Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 137


__ADS_3

Andre hanya mengeleng sambil tersenyum Karna tahu Tri memang pria yang baik


" Tri kalo aku yang tadi malam jadi kamu bakal ngangkang tuh jalan " bisik Andre pelan Yang terdengar oleh Moko dan juga Aris Yang duduk merapat Mendengarkan omongan Andre


"' Iya tapi aku ngak tega kalo maksa mas Kan ada hantu yang jaga" kata Tri


" Asem .... kui mas Andre masa mengompori Tri sih Kan Tri ngak begitu ya kan Tri " kata Moko


" Iya mas, Tapi kan mumpung kesempatan dalam kesempitan " kata Aris ikut bicara


" Woi.... kalian ngapain sih bisik bisik " kata Yuni menatap mereka berempat


" Biasa mba, ini rahasia lelaki kan kita lagi lapar " kata Aris tersenyum


" Aish ...lapar kok bisik bisik Apa hubungannya ayo Tri cepat pulang kalo lapar " kata Yuni berpangku tangan


" Ya de.....bentar ini ada urusan penting " kata Tri tersenyum Yang membuat keempat pria itu tersenyum simpul Lalu menjahili Robin dengan membuka resleting celana Robin agar bangun


" Woi ....apaan sih jangan main paksa " kata Robin berteriak kaget


" Hahaha..... ngak di paksa aja sudah berdiri tuh bang " kata Aris ngakak Yang membuat Yuni cepat cepat membalikkan tubuhnya


" Hahaha......tuh Yuni aja malu lihatnya " kata Moko


" Astaga...... kalian ini ya, memperbesar ******** ku saja " kata Robin


" Hahaha..... emang besar sendiri bang . Untung ngak di lihat mba Yuni tuh malu dia " kata Aris tertawa Karna Robin kembali menarik resleting celananya


Lalu cepat duduk padahal matanya masih mengantuk .


" Ayo kita pulang Lapar nih perut " kata Andre berdiri


" Iya ayo Tri " kata Yuni


" Ya ayo kata Tri kembali mendorong motor nya sambil menghidupkan mesin nya Dan begitu juga dengan Robin dan Moko yang melaju pelan di tanah liat yang lengket


" Yun ayo cepat naik " kata Andre


" Olah raga mas " kata Yuni berlari kecil mendahului mereka berlima yang membawa motor .


" Curang dia Tri masak nyantai " kata Robin Melihat Yuni berlari kecil di jalan setapak lebih dulu


" Aish ... bang aku masih kuat Biarkan saja . Masa ngak mau ngalah sama perempuan sih " kata Tri santai


" Tri kalo sama perempuan ngak tega an bang .....Apalagi sama Yuni Kalo bang Robin bikin masalah dan macam macam Bisa bisa di lindas bang sama mesin buldoser " kata Aris


" Gepeng dong " kata Robin Yang tahu Aris bercanda


" Bukan gepeng lagi remuk sampai ke tulang tulang nya bang " kata Moko


" Waduh jadi ayam presto noh " kata Andre tertawa


" Iya lah ayam lunak siap saji " kata Moko menimpali

__ADS_1


" Wah enak ....itu tinggal bikin sambal kosek mas cocol terong goreng " kata Tri tertawa


" Ck.... bikin lapar aja sih kalian , Ah nyusul mba Yuni ....ah .Mba Yuni tunggu jangan di tinggal " teriak Aris yang turun dari motor karna lamban


" Woi ....curang kok turun ris, bantuan ini aku juga lapar " Teriak Robin Yang membuat Moko tertawa Lalu membantu Robin mendorong motor


" Nyari kesempatan aja tuh anak dasar si bocil .Nanti ku jewer kupingnya " kata Robin menggerutu melihat Aris dan Yuni berjalan kaki


" Sabar nama nya juga bocil mas " kata Tri Yang mendorong motor santai


" Ayo pegangan ini sudah ngak becek " kata Andre lalu melajukan motornya bersama Moko .Mengejar Yuni dan Aris


" Ya ayo ngebut Tri kita tinggal tuh berdua " kata Robin yang lalu ngebut setelah di tanah kering Dan melewati Yuni dan Aris


" Dah......Aris kita makan duluan " kata Robin


" Woi ...... curang tunggu " Teriak Aris mengejar Robin membuat Moko dan Andre tertawa terbahak bahak Karna Robin ngebut meninggalkan Aris . Sedangkan Tri hanya tersenyum lalu menghampiri Yuni


" Ayo naik de " kata Tri


" Kasihan Aris Tri " kata Yuni Yang melihat Aris berlari


" Biarin kan olah raga " kata Tri yang masih lima kilo lagi mencapai camp mereka .


