Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 319


__ADS_3

Sani yang melihat Sheila tersenyum senang Karna teman nya itu sedikit terhibur ulah pa Arif .


" Pa kalo mba mau nikahi Sheila aja pa Biar bisa tinggal berdua di sini Jadi Sheila ngak perlu berhenti kerja " kata Sani Membuat Yesa melotot


" Heh... trus yang di jawa batal dong " kata Yesa


" Ya begitulah ?" kata Sani


" Wah telat San, kan aku juga mau nikah bulan depan bawa istri pindah kerja di sini Ya maaf ngak bisa " kata pa Arif lirih


" Hahaha..... Kita bercanda pa Jangan masukan hati ya pa " Kata Yesa


" Iya tahu bapa juga pengen sebenarnya kaya kalian bisa kerja bareng istri seperti mas Tri Rendi dan Rudi Tapi sayang Tri harus pulang ya Padahal tuh anak rajin banget kerja nya " kata pa Arif sedih


" Ya setiap orang itu datang dan pergi pa Pada akhirnya kembali ke kandang dan tempat tinggal sendiri Cuma beda nya mas Tri bawa istri dan anak Nah kita juga Kan ngak selama nya disini Harus nabung juga kaya mas Tri dan mba Yuni Ya ngak San " kata Yesa


" Ya begitu lah , aku juga kehilangan Yuni Dulu kita teman waktu kerja di lamandau selama 3 bulan Eh pas dua tahun ngak ketemu Ketemu lagi disini Dan dia sudah punya anak Nah siapa tahu besok di jawa kita juga masih berteman " kata Sani


" Iya mba Raya tadi malam juga cerita pernah bertemu mba Yuni di jakarta pas pulang ke medan . Kan kita masih bisa ketemu lagi Walau kita beda jarak dan tempat pas memang jodoh pasti ngak akan kemana Dan kita pasti bisa reuni " kata Yesa


" Yoi buktinya mas Tri aja ke pisah dua tahun bisa balikan lagi tuh sama mba Yuni padahal satu di papua satu di kalimantan " kata Rudi ikut menimpali


" Ya namanya jodoh Rud , Yesa ......engkau disana aku disini .....ya ya ya kalau lah jodoh tak kan kemana " kata pa Arif bernyanyi Yang membuat semua orang tergelak bersama Begitu juga Sheila


**********


Sorenya Yuni dan Tri baru pulang ke rumah Dan rumah terlihat sepi Karna Sani dan Rendi ikut yasinan mewakili Yuni dan Tri yang ngak bisa datang

__ADS_1


Yuni langsung masuk ke kamar untuk membersihkan diri Begitu juga dengan Tri Sedangkan Akhtar sudah mandi bersama bayi Devano di camp tadi sore Karna mereka membawa baju ganti Dan Yuni bersama Tri sholat berjamaah di kamar Karna memang sudah waktu magrib Sedangkan Akhtar menunggui bayi Devano Karna mbok juga mandi dan sholat


" De Akhtar sholat dulu sana , ngak rewel kan ade " kata mbok yang sudah selesai sholat


" Ya mbok " kata Akhtar tersenyum Yang sudah hafal bacaan sholat Karna sedari bayi Yuni sudah sering membawa Akhtar pergi ke pengajian Jadi Akhtar sudah hafal surat surat pendek Yang membuat Tri tercengang kaget Karna putra nya itu di didik dengan baik oleh istrinya Walau tanpa pengawasannya Dan lagi pula Akhtar kadang bisa berangkat sholat sendiri ke masjid tanpa dirinya


" De apa Akhtar nanti mau di masukan pondok saja kalo di jawa Tiap minggu bisa kita jemput Kan dia bisa jadi hafidz de nantinya " kata Tri


" Ya nanti kita lihat ya mas , kalo Akhtar mau Tapi TK nya biar sama kita dulu mas Kalo sudah SD apa SMP baru di pondok " kata Yuni


" Ya terserah ade Nanti kita tanya Akhtar biar dia ngak merasa terpaksa " kata Tri mempertimbangkan semua nya


" Ya mas " kata Yuni Yang merapikan pakaian nya Karna koper Yuni yang satu lebih kecil karna harus ia bawa Karna ada Berlian yang akan ia jual nanti di jakarta Dan juga kalung Yang akan Yuni jual Karna uangnya sebagian untuk memberi makan para hantu Karna Yuni sudah minta bantuan Sani Dan Sani juga sudah di ajarkan Yuni untuk bisa berkomunikasi dengan hantu bocil lewat kertas dan surat Seperti Raya agar tidak takut pada hantu


