Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 306


__ADS_3

Yuni tersenyum melihat gaya putranya itu Yang sekarang berlagak seperti orang dewasa Karna ia berkumpul di camp dan bengkel Membuat Akhtar jarang bermain dengan anak seusianya Malah Akhtar lebih suka membantu sang Ayah bekerja dari pada bermain sepeda di lapangan .


" Ade kok gitu sih " kata Yuni gemas lalu berjongkok mencium pipi Akhtar


" Ayah tua cemburu ya bun, kan Ayah muda cuma bercanda " kata Akhtar


" Anak pintar kok tahu " kata Ariesta memeluk Akhtar lalu mengangkat nya ke bahunya dan membawanya keruang tengah Yang membuat Akhtar tergelak


" Anak mu mas " kata Yuni


" Itulah sebab nya mas ingin pulang Agar Akhtar bisa sekolah dan punya teman sebayanya de " kata Tri Yang tak mau anak nya itu berkutat di bengkel


" Ya terserah mas " kata Yuni Yang membuat Tri memeluk nya Lalu Tri menutup pintu dengan kakinya Takut ada yang melihatnya lagi kalo sedang bersama Yuni


" Cup ..... mas janji akan buat ade bahagia Dan kita bisa beli mobil sepulang dari sini ya " Kata Tri mengecup bibir Yuni pelan


" Ya mas " kata Yuni memeluk suaminya erat .Karna bukan kemewahan Yang Yuni kejar Tapi cukup perhatian dan kasih sayang suaminya itu pada nya dan juga anak anaknya kelak Karna mudah mencari uang bila ia bekerja Tapi suami yang baik dan berkata .lemah lembut itu yang Yuni harapkan Karna tak semua pria bersikap seperti itu Karna watak aslinya akan berubah setelah menikah Karna sifat manisnya hanya Ketika ingin pedekate saja .


" Kenapa kok ade sedih " Kata Tri


" Ngak , cuma ade merasa aneh saja Kata nya tadi mas mau antar Ade periksa " kata Yuni


" Astaga iya mas lupa Ayo berangkat " kata Tri menarik tangan Yuni .


" Sebentar mas Yuni ambil jaket dulu " kata Yuni


" Ya .... mas ngak usah , hawanya sudah panas begini " Kata Tri yang cukup memakai baju panjang tangan .


" Mas tunggu di luar ya de " kata Tri


" Ya mas " kata Yuni Yang lalu menaruh uang satu plastik kantong besar hitam didalam lemari nya Di bawah tumpukan baju nya Agar besok bisa di pakai lagi buat acara pesta hantu emak kunti .


*************


Di rumah sakit Yuni berbaring menatap layar monitor Yang membuat Tri senang tahu Yuni hamil lagi .


" Lihat mas mba itu titik nya Ini baru usia seminggu Jadi harus hati hati ya " kata dokter yang memeriksa


" Ya dok Tapi kalo di pakai ngak masalah kan dok " kata Tri tersenyum


" Mas ...." kata Yuni kaget Mendengar pertanyaan ekstrim suaminya itu

__ADS_1


" Hahaha......santai mba , biasa saja mas boleh kok asal ngak main kasar Karna itu memang kebutuhan Biar ngak stres Karna bercinta itu wajar bagi pasangan yang menikah Asal ngak kelewat batas saja " jelas dokter


" Ya dok trimakasih " kata Tri tersenyum Lalu membantu Yuni untuk duduk .


" Ade yang sehat ya " kata Tri mengusap punggung Yuni


" Ya mas " kata Yuni lalu mengandeng Yuni duduk ke kursi di depan dokter Yang sedang menulis resep vitamin untuk Yuni .


Tri lalu mengeluar kan dompet untuk membayar pemeriksaan Dan mengambil resep vitamin Lalu mereka pulang setelah menebus vitamin di apotik Yang membuat Tri sangat bahagia sambil mengengam erat tangan Yuni Dan bersenandung di sepanjang jalan


Sesampainya di rumah Yuni langsung menyuruh mbok Sumi memanaskan sate dan gulai tadi siang untuk para tamu nya karna mereka juga belum makan malam .


