
Pagi sekali Yuni sudah sibuk di dapur Membantu mbok karna ia ingin makan soto Dan Yuni membantu mbok untuk meracik bahan nya ke mangkok
" De masak apa " kata Tri yang melihat Yuni sudah di dapur
" Soto ayam Tri mba Yuni pengen dari kemaren " kata mbok
" Kaya ngidam saja " kata Tri
" Iya ngidam anak......" kata Yuni menggantung
" Aku juga mau mbok .Anak siapa emang ... " kata Ferdi muncul sehabis mandi dengan baju rapi ,Yang terlihat tampan dengan baju dinas mekaniknya .
" Ya tunggu bentar " kata mbok yang lalu menata mangkok untuk para karyawan makan
Yuni pun lalu ikut mengisi mangkok nya biar cepat selesai Karna ia juga lapar.
" Nih Fer bawa ke meja sana !!" kata mbok
" Makan di sini saja mbok " kata Ferdi sengaja Karna melihat Tri yang mendekati Yuni duduk .
" Ngak muat " kata Tri
" Alasan lho Tri biar ngak di ganggu berduaan kan " kata Ferdi
" Kok tahu Fer , kan kita berempat pas nih kamu sama mbok " kata Yuni Yang membuat mbok tersenyum
" Ogah Tri aja " jawab Ferdi buang muka Tapi ekor matanya melirik Yuni yang tersenyum pada Tri .
" Yuk de makan di meja biar mbok ngak sesak di dapur . Sini biar mamas yang bawa kan " kata Tri
" Cih.... pake mamas segala " kata Ferdi
" Hahaha..... Susah ya kalo punya teman pencemburu , bisa ngamuk dia pas emosi nya kumat " sindir Tri
" Ya mas, kaya banteng aja Tapi sayang salah sasaran " sahut Yuni yang lalu duduk berdua di meja makan Bersamaan dengan pa Fauzi yang datang ingin sarapan bersama
" Wah....asyik nih Tri sarapan apa ? " kata pa Fauzi
" Soto pa ,seger nih " jawab Yuni Sambil menyuap makanan nya .
" Wah ....... Yun , lho nempel sama pria sana sini kaya piala bergilir saja " kata Tan menyindir
" Tan ......" Tegur Devan
Membuat Tri melirik Tan yang duduk dekat pa Fauzi Dan di sebelah Ferdi Yang juga ikut bergabung
" Maksudnya apa pa , hati hati kalo bicara " kata Yuni menatap tajam Tan
" Wah ..... galak juga zi anak buah mu ." kata Tan menyindir Yuni
" Semut saja kalo di injak mengigit pa, apalagi manusia .Mungkin pa Tan kali Yang biasa menggilir wanita Makanya sama hantu saja doyan " balas Yuni
Jleb....
__ADS_1
Tan langsung menatap Yuni tajam .Karna gadis itu cukup berani. Sedang kan pa Fauzi hanya diam Karna .Devan sudah menegur nya
" Astaga kok emosian sih, Kan emang kenyataan nya begitu Masa mau jalan sana sini sama pria tanpa status " kata Tan Yang entah kenapa. Karna kesal sama hantu ia melampiaskan nya pada staf Fauzi itu
" Oh begitu ya pak, trus apa tamu wajar masuk kamar orang dengan bertelanjang " balas Yuni kesal
" What...... telanjang . Astaga ... Dia masuk kamar mu Yun " kata Ferdi kaget
" Ya lagi bercinta dengan hantu Bahkan penuh nafsu hi......" kata Yuni Yang membuat Tan mendelik kan matanya tajam Karna Yuni mempermalukan nya di depan karyawan lain
" Kau ngak sopan, zi pecat karyawan mu ini " kata Tan
" Pecat saja , siapa takut pa Fauzi hanya site manager Tak punya hak memecat ku " kata Yuni galak
" Heh..... anak kecil !!! Tapi dia tetap atasan mu " bentak Tan
" Emang kenapa ? masalah buat bapak " kata Yuni tambah galak .
Yang membuat Tan kesal lalu menghampiri Yuni Dan pa Fauzi pun mencoba melerai keduanya .
" Tan sudah ini masih pagi malu berdebat sama perempuan " kata Fauzi
" Mana dia punya malu pa , orang pipis sembarang aja cuek " sindir Yuni
" Yun sudah sana balik ke kamar " kata pa Fauzi yang ngak mau masalahnya makin panjang Dan Tan berpangku tangan menatap Yuni tajam .
" Minggir !!!" kata Yuni yang kesal Karna baginya tak perlu menghargai pria brengsek seperti Tan
" Kau ini masih kecil sudah brani membangkang ya " kata Tan yang ingin mendorong kepala Yuni Namun Yuni langsung menepiskan nya .Membuat Tan gusar pada gadis itu
" Ngak perlu di bela Tri , Biar saja dia berlaku seenak nya " kata Yuni kesal Karna jadi tontonan orang banyak
" Dah yun ,sana pulang Tan minggir beri dia jalan " kata pa Fauzi
Tan pun hanya menyeringai tipis Dan ingin menarik Yuni Namun reflek Yuni langsung menendang perutnya Hingga membuat Tan terhuyung menghantam kursi makan
Brak......prang........prang ...
Semua mata pun kaget melihat Yuni berani menendang pria itu . Termasuk Tri dan Ferdi yang dari tadi melihat perdebatan itu
" Akh sial.... kau ....." kata ..Tan kesal lalu lalu menyerang Yuni Dan Yuni pun melawan nya Dan menangkis nya Yang membuat Ariesta ikut melongo melihat kekasih itu menangkis serangan Tan sampai Akhirnya yuni menyerang ke bawah perut .
" Bug... bug ... bug
" Aaaa.........akh.......brak .......Tan pun terjatuh kelantai .
Dan Yuni ingin menyerangnya lagi .Namun Devan menghalanginya
" Cukup mba " kata Devan melihat Tan menyeringai menahan sakit
" De sudah ayo kita pergi " kata Tri Yang meraih tangan Yuni Dan membawa nya pergi dari ruang makan Karna Tri tahu Yuni sangat marah .
" Ayo bangun ....." kata Devan
__ADS_1
" Akh sial gadis itu " kata Tan
" Mampus !!! rasain tuh kekasih ku ngamuk " kata Ariesta Yang lalu pergi keluar mengikuti Tri dan Yuni
" Kapok ngak .? " kata pa Fauzi menatap Tan
" Cih ... Kau zi , keterlaluan anak buah mu itu " dumel Tan merasakan sakit di ************
" Sudah ku bilang jangan banyak tingkah Biar kecil tuh cewek kecil kecil cabe rawit Untung tuh ngak kena perkutut Aku yakin bila dia nendang lho sekali lagi bisa lemas tuh si abang jago " Sindir Fauzi
" Hahaha.......... Bukan lemas lagi zi, mati rasa " gelak Bastian yang membiarkan teman nya itu di hajar wanita Biar kapok
karna terlalu cerewet
" Sana tertawa sampai puas " kata Tan kesal
" Hahaha....... mampus lho Tan , kalah set dihajar gadis kecil mana di tonton para karyawan Fauzi lagi bikin malu ...." kata Devan ikut tertawa
" Biar van, kalo dia ngak kapok nanti bisa di tambah lagi . Mbok makan !!.maaf bikin kacau dapur Makhluk ada yang lagi kena penyakit darah tinggi " kata pa Fauzi santai
" Ya pa , nih makan timun pa biar turun tensi " jawab mbok dengan santai nya Seolah tak ada apa apa Karna sudah biasa menghadapi keributan di proyek sampai berujung pembunuhan .
" Hahaha.........maklum mbok teman kita ini lagi hilang akal nya mbok , Karna kurang obat kuat Makanya begini ini kalo lagi stres " Sindir Bastian
" Oh gitu ya mas, kalo begitu repot itu mas. Harus nyari obat mujarab Biar sembuh permanen " kata mbok
" Pake obat apa mbok " kata pa Fauzi
" Istri cantik pa, biar ngak ngamuk ngamuk " kata mbok
" Hahaha ..... betul itu mbok .Nih orang masih jomblo mbok Ngak laku Makanya susah cari istri " kata Devan tergelak . Membuat Bastian dan Fauzi juga tertawa
Sedangkan Tan hanya diam saja menahan nyeri diperut nya
Sedangkan Yuni di bengkel duduk berhadapan dengan Tri .Karna Tri ingin menenangkan Yuni yang lagi emosi
" Sudah hilang kan marah nya " kata Tri menatap Yuni lekat .Yang cukup terkejut Yuni bisa membela dirinya sendiri .
" Yang...... Kamu hebat , mampus tuh si pria brengsek " kata Ariesta Yang datang menghampiri keduanya .
" Ish kau ini ta, menganggu saja " kata Tri mendorong bahu Ariesta
" Aish sejak kapan kamu merasa cemburu Tri .Yuni kekasih ku " kata Ariesta
" Terserah !! " kata Tri yang menyugar rambutnya kasar Karna merasa terganggu oleh kedatangan Ariesta
" Hahaha....... wah Tri ikut kesal yang Tuh mukanya bete mau marah " ledek Ariesta yang tahu Sahabat nya itu kesal Karna mencoba menenangkan Yuni Tapi ia datang untuk mengganggunya .
" Ih kau ini yang , sudah sana sarapan dulu !! Aku mau kekamar " kata Yuni Yang beranjak dari kursi lalu berjalan menuju mess staf .Dan Tri hanya membiarkan Yuni pergi Dan menatap Ariesta .
" Yah ngambek " kata Ariesta
" Kamu sih mengganggu. Baru juga mau dijinakkan " kata Tri
__ADS_1
" Hehehe....maaf " kata Ariesta mengaruk kepalanya yang tak gatal .Dan lalu kembali kedapur untuk sarapan
.