Karna memang mereka tak menganggu Sedang kan mbok sudah mulai terbiasa Karna sekarang sudah tahu Yang awal nya takut kini sudah tak merasa takut lagi Karna memang mereka tak pernah menakuti mbok Dan hanya sekedar lewat untuk mengambil makan Dan Yuni menyuruh Sani memisahkan makanan di meja untuk sendiri Dan juga para hantu Dan hantu bocil juga sudah di beri tahu Yuni Agar tak menganggu makanan di meja makan Karna buat para hantu di siapkan di meja dapur belakang .Agar para tetangga tak curiga Kalo Sani memberi makan para hantu


Yuni akan mentransfer uang untuk Sani Karna uang kalung berlian itu akan Yuni pake untuk modal usaha rumah makan atau toko sembako di jawa nanti .


" Jadi lah ade bisa main di sana sepuas nya nanti " Kata Tri


" Asyik ... Ke mall juga kan yah kaya di tempat umah dulu " kata Akhtar lagi


" Iya bisa main ke mall " kata Yuni tersenyum Melihat putra nya itu bersemangat ingin ke mall besar Karna senang bisa melihat mainan dan makanan Yang mudah di pilih sesukanya


" Asyik .........Akhtar mau belanja coklat Yang banyak ya bun Yang enak enak " Kata Akhtar senang


Membuat Tri memeluk putranya itu dengan rasa sayang Dan mencium pipinya

__ADS_1


" Tapi ingat ade harus rajin belajar nanti kalo sudah sekolah ya " kata Tri


" Iya yah , kan sama bunda diajarin ya kan bun " kata Akhtar .


" Ya sementara, tapi kalo Akhtar sudah sekolah harus belajar sendiri ya de " kata Yuni mengusap kepala Akhtar


"' Ya bun siap " kata Akhtar Yang kini sudah banyak belajar walau umur nya menginjak 3 tahun Namun hafalannya cukup bagus Karna Yuni slalu menyetel surat surat pendek tiap subuh .


Tri tersenyum dan merangkul anak istrinya sambil rebahan di tempat tidur Dan memeluk Yuni Karna ingin menikmati masa masa indah keluargga kecil nya sambil mengusap perut Yuni lembut


" Mas ....." kata Yuni


" Mhem ... Kenapa , apa ade mual ?" kata Tri mencium pipi Yuni Sedangkan Akhtar fokus dengan ponsel nya Cuek pada apa yang di lakukan Tri pada sang bunda


" Kalo disana ade buka usaha ngak masalah kan mas. Biar ada buat masukan nambah nambah celengan " kata Yuni


" Ya terserah ade , tapi jangan capek capek ya " kata Tri


" Ade pengen buka rumah makan prasmanan di pinggir jalan mas atau toko baju kaya di sini juga sama toko sembako " Kata Yuni


" Hah .. banyak amat " kata Tri kaget


" Trus yang di sini siapa yang jaga ?" kata Tri


" Ade suruh mbok Sumi dan Anggi Biar mbok ngak bosan di rumah Dan Anggi


mau bawa ade nya besok buat ikut kerja Dia baru lulus sma mas " kata Yuni

__ADS_1


" Ya terserah ade saja atur sebisa ade Tapi ingat ade ngak boleh mengeluh " kata Tri


" Ya mas " kata Yuni memeluk suami nya itu dengan tersenyum Sedangkan Tri tak bisa melarang Yuni Karna ia tahu istrinya itu sudah biasa kerja Dan pastinya tidak sedikit modal Yuni untuk buka usaha Dan Tri mengira istrinya itu pasti celengan yang cukup Karna mampu beli rumah dan buka usaha Apalagi ibu mertuanya juga punya rumah kost hasil dari gaji Yuni Dan Tri tak menyangka istrinya itu juga punya rumah sendiri Dan tabungan yang banyak .Yang belum ia ketahui sama sekali Karna Yuni terlihat boros Tapi uang nya tak habis habis Malah Yuni bisa membeli susu untuk bayi Devano tiap bulan tanpa di hitung berapa habisnya .Yang membuat Tri penasaran pada tabungan sang istri


__ADS_2