Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 288


__ADS_3

Semua orang langsung berdiri dan berlari menuju kantor Karna mendengar teriakan Sheila yang begitu nyaring


" Shel ada apa ?" kata Rudi dan Rendi Sedang kan Tri mengandeng Akhtar menuju kantor


" Ada apa ?' kata Tri ikut nimbrung


" Ada hantu mas , di kamar mandi Matanya melotot tadi " Kata Sheila dengan tubuh gemetaran


" Ada kepalanya apa ngak tan " kata Akhtar bertanya


" Weh .. de Akhtar tahu hantunya" kata pa Arif menatap Akhtar kaget


" Iya tapi tergantung hantu nya pa " kata Akhtar Yang lalu masuk bekas kamar Raya sambil memanggil hantu itu Dan tak lama Akhtar lari keluar sambil berteriak


" Aaa............ " Teriak Akhtar langsung memeluk Tri


" Ada apa sih ?kok ade teriak apa hantunya menyeramkan " kata Tri heran


" Ngak yah hantu nya lagi buang hajat sakit perut Karna kita intip dia marah " kata Akhtar menjelaskan


"' Hah...... buang hajat lagi boker tar hantunya .Emang hantu bisa boker juga tar " Kata Rendi


" Bisa lah om kan dia lagi kena diare makanya betah tinggal di kamar mandi Tante pipisnya di kamar mandi lain saja " kata Akhtar


" Astaga....... aku pikir hantu ngak bisa boker " Kata Rudi menepuk jidatnya . Begitu juga Sheila dan Yesa yang tak habis pikir kenapa hantu bisa bersarang di kamar mandi mereka


Padahal memang kamar mandi sarang setan dan jin Karna memang itu tempat kotor dan nyaman bagi mereka Tapi tidak bagi jin muslim dan hantu muslim Mereka lebih suka tinggal di pohon dan tempat lembab juga sepi .


" Jadi hantunya boker ..... hi ... join dong kita "' kata Sheila


" Hi.... trus gimana kalo kita mau mandi " kata Yesa


" Mana kita tahu , kan masih ada kamar belakang kalo ngak kamar mandi kita " Kata Rendi Yang lalu kembali kebengkel


" Tri ayo kerja lagi Aku pikir ada apa ?" kata Rendi yang berjalan di ikuti Tri dan Rudi Sedangkan Akhtar masih di dalam


"' Ada ada saja " kata Rudi yang kini sudah biasa dengan sosok hantu


" Biasa para hantu mau bikin penampakan siang hari . Sekarang kan jaman moderen Hantu ngak takut sama manusia Karna ingin eksis " kata Rendi


" Iya lah hantunya juga ingin membaur sama manusia " kata Rudi


Sedangkan Tri tak bicara apapun ia hanya kembali bekerja Dan sesekali mencatat jurnal dan jumlah barang yang mereka keluarkan untuk camp .


Disisi lain Yuni baru saja ingin menemui Sani di bawah Karna Sani tak tahu di mana tempat toko Yuni Hingga ia harus turun kelantai satu untuk menjemput Sani Dan ketika ingin berbelok ke lorong tiba tiba sosok hantu berdiri membelakanginya

__ADS_1


" Astagfirullah aladzim " Kata Yuni mencari jalan lain Namun hantu itu kembali menghadangnya


" Siapa kau ?" kata Yuni Yang mau tak mau tak bisa menghindar dari hantu itu Yang lalu membalikan tubuh nya


Deg.........


Yuni menarik nafas dalam ketika hantu itu menatap nya Wajah pucat seorang wanita muda yang memakai baju lusuh Yang terlihat kurus namun perutnya terlihat buncit


" Ada apa , aku tidak menganggu mu ?" kata Yuni tenang


"Maaf bila aku menganggu mu Tapi aku ingin minta tolong pada mu "kata hantu itu menatap Yuni


" Aku ......?" kata Yuni kaget .


