
Sedang di sisi lain Yuni sedang di pasar bersama mbok Sumi Yang duduk santai menunggu toko bersama Anggi
" Mba kemaren siang Ada orang nya nyari mba Yuni mba Katanya dia teman lama nya mba Yuni " Kata Anggi
" Siapa memangnya mba ngak punya banyak teman disini lho ngi ?" Kata Yuni yang menatap Anggi
" Ngak tahu mba Anggi cuma bilang mba Yuni ngak ada terus dia pergi " kata Anggi Yang sambil menimbang gula setengah kilo
" Bagus lah " kata Yuni Yang memang tak merasa kenal orang lain selain teman kerjanya Paling hanya tetangga dekat rumah Karna Yuni jarang keluar rumah Dan lagi sepulang kerja ia langsung istirahat Tak banyak ikut kumpul kecuali menghadiri yasinan bulanan .
Ketika asyiknya ngobrol Ada hantu lewat yang membuat bulu kuduk Yuni langsung berdiri Yang melihat hantu sosok hitam itu duduk di depan warung tetangga nya
"' Hi..... Kenapa aku harus melihatnya lagi ?" batin Yuni yang tak mau melihatnya Lalu Yuni membantu Anggi mengikat dan menimbang gula sampai selesai Dan tak lama ada pembeli yang datang Sehingga Yuni sigap melayani Dan pura pura tak melihat apa pun di depan tokonya Yuni hanya fokus pada pelanggan Yang mulai ramai berdatangan
**********
Sedangkan Tri asyik duduk santai bersama Beni dan Anton Membahas masalah alat dan lokasi tempat mereka bekerja Karna Beni dan Anton akan menggarap lahan yang kosong di lamandau sedangkan site manager nya di pegang pa Fauzi
" Tri apa kau tak merasa rugi kalo berhenti kerja Tri Sayang lho Tri apalagi kau punya tanggungan Kan istrimu masih bisa berjualan kalo tinggal di sini " Kata Anton
" Ya Tri lagian Akhtar juga masih kecil kan belum sekolah Jadi masih bisa menabung " kata Beni .
" Menabung apa mas ?" Kata Yusuf
" Ya celengan buat masa depan lah " kata Anton
" Sok dewasa kalian ini ton ,Ben aku beri tahu kalian ya.. Tri ini sudah punya rumah di jawa dan rumahnya cukup besar Begitu juga dengan listri nya Dan Tri juga sudah dua bengkel motor buat celengan .Dan istrinya punya usaha toko sembako dan pakaian di pasar .Kalian menasehati Tri seolah olah Tri hobby kelayapan saja " kata Yusuf Membuat Anton dan Beni melongo
" Hahaha..... mingkem bro masuk lalat nanti Tri itu tinggal beli mobil saja besok kalo pulang bro Celengan Tri sudah banyak "Kata Ariesta menambahi
" Hah.... benaran Tri " kata Beni
Tri hanya tersenyum tak menjawab apa pun Karna masalah seperti itu tak perlu ia jelaskan Karna orang akan mengiranya ia akan pamer.
__ADS_1
" Tri ngak akan cerita sama kalian bro Karna itu ngak penting Tapi gue sendiri sudah tanya sama mbok dan mas nya " kata Rendi ikut menimpali
" Sorry kami pikir lho belum punya rumah Tri " Kata Anton
" Seperti itu Tri ngak perlu di ajarin bro Dia sudah punya planning sebelum menikah " Kata Yusuf menambahi lagi
" Pantasan saja banyak yang mau Rupanya sudah menimbun sendiri toh " kata Beni Yang lalu tak percaya Tri punya planning dini dalam hidupnya Karna tak ingin berlama lama jadi karyawan Tapi Tri ingin berdiri sendiri
" Itu harus Ben , apa kau tahu kematangan pendidikan seseorang tidak menjamin kematangan cara berpikirnya Tapi kematangan niat adalah dasar pondasi yang kuat Karna niat yang baik itu bisa membawa kita pada kedewasaan " Kata Tri
" Wah pa kepala mekanik kita hebat plok..... plok.... plok " kata Ariesta bertepuk tangan Karna ia tahu memang Tri cukup berpikir dewasa slama ini
" Makanya nya ngak heran Tanpa merayu cewek pun sudah banyak cewek yang nyosor ya Tri " kata Mas kentung
" Kalo itu pengecualian mas, karna sama mba Yuni dia mengemis cinta hahaha...... Ya kan Tri " kata Aris sambil tergelak
" Asem lho ris, tahu saja " kata Tri tersenyum
" Aish kalian ini hafal ya watak kepala mekanik kalian " kata Beni
" Maklum ris cinta mati " kata Ariesta
" Siapa bilang buktinya dia nikah lagi Tuh cintanya hilang sekejap " kata Anton
" Siapa bilang kan Tri pria setia ya kan bro Apalagi mba Yuni ............" kata rista
" Ta... ...." kata Tri menatap Ariesta yang hampir keceplosan
" Apa ta?" kata Beni
"' Ah bukan apa apa, ya itu takdirnya Ngak salah kan bila mau menikah lagi " kata Ariesta Yang membuat Beni menatap Tri curiga .
