
Pagi di rumah sakit Ferdi duduk menatap bayinya sambil tersenyum bahagia Karna kini ia menjadi seorang Ayah Dan tak perlu lagi mencari pelampiasan . Di luar sana
" Bang mau di kasih nama siapa ?" kata . Nia menatap Ferdi
" Elang putra samudra gimana ?" kata Ferdi
" Terserah abang saja " kata Nia Karna suaminya lebih berhak atas nama anaknya
" Ya kita panggil Elang saja biar dia jadi anak yang tangguh " kata Ferdi
" Ya bang " kata Nia
" Hari ini abang kerja ngak apa kan ade tinggal sendiri Nanti sore abang kesini lagi Lusa ade sudah pulang. Kemaren abang sudah minta kamar di mess Biar kita bisa tinggal sementara di camp Biar ade sehat dulu dan punya teman disana Kan ada mbok yang menemani kalo siang di camp " Kata Ferdi Yang khawatir bila istrinya sendirian di rumah kontrakan Akan kesepian dan repot
" Ya bang ngak apa apa " kata Nia Yang sudah menjadi resiko baginya ikut suaminya merantau Karna Ferdi tak mau istrinya itu tinggal berjauhan dengan nya Karna teringat sang ibu yang selingkuh dengan pria lain Ketika papahnya bekerja di luar kota
" Ya sudah abang belikan cemilan dulu ya di kantin Setelah itu abang kerja Nanti kita cari rumah di kota saja sehabis gajian bulan depan " kata Ferdi mengusap kepala Yunia
" Ya bang " kata Nia tersenyum
Lalu Ferdi menutup kelabu boks anak nya Dan pergi keluar sebentar mencari makanan Dan meninggalkan istrinya sendiri yang tiduran menatap boks bayinya
***************
Di kota lain mbok Tri sedang bersih bersih bersama Sari ketika Arya datang bersama istrinya mengantar makanan Syukuran putra keduanya Yang tadi malam belum sempat ia antar
" Assalamualaikum mbok " Kata Arya Teman Tri Yang mengelola bengkel dari modal yang di berikan Tri
" Walaikumsalam . " kata mbok dan Sari .
" Wah ...antar rezeki ya mas" kata Sari
" Tahu aja de Sari , ini mbok berkat tadi malam Baru kita antar pagi karna ngak sempat " Kata Arya
" Waduh le kok repot repot Ayo masuk sini mba Desi sini " Kata mbok pada istri Arya
" Wah ... mbok rumah Tri bagus ya mbok Tapi sayang ngak ada Yang menempati " Kata Desi
" Lima bulan lagi mba, Kan Tri mau pulang Mau di tempati kok Sama istri dan anak nya " kata mbok tersenyum
" Hah..... nikah lagi mbok mas Tri " kata Desi
" Nikah gimana ? ya istrinya yang dulu itu mba, mba Yuni " kata mbok
" Hah ..... bukan nya sudah meninggal . mbok " kata Desi keceplosan
__ADS_1
" Des ........" kata Arya menegur istrinya
Deg......
" Maksud mba Desi apa ? Meninggal gimana ?" kata mbok Kaget menatap Arya Yang terdiam dan tertunduk
" Maaf mbok kami tidak tahu masalah itu " kata Arya
" Ngak coba jelaskan le, kok bisa kalian mengarang cerita begitu " kata Mbok penasaran sekaligus terkejut Karna memang selama dua tahun ini Tri tak pernah mengajak istrinya pulang Dan bila di tanya mbok Tri hanya diam Dan raut kesedihan terlihat jelas pada putra bungsunya itu .
" Begini mbok ..... saya minta maaf " kata Desi
" Ora jelaskan sekarang pada mbok Biar mbok tahu " Tegas mbok terlihat sedih Menatap keduanya Yang membuat Arya bingung Karna ia sudah berjanji tak akan bercerita pada mbok Tapi istrinya sudah bicara keceplosan .
" Begini mbok " Kata Arya Lalu menceritakan semua apa yang Tri ceritakan apa adanya Yang membuat mbok menangis Karna tak tahu dan tak menyangka kalo menantunya itu sudah tak ada Yang membuat mbok sedih Dan langsung pingsan .
Sari yang baru membawa nampan teh hangat pun kaget Dan Arya cepat cepat membawa mbok ke kamar mbok . Dan memanggil pak le Tri dan bule nya di sebelah rumah
" Aduh mas pie jadi koyo ngene " kata Desi bingung.
" Kamu sih pake keceplosan segala " omel Arya yang merasa bersalah Bila terjadi apa apa pada mbok .Pasti mereka akan disalahkan .
