Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 41


__ADS_3

Yuni berjalan dan menghilang di bawa ketiga hantu itu Mereka melayang di udara tanpa menginjak tanah Berhenti di sebuah rumah tua . Ketika sampai di sana hantu itu menunjuk kan sebuah tubuh hantu itu terpental Dan anehnya seperti ada sesuatu disana .


" Kenapa mereka melakukannya " kata Yuni


" Kami anak pondok " kata salah satu pria itu.


" Lalu " kata Yuni


" Entahlah mereka tak memperbolehkan kami mati dengan tenang .Karna kami mendukung para ketua " kata salah satu hantu itu.


Yuni pun lalu mendekati gundukan tanah Dan mencoba mengambil kayu Ketika ia mendekatinya Pagar gaib itu langsung lenyap dan hilang . Yuni lalu menggali tanah gundukan itu .Dan terlihat disana cukup banyak tengkorak kepala manusia terkubur dan berserakan Memang antara orang biasa dan kaum menengah di bedakan cara penguburan nya . Yang membuat Yuni kaget Karna puluhan kepala tergeletak bercampur yang baru


" Hue..... hue.....Yuni muntah menahan bau busuk Dan lalu cepat cepat menutupi hidung nya dengan baju nya .


Dan tak lama hujan pun turun Membuat bau busuk menyengat itu hilang. Yuni pun lalu mencari ketiga kepala hantu itu .Setelah mendapatkan nya .Yuni pun memberikan kepala itu Dan kembali menutup dan mengubur kembali sisanya kepala yang lain


" Selesai , ayo antar aku pulang "kata Yuni Yang mulai basah kuyup . Dan ketiga hantu itu berubah jadi tiga pria tampan bergamis putih


" Rupanya mereka anak santri yang juga jadi korban Ampuni mereka ya rabb" kata Yuni yang lalu terbang menghilang Dan ia tiba tiba sudah berada dalam kamar nya sekejap mata


Ting .....


" Astaga " kata Yuni kaget .


Lalu Yuni membuka jendela kamarnya . Dan terlihat tiga pria itu tersenyum pada nya sambil menangkupkan kedua tangan mereka .Mengucapkan trimakasih dan Yuni pun mengangguk Sambil tersenyum Lalu mereka menghilang begitu saja. Yuni pun kembali menutup jendelanya Dan menguncinya dengan rapat Dan masuk kamar mandi Untuk membersihkan diri .


Setelah selesai ia pun berganti pakaian lalu tidur nyenyak ..


Dini hari pintu kamarnya di ketuk seseorang Dan Yuni pun membuka mata nya Dan lalu membuka pintu


Ceklek .....


"Aaa............." teriak Yuni kembali menutup pintu keras Karna mahluk berbulu itu berdiri di depan kamarnya .


Brak.........


" Yun...... kenapa tok.....tok...... ?" Andre mengetuk pintu .

__ADS_1


Yuni pun lalu kembali membuka pintu Dan Andre berdiri didepannya .Yang membuat Yuni lega Kalo mahluk itu sudah pergi


" Dia datang lagi mas " kata Yuni


" Hah.... mana ?" kata Andre


" Tadi sebelum mas Andre " kata Yuni Sambil lihat ke arah pintu Namun tak ada siapa pun .


" Ya sudah sini tidur di kamar kita saja Nanti kalo kamu di ganggu lagi gimana Kalo hilang dan di culik kan bingung " kata Andre . Yang lalu menarik Yuni ke kamarnya . Dan menyuruh Yuni tidur di kasur kosong dan menyelimutinya .


" Astaga mas nanti pa Tyiur bangun " kata Yuni .


" Tidur yun , ngak udah berisik biar tuh hantu ngak ganggu " kata pa Tyiur .


" Ya pa maaf " kata Yuni. Lalu ia pun berbaring dan memejamkan matanya. Untuk kembali tidur Dan Andre lalu menutup pintu kamar Yuni Dan juga pintu kamar nya Untuk kembali tidur Dan menutupi tubuh Yuni biar tak terlihat .


Mereka pun kembali tidur Namun di kamar Yuni terdengar suara berisik membuat Moko Aris Seto dan Umar bangun .Karna terdengar suara aneh


Lalu keempat pria itu pun bangun Dan saling pandang Lalu keluar kamar Menuju kamar Yuni untuk melihat apa yang terjadi .


Dan ketika mereka berempat membuka pintu kamar Yuni tiba tiba


Yang terkapar lemas. Dan mahluk itu menghilang sekejap mata


" Inalilahi masih hidupkan " kata Umar lalu memeriksa Ferdi .


" Akh ......gila tuh mahluk dia menyerang ku " kata Ferdi lirih


" Salah sendiri Kenapa kamu ada disini , Yuni mana ?" kata Seto .


" Dia pasti sudah menculik nya " kata Ferdi


" Astaga kamu berkelahi rebutan Yuni lagi Fer, Di tambah si hantu lagi . Mana si gondorowo juga ikut .....hi...... seram amat sih " kata Seto memikir kan Yuni di culik lagi oleh mahluk itu


Sedangkan di kamar Pa Tyiur dan Andre juga Yuni tidur nyenyak Tanpa terganggu sedikit pun.


" Ya Allah kenapa mereka juga ikutan rebutan Yuni sih , kan dia bukan bangsa hantu " kata Aris yang terduduk lemas

__ADS_1


" Trus kita harus bagaimana ini " kata Moko Menatap Ferdi yang di serang gondorowo itu .


Nanti kita musyawarah kan saja , menunggu pa Tyiur dan mas Andre bangun.. Kasihan juga tuh Yuni jadi sasaran para hantu. Kalo manusia yang rebutan karna naksir Aku sih maklum Nah ini masa hantu dan gondorowo ikutan ngamuk sama Ferdi " kata Umar


" Biarin lah , lagian ngapain juga kamu masuk kekamar mba Yuni .Aku curiga dengan mu " kata Aris penuh selidik


" Aku hanya menjaga nya " kata Ferdi


" Menjaga atau mau menyelinap " kata Aris yang menatap Ferdi tajam. Karna ia tak senang pada Ferdi Apalagi tadi sore Ferdi sempat menyerang Tri . Sampai mengacungkan pisau dapur Yang menjadi perbincangan semua karyawan mess dan staf. Karna ulah Ferdi yang cemburu buta .


" Iya Fer kenapa kamu ada di kamar Yuni mana Yuni nya " kata Moko


" Aku kesini Yuni sudah tidak ada .Dan mahluk itu menyerang ku tiba tiba " kata Ferdi mengambil kotak obat Yuni Dan melap bekas luka cakaran hantu gondorowo itu


" Bagus lah , itu upah mu . Karna kamu juga menyerang Tri tadi sore kan " kata


Aris menyindir


" Huh.......memang salah , kalo aku cemburu " kata Ferdi


" Ck .... jelas salah , lho bukan pacar mba Yuni ngaku pacar nya. Mana dia mau Ngaca bro ingat jangan terlalu tinggi bermimpi lho hanya mekanik bukan kepala mekanik " kata Aris sengaja Karna ia mengingatkan Ferdi yang egois .Karna tahu sifat brengsek Ferdi


Yang sok percaya diri dan ngaku paling keren dan ganteng .


" Sudah ngak usah di bahas yuk ko tidur lagi " kata Umar


" Yuk biarin dia disitu biar di makan hantu " kata Seto


" Astaga rese banget sih kalian " kata Ferdi Yang merasa para staf tak menyenangi dirinya .


Moko Aris Seto dan Umar pun kembali kekamar untuk tidur .Padahal sudah jam setengah 4 subuh .Tapi karna mengantuk mