
Dua wanita itu berteriak heboh sampai perumahan warga Yang membuat sebagian orang keluar untuk melihat nya Dan hantu wajah besar dan kunti langsung menghilang Setelah banyak orang yang keluar dari rumah
" Mampus kalian " Kata ketua hantu tanpa kepala berkacak pinggang melihat dua wanita terduduk di tanah Karna ketakutan
Lalu menghilang setelah nya Dan kembali pulang menyusul kunti dan hantu wajah besar ke rumah Yuni
Sedangkan di rumah semua pria menyantap gulai dengan lahapnya Membuat Ariesta dan Febri asyik makan tanpa berhenti
" Tri ....ayo nambah " kata Yusuf Yang membuat Tri tersenyum .
" Ini gulai sudah sepiring suf , di tambah sate Tensi gue bisa naik nanti tengah malam bro Kalo ngak berhenti sekarang " kata Tri mengerem nafsu makan nya
" Hahaha...... wah mba hati hati tuh mba .Katanya ada yang mau naik tensi " kata Rendi meledek Tri
" Tensinya bukan benaran Yun, paling panasnya naik level " kata Sani menyindir
" Lah kan suruh puasa ada dede bayi " kata Ariesta
" Hah.. .puasa daud yah " kata Akhtar
" Ya puasa daud Kuat ngak ayah mu puasa malam " kata Ariesta terkekeh
"Hah ....puasa kan ngak ada Yang malam yah adanya dari pagi sampa magrib " kata Akhtar
" Iya malam nya di sambung tong " kata pardi mengusapnya kepala Akhtar Yang sudah pintar menjawab
" Heh........anak mu pintar Tri kita yang kalah bila berdebat " Kata Yusuf Yang terdiam tak berani meledek Tri .Karna tak mau Akhtar ikut berkelakar masalah orang dewasa Yang membuat Yuni tersenyum Karna para pria itu tak bisa membahas nya lagi Karna ada Akhtar Yang akan membuat mereka kewalahan Bila putranya itu banyak bertanya hal yang aneh menurutnya
Di luar hantu bocil tertawa mendengar cerita kunti Karna dua wanita itu sampai terduduk lemas saking takutnya di uber sama kunti dan hantu wajah besar
" Biar mereka tahu rasa , masa mba Yuni mau di racun pake makanan Mana atas nama bu haji lagi " omel kunti
" Iya mereka jahat besok lagi kita kerjain Biar tahu rasa kun " Kata hantu wajah besar ikut jengkel
" Ya biar kapok " Kata hantu bocil
__ADS_1
" Mereka itu iri ngak sadar diri mba Yuni kan kerja bukan ngemis Kalo orang baik itu pasti rezeki nya banyak Ngak mungkin rezekinya nyangkut di pagar orang lain " kata hantu om Jon
Karna dulu nya hantu jawa itu sangat menyukai Yuni Tapi karna Yuni hidup bahagia bersama Tri akhir nya om Jon tak pernah mau lagi menganggu nya Dan lagi Tri sangat pencemburu bila ia ingin dekat dengan Yuni Tri slalu mengepalkan tangan nya Membuat hantu jawa itu tahu Tri sangat mencintai istrinya .
" Iya mereka ngak punya kerjaan cuma cari kejelekan orang Coba cari kesibukan sendiri kan bisa dapat duit walau dapat sedikit yang penting berkah " Kata hantu bocil manyun
"' Hahaha....... benar itu cil , biar mereka ngak jahat sama orang " kata hantu tanpa kepala yang menggelengkan leher nya karna kepalanya di letakkan di samping nya .
" Iya begitu lah orang iri , biar kan saja besok kalo mereka nganggu Kita Akan aku takuti lagi " kata hantu wajah besar yang memang membuat orang takut melihat nya Sesama hantu saja bisa ngeri melihatnya Karna terlihat sangat menyeramkan Tapi hantu bocil yang sudah terbiasa hanya santai Tanpa rasa takut sedikit pun
************
Di kamar Tri tak bisa tidur karna kepanasan .Sedangkan Akhtar sudah tidur nyenyak sedari tadi Yuni Yang masih belum mengantuk Memperhatikan suaminya itu dengan mengintip dari sebelah mata Dan Tri melepas baju kaos nya dengan celana boxer pendek Hingga memperlihat kan dada bidang nya itu . Yang membuat Yuni tersenyum Membiarkan suaminya itu seperti cacing kepanasan Bolak balik mengusik Yuni yang sedang tidur ayam. Sesekali Tri memeluk Yuni Setelah itu terlentang dan berbalik lagi setiap lima menit .
