Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 272


__ADS_3

Paginya ketiga hantu itu heboh bercerita di dalam mobil Karna melihat ada yang aneh rumah ibu .Dan mereka heran karna ada penampakan kilatan cahaya tadi malam Yang membuat Yuni hanya tersenyum ketika meletakkan makanan untuk ketiga nya .Mendengar mereka beradu ego tentang hantu jin dan setan


" Ada ada saja hantu kok takut hantu " kata Yuni dalam hati


pagi ini Yuni sudah menyiapkan sarapan untuk mertua dan keluarganya di karpet ruang tengah Dan mereka makan lesehan bersama .Agar ibunya tak repot memasak hanya tinggal membuat teh hangat dan merebus telur Juga membuat bingka kesukaan Akhtar


" Wah..... bun kok ada nasi kuning dan lontong sama ikan masak merah juga " kata Akhtar senang Yang sudah terbiasa makan dengan masakan daerah .


" Enak ya tar eyang suka, tapi ngak bisa buat kaya gini " kata mbok .


" Beli banyak mbok " kata Tri


" Tetap beda mas , mbok mau bikin sendiri " kata Yuni


" Iya kan di jawa ngak ada " kata mas Arga


" Kalo di jawa itu nasi kuningnya sama kering tempe dan irisan telur dadar dan timun saja le. Kalo di sini nasi kuning nya enak pake telur ayam ikan masak merah gini nih.... enak kan " kata mbok Yang membuat ibu tersenyum


" Ya mbok nanti bisa beli cabe merah bikin sendiri saja disana " Kata ibu


" Ya besan nunggu mba Yuni pulang Biar bisa bikin ya kan ndu " kata mbok


" Ya mbok , tapi di jawa jarang ada ikan gabus adanya ikan kutuk "kata mas Arga


" Ikan apa itu pakde " kata Akhtar


" Ya seperti ikan gabus " Kata pakde


" Oh gitu " kata Akhtar mengangguk anggukkan kepalanya. Seakan berpikir apa ikan itu sama bentuknya Karna setahunya tak ada yang menjual di pasar waktu itu


"' Akhtar ajak eyang jalan jalan ke duta mall sana di transmart biar eyang senang " kata ibu menatap cucunya


" Mau..... mumpung ada mobil ya yah Akhtar jalan jalan Kan besok eyang pulang " kata Akhtar menatap Tri


" Ya tapi nanti sore ya de , ini mau silahturahmi sama eyang bude dulu juga Sama kakung Akhtar" kata Tri Yang ingin bertemu paman Yuni dan juga bude nya juga para sepupu istrinya itu .


" Ya tapi tetap pergi ya yah "kata Akhtar Yang senang ingin pergi jalan jalan


" Ya nanti ya " kata Tri Yang mengusap kepala putranya itu Yang membuat ibu tersenyum Melihat cucunya itu tumbuh sehat dan pintar Bahkan sangat dekat dengan sang Ayah

__ADS_1


" Semoga kalian bahagia sampai maut memisahkan kalian nak " doa ibu dalam hati yang mengingat putrinya itu Jarang mendapat kasih sayang ayahnya . Apalagi adik Yuni yang masih berusia 2 bulan dalam kandungan saat suaminya meninggal Karna kecelakaan kerja Yang membawa kesedihan mendalam baginya Hingga ia harus membesarkan anak anak sendirinya Dengan bertahan hidup berjualan sayur di pasar setiap hari


" Apa ibu ingin ikut kami tinggal di jawa bu ?" kata Tri menatap mertuanya itu


" Kalo ibu ke jawa tak ada yang menjaga rumah ini " kata ibu lirih


" kan bisa di kontrakan " kata Tri


" Sudah nak itu yang empat pintu di depan sudah di kontrakan ibu buat uang belanja hari hari Yang punya istrimu juga di kontrakan ibu Tapi uang nya buat sekolah Alif " kata ibu menjelaskan


" Hah ....ade punya rumah ?" kata Tri kaget


" Iya lah nak , buat apa dia kerja kalo ngak bisa bikin rumah sendiri , itu kontrakan juga Istri mu yang bangun Sama renovasi rumah ini semua dari bunda Akhtar .Kalo ibu uang nya cuma buat makan nak ." kata ibu menjelaskan .


" Alhamdulilah besan kalo bisa buat bertahan Saya saja tiap bulan di kirimi mas Tri Karna mas nya gajinya kecil masih honorer " Kata mbok menjelaskan


" Alhamdulilah besan , yang penting bisa untuk makan . Kalo tinggal disini juga ngak masalah tuh rumah bisa di pakai " kata ibu


" Tapi Tri juga punya rumah disana besan Dan sudah ada usaha kecil kecilan bengkel lumayan buat jajan Akhtar " kata mbok bercerita


" Ya syukurlah " kata ibu


Cukup lama mereka ngobrol setelah itu Yuni mengajak Tri kerumah budenya dan paman nya Sambil membawa oleh oleh di temani ibu Untuk bersilahturahmi dengan kerabat Yuni dari pihak ayahnya


Sorenya Yuni mengajak Tri untuk menyenangkan Akhtar ke mall bersama ibu dan mbok juga mas Arga Yang di ikuti hantu bocil dan kunti juga om .jon


" Wow...... Keren bun " Kata Akhtar senang Ketika melihat mall besar .Yang membuat senang bisa bermain Mbok dan Arga yang ikut hanya mengeleng Melihat Akhtar heboh sendiri .Karna ini pertama kali nya ia masuk ke mall besar


" Bun ...... Akhtar mau jajan dan main ya bun yah..... Lihat ada kereta kuda keliling " Teriak Akhtar senang


" Hahaha . ... anak mu de, kaya baru lepas kandang saja "Kata Tri tertawa Karna memang Akhtar baru kali ini di ajak ke mall oleh orang tuanya .Yang membuat anaknya sangat senang Dan senyum senyum sendiri Melihat mall yang penuh pengunjung


" Tri baju nya mahal " Kata Arga Ketika melihat kemeja di depannya


" Ya murah di pasar mas bisa ditawar lagi , kalo di sini ngak bisa di tawar tuh sudah ada harga nya " Kata Tri tersenyum


" Yo ..... di yogya ya sama de, kurang lebih segini harganya " Kata mas Arga


Sedangkan Yuni melihat model baju hem muslim bersama ibu dan mbok Sambil membiarkan Akhtar milih mainan dan jajanan yang iya suka .

__ADS_1


" Mbok pilih saja , sama ibu maksimal dua potong .Nanti Yuni yang bayar " kata Yuni Sambil mengejar Akhtar yang memilih milih coklat di rak makanan


" De tunggu ibu ambil keranjang dulu " kata Yuni berlari mengambil keranjang Lalu kembali mendekati Akhtar yang sudah mengendong semua jajanan


" Bunda beli ini ya bun,Akhtar mau semua " kata Akhtar


" Ya de, taruh di keranjang dulu Biar ngak tercecer nak " kata Yuni Yang tahu putra nya itu kalap belanja Namun Yuni hanya membiarkannya Karna ini pertama kalinya Akhtar belanja Nanti kalo sudah terbiasa pasti juga bersikap biasa


Lalu Yuni pun membiarkan putranya itu mengambil dan memasukan semua apa Yang ingin Akhtar beli Dan menemani Akhtar berkeliling melihat rak jajanan


Hingga tanpa sengaja Yuni menyenggol seseorang Yang membuat pria itu kaget Dan menatap Yuni hingga berdiri terpaku


Bug ........


" Eh maaf " kata pria itu


" Ariesta ........"kata Yuni kaget Menatap pria di depannya


Membuat pria itu kaget dan tak percaya Karna wanita di depannya itu tahu namanya Lalu menatap Yuni lebih dekat


" Yuni ...." kata Ariesta tak percaya


" Iya aku Yuni sih " kata Yuni tersenyum


" Allahuakbar " kata Ariesta langsung reflek memeluk Yuni Yang membuat Akhtar melotot dan langsung mendorong Ariesta menjauh dari depan Yuni


" Jangan peluk peluk bunda ku " kata Akhtar galak berkacak pinggang


" Maaf ta , ini anakku Akhtar " kata Yuni Yang memaklumi sikap terkejut Ariesta Dan juga sikap Akhtar


" Hah..... Ini anak kita sayang !!!" kata Ariesta kaget melihat bocah mungil itu


" Sontoloyo kue ta, anakku yo Aku yang bikin " kata Tri Yang datang menghampiri mereka bersama kang Ali .


" Massa allah Tri , anak ku juga hai... ini ayah muda itu ayah tua de " kata Ariesta tersenyumlah berjongkok di depan Akhtar Yang membuat Akhtar bingung dengan maksud perkataan pria didepannya itu


" Ayah muda ???" kata Akhtar kaget


" Hahaha....... " Tawa Ariesta langsung mengendong Akhtar dan menciumi nya Yang membuat kang Ali dan Tri juga Yuni mengeleng .Karna tak sengaja mereka bisa bertemu di mall

__ADS_1


__ADS_2