" Tunggu woi . curang ...." Teriak Aris lemas berlari Yang membuat Tri berhenti di samping Aris


" Ayo naik ris " kata Tri


" Kasihan mba Yuni mas nanti gepeng " kata Aris


" Kepalanya si bahu de biar Aris ngak ke tutupan " kata Tri


" Hah..... mang harus lihat depan " kata Yuni menaruh dagunya di bahu Tri


" Modus lho Tri " kata Aris tertawa


" Lah modus di waktu darurat ngak masalah ya kan de " kata Tri Yang mengengam tangan Yuni Dan menautkan jari jari tangan kirinya Dan tangan kanannya melaju kan motor sampai mereka ke camp Hingga banyak mata melihat mereka datang .


" Lah mereka dari mana ?" kata Ferdi melihat Yuni bersama para pria itu


" Ngak tahu " kata Danang .


" Pantas saja Tri ngak ada di kamar " kata Ferdi


" Mereka mengantar mas Seto ke puskemas tadi malam .Kehujanan lalu nginap di pos depan " kata Azam yang melewati mereka .


Aris langsung pergi ke kantin staf untuk bergegas mandi Begitu juga dengan Yuni Sedangkan Tri masuk dengan santai ke mess karyawan


" Mesra amat pagi pagi Tri " Sindir Ferdi Ketika Tri duduk untuk minum kopi


" Kan kesempatan Fer , lumayan buat pemanasan " kata Yusuf tersenyum


" Iya dong kan di pepet , ngak masalah cari kesempatan gratis " kata Tri santai Bahkan bila ia bercerita pada Ferdi ia tidur dengan Yuni Tri yakin Ferdi akan mengamuk padanya

__ADS_1


" Hahaha ....... wah pagi pagi sudah panas aja nih kompor " kata Danang ikut duduk sarapan .


" Perlu nang kan biar matang " sahut Azam ikut bergabung Yang membuat Ferdi menatap sinis Azam .


" Ngak usah ribut pagi pagi nanti jauh rezeki nya sudah sarapan gih Nanti kalo para staf kantor datang makan kalian pada bingung " kata mbok


"' Tri ... tadi malam kok mba Yuni bisa ikut " kata mbok menatap Tri


" Minta vitamin mbok ke puskemas " kata Tri


" Vitamin kesuburan biar cepat hamil ya Tri " sindir Danang menatap curiga Tri Yang akhir akhir ini terlihat dekat dengan Yuni yang membuat nya penasaran


" Ya ngak masalah, kan punya suami Yang bikin juga tanggung jawab.Ngak akan mungkin lari " kata Tri santai .


" Heh..... sok dekat lho Tri paling lho juga di gantung " sindir Ferdi .


" Ngak masalah , asal ngak gantung diri saja Masalah kaya gitu kan biasa " kata Tri tak terpancing Karna kini ia tahu perasaan Yuni padanya .Jadi ia bisa bersikap lebih santai .


" Hahaha ...... pagi pagi kok ada yang mau gantung diri siapa nih " kata Aris nongol ikut bergabung


" Tuh si Ferdi " kata Azam


" Cemburu ...... hehehe bukan rezeki lho Fer kan rezeki Tri tadi aja tuh nempel kaya lem enak kan Tri di peluk peluk mesra " kata Aris memanasi Ferdi


" Wah kompor bledug tenan iki , asam lho ris. Ada banteng ngamuk baru tahu rasa lho " kata Kentung datang ikut bergabung


" Hahaha...... ngak lah mas , kan dia jaim sekarang . Buat apa mengamuk Ngak dapat juga " kata Danang


" Hust ..... berisik kalian ini Ayo makan gantian " kata pa Tyiur Yang baru datang


" Ya pa siap........" kata para pria itu makan dengan lahap Sedang Tri duduk santai menikmati kopi nya dengan santai Karna pekerjaannya hanya di bengkel hari ini Tidak ada panggilan ke hutan Karna alat berat mereka semua sudah sehat .


" Tri ...... tadi malam rantangnya mana le ?" kata mbok


" Ketinggalan di kamar Yuni mbok Apa mau di ambilkan " kata Tri


" Ya le buat wadah, selesaikan dulu makan nya " kata mbok


" Nanti mbok mau ngopi dulu, Sebentar aku ambilkan " kata Tri Yang beranjak dari kursi Lalu pergi ke mess staf Untuk mengambil rantang Membuat Ferdi melirik Tri yang bergegas pergi


" Kemana Tri " kata Moko yang ingin kekantin bersama Andre dan Robin


" Ambil rantang tadi malam Yuni ada kan " kata Tri


" Ada paling lagi siap siap juga kekantin " kata Moko .


Tri pun lalu mengetuk kamar Yuni yang baru saja selesai memakai bedak


" Siapa ?" kata Yuni


" Mas de, mau ambil rantang mbok" kata Tri dari luar kamar Dan Yuni pun membuka pintu ...


Ceklek ....

__ADS_1


" Hai....... " kata Tri tersenyum


__ADS_2