" Mas ......mas kenapa ?" kata Yuni lembut menatap kulit sawo matang Tri yang terbuka menantang
" Ngak apa apa mas hanya makan kekenyangan jadi kepanasan de " kata Tri
"' Maaf , kalo mas ganggu ade tidur ya de " Kata Tri Menatap lekat wajah cantik Yuni dan mengecup bibir nya pelan .
" Mau apa ?" kata Tri mengernyitkan dahi pura pura bingung
" Itu pake ngak buka baju ngapain pamer dada seksi " kata Yuni
Membuat Tri tersenyum Lalu memeluk istrinya itu erat .
" Tahu aja " bisik Tri Yang tahu Yuni sangat peka dengan kondisinya .
" Modus kan " kata Yuni mengusap punggung Tri yang menciumi dadanya Yang membuat Yuni mendesah pelan
Tri yang takut Akhtar bangun Langsung beranjak dari atas tempat tidurnya Lalu mengelar kasur busa di bawah Dan mengangkat tubuh Yuni pelan sambil menciuminya .
" Kalo ade ngantuk tidur saja ya " kata Tri Yang tak mau memaksa Yuni Sambil menatap lekat wajah istrinya .
" Ya "' kata Yuni meraba bibir Tri pelan Tahu seperti apa kekuatan tenaga kepala mekanik nya itu Bila sudah mengerjainya Yuni akan mengaku kalah Karna Tri sudah biasa bekerja keras Kalo hanya mengerjai istrinya seharian pun tak jadi masalah bagi Tri Yang sudah biasa mengangkat beban berat Dan bekerja kasar di lapangan.
__ADS_1
Hampir dua jam kedua bergumul panas Yuni pun tertidur sedangkan Tri masih bermain sendiri Dan membiarkan istrinya tertidur sambil berkali kali mengusap pelan rambut Yuni
" Maaf bila mas slalu menyusahkan ade ya " kata Tri Yang memeluk istrinya itu erat Seakan takut kehilangan Yuni .
**********
Subuh Tri sudah bangun dan pergi ke masjid Bersama teman teman nya Begitu juga Akhtar Sedangkan Yuni masih tidur lelap di bawah Selimut tebal Yang membuat mbok ber tanya pada Sani
" Tumben mba Yuni belum bangun ya mba " kata mbok
" Dih mbok kepo , kan dia tadi malam lembur mbok Makanya di kerjaan sama mas Tri sampai capek ." kata Sani terkekeh
" Hehehe ..... Iya ya mba tuh mas Tri badan nya roso , makanya banyak perempuan yang suka orang gagah gitu mana badanya masih bagus " kata mbok
" Ya mbok kata orang kota sixpack mbok . kaya roti sobek sobek " kata Sani tertawa geli
" Heh..... emang mba Sani ngak lembur juga tadi malam " goda mbok
" Lembur sebentar mbok Kan mas Rendi tenaga kuda biasa bukan super Kalo mba Yuni dapat yang super makanya tokcer tuh hamil lagi Orang mas Tri ngak bisa lihat istri nya nganggur mbok Apa lagi mba Yuni cantik gitu istrinya di kekep aja ngak bisa jauh " kata Sani
" Hahaha ....... emang mba Sani ngak " kata mbok tertawa .
" Beda mbok ,mas Rendi kalo mau romantis bingung .Kalo mas Tri kan emang bawaan nya lembut sama perempuan ya jelas betina nya klepek klepek ngak di goda aja nyosor tuh kaya sheila di kantor Kalo sehari ngak lihat mas Tri negur dia Bawaan nya bete mbok Tapi kalo di tegur wih...... Langsung heppy mbok " Kata Sani bercerita
" Inalilahi kan sudah punya bini , sudah tahu mba Yuni kan mba " kata mbok
" Tahu..... mbok malah bilang gini mbok
Aku sih ngak masalah jadi istri kedua Biar mba Yuni di bawa pulang ke jawa Dan aku nemani mas Tri disini. Kan kalo cuti bisa pulang " Kata Sani bergaya ala Sheila
Membuat mbok tertawa geli melihat tingkah Sani yang terlihat cerewet Dan ngomel ngomel sendiri
" Ojo ngasih yo mbok Ngomong sih enak Emang dia cantik biasa aja mbok malah cantikan Sani " Kata Sani dengan pede nya Sambil berkacak pinggang
" Masa ........sih " Kata seseorang menyahut dari dapur Membuat Sani dan mbok kaget Dan ketika menoleh ke sumber suara .
__ADS_1
" Aaaa......... Teriak mbok dan Sani lari ke kamar Yuni