
Suara berisik di luar membuat Andre dan pa Tyiur terbangun . Sedangkan Yuni masih terlelap tidur nyenyak Tanpa terusik sedikit pun .
" Ada apa sih berisik " kata pa Tyiur membuka mata
" Ngak tahu pa tuh anak anak sudah bangun " kata Andre melihat jam tangan nya menunjukan jam 4 subuh .Lalu beranjak dari tempat tidurnya dan membuka pintu.
Ceklek ....
" Mas Andre Yuni hilang di culik lagi " kata Aris
" Kok bisa , biarin lah " kata Andre yang tahu Yuni masih tidur .
" Biarin gimana mas, tuh si Ferdi di serang sampai luka luka kena cakar " kata Moko
" Hah.... kok bisa " kata Pa Tyiur lalu menuju kamar Yuni dan Ferdi sedang duduk .Dengan luka cakar di sekujur tubuhnya Dan untung wajahnya tidak terkena sedikit pun
" Kamu kok bisa disini ngapain Fer " kata Pa Tyiur yang memang mengenal Ferdi dengan baik.
" Aku hanya ingin menengok nya pa Eh.. ngak sengaja Aku melihat mahluk itu me obrak abrik kamar Yuni Yang membuatku penasaran Dan dia langsung menyerang ku tiba tiba " kata Ferdi
" Bagus lah, karna lho sih suka kepo urusan orang . Makanya hantunya tahu " kata Aris
" Sentimen aja lho ris, kaya nya lho senang banget gue sengsara " kata Ferdi
" Ngak juga itu memang takdir lho . Lho yang ngintip tuh gondorowo Makanya dia marah sama lho Karna dia curiga lho juga suka sama Yuni " kata Aris
" Heh..... bro normal gue suka sama perempuan Ngak mungkin kan gue suka sama tuh gondorowo lho aneh deh Ayo cari Yuni ke hutan " kata Ferdi
" Ogah.... lho aja sana gue malas " kata Aris berpangku tangan
" Wah tega lho bro, kan kasihan Yuni " kata Ferdi menatap Aris
" Kita tenang dulu ngak usah jelimet .. Setelah itu baru kita musyawarah kan nanti di mess karyawan " kata Seto
" Aku ngak ikut ya " kata pa Tyiur melirik Andre .
" Aku juga kalian saja , orang Yuni nanti juga pulang sendiri " kata Andre Yang membuat Moko menatap Andre penuh tanda tanya Karna Andre bersikap santai
__ADS_1
" Iya juga ya , kan Yuni pasti bisa pulang sendiri Kita yang ribut dianya santai. Tanpa ingin merepotkan orang lain Bahkan dia bisa tidur nyenyak " kata Umar
" Hah.......kok bisa " kata Moko heran menatap Umar yang melirik kamar pa Tyiur dan Moko langsung mengerti dan membuka pintu kamar Andre .Dan ia pun bernafas lega Melihat Yuni masih tidur
" Ya sudah ayo sholat ris , trus kedapur Dan lho Fer sana pulang ke mess lho ngapain di sini " kata Moko
" Ya ilah mas , kan baru mau tidur sebentar juga masih di usir " kata Ferdi sewot Karna Moko mengusirnya
" Ini area wanita Fer , balik mess lho sana . Disini akan tidak baik buat lho " kata Aris ikut menimpali .
Akhirnya Ferdi beranjak dari kamar Yuni dan kembali ke mess karyawan. Karna sengaja mereka tak memberi kesempatan Agar tak terjadi salah paham. Moko pun langsung menutup pintu kamar Yuni Dan lalu menguncinya
" Tuh anak jangan dikasih kesempatan Nanti tambah besar kepala " kata Aris
Yang tak terlalu suka dengan Ferdi
Begitu juga dengan Moko Karna terlihat mata liar Ferdi yang tak mau mengalah .
Pada siapa pun
************
" Mbok kok Yuni belum kelihatan " kata Tri melihat para staf sudah berkumpul termasuk Andre dan Pa Tyiur
" Dia hilang dari kamarnya " kata Ferdi Yang memakai baju lengan panjang Untuk menutupi lukanya agar tak perih Bila terkena cahaya matahari
" Hilang bagaimana ?" kata Tri
" Tadi malam aku nginap dikamarnya Dan kamarnya kosong .Dia pergi karna culik hantu . Tuh tanya saja pada para staf " kata Ferdi
" Ngak mungkin jangan ngawur " kata Tri yang tak percaya begitu saja .
