbaring setelah nya


Yang membuat kedua teman nya itu saling pandang Lalu keluar dari kamar Tan Dan menutup pintu Menuju kamar mereka Yang bersebelahan.


*************


Paginya Yuni sudah terlihat rapi .Sambil menunggu nasi kuning pesanan nya Sambil menyapu ruangan kantor dari dalam sampai teras Lalu membuang sampah nya ke tong sampah dekat dinding tembok samping .Namun tak sengaja matanya melihat dompet kulit warna hitam


" Dompet siapa tuh , kok bisa ada disini ." kata Yuni heran Lalu mengambilnya


" Astaga jangan jangan ......." kata Yuni lalu membuka dompet kulit yang penuh dengan uang ratusan Dan beberapa Atm


" Heh........ dia rupanya " kata Yuni menyeringai sambil melihat KTP Tan .


" Sudah ku duga, pasti dia sudah mengintai kita dari sore Tapi ni dompet lumayan juga isinya " kata Yuni tersenyum simpul memikir kan ide .Lalu memasukan KTP nya lagi kedalam dompet Dan lalu membawanya masuk .


Dan lalu menaruhnya dalam tas salempang nya .


" Ok ..... Kita lihat apa kau bisa mencari dompet ini " kata Yuni tersenyum Lalu pergi keluar kamar menuju dapur .


" Masak apa Ray ?" Kata Yuni


" Oat milk yun " Kata Raya


" Diet lho Ray ?" Tanya Yuni .


" Ngak menu menunda lapar , Lagian tuh Rendi lama amat .Sampai demi nih cacing di perut .Maka nya aku masak ini sedikit buat ekstra " kata Raya


" Hahaha...... bisa juga tuh perut punya cadangan " ledek Yuni


" Bisa lah , kan darurat mencegah kelaparan " kata Raya .


" Ya sudah nikmati lah , perutku ngak bertangga Ray .jadi ya harus sabar menunggu " kata Yuni Yang lalu duduk di meja makan .


Dan tak lama Rendi pun datang membawa makanan mereka yang di pesan Juga buat yang lain Lalu mereka pun berkumpul untuk makan .Dan ketika mereka asyik makan Pa Fauzi datang bersama teman teman nya


" Hei....kalian ada lihat dompet ketinggalan ngak kemaren Itu punya pa Tan " kata Pa Fauzi


" Ngak tuh pa , ngak ada ?" kata Rendi Yang bersih bersih kemaren.


"' Kalo tadi malam ada ngak ?" kata Yuni menyindir


Deg....


Semua orang menatap Yuni ..Dan lalu melihat pa Tan .


" Apa tadi malam pa Tan kesini ?" kata pa sugeng menatap Tan


Tan terdiam .Karna ia akan ketahuan kalo ia berbohong Karna jelas tadi malam ia membohongi Bas dan Devan

__ADS_1


" Jadi yang tadi malam itu!!! " kata Rendi Membuat semua orang menatap Tan dengan pandangan curiga


.


__ADS_2