" Aduh kalian ngomong opo sih bikin mbok jadi pingsan begitu Nanti aku yang disalahkan " Kata Sari bingung
" Sudah mbok sudah bangun , ada apa sebenernya ini " kata pak le
Sedangkan Mbok dikamar menangis memeluk bule Karna sedih Karna merasa kecewa Sampai ia tidak tahu musibah Yang menimpa putra bungsunya itu. Padahal Tri tiap bulan masih mengirim uang untuk nya rutin Tanpa di minta Yang membuat mbok merasa bersalah Karna tak mengeri apa apa Dan Tri menyimpan derita nya sendiri
" Ya Allah mbok kok begitu " kata Sari ikut kaget Kalo tahu Tri jadi duda Tapi Sari tersenyum setelah nya . Karna ada kesempatan baginya bisa mendekati Tri .Siapa yang ngak mau pria tampan mapan dan juga punya dua bengkel Dan rumah besar Apalagi mbok bilang Tri mau beli mobil baru Kalo pulang nanti Yang membuat hati Sari berbunga bunga ....
" Yo ngak apa apa dapat duda kan ngak punya anak " kata Sari dalam hati
" Sar....... sana bikin kan teh buat mbok" kata bule Membuyar kan lamunan Sari
" Eh..... Iya bule " Kata Sari tergagap Lalu bergegas pergi keluar kamar Menuju dapur Sambil tersenyum senyum sendiri
****************
Di bengkel Tri asyik memilah baut di temani Akhtar . Yang ikut memilih milih baut kecil Untuk membantu ayahnya Sambil menghitungnya pelan
" Sudah de ,Akhtar duduk saja lihat Ayah nanti bajunya kotor " Kata Tri
"Kan bisa di cuci yah " jawab Akhtar
" Iya tapi kalo kena oli susah hilang nya de " Kata Tri
__ADS_1
" Kan pake sabun banyak yah " jawab Akhtar lagi
" Tapi lengket de, kasihan bajunya " kata Tri
" Kan bajunya buat di pakai yah kenapa harus kasihan " kata Akhtar lagi
Yang membuat Rudi terkekeh sendiri Mendengar anak dan Ayah itu saling jawab . Begitu juga Rendi yang tersenyum Karna ada saja jawaban bocah itu untuk Tri
" Tri tuh anak mu kok pintar banget ngeles " kata Rudi
" Iya mirip siapa de " kata Rendi
" Kaya Ayah lah " Kata Akhtar
" Ngak Akhtar kaya bunda , pintar ngejawab Apalagi kalo di bilangin ada saja jawabannya " Kata Tri
" Masa sih yah, ngak Akhtar kan anak Ayah " kata Akhtar
" Iya anak Ayah tapi rewel tuh nih bibir siapa coba nempel persis bunda mu " Kata Tri mencium pipi Akhtar
" Tapi ayah suka kan cium cium bibir bunda Apalagi kalo lagi berduaan kecup kecup " jawab Akhtar
" Apa ..... Tar, kecup kecup wah Tri anak lho suka ngintip tuh " kata Rendi kaget
" Ndak kan Akhtar ngak sengaja lihat " jawab Akhtar .
Yang membuat Tri tersenyum Karna kadang ia melakukan itu tanpa sengaja Bila berduaan di kamar Dan wajar bila putranya itu tak sengaja melihat .
" Trus pernah lihat Ayah main kuda ngak ?" pancing Rudi Yang membuat Tri melototi Rudi
" Kuda apa om?" kata Rudi
" Hahaha...... nah Lho Rud, tuh di tanya kuda apa ?" kata Rendi tertawa
" Kuda lumping lah " kata Rudi tersenyum
Sejenak Akhtar menatap wajah Tri Yang membuat Tri mengeleng kepala Lalu Akhtar melirik Rudi .
" Pernah om Tapi kuda lumping nya nyasar om " kata Akhtar asal
" Hah .... Kuda lumping apa yang yasar ?" kata Rudi dan Rendi kaget
"Odong odong om " jawab Akhtar yang membuat Tri tertawa ngakak .Karna melihat wajah kedua teman nya itu harap harap cemas Mengira hal yang tabu menjadi jawaban Akhtar
" Hadeh kok bisa odong odong sih mana ada disini tar " Kata Rudi
__ADS_1
" Ada lah om kalo buat anak kecil " kata Akhtar Yang membuat kedua teman Ayah itu terlihat lesu Karna mendapatkan jawaban yang tak memuaskan.