" Ya sudah kalo tak percaya " kata Ferdi Yang lalu makan di dapur .
Tri yang sudah mengambil nasi dan lauk pun ingin duduk bersama para staf ketika Yuni masuk dengan wajah tersenyum .
" Pagi semuanya " sapa Yuni Yang membuat Ferdi kaget mendengar suara wanita yang ia kenal
__ADS_1
" Sarapan yun , tumben terlambat " kata Tri menatap gadis itu
" Santai Tri masih pagi juga " kata Yuni . Melewati Ferdi begitu saja Untuk mengambil nasi dan lauk Dan juga sayur nya Lalu duduk disebelah Tri dekat pa Tyiur Dan berkumpul dengan para staf
Ferdi tak bisa berkata kata Kalo Yuni tak kenapa napa Yang membuatnya heran. Bahkan para staf tak kaget Santai saja seolah olah tak ada yang terjadi
" Dia tidur dimana tadi malam ?" batin Ferdi bingung
Sambil menyuap nasi nya sesekali ia melirik Yuni. Yang Asyik ngobrol dengan pa Tyiur dan Tri tentang rencana kepasar besok .Karna Yuni mau ikut sekalian kekantor sampit .
Mbok yang melihat Ferdi diam sendiri Merasa iba dengan pria muda itu. Memang pria itu cukup bandel Tapi dia juga punya hati lembut Bila bisa dekat dengan nya Karna Ferdi bukan pria pelit dan perhitungan dengan uang
" Fer sudah makan dulu , nanti lagi lihatnya " tegur mbok
" Kok mbok tahu " kata Ferdi
" Yo gerti toh le, jangan terlalu berharap nanti sakit hati " nasehat bu
" Telat mbok sudah terlanjur Dan saiki aku memang merasa sakit hati .Tapi dia tak perduli padaku mbok " kata Ferdi
" Yo trus mau gimana lagi Fer , wong sampean bukan pacar atau suaminya. Masa kudu ikut mikir . Mba Yuni wae santai Tuh lihat dia ngak ambil pusing
Ngak mikir tentang cowok .Malah asyik bahas kerjaan " kata mbok Yang bisa mengerti Ferdi belum bisa move on
" Aku belum bisa pindah ke lain hati mbok , Ku akui dia gadis biasa . Paras nya lumayan .Ngak cantik dari gadis kebanyakan Tapi dia pintar dan cerdas Dan tak membuatku bosan " kata Ferdi
Galau karna sampai saat ini Yuni belum menerima siapa pun untuk jadi pacarnya
" Yo usaha baik baik saja, ngak main paksa le. Gadis itu tak senang sama pria kasar dan grasak grusuk .Lebih lebih kalo kamu berbuat seenak nya Dia itu jinak jinak merpati " kata mbok bicara pelan
" Ck..... mbok kaya tahu aja emang dia bilang begitu " kata Ferdi berdecak kesal
" Ya ngak percaya ya sudah , coba kamu lihat si Tri tuh ngomongnya pelan dan tenang . Ngak kaya kamu Makanya dia bisa dekat sama Yuni ." kata mbok
" Yo mbok " kata Ferdi Yang mengakui Ariesta dan Tri bisa mendekati Yuni tanpa di acuhkan .Bahkan terkesan Yuni bersikap manja pada kedua nya Dan mereka bisa bercanda bersama .
Tak lama para staf pun bubar Dan Andre mengandeng tangan Yuni menuju mess staf .Yang membuat Ferdi lagi lagi merasa dadanya panas. Setiap kali gadis itu di perlakukan manis Oleh pria lain Yang membuat siapapun berharap banyak pada Yuni . Padahal gadis itu hanya bersikap biasa .
__ADS_1
" Sudah mbok , aku mau berangkat kerja dulu " kata Ferdi
" Ya hati hati " kata mbok Yang merapikan meja makan Juga mengumpul kan piring piring kotor yang di bantu Tri Karna sudah biasa bagi Tri membantu mbok yang ia anggap mboknya sendiri