" Ya " jawab hantu itu


" Kenapa harus aku " Kata Yuni bingung


" Karna kau mengenalnya " Kata hantu itu menatap Yuni lalu menunduk


" Apa yang harus ku bantu " kata Yuni


" Suruh Danang mengambil anaknya di panti asuhan xxx Aku meninggal kan bayi itu di sana Ketika aku ingin pulang aku mengalami kecelakaan Dia menghamili ku Dan meninggal ku Hingga orang tua ku mengusir ku dari rumah Dan ketika aku menyusul nya kesini Aku tak sempat mengabari nya


" Inalilahi wainalilahi rojiun " kata Yuni


" Baik nanti aku akan menolong mu Siapa nama bayinya " kata Yuni


" Devano , namaku Vani Aku tinggal di ujung muara Danang akan tahu bila kau bilang aku pernah kerja di kantor staf batulicin " Kata hantu itu Lalu menghilang


" Hei ..... tunggu " Teriak Yuni Namun hantu itu tidak tampak lagi Dan Yuni pun baru sadar ia harus menemui Sani Lalu bergegas keluar dari pertokoan


" Sani ......." kata Yuni ketika melihat Sani duduk lemas di pinggir tratoar


" Kok lama sih " kata Sani


" Maaf tadi ada yang ngajak ngobrol dulu..oh ya kebetulan lho disini ayo bantu gue Antar gue ke panti asuhan sebentar " Kata Yuni


" Hah....... mau ngapain ?" kata Sani


"' Ambil bayi titipan orang " kata Yuni


"' Hah ... kok bisa " kata Sani kaget


" Ya ayo mumpung siang kita mampir dulu ke Atm buat nyumbang sekalian " kata Yuni Yang naik ke boncengan Sani Karna takut bayi itu di adopsi orang

__ADS_1


Dan setelah setibanya di rumah panti terlihat sepi Yuni langsung mengetuk pintu rumah itu


Tok....tok....tok......


Clek.......


" Siapa ya ?" kata seorang wanita tua menatap Yuni dan Sani


"Maaf bu ini panti xxx kan saya mau ambil bayi Devano bu Saya saudarinya mba Vani " Kata Yuni


" Alhamdulilah nak , ya sebentar nak untung nak nya cepat datang kalo ngak bayi nya mau di adopsi orang nak " Kata wanita itu


" Ini cepat bawa nak, mumpung bu puji ngak ada " kata wanita ini memberikan bayi merah itu pada Yuni .


" Masyaallah " kata Yuni melihat bayi itu terlihat sangat imut Dan mengendong nya Sedangkan wanita itu mengambil tas bayi itu


" Ini tas nya nak, sudah bawa pulang kasihan kalo di sini Mau di adopsi orang lain " kata Yuni


" Ini benar bayi Devano kan bu " kata Yuni memastikan


" Iya nak , dua hari yang lalu mba Vani menitipkannya disini katanya mau mencari suaminya yang kerja disini Tapi ngak kembali lagi sampai hari ini " kata wanita itu terlihat sedih.


" Maaf bu , mba Vani sudah meninggal karna kecelakaan Makanya saya mengambil bayinya sekarang " kata Yuni yang menatap bayi merah itu dengan rasa iba .


" Inalilahi wainalilahi rojiun , kapan nak kenapa bisa ?" kata wanita itu kaget


" Kemaren mbok , makanya saya di kasih amanat mengambil bayi ini Biar bisa di bawa pulang " kata Yuni


" Iya mba , cepat bawa pulang bayinya Saya takut ada orang yang mau menjual nya " Kata wanita itu Sambil memberikan tas bayi itu pada Yuni


" Ya bu terimakasih bu, ini ada sedikit rezeki buat panti bu , maaf apabila merepotkan ibu " Kata Yuni memberikan amplop berisi uang pada ibu paruh baya itu untuk anak anak panti


" Alhamdulilah nak , trimakasih banyak nak semoga Allah membalasnya kebaikan mba" kata ibu itu senang Lalu menyimpan uang itu di kantong bajunya .


" Ya bu sama sama , kami pergi dulu ya bu assalamualaikum " kata Yuni


" Walaikum salam " Jawab ibu itu mengelus dada Ketika Yuni dan Sani pergi naik motor Lalu menghilang di jalan persimpangan


Tak lama setelah itu seorang pria dan wanita datang ketika wanita tua itu hendak menutup pintu


" Bu mana bayi Devano " kata wanita itu Yang langsung masuk rumah


"' Bayinya sudah di ambil ibunya nak " kata wanita tua itu


" Kenapa ibu kasih, padahal sudah ada orang yang mau membelinya bu Itu lumayan buat kita " Kata wanita muda pada ibu tua itu

__ADS_1


" Ibu nya menitipkan pada kita Dengan memberi kita 5 juta itu cuma dua hari Kasihan bayi itu kalo kau jual nak Tugas kita menolong bukan menjual nya " kata ibu itu masuk kedalam rumah sambil beristigfar


" Untung tadi sudah di jemput Kalo tidak bayi itu tak akan tahu kerabat nya " Kata wanita tua itu lirih Lalu masuk . Kamar menyimpan uang pemberian Yuni untuk makan anak anak asuhnya yang masih sekolah .


__ADS_2