" Ini banyak makanan mbak Yuni dapat dari mana ?" kata mbok kaget


" Dari teman baik mbok " kata Yuni


" Ngak beracun kan mba " kata mbok


" Insyaallah ngak mbok, orang yang ngasih mungkin seram mbok Tapi hatinya lembut Kalo .yang kemaren orang nya manis Tapi hatinya seperti hantu Dan lebih condong ke setan " kata Yuni Yang berpikir hantu saja bisa berbuat baik Tapi manusia malah seperti setan Padahal setan saja bingung di salah salahkan Karna ngak pernah bikin jahat orang Hanya sekedar menakuti saja dan mengoda manusia


" Ya mending gitu mba Ketimbang yang bersikap manis tapi munafik " kata mbok Yang menata karpet untuk lesehan di ruang tengah


" Mbok kita mau makan ?" kata Yusuf Yang berniat ingin membeli bakso Takut mbok masak sedikit


" Kita mau beli bakso , takut mbok ngak masak " Kata Yusuf jujur


" Eh nasinya memang sedikit mas, tapi lauknya banyak tenang saja tuh banyak lontong sate juga Kita lagi memanaskan gulai kambing " kata mbok Sedangkan Yuni bergegas berganti pakaian


" Hah..... gulai dari mana mbok? " kata Tri kaget Karna ngak biasanya ada masakan gulai di rumah


" Di kasih teman mba Yuni mas siang tadi di taruh di besek sudah matang " kata mbok Yang juga menyiapkan piring dan gelas


" Ada hajatan teman mas, ade ngak bisa datang Akhirnya di kirimi sama yang punya hajat " kata Yuni keluar dari kamar sudah ganti baju piyama


" Wah... rezeki itu nama nya mba, ngak datang malah di kasih banyak " kata Rendi yang duduk menunggu hidangan di tata di depan mereka


" Iya mas nih sepanci Ayo bantu Angkat biar mbok pasang kotak bekas buat alas pancinya nya " kata mbok


" Ya mbok siap sini saya bantu " kata Yusuf yang mengikuti mbok kedapur .


" Masya Allah ta ..... bantu angkat nih pancinya gede " Teriak Yusuf Yang lalu di hampiri Ariesta yang masuk kedapur

__ADS_1


" Alhamdulilah makan enak nih suf Rezeki anak sholeh " kata Ariesta


Lalu mengangkat panci bersama Yusuf keruang tengah Yang membuat Rendi Pardi dan Tri juga Febri ikut melongo


" Masya Allah Tri " Kata Rendi di susul Sani membawa buah banyak Dan Yuni membawa Sate satu baskom dan mbok membawa lontong dan sambal kecap


" Ya Allah kok banyak banget de " kata Tri melongo


" Iya ini nama nya pesta Tri , rezeki kita ya ngak par" kata Ariesta


" Yoi rezeki anak sholeh dan anak baik " kata Pardi senang Dan mereka pun mulai mengambil makanan .


" Ayo berdoa dulu om , Akhtar yang pimpin " kata Akhtar menengahi


" Ok iya pa ustad monggo berdoa biar berkah " kata Rendi


Yang membuat semua orang tersenyum lalu mengangkat tangan untuk berdoa bersama di pimpin Akhtar Setelah itu mereka mulai makan


" Ini sate kambing de?" kata Tri


" Iya mas itu gulainya juga gulai kambing " kata Yuni


" Waduh.......Tri lho mah enak sama Rendi kita kalo kepanasan mau kemana ?" kata Pardi bingung


" Hahaha.......banyak sabun oey di warung ngak usah bingung " kata Yusuf


" Iya Par lagian apa hubungan nya sama masalah begituan . Yang penting makan kenyang kalo kepanasan pake kipas Dan mandi di sungai beres kan " kata Ariesta .


" Hehehe iya juga ya , kan kita ngak ada izin berkuda jadi aman Kalo yang sudah punya itu yang pusing kan " Kata Febri terkekeh


Yuni dan Sani juga mbok hanya diam mendengar obrolan para pria itu Yang sudah mengerti maksud mereka Sedangkan Tri hanya sekilas menatap wajah istrinya itu Sambil melahap makanan nya


Sedangkan bocil masih duduk santai sambil makan sate di rumah emak kunti bersama sang istri dan juga om jon Sedangkan para hantu tanpa kepala Daru saja pulang ke rumah Yuni di teras pojok Dan langsung istirahat tidur Karna kekenyangan habis melahap gulai dan sate juga buah


" Gr... ...gr .........gr........


Hantu wajah besar langsung mengerang tajam Ketika melihat dua orang wanita sedang mengendap di teras depan


" Hua.........." kata hantu wajah besar menampakan wujudnya


" Aaaa .........." teriak mereka kaget Lalu langsung kabur dan lari terbirit birit di kejar hantu wajah besar

__ADS_1


" Apa itu ?"" kata Sani kaget


" Mungkin ada tetangga yang lewat " kata Yuni Yang tahu apa yang terjadi di luar sana .Pasti nya karna ulah para hantu penjaga rumahnya


__ADS_2