
Karna seingat Yuni tak ada bos cabang di sampit Dan hanya pa Arif dan bu Tari saja yang di percaya di perkebunan .
" Siapa memangnya bos cabang mas ?"kata Yuni penasaran
" Pa Leo mba " kata Wandi
" Hah ..... pa Leo !! Pa Leo yang dulu pernah kecelakaan itu " kata Yuni kaget
" Hah .... kok mba Yuni bisa tahu " kata Wandi kaget .Karna setahunya Yuni orang baru di perkebunan
" Ngak cuma pernah dengar dari Jakarta mas " kata Yuni
" Oh iya mba Yuni kan dari sana Jadi jelas tahu " kata Wandi Yang lupa kalo Yuni bertugas langsung dari jakarta.
Setelah ngobrol mereka pun kembali bekerja seperti biasa nya Dan Yuni turun berkeliling di area kebun sawit .Dan tanpa sengaja Yuni melihat dua orang bapa bapa patuh baya Yang sedang mengumpulkan buah sawit yang berhamburan Lalu mendekatinya
" Pagi pa habis ngirim sawit ya pa, kok
sisanya ngak di bawa " kata Yuni menyapa dua orang bapa itu
" Ya mbak para sopir lagi malas kerja Karna pengen cepat cepat pergi ke pabrik takut pa Leo datang hari ini " kata salah satu bapa tua itu
" Pa Leo mau kesini mau ngapain pa " kata Yuni menelisik bapa bapa itu
" Biasa mba mereka itu membuat kesepakatan pajak sama pa Leo .Pa Leo itu asli orang sini mba Kalo mau kerja disini lewat pa Leo harus bayar 20 persen gaji mereka Karna kan pa Leo yang membawa mereka kesini Tapi mba jangan bicara masalah ini sama pa Leo Takut dia marah sama kita " kata bapa tua itu
" Ya pa, tapi kerja disini itu tak ada peraturan pajak begitu Mungkin kalo bayar pajak bumi dan bangunan di kota pa . Lalu apa Arif sama bu Tari tahu mengenai masalah ini " kata Yuni
" Ngak pa " kata bapa itu .
" Lalu siapa yang mengumpulkan uang pajak itu " kata Yuni
" Pa Baron " kata bapa bapa itu kompak
Ya sudah pa lanjutkan kerjanya Saya mau keliling lagi " kata Yuni Yang kembali naik ke motor nya Dan pergi dari tempat itu menuju ke parkiran truk Disana terlihat berkumpul para sopir Truk Yang akan bergilir memuat buah sawit
" Siang bang Baron , boleh tanya tanya ngak bang " sapa Yuni
" Boleh mba , mau tanya apa ya " kata pria berbadan besar itu
" Apa betul abang memungut pajak sopir yang kerja di sini " kata Yuni . Yang membuat pria itu tersentak kaget Karna pertanyaan Yuni
" Oh.....tidak mba , saya ngak merasa memungut pajak " kata Baron mengelak Dan para sopir langsung saling pandang menelisik wajah Yuni
" Masa sih bang, tapi ada beberapa sopir Yang bilang begitu " kata Yuni memancing para sopir bersuara
__ADS_1
" Ah ngak bang kami tidak bicara apa apa kok " kata seorang sopir yang langsung pias karna ketakutan
" Mungkin mba salah dengar , Saya tak pernah memungut uang pajak " kata Baron pura pura tidak tahu
" Yakin bang , Saya pengawas lapangan asli bang Bukan kaleng kaleng Yang bisa abang takuti Kalo itu benar saya bisa melaporkannya ke pusat dan kasus nya Bisa di limpahkan ke kantor polisi Karna ini menyangkut kesejahteraan untuk para karyawan dan sopir " kata Yuni menakuti pria itu
" Kau mengancam ku " kata Baron menatap Yuni
" Tidak sama sekali " kata Yuni
" Saya hanya disuruh saja " kata Baron
" Oh ya oleh siapa Dan apa alasan nya " kata Yuni menatap Baron
Baron terdiam ,namun pria itu ingin menarik tangan Yuni Namun Yuni langsung menepiskan tangan Baron dengan cepat
" Ayo ikut aku biar aku jelaskan Tapi tidak disini " kata Baron
" Kenapa kalo disini , disini saja biar kan saja para sopir tahu dan mendengar dari nya " kata Yuni
" Tidak bisa ayo kita di sana !!" kata pria itu menatap Yuni tajam
" Tidak cukup disini saja " Kata Yuni . Berpangku tangan
" Kau perempuan cerewet " kata Baron ingin memukul Yuni Namun tangan nya langsung di tahan seseorang .
" Siapa kau berani ikut campur " kata Baron kaget Ketika Tri menahan nya
" Jangan main kasar dengan perempuan bang Bagaimana pun dia masih atasan abang Apa abang tak takut di pecat " kata Tri
" Coba saja kalo berani, kau pikir aku takut sama perempuan seperti dia Palingan juga perempuan yang merayu pa Arif Dasar gadis murahan " kata Baron menghina Yuni
" Kenapa bawa bawa pa Arif bang , kau ini terlalu badan besar Tapi otak sebesar biji kacang brani nya cuma menghina perempuan. " kata Yuni Yang membuat Baron mendelik
" Kenapa mendelik itu fakta kan Kerja pake otak dan hati Bukan pake otak dan dengkul " kata Yuni kesal
" Sudah de , ayo ke bengkel " kata Tri yang tak mau Yuni tambah kesal
" Eh mas, ngak usah membela tuh perempuan yang punya mulut bajing Paling dia gundik nya pa Arif makanya pa Arif menurutkan di perintah tuh perempuan " kata Baron yang membuat Yuni langsung melayang kan .tangan nya
Plak plak plak........
Tiga tamparan pun melayang Dan membuat panas pipi Baron
" **** kau brani sekali ya " kata Baron Yang ingin menyeret Yuni Yang dengan cepat di tangkis Tri yang melindungi Yuni di belakang nya
__ADS_1
" Minggir mas jangan ikut campur " kata Baron
" Tidak , langkahi dulu mayat ku bila kau berani menyentuh nya " kata Tri menatap Baron sinis
" Baik .... bukan salah ku bila aku menghajar mu " kata pria itu lalu menyerang Tri Tri langsung menghindari serangan Barin dengan cepat .Hingga perkelahian pun terjadi
" Waduh gimana ini " kata para sopir bingung Karna Tri dan Baron saling serang Yuni yang berdiri tak jauh Hanya melihat pertarungan itu Sampai Yusuf dan dua mekanik datang Dan melongo melihat Tri berkelahi melawan Baron
" Wah mah Tri keren jago juga ya main kungfu " kata Jono
" Masa pria ngak bisa berkelahi mas rugi kalo ngak bisa berkelahi Masa ngak bisa melindungi pacarnya pas di ganggu orang " kata Yuni Yang tahu Tri Ariesta dan Yusuf menguasai ilmu bela diri .Karna ia terbiasa melihat mereka berlari pagi sambil latihan gerakan
Yusuf hanya menonton Perkelahian itu sampai Baron terkapar di tanah Dan Tri menarik krah baju nya
" Ingat mas sopan dikit sampai perempuan Kau lahir dari perempuan dan istrimu perempuan Jangan main kasar " kata Tri Lalu melepas kan krah baju Baron Dan mendekati Yuni
" Wah bos kurang itu " kata Yusuf tersenyum
" Sudah cukup , Ayo de " kata Tri Mengandeng tangan Yuni pergi meninggalkan tempat itu Yang membuat para sopir terpaku diam tak bersuara Melihat Tri dengan mudah menghajar Baron tanpa berkutik
" Sial perempuan itu " kata Baron Yang malu di hajar Tri habis habis di depan para sopir
" Wah hebat juga tuh mekanik baru Brani belain mba Yuni " kata seorang sopir berbisik
" Iya biar kapok " kata yang lainnya
Sedangkan Baron berjalan menuju mess Dan berusaha menghubungi seseorang . Yang biasa menyuruhnya Untuk mengacam para sopir
Sedangkan Yuni duduk menemani Tri istirahat di bawah pohon Sambil menyesap kopi manis nya Yang di buat Alul teman Jono
" Mas keren mas, saya di ajarin ya mas kalo pas punya waktu " kata Alul
" Apa nya " kata Tri
" Itu tadi ku fu monkey king " kata Alul
" Hah .... perasaan kang Tri ngak ada lompat lompat tuh lul " kata Yusuf terkekeh Karna mendengar Kungfu monkey king
" Hahaha....... melompat suf , tapi kalo sudah di kamar " kata Yuni tergelak
Yang membuat Tri langsung menoel hidung Yuni Membuat Jono dan Alul melongo Karna setahunya Tri dan Yuni baru bertemu dua hari ini
" Cie cie mba pengawas lagi .pedekate ya mba " kata Jono
" Emang pacar mas Tri Jon "kata Yusuf
__ADS_1
" Hah......pacar " kata Jono dan Alul kompak kaget tak percaya mendengar perkataan Yusuf .