
Yuni dan Sani lalu tidur bersama Karna Sani merasa takut di kamarnya Dan di luar hantu bocil sedang bermain bersama teman barunya .
Pagi nya Yuni kembali bekerja seperti biasa Dan setelah sarapan tadi ia langsung melihat para karyawan sibuk memanen sawit .
" Mba .. ngak keliling nih " kata seorang karyawan
" Ngak mas , besok saja Lagian masih aman " kata Yuni
" Iya mba kan preman nya sudah di hajar " kata karyawan itu
" Iya itu cuma buat peringatan mas kan Biar ngak terlalu serakah pada uang karyawan Kan kita juga cari duit buat keluarga " Kata Yuni
" Emang mba Yuni punya tanggungan mba , kan masih gadis "kata karyawan itu
" Ya mas, saya masih punya ibu dan adik juga mas Yang masih perlu di bantu " kata Yuni
" Oh gitu ya mba ....eh mba Apa benar tuh pa Baron sudah di pecat " kata karyawan itu
" Hah .... ngak tahu mas Kan saya belum tahu kabar nya lagi " kata Yuni
" Iya mba kita juga baru dengar tuh kabar nya pagi tadi Katanya pa Leo sama Baron sudah di keluarkan sama pa Arif Dan mas Wandi bilang kalo itu atas bantuan mba Yuni " kata karyawan itu menatap Yuni
" Masa sih , kok bisa pa, kan saya ngak bantu apa apa " kata Yuni bingung
" Ya mungkin karna pa Baron sudah di pecat mba Akhir nya dia buka mulut tentang rahasia pa Leo " kata karyawan itu memperhatikan Yuni
" Iya kali mas " kata Yuni
" Oh ya mba, Apa mba Yuni baru bertugas di sini pertama kali " kata karyawan itu bertanya lagi
" Ngak juga mas sebelum nya sudah pernah di sampit " kata Yuni
" Oh pantasan mba " kata Karyawan itu Yang melihat Yuni tak asing atau bingung dengan daerah perkebunan
"' Emang kenapa mas " kata Yuni
" Biasa kalo orang baru akan canggung mba .Kalo mba Yuni kan jelas kelihatan seperti sudah biasa Jadi ngak takut Tempat ini mungkin asing sekali bagi pendatang mba Tapi bagi orang yang terbiasa tak akan jadi masalah " kata karyawan itu
" Oh gitu , ya sudah mas saya kekantor dulu ya mas slamat bekerja Lain kali kita ngobrol lagi " Kata Yuni kembali naik motornya
" Ya mba hati hati " kata karyawan itu Melihat Yuni yang hilang diantara pohon pohon sawit .
************
Di sisi lain Tri baru saja ingin makan siang Ketika Moko datang membawa buah rambutan Dan meletakan nya diatas meja.
" Dari mana mas ?" kata Tri
__ADS_1
" Tuh dari kampung , mau ambil aja di kasih gratis kok " kata Moko
" Aku mau mas , kaya nya manis nih " kata Yusuf mencomot satu lalu mengupasnya dan memakan nya
" Manis mas , Tri mau " kata Yusuf
" Nanti sehabis makan " kata Tri
" Tri benaran lho nikah sama Yuni . kok kita ngak di ajak makan makan " Kata Moko memainkan alisnya Membuat Yusuf ikut melirik Tri
" Mau .... nanti pas libur " kata Tri santai .
" Wah dapat rezeki kita nih " kata Aris Yang baru nongol.
