
Semua orang pun saling pandang Dan menatap Yuni tak percaya .
" Lalu siapa yang mengguna.. gunai Danang kok tega sih " kata Pardi
" Mana aku tahu ,tanya kan saya padanya Kalo dia ingin sembuh temui saja orang nya. Kan Danang tahu " kata Yuni cuek Lalu menuju meja makan Yang membuat Tri menatap Yuni yang berlalu ke dapur
" Nang ....." kata Tri yang melihat Danang meringis menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya yang terasa terbakar .
" Ayo kita bawa kekamar Tri .Tutupi tubuhnya dengan daun pisang " kata mas Ali Mengangkat tubuh Danang Yang di bantu mas kentung
Sampai di kamar mereka menyiapkan daun pisang Agar kulit Danang tidak menghitam dan melepuh Karna kulitnya penuh dengan bisulan air nanah dan air
" Lho bikin masalah sih Makanya begini ?" kata Ferdi Menatap Danang
" Ngak sengaja Fer " kata Danang sambil meringis menahan sakit .
Tri hanya mengeleng .Lalu berdiri dan keluar kamar Dan ia pun menuju meja makan Dan duduk disebelah Yuni yang makan dengan santai Bersama Aris dan Moko juga Andre dan Seto
" Kamu tahu sesuatu Yun, bantu dia biar aku bisa nyari obatnya " kata Tri
" Obat nya hanya dirinya sendiri Tri Hal yang sama di lakukan Ferdi .Semua pasti akan kembali padanya .Tuhan itu adil kan " Kata Yuni melirik Tri
Deg. ....
" Jadi......" kata Tri menarik nafas dalam Yang mengerti maksud Yuni Karna Ferdi pun mengalami hal yang sama.
" Jadi apa Tri, lho kan bisa bawa dia ke tabib atau puskesmas " kata Aris
" Masalah nya tak sesederhana itu ris, Karna itu bukan penyakit biasa Dan itu buatan Kalo ia ingin sembuh dia harus menemui orang yang mengguna gunai nya itu atau Dia sendiri yang datang kesini " jelas Tri
" Apa betul itu mba, ya ampun apa ilmu guna guna buat mainan ya Hingga mereka main lepas saja. .Apa ngak takut dosa " kata Aris seraya menatap Yuni Karna penasaran Kenapa Yuni bisa tahu
" Ya mana aku tahu ris, dia begitu karna cari penyakit sendiri. Kalo sakit nya orang biasa . Ya normal kaya kita Kalo ngak sakit demam panas pilek dan pusing kan ya masuk angin . Kalo itu kan aneh tiba tiba kulitnya melepuh tanpa sebab Dan lagian ngak wajar kan " kata Yuni santai
" Betul kata Yuni tuh , Danang harus nemuin orang yang sakti biar dia bisa sembuh Dan lagi ngapain dia main dukun sih Kaya lagu Alam artis dangdut aja " kata Umar ikut bicara
" Nah itu maksud Yuni , karna dia suka sama orang Atau dia di tolak trus main dukun ris , Ngak aneh kan bila jaman sekarang Cinta ditolak dukun bertindak Para pemimpin kita juga banyak tuh di jakarta pake dukun biar cepat naik jabatan " Kata Seto
" Wah.... parah tuh si Danang ,apa dia ngak ingat tuhan " kata Andre
" Ingat mas, tapi lupa maklum kalo kelamaan jarang sholat .Lagi pula orang jaman sekarang Banyak yang menganti tuhan dengan uang dan jabatan " kata Tri
" Nauzubillah amit amit jabang bayi kok bisa begitu " kata Aris bergidik ngeri .
__ADS_1
" Ngak bawa bawa bayi ris, lagian belum jadi kok lho bawa bawa " kata Ariesta Yang baru nongol
" Heh .... Itu hanya seumpama ta , lho nyambar omongan aja. Dari mana lho ?" kata Aris
" Aku " Tunjuk Ariesta pada dirinya sendiri
" Iyalah masa gue " kata Aris
" Habis lihat kancil Terus ke warung beli obat si Danang " kata Ariesta membuat semua orang saling pandang
" Kok lihatnya gitu amat sih , Apa ada yang aneh dengan ku " kata Ariesta
" Lho tahu Danang sakit apa ?" kata Umar menatap Ariesta Karna memang ia baru saja datang Dan tidak tahu apa pun yang terjadi pada Danang
" Dia kena cacar, makan nya tuh badan nya bentol bentol semua pagi tadi sampai ******** nya. Trus dia minta beli kan obat . " jelas Ariesta
" Aduh biyung .... Pantas tuh muka masih polos Lho mau aja suruh beli obat .
