Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 280


__ADS_3

Tiba di camp mereka langsung duduk di ruang utama mess untuk bicara alat berat dan masalah penempatan para mekanik yang kurang Di tempat kerja dan juga belum mahir bekerja Karna medan lapangan sulit di datangi Setelah lama membahas tentang pekerjaan mereka lalu menatap Tri bersamaan


" Ada apa ?" kata Tri yang tahu para teman nya pasti ingin tahu masalah kehidupan pribadinya


" Ya itu.... masalah istri lho " kata Beni


" Untuk masalah itu sangat privasi jadi tidak di buka untuk umum Jadi lain kali saja bila mau bertanya " kata Tri Yang tak mau membuka masalah itu di depan teman teman nya


" Wah ngak seru dong Tri , masa lho ngak mau cerita Kita juga pengen tahu " kata Anton


" Apa nya yang seru kan itu masalah rumah tangga " kata Tri


Apalagi banyak orang yang akan mendengarkan nya Tri tak bisa percaya pada siapapun kecuali pada para sahabatnya Karna sebab itu Tri menutup rapat Tentang semua kehidupan pribadi nya


" Tapi kita hanya sekedar ingin tahu sedikit Tri masa lho ngak ngasih kita kesempatan untuk tahu Mana istri lho di sembunyikan lagi " kata Beni


" Siapa yang menyembunyikan Ben Main saja ke sampit ngak ada yang larang gue aja ginap kok Tuh Yusuf dan Adi mbok juga pernah kesana kenapa lho bingung " Kata Ariesta menatap Anton


" Wah kalo gitu kita boleh mainkan Kan kesana malam minggu " kata Anton


" Boleh tak ada yang larang nanti tidur nya di kamar Tri di bengkel kan kosong Ya ngak Tri " kata Rendi


" Ya terserah kalian " Kata Tri Yang juga tak melarang para temannya Karna tak mungkin ia melarang teman teman nya datang untuk bertamu


" Ayah ........ ade nya sekarang sudah bisa tertawa " kata Akhtar Yang datang langsung memeluk Ariesta


" kok ngak di gendong " kata Ariesta mencium pipi Akhtar .


" Agak mau yah, yah kita pulang bawa ade boleh ngak "kata Akhtar pindah ke pelukan Tri Yang membuat Anton menatap Tri dan Ariesta bergantian


" Apa kalian join anak , tapi wajah nya kok mirip Tri " Kata Anton


" Si Ariesta nebeng dia ton makanya di panggil ayah juga Tar ini ayah juga " kata mas kentung merayu Akhtar Tapi Akhtar mengeleng kan kepalanya


" Kalo nebeng anak trus ibu ade di panggil apa sama ayah jelek " Kata Beni menunjuk Ariesta

__ADS_1


" Plak....... bilang kalo iri bro " kata Ariesta jengkel di bilang jelek


" Hahaha..... emang lho ikut join istri juga sama Tri hah........ Pake minta anak orang manggil lho ayah segala Maka nya cari istri " kata Anton tertawa


" Halo ade atar kalo om ini panggil ibu atar apa ? Memang kenal sama ibu ade tuh ayah " kata Beni


" Kenal om " kata Akhtar


" Astaga masa gue ketemu ngak kenal ya de Sini sama ayah " kata rista meraih tubuh mungil Akhtar dan memeluk nya


"' Ck ...... ngakunya , tar emang kalo ayah panggil ibu Akhtar siapa ?" kata Anton menoel hidung Akhtar Yang terlihat mengemaskan


" Ayah panggilnya ade kalo ayah ini panggil bunda sayang " kata Akhtar Yang membuat semua orang mendelik kan matanya pada Ariesta Begitu juga Ferdi


" Apa sayang !! " kata Beni kaget Lalu menatap Tri seakan bertanya Namun Tri hanya diam .


" Wah Tri ngak benar itu " Kata mas kentung protes


" Ade Akhtar memang selain panggil sayang Ayah muda panggil apa sama bunda Akhtar " kata Beni


" kekasih " jawab Akhtar polos


Ferdi yang mendengar itu langsung kaget Begitu juga dengan Ariesta dan Tri Yang langsung saling pandang


" Apa tadi " kata Danang ikut bertanya


" Tar jalan sama ayah lihat ade lagi ya " kata Ariesta yang langsung berdiri Agar Akhtar tak menjawab pertanyaan Danang yang membuat Ferdi menatap Tri


" Ada apa ?" kata Tri pura pura tak tahu


" Apa dia ......." kata Ferdi menggantung


" Tri tuh ada Rahman nunggu di luar " Teriak pardi yang datang dari depan Hingga Tri langsung berdiri dari duduknya


" Oh ya par , bro gue urus masalah mesin dulu ya bilang rista " kata Tri Yang bergegas berdiri meninggalkan semua teman teman nya

__ADS_1


Sedangkan Ferdi langsung menatap Ariesta yang sedang melihat bayi Elang


" Apa mungkin dia Yuni " kata Ferdi dalam hati Yang hanya melihat Yuni sekilas saja dan tak pernah melihatnya sedetail mungkin Yang membuat Ferdi sempat kaget Karna memang sangat mirip Yuni


" Tapi Tri tidak sedang bermain drama saat itu Namun Ferdi merasa curiga pada Tri .Ada apa ini ? Tak mungkin ada seorang anak berbohong Apalagi seorang pria lain memanggil itu nya kekasih Kecuali nama itu memang melekat dari awal Dan Ferdi bukan tidak tahu Yuni biasa memanggil Ariesta dengan panggilan kekasih dan sayang Begitu juga sebalik nya dengan Ariesta


" Itukah sebabnya dia di panggil ayah juga Karna Tri memang biasa memanggil Yuni dengan sebutan Ade " batin Ferdi melihat Ariesta yang begitu sayang pada Akhtar Yang membuat Ferdi seperti sedang memecahkan teka teki


Sedangkan Danang memperhatikan Ferdi yang diam Seperti orang yang sedang berpikir Dan Danang merasa ada sesuatu yang janggal dengan Ariesta Hingga Danang merasa curiga


" Ada apa sebenarnya ?" kata Danang Yang ikut menatap Ariesta .


Sedangkan di sudut meja makan bocil dan kunti sedang mengawasi Danang Karna hantu bocil curiga dengan pria itu Yang membuat bocil mengawasinya Dan mengikutinya sedari tadi


Di bengkel Rahman dan dua orang taman nya sedang menurunkan mesin jenset baru dan beberapa alat Kiriman dari jakarta Yang membuat Adi dan Yusuf senang melihatnya


" Mas bisa nonton tv lagi dong kita " kata Adi sumringah


" Iya lah kan baru mesinnya " Kata Rahman ikut senang Karna mereka bisa dapat genset baru dan barang perlengkapan bengkel juga Untuk menunjang perlengkapan bengkel Agar tak kekurangan barang dan baut


Setelah semuanya turun para mekanik baru langsung bekerja dan bersiap Sedangkan hantu bocil sedang mengikuti Danang ke kamarnya sedang mencari sesuatu di tas nya Lalu memasukannya kedalam kantong celana


" Pasti dia mau berbuat jahat " Kata hantu bocil mengikuti Danang yang keluar lagi menuju perkebunan sebelah


" Aku ingin tahu siapa sebenarnya wanita itu " Kata Danang menuju perkebunan sawit Dan berjalan ke lorong mess keluargga Untuk menemui seorang dukun tua Untuk mencari tahu tentang Yuni istri Tri


" Ini pulpen nya mbah " kata Danang lalu duduk bersila di depan bapak tua itu Dan bapak tua itu membaca mantra Dan ketika hendak menyembur kan air ke wajah Danang Tiba tiba saja


Blup blup .....api besar menyala menyerang keduanya hingga membuat pulpen tadi terbakar hangus Yang membuat kedua orang itu kaget Dan menyingkir dari api besar itu


" Astaga ada apa ini mbah? " Kata Danang kaget


" Enak saja kalian bermain curang " kata hantu bocil Yang tak terima Yuni di ganggu orang lain Hingga memperingati nya dengan menyalakan api di tungku abu dukun itu


" Bagiamana dia bisa tahu "kata bapak tua kaget

__ADS_1


" Siapa ?" kata Danang


" Penjaga wanita itu !!!" kata si mbah dukun


__ADS_2