" Alhamdulilah ada yang mau traktir kita ris "kata Yusuf
" Iya lah harus , masa nikah diam diam Kan ngak asyik " kata Andre ikut bergabung
" Bukan diam diam mas, kita nikah nya juga ngak sengaja "' kata Tri
" Tapi kan lho tetap menang Tri Yang lain kalah set " Kata Andre
" Ya pas jodoh mas , Dan aku juga ngak mengira kalo kita bisa nikah mendadak gitu waktu pulang " kata Tri
" Santai Tri kan malah bejo Kalo ngak mau sini kasih kan aku saja " kata Andre
" Ih jangan harap " kata Tri terkekeh
" Biasa ris, kan mending dapat janda berpengalaman ketimbang gadis tapi belum fasih " kata Moko
Hahaha .... Jangan harap mas ,mana mau Yuni balik ke camp sini lagi " kata Aris
" Lah kita juga mau pindah kan ris bukan mba Yuni saja yang pengen di kota " Kata Moko
" Iya kita mau nyari kerjaan juga mas besok akhir tahun Nyambi masukan lamaran di kota " kata umar
" Yuk ....pindah yuk , kita bareng bareng pindah Biar hidup enak tinggal dikota bisa bertetangga " kata Andre terkekeh
" Dih kan sendiri sendiri mana ada begitu " kata Tri
" Ya kita hanya berencana Tri Tuhan Yang menentukan Kalo pun bertemu di kota ya syukur Kaya lho berjodoh sama mba Yuni kan bisa jadi kita juga bertetangga di kampung " kata Aris
" Hahaha..... Iya juga dulu waktu disana kita bertetangga ya ris " Kata Tri teringat masa mereka masih di STM
" Iya bisa jadi kita bertetangga juga nanti di jawa " kata Aris
" Dih ngak ada ris, berjauhan kita " kata Yusuf yang sedari tadi hanya diam
__ADS_1
" Sudah makan , keburu ngak enak tuh makanan Masa cuma di liatin doang " kata mbok
" Iya mbok lupa " kata Aris Yang lalu menyuap makanan nya Begitu juga yang lain Dan tak lama pa Tyiur dan Lala ikut bergabung untuk makan siang Hingga membuat cerita mereka semakin heboh dan seru
**********
Malamnya Yuni dan Sani baru pulang dari kantin sehabis makan malam Dan ketika hendak masuk kamar .Namun tiba tiba tangan Yuni ditarik seseorang
" Hei.....apa apaan ini ......" Teriak Yuni kaget Dan berontak karna yang menariknya menutupi wajahnya Dan Yuni pun menendang keduanya
" Hei..... lepas kan dia " kata Sani yang mengambil kayu untuk memukul dua pria bertutup sarung itu
Namun pria satunya langsung menyerang Sani Yang membuat Sani terjungkal lalu terjatuh Dan kembali menyeret Yuni Karna kesal Yuni pun menyerang balik Dan memukuli kedua nya Yang membuat hantu bocil yang baru datang ikut membantu Dan menarik celana kedua pria itu .
"Hahaha ..........." Tawa Sani ngakak Ketika melihat dua pria itu hanya memakai segi tiga pengaman Berusaha melawan Yuni yang mengamuk memukuli mereka
" Hahaha ...... woi ......apaan tuh " kata Wandi dan beberapa staf berteriak Hingga membuat kedua pria bertutup sarung itu Lari terbirit birit hanya memakai ****** ***** nya Yang membuat Sani tergelak sampai sakit perut Karna mereka kabu begitu saja
" Astaga Sani bukan nya bantuin Malah lho ngakak " omel Yuni duduk lemas Yang di hampiri para pria dari barak
" Mau ngapain mereka " kata Wandi
" Mau nyulik kita mas, tapi ngak berhasil tuh celana nya pada copot Cuma lari pake celdam " kata Sani terkekeh
" Astagfirullah , siapa sih mereka . Bawa tuh celana sebagai bukti Besok kita selidiki " kata staf lain
" Mba Yuni ngak apa apa ?" kata Wandi
" Mba Yuni yang mau di culik mas Mereka kayanya orang orang nya pa Baron mas dan pa Leo deh Kan ngak mungkin mau nyulik mba Yuni tanpa alasan " kata Sani Masih terkekeh geli
" Ya bisa jadi itu " kata Wandi
" Ngekek aja San sampai puas bukan nya bantuin gue malah tertawa sendiri dia mas " dumel Yuni kesal Karna melawan dua pria berotot itu
" Hahaha........ kan mereka saja kewalahan lawan lho Yun, masa gue bantuin lagi sih . Tuh lihat celana nya bisa di rombeng " kata Sani
" Sana buat lho cium tuh bekas pantat nya . jangan ngasih bisa masuk kamar gue " kata Yuni kesal
" Hahaha....... sudah mba masuk kamar saja istirahat Biar mereka urusan kita
Ini celana kita bawa pake barang bukti Kalo mereka karyawan barak Kan para istrinya pasti kenal nih celana siapa " kata Wandi
" Betul mas, kalo ngak di bakar saja pakai ilmu gendam Biar perkututnya panas Nanti juga ngaku sendiri " kata Seorang staf lain
" Waduh ...jangan bikin masalah mas , kasihan perkutut nya gosong Biasa aja hukuman nya takut malah jadi bumerang di sini nanti " kata Yuni kaget
" Iya betul sir , kita adili dengan wajar saja mas Biar ngak ada masalah lagian kita ngak apa apa kok " kata Sani
__ADS_1
" Ya sudah kami balik ke kamar .Kalian juga cepat masuk istirahat " Kata Wandi menyuruh Sani dan Yuni masuk
" Ya mas , ayo San " kata Yuni melangkah masuk kamar Dan menutup pintu kamar rapat rapat Lalu menguncinya.