Obatnya itu ngak bakal ngefek ta, Karna dia kena guna guna " jelas Umar
" Weh...... kok iso , waduh ...kiamat tuh dunia wanita mana yang naksir Danang Apa janda yang kerja di perkebunan sana" kata Ariesta kaget
Membuat semua orang tertawa Karna Ariesta belum tahu apa pun Karna memang Ariesta tak berpikir macam macam pada teman nya itu Sedangkan Yuni hanya diam Mendengar obrolan para pria itu .
" Ayo ngapain mikirin orang yang bikin penyakit sendiri " Kata Yuni ikut berdiri Dan membawa piring bekas makan nya ke tempat cucian piring
Akhirnya semua orang pun bubar Dan sebagian bergantian makan Karna sebagian karyawan memang terlambat berangkat Karna tadi harus mengurus Danang lebih dulu Dan Yuni sengaja ikut pergi kehutan Untuk mencari suasana baru .Dari pada ia di mess sepi sendiri Karna hari ini Yuni tak membuat laporan
Tri yang melihat Yuni pergi dengan semua staf kantor Hanya membuang nafas kasar Dan lalu duduk sambil menemani Yusuf dan Ferdi memasang baut di bengkel
" Fer , apa kau tak menemani Danang di kamar ?" kata Tri
" Kan sudah ada Azzam Tri , ngak perlu lah " kata Ferdi
" Apa ia tak ingin diajak ke tabib atau ke puskesmas " kata Tri melirik Ferdi
" Penyakit buatan tak bisa si obati dengan obat medis Tri , undang saja perantaranya " kata Ferdi
" Seperti nya kau berpengalaman Fer , pernah begitu juga sebelumnya " kata Yusuf menatap Ferdi .Yang membuat Ferdi terdiam .
Tri yang mendengarnya hanya diam Karna ia tahu Ferdi juga sempat seperti Danang Tapi tak separah Danang Karna mencoba menyerang Yuni Yang membuat Tri penasaran Karna Yuni santai santai saja Seolah tak terjadi apa pun dengannya
" Fer kau tahu , kalo dia tak bisa diserang Berarti dia punya perisai Apa dia juga bisa menyerang balik " kata Tri Yang ingin tahu tentang Yuni
__ADS_1
" Tidak dia tak punya apa apa , Tapi dia punya perisai diri dari pelindungnya Dan pelindung nya lah yang memberitahukan nya kalo ia dalam bahaya " kata Ferdi santai sambil menghitung baut yang mereka lepas dari traktor
" Dia .... dia siapa Tri ?" kata Yusuf menatap Tri penuh selidik Penasaran dengan apa yang di bicara kedua teman nya itu Karna ia tidak tahu maksud Tri
" Dia ...... " Kata Tri menggantung
" Tri cepat bantu " kata Azzam berteriak dari mess karyawan
Yang membuat ketiganya kaget Lalu bergegas mencuci tangan Dan berlari masuk ke dalam mess Menuju kamar Danang
" Hoek...... hoek.......
Danang pun muntah ulat yang membuat mbok bergidik ngeri Dan hanya melihat nya dari depan pintu bersama bi Narsih
" Kenapa begini !! Cepat beri tahu kami perantaranya " kata Ferdi
" Dia tak tinggal di dekat sini " kata Danang lirih Yang bergidik ngeri Melihat muntah nya sendiri .
" Lalu apa kau ingin seperti ini terus " kata Tri menatap Danang serius
" Aku harus apa Tri, karna memang aku tak kenal dia. Kami hanya bertemu di jalan tak sengaja " kata Danang
" Hoek......hoek .......hi......
Azzam yang memberikan plastik pun ikut bergidik ngeri memegangi muntah Danang yang mengerikan .
" Sudah bawa kebelakang zam di kubur itu penyakit " kata Tri
" Hi......ayo suf bantu " kata Azam asisten Danang
" Ya ayo " kata Yusuf . Dan kedua nya pun bergegas ke belakang Dan di ikuti mbok dan bi Narsih .
" Cepat kasih tahu kami biar ngak tambah parah Kau akan dalam bahaya bila tak sembuh " kata Ferdi
" Aku tak tahu dia dimana Fer, tolong panggil yang lain saja " kata Danang lirih dengan bibir membiru
Tri dan Ferdi pun saling tatap Dan Ferdi pun hendak berdiri Ketika seseorang datang masuk kamar .
" Ngak perlu Fer........." kata Kentung yang
Membawa kepala dusun
" Pa Taif........!!!." kata Danang kaget .
__ADS_1