Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 22 Jadi Bahan Tertawaan


__ADS_3

Cukup lama mereka mengurus ulur ular itu Hingga setelah semua masuk lubang Beno pun menutupnya Agar mereka tak menganggu Dan suasana kembali tenang Karna semuanya sudah kembali aman


Yuni yang duduk melihat dari tadi hanya bisa terpaku Melihat kehidupan dalam hutan alami kalimatan Karna memang banyak binatang liar dan ular berkeliaran .Yang memang ketika membuka lahan mereka sudah harus bersiap untuk mengantisipasi apa yang akan terjadi .Karna itu resiko bagi karyawan kontraktor yang bekerja di lahan hutan Yang masih asli .


" Hari ini kita menggarap berapa hektar mas " kata Yuni


" 30 hektar dan . target harus tercapai " kata Moko


" Trus seluruh nya berapa luas " kata Yuni melihat hutan masih lebat terlihat di depan mereka


" Untuk bulan ini harus 50 000 hektar dan mereka harus cepat bekerja karna pembibitan sudah di mulai " kata Moko .


" O begitu " kata Yuni mangut mangut


" Yun turun tuh lihat banyak ikan " teriak Andre yang berdiri dekat rawa kecil Dan melihat banyak ikan di rawa depan nya berdiri


" Yuni pun lalu turun bersama Moko Lalu mendekati Andre Namun belum lagi Yuni mendekat Ada anak ular di depan nya Yang membuatnya Yuni mundur


" Mas ada ular " kata Yuni kaget lalu melompat ke tubuh Moko . Yang sedikit besar


" Heh...... opo iki kok kaya kukang " kata Moko kaget Karna yuni takut dengan anak ular itu .


" Hahaha........ wah bejo Yuni minta di gendong ko " kata Andre tergelak


Yang lain pun tertawa terbahak bahak


Karna Yuni tak mau turun Karna takut


hingga masih menempel di tubuh Moko


Sedangkan Pardi langsung membuang Anak ular itu jauh jauh


" Wis turun masa wis gede minta gendong " kata Moko tertawa Karna geli melihat Yuni takut dengan anak ular padahal anak ular itu sudah mati


" Hi....mana ularnya " kata Yuni


" Sudah di buah tuh....." kata Moko


" Hahaha ....... wah parah .lho Yun takut sama anak ular masih bayi " kata Andre


" Bukan takut mas tapi ngeri " kata Yuni yang memang takut dengan ular

__ADS_1


" Hahaha.....Tapi ....mba Yuni ngak takut kan sama ular pendek " kata Danang


" Hah...... emang ada " kata Yuni bingung


Sambil berpikir apa yang di maksud Danang


" Hahaha....... wah masa ngak tahu ular lunak si mba " kata Beno


" Ngak tahu kan aku memang belum pernah lihat Seperti apa ular pendek " kata Yuni jujur dengan mimik wajah lucu sambil me manyun kan bibirnya


" Hahaha .......hahaha........." Semua para pria tertawa ngakak Karna Yuni tak paham apa yang mereka maksud


" Ya jelas kamu ngak pernah lihat Yun kan belum punya suami Nanti kalo


sudah punya suami tuh tahu maksudnya


Ular yang bisa bikin perut mu besar " jelas Andre tertawa


" Astagfirullah ....... ngawur ... kalian ya saru kok itu di omongin ." kata Yuni kesal Yang tahu maksud para pria itu Yang membuat Yuni jadi bahan tertawaan para pria penakluk hutan itu


" Hahaha....... bercanda Yun ngak usah diambil hati Ayo sana lihat ikan nya " kata Moko yang lalu membawa Yuni mendekati Andre Yang melihat rawa kecil di depan Andre


" Wah ..... tenan iki, ikan nya banyak " kata Yuni senang


" Ono mas iki " teriak Pardi


" Bawa sini Par biar kita tangkap buat makan " kata Moko Yang tadi memang membawa nasi bungkus untuk makan siang untuk bekal mereka


Pardi pun turun mendekati mereka Dan memberikan karung pada Andre Lalu Moko turun ke rawa kecil. itu sambil menangkapi ikan dan memasukan nya dalam karung .


" Wah ... banyak mas sini .aku pegang " kata Yuni yang duduk di atas batang pohon besar Memegangi karung untuk tempat ikan Yang meraka tangkap pakai tangan . Dan tak lama ikan terkumpul setengah karung


" Wih ..... gila bisa di bakar tuh yang besar buat kita mas " kata Danang .


" Iya tinggal nyari dahan kering" kata Andre yang memang mendapatkan ikan gabus sebesar paha nya yang bisa dibakar untuk makan siang


Yuni yang kebetulan tidak sholat bisa ikut membakar ikan Dan ia pun ikut menemani Moko mencari dahan kering sambil melihat lihat banyak dahan kayu yang terkumpul di pinggir pembatas hutan Karna ia merasa pernah mengenali kayu kayu hutan itu


"' Lagi apa Yun " kata Moko melihat Yuni melihat pohon pohon yang sudah di babat buldoser


" Ini bisa buat obat mas Kalo ngak salah ini pasak bumi dan bajakah " kata Yuni menatap akar pohon yang pernah ia lihat di hutan bersama sang kakek .

__ADS_1


" Oh ya buat apa ?" kata Moko


" Buat stamina kalo pasak bumi pahit bisa untuk hati dan jantung Kalo bajakah biasanya air nya di minum bagus nih buat kanker " kata Yuni mengambil kayu kayu itu lalu meminta pisau pada Pardi


Untuk mengambil kayu dan akar itu


Cukup lama mereka mengumpulkan ranting Dan membakar ikan untuk makan siang Lalu mereka menunggu karyawan istirahat Karna mereka masih membuat jalan dan meratakan tanah .


" Wah ....ikan nya banyak Yun dapat dari mana " kata Tri yang baru datang Dari melihat excavator yang mogok kemaren


" Toh dapat di rawa sana Tri " kata Yuni


" Iya Tri banyak , mungkin disana juga ada tapi belum dilihat " kata Moko


" Iya tapi nanti saja melihatnya " Kata Tri Yang lalu duduk sambil mengawasi . alat alat berat yang bekerja


Yuni pun takjub melihat mereka bekerja tanpa pengawas Karna memang tidak di awasi sama sekali .Mereka hanya fokus mencapai target pembukaan lahan Yang akan menjadi lahan sawit .


Dan para karyawan pun hanya dikawal mekanik survei lahan dan pengawas teknik Yang rutin menemani setiap hari Tanpa ada absensi karena mereka sudah berangkat mulai pukul 6 pagi dan pulang jam 4 sore Kadang kalo mereka cepat bekerja mereka bisa pulang jam 2- 3 sore Karna target tercapai


" Mas kalo .di hutan gini ada hantu tanpa kepala ngak " kata Aris bertanya pada Andre Ketika mereka makan siang


" Entah lah masa mereka nyasar sampe sini , kan ngak asyik nang. Orang ini hutan lebat " jawab Andre santai


" Iya mereka berkeliaran dikota sana nang , kan matinya disana " kata Pardi sambil minum air mineral


" Sudah kalian ini senang banget sih pada ngomongin masalah itu Apa ngak ada bahan omongan yang lain " kata Beno yang takut bila membahas hantu


" Dih .... bilang aja kamu takut Ben, dikit dikit mual karna takut darah cemen lho


Masa takut sampai muntah muntah " kata Tri heran


" Iya nih, padahal orang batak . tuh mba Yuni aja sempat lihat kepala orang di potong sama kepala Asep di sambung Biasa aja ngak takut " kata Yusuf


" Alamak.... macam mana pula itu ngak mungkin lah " kata Beno ngak percaya


" Ck......kalo ngak percaya ya sudah Ngak ada yang maksa kamu buat percaya juga Ben " kata Andre


" Hi........ kapan lihatnya mba " kata Beno


" Ngak ingat sudah lupa bang, kan pas pertama aku ikut ke pasar sama mbok " kata Yuni . Yang juga tak ingin lagi mengingat kejadian itu Karna ia memang tak sengaja melihat kejadian itu .

__ADS_1


Sedangkan yang lain sibuk makan Sambil .menikmati ikan bakar gabus yang cukup besar .Karna masih segar ketika disantap. Sambil duduk di alam bebas Karna memang mereka berada di lahan yang cukup luas. Dan hutan tempat mereka berada Adalah proyek ketiga setelah di pangkalanbun


__ADS_2