
Yuni tak sempat melompat Namun seseorang sudah membunuh ular itu
Yang tak lain Ferdi yang dengan sigap menginjak kepalanya dengan sepatu boot
" Hi.....Fer sudah jijik aku " kata Yuni
" Kamu mau digigit " kata Ferdi
" Ngak lah " kata Yuni yang tak sengaja memegang tangan pria itu yang berdiri di mem belakang Yuni .Sedang Tri hanya duduk melihatnya santai Karna Ferdi sudah menanganinya.
" Ish ......ish ...... Kalian ya " kata Aris Yang tahu persaingan dua mekanik itu
Lalu berpangku tangan berdiri di belakang Tri
" Ada ular ris " kata Yuni
" Sudah tahu, cuma anakan kan. Untung ngak besar " kata Aris
" Besar ngak bakal selamat ris , pasti dia sudah digigit " kata Ferdi
" Hi........ Kan ngak mungkin juga kan Fer dia sampai sini " kata Yuni Melihat Ferdi melempar ular yang sudah mati
" Yang kecil juga kalo mengigit juga sakit yun " kata Ferdi
" Masa sih " kata Yuni
" Woi ngapain tuh berdua " tegur Danang sambil melirik Aris dan Tri
" Ada ular nang, mau lewat " jelas Ferdi
" Hah.....aku pikir lihat ular kadut mu " kata Danang asal
Plak....... mulut tuh .di jaga " kata Tri memukul kaki Danang pelan tapi terasa sakit
" Ih apaan Tri , dia ngak ngerti juga ya kan yun . Gerti ngak apa itu ular kadut " kata Danang tersenyum
" Punya mu mau disunat lagi nang, sini turun kebiasaan ngomong saru ....." kata Yuni menatap tajam Danang .
" Hahaha ...... maaf aku pikir ngak gerti Yun Kan mirip ular juga " kata Danang tertawa
" Dasar mesum , aku doakan besok ular kadut mu di patuk ular nang " kata Yuni kesal
" Heh.....kok gitu " kata Danang kaget
" Nah kapok kan makanya kalo ngomong jangan asal keluar saja " sindir Tri
" Yah aku cuma bercanda Tri " kata Danang
" Bercanda itu lihat sikon nang, nanti kamu kebiasaan " kata Yuni yang kembali menghidupkan kayu bakar.
__ADS_1
" Sini aku bantuin " kata Ferdi meminta korek api nya pada Yuni .Yang membuat Yuni memberikannya Dan menunggu apinya menyala Sedangkan Tri dan Aris hanya duduk santai menungggu di pintu dapur duduk melihat mereka menyalakan api untuk tungku
***********
Malam nya mereka kumpul makan di mess staf Karna Yuni memasak daging rendang ya sampai sore Dan ia juga merebus daun singkong dan sambal hijau Dan juga menyisakan sedikit buat Ferdi dan Tri yang minta di sisakan
" Mantap mba, enak tenan " kata Aris duduk sambil menambah nasi .Dan Andre pun makan dengan lahap .
" Wah ......ko ... sisain sambalnya " kata Umar
" Nanggung mar biar habis " kata Moko
" Yah padahal kita mau nambah " kata Seto yang makan dengan lahap .
" Nih daging dapat dari mana yun , kok banyak bisa buat besok lagi nih " kata Andre
" Dia dikasih sama cowok ganteng mas , Yang nolong Yuni waktu di culik dulu Dia datang kesini tadi " jelas Aris mengingat Lery dengan jelas
" Wah .....punya pengemar baru lagi dong Yun " kata Seto menatap Yuni
" Dia sudah punya istri to, Dia itu bukan pengemar tepatnya pelindung Dia paman ku " jelas Yuni
" Uhuk......uhuk ........" kata Moko kaget Ketika Yuni bilang itu paman nya Pantas tadi siang ia bilang menitipkan Yuni Sambi tersenyum manis
" Dia paman lho Yun " kata Moko kaget
" Pantas tuh hantu beberapa hari ini ngak datang lagi . Pasti paman mba Yuni jagain mba . Dengan dalih berjualan daging Dan berburu di hutan kan " kata Aris Yang merasa tenang dan aman Setelah Mahluk berbulu itu tak datang lagi ke mess mereka .
" Ya begitu lah ris, aku juga sedikit tenang tidur tanpa gangguan " kata Yuni Yang merasa yakin pria itu tak akan bisa berubah wujud lagi .
Di tempat lain juan sedang asyik minum bersama teman nya ketika melihat Lery datang ikut duduk nongkrong untuk ikut minum di warung langganan mereka
" Bu kopi nya ya " kata Lery
" Ya Le, tumben lama ngak kesini Le Apa bini mu hamil tua sekarang " kata pemilik warung di pusat desa itu dekat balai desa itu
" Bini hamil tua bisa nyari lagi kan bu, apalagi yang muda dan cantik " kata Juan menyindir Lery .Lery hanya tersenyum mendengar sindiran pria itu .
Yang membuat Lery duduk santai dengan Jagau teman nya .
" Kau iri sanak, atau kau mencari masalah .Kurasa kau salah memancing keributan dengan ku " kata Juan santai Yang memang kenal lama Juan Dan dia tak ingin punya masalah dengan pria bertemperamen itu Karna ia tak mau terpancing Apalagi ia tak ingin juan tahu Yuni masih keponakan nya .
" Tidak , kalo aku mau aku bisa mempermainkan nya " kata Juan yang sudah banyak mencicipi wanita lalu menumbalkan nya
" Oh ya silahkan saja sanak, aku yakin kau akan kembali pulang dengan jasad terbujur kaku . Karna aku yakin ia bisa membuat mu mati mengenas kan " sindir Lery terkekeh
Jleb ......
Juan pun terdiam , Karna tahu Lery menyindir nya
__ADS_1
" Bagaimana kau tahu" kata Juan menatap Lery
" Jelas dia tahu ju, dia membaca mu .Jangan membuat masalah kita sekampung " kata jagau Yang mengerti arah pembicaraan keduanya Tapi pada intinya ia tak tahu apa apa .
Juan pun diam tak bicara lagi Karna Tak mau Kalo juan membuka kartunya
Kalo gadis itu bisa membuat ilmu nya lenyap tak bersisa .
Sedangkan di perkebunan Ferdi berlari cepat Ketika sosok hantu tanpa kepala
Mengikutinya ketika ia membeli rokok
" Ah sial ....kok .....ada hantu sih " kata Ferdi tersengal sengal duduk di teras karyawan Karna capek sehabis lari
" Fer " kata Danang
" Hai nang dari mana ?" kata Ferdi kaget Karna Danang muncul tiba tiba
" Dari mess staf , ngantar buku nih aku pinjam " kata Danang duduk membuang puntung rokok sembarangan hingga menyala
" Hai ..... Nang tuh apinya nyala gila lho mau memanggang para karyawan tidur lho " kata Ferdi Yang lalu masuk Karna ia cuaca malam sangat dingin Yang membuat Danang kaget Ketika mematikan api diatas lahan gambut
" Gila nang disiram cepat " kata Tri Yang dari kantor menemui Andre Melihat api menyala
" Byur ..........Aaa......." kata Danang kaget bi Narsih ikut kaget karna Danang ikut tersiram
" Hahaha ...... Kapok tahu rasa tuh disiram " kata Tri tertawa ngakak Karna ia tak kena siram bi Narsih
"' Maaf mas ngak lihat bibi pikir tadi apinya ngak di tunggu " kata bi Narsih yang takut kebakaran
" Hahaha......mandi kembang lho Nang kena batunya " kata Ferdi tertawa mengejek senang Melihat Danang basah lewat jendela
" Sial ..... Lho Fer awas saja besok " kata Danang yang berjalan menuju dapur
Karma ngak mungkin ia lewat tengah ruangan Yang banyak orang apalagi dalam keadaan basah kuyup .
" Mbok . ...." kata Danang menggedor pintu kamar mbok .
" Ada apa sih " kata mbok kaget Melihat Danang basah kuyup
" Aku disiram bibi " adu Danang
" Kok bisa " kata mbok kaget lalu cepat cepat memberi handuk untuk Danang yang merasakan aneh dipunggung nya Dan ....
"Aaa........" kata Danang kaget Melihat cacing banyak di dalam bajunya nya Yang membuat mbok juga kaget
" Astaga nang........." teriak mbok melompat keatas ranjang karna melihat banyak cacing
" Hi .....apaan tuh " kata Danang juga ikut kaget dan lalu melepas pakaian nya Dan melempar nya
__ADS_1