
Yuni pun membuka kotak itu pelan pelan Dan melihat isinya
" Aaa . ......." kata Yuni Langsung melemparnya ke luar teras
" Apa isinya " kata Andre dan Moko kaget Begitu juga pa Tyiur
" Kepala " kata Yuni
" Heh...... Jangan bercanda " kata Moko yang keteras dan lalu membuka kotak itu lagi Dan ....
" Astaga ......." kata Moko menarik nafas dalam karna melihat kepala boneka putus Dan lalu mengambil nya
" Iki kepala boneka Yun " kata Moko Yang membuat Yuni mendekati Moko
" Hah .....trus ada lagi ngak ?" kata Yuni memeriksa kotak itu
" Opo Yun " kata Andre melihat Yuni memeriksa isi kotak .
"' Ada surat nya mas " kata Yuni Yang lalu mengambil nya Dan membuka lalu membacanya
** Tolong carikan badannya Ini kepala bayi ku ****
"" Hi........" kata Yuni melihat degan benar kepala itu .Yang mirip boneka tapi Memang benar itu kepala bayi
" Allahuakbar " kata Yuni kembali memasukan nya .
" Itu kepala bayi benaran yun " kata Moko menatap Yuni Sambil memegang surat dan membaca nya
" Iya mas " kata Yuni berpikir kalo ada Yang minta tolong Tapi kenapa mengirim kepala bayinya benaran
" Astaga trus gimana itu " kata pa Tyiur menatap Moko dan Yuni Sedangkan Andre terdiam mematung menatap kotak berisi kepala bayi itu .
" Yuni pun lalu mengambil kepala bayi itu dan memanggil pasukan nya
" Niw ..... niw.....niw....
" Guk ..... guk .....guk .....
" Ayo makan dulu , kita berburu temani aku " kata Yuni memberi makan para anak anjing itu Dan lalu mengeluar kan kepala bayi yang di awetkan itu Dan menyuruh para anjing itu mengendus nya
" Gadis pintar " kata Moko yang tahu Yuni ingin melatih kepekaan anjing anjing itu dan mencari bau yang sama dengan kepala itu
" Bagus boy , nanti malam kalian ikut berburu kata Yuni yang melihat anak anak anjing itu mulai mengendus endus nya Dan menatap Yuni . Karna ia ingin para anak anjing itu bisa berburu suatu hari nanti Kalo di sini pasti tak akan terawat Dan Yuni ingin membawa mereka pada paman Lery. Bila ia pulang
" Emang kamu brani yun , keluar malam sendiri " kata pa Tyiur
" Brani pa kan ada mereka " kata Yuni
" Hati hati Yun " kata Moko
" Iya yun bahaya " kata Andre
" Kan ibu anjingnya juga ikut mas " kata Yuni
" Apa mau ku temani " kata Moko
__ADS_1
" Ngak usah mas Takut nanti mas Moko bingung " kata Yuni .Yang terbiasa sendiri
" Ya sudah sana pergi mumpung siang " kata pa Tyiur .
" Sabar pa, Yuni mau makan lotek dulu Dan makan siang Bentar ya Yuni ambil nasi dan rendang di dapur " kata Yuni
" Aku bantu Yun Biar kita makan di sini " kata Moko Yang lalu mengikuti Yuni kedapur mengambil nasi Dan rendang Yang dimasak Yuni
Yuni meninggalkan sebagian rendang nya untuk Mbok begitu juga sambal hijau dan rebusan daun singkong yang tadi di masaknya .Dan membawa nya kekantor bersama Moko .
" Kalian mau makan ?" kata Tri yang datang dari memeriksa alat berat di belakang.
" Iya Tri di kantor tapinya " kata Yuni
" Aku sudah dapat jatah belum " kata Tri memainkan alisnya pada Yuni
" Hahaha...... wis noh karo mbok Tri " kata Moko tertawa melihat Tri bermain kode pada Yuni
" Kok gerti mas, kata Tri .
" Aku calon e jadi gerti " kata Moko sambil berlalu membawa rantang makanan ke kantor
" Waduh disalip no aku , Tapi emang mau Yuni sama yang gendut " teriak Tri pada Moko
" Iyo lah " kata Moko tersenyum
" Hahaha..... mas Moko ada ada saja " kata Yuni tertawa Karna tahu Moko mengoda Tri Yang sudah bisa bagi Yuni Kalo para pria itu saling ledek Dan mengoda temen temannya .
" Dasar gendut " kata Tri tersenyum lalu masuk ke kamar mbok Untuk minta makan jatah siangnya
" Iki le, dan ini rendangnya ayo cepat di ambil Nanti ketahuan cuma sampean dan mbok yang di kasih Sebagian sudah di simpan di kamar mba Yuni Dan tadi buat karyawan staf " kata mbok
" Kok Yuni sering di kasih daging mbok sama toh orang , kok baik ya mbok Padahal banyak lho mbok " kata Tri
" Itu om nya mba Yuni Tapi mba Yuni bilang ngak boleh ada yang tahu " bisik mbok pelan .
" Hah...... om nya dari mana ?" kan Yuni tinggal di jakarta mbok " kata Tri kaget
" Ibu e , dia kan asli sini .Tapi dari kecil sudah pindah ke jakarta " bisik mbok pelan
" Oalah " kata Tri yang kini tahu Yuni masih punya darah campuran Pantas saja Yuni cukup berani di daerah sini kalo dia masih punya darah berbau kalimantan
" Tapi jangan cerita , mbok ngak boleh kasih tahu siapa pun " kata Tri .
" Ya mbok aman " kata Tri yang makan dengan lahap Apalagi ada sambal hijau nya dan daun singkong Kesukaan nya Dan mbok hanya tersenyum melihat Tri yang begitu menikmati makan siang nya Dengan santai yang terlihat nikmat
" Wah .... makan enak kok ngak bagi bagi " kata pa Burhan
" Wah pa, baru turun tumben " kata Tri
" Sini pae duduk kata mbok , sehat kan " kata mbok menyapa pa Burhan
" Alhamdulilah sehat mbok , katanya si Ucok bikin masalah ya pantas belum pulang di sana lagi heboh pada nanya gimana bang Ucok nya " kata pa Burhan Yang memang tim pa Burhan .
"' Lagi proses pa , Ucok bayar denda adat terus dapat hukuman dari suami perempuan Setelah itu Tri ngak tahu Coba tanya mas Andre " kata Tri
__ADS_1
" Tadi pas lewat kantor nya tutup " kata pa Burhan
" Iyalah kan mereka pada istirahat makan " kata mbok Yang tahu Yuni dan Moko tadi kesini mengambil nasi dan lauk .Untuk mereka makan siang .
Sedangkan di kantor Yuni baru saja selesai makan bersama . Bersamaan Seto dan Umar yang pulang kelaparan dan menghabiskan sisa makanan yang ada Karna malas kedapur
" Mau nambah sana kedapur mas " kata Yuni sambil minum es campur
" Ngak Yun, Aku mau itu !! Bagi dong " kata Umar
" Nih ... habiskan " kata Yuni
" Ok siap " kata Umar yang lalu menghabiskan es campur sisa Yuni Karna yang lain sudah habis Dan Seto pun sisa Andre
" Kok kita ngak di belikan sih " kata Seto Yang melihat Umar minum es nya sampai habis
" Beli saja sendiri ini model mas Andre senang gratisan juga " kata pa Tyiur
" Iya tuh kan bisa kewarung sana mas , mumpung buka nih masih ada uang sisa mba Yuni " kata Aris
" Alhamdulilah , rezeki ayo mar beli " kata Seto
" Sudah kenyang malas " kata Umar bersandar
" Dih alasan nanti pengen " kata Seto
" Hahaha ..... Dia sudah kekenyangan to jadi ngak tertarik buat nambah Lho aja sana " kata pa Tyiur
" Malas " kata Seto berubah pikiran
" Ya sudah sini duitnya buat beli sayur " kata Yuni
" Yah di ambil lagi ." kata Seto
" Iya lah kan ngak jadi " kata Yuni tersenyum .
Dan Yuni pun membawa rantang dan piring kotor mereka kedapur di bantu Aris Dan Moko .
Malam nya Yuni pun keluar sehabis isya berjalan kaki bersama pasukan nya menyusuri perkebunan kebun sawit Di malam gelap Yang di ikuti induk anjing
" Guk......guk ......guk ......." gonggong ibu anjing pada sebuah pohon Yang membuat Yuni berhenti
Srek......srek.......srek.........
Yuni terdiam sesaat Dan memperhatikan sekeliling nya .Dan anak anjing pada menyalak bersamaan dua mata merah menatap nya tajam
" Astagfirulah ....." kata Yuni mundur Dan kini ia melihat jelas itu adalah kepala terbang
" Siapa kau kata Yuni menunjuk mata merah itu dengan parang panjang yang ia bawa Dan terlihat perutnya terjuntai panjang .
" Apa yang kau cari........" kata sosok itu meringis dengan memperlihatkan gigi nya Yang bertaring panjang .
"' Mencari badan bayi " kata Yuni
Gr........gr...........Kepala itu pun ingin menyerang Yuni Namun ibu anjing langsung melompat dan menyerang mahluk itu
__ADS_1
" Aaaaa.............teriak nya nyaring Dan anak anjing ikut menarik narik usus yang ber juntai itu