Yusuf yang ikut nimbrung hanya diam Tak berkomentar apa pun Karna tak banyak yang tahu tentang siapa istri Tri sekarang Apa lagi Tri tak pernah mau membawa Yuni pergi pergi Apalagi ke camp Yang membuat banyak orang penasaran Sedangkan Rendi dan Rudi hanya diam Tak berkomentar Takut salah karna memang mereka sudah di minta pa Sugeng untuk tutup mulut .
__ADS_1
Sedangkan Danang yang tiduran di kamar Hanya bisa diam di tatap Azam dan Febri Karna Danang jelas salah Karna sudah membuat ulah lagi Yang membuat dirinya malu sendiri
" Makanya mas sudah ku bilang kan Jangan cari masalah " Kata Febri
" Yang membuat Danang diam tak brani bicara Karna merasa sangat malu Tiap kali ia ingin berbuat jahat pada Tri ada saja celah untuk di permalukan Karna ketahuan Apalagi dengan Yuni dulu seakan mereka punya malaikat penjaga Dan juga para hantu yang slalu mengawasi nya Yang membuat Danang akhirnya berpikir lagi bila ingin berbuat jahat pada Tri dan Ariesta
" Ngak kapok mas, atau mau mencoba lagi " Kata Azam
" Apa kalian berdua tak bisa diam. pergi sana !! aku mau istirahat " kata Danang kesal Karna tak mau membahas itu lagi
Lain halnya dengan Ferdi Yang berkerja sambil mengingat Yuni Dan perkataan Akhtar saat di tanya Yang membuatnya semakin penasaran Karna secara fisik istri mirip Yuni Tapi cara berpakaian yang berbeda Kalo yang ini lebih anggun dan lembut Sedangkan Yuni lebih tomboy dan cuek Yang membedakan dua sisi berbeda Namun Tri memanggil Yuni dan istrinya dengan panggilan yang sama
" Apa dia Yuni Tapi cara nya berbeda " kata Ferdi bingung Yang masih menebak teka teki itu Seakan ia di hadapkan pada situasi sama namun berbeda sikap .
" Kalo dia kenal Ariesta kenapa bersikap biasa saja Seakan mereka orang asing " kata Ferdi bingung
" Fer......." kata Adi mengangetkan Ferdi
" Ya ada apa ?" kata Ferdi
" Dih melamun ya bang , tuh di suruh mas Tri makan bareng " kata Adi
" Nanti saja , kalian saja duluan " kata Ferdi
" Semua bang kita makan bareng bareng Sudah di siapkan mba Narsih kok " kata anak baru
" Ya bang " kata yang lainnya
" Ya sudah duluan sana Aku mau cuci tangan dulu " kata Ferdi Yang memang bertugas memandu anak baru bersama Adi Lalu setelah itu mereka berkumpul di ruang tengah untuk makan siang .
" Akhtar ayo makan de " kata Tri
" Akhtar masih kenyang yah ini mau lihat Ade elang " kata Akhtar Yang duduk anteng di samping elang Yang tiduran di kasur Yang ingin di gendong hantu kunti Namun ketika Nia masuk seketika itu juga Nia.......
__ADS_1
" Aaaa.. ..... " Teriak Nia kaget melihat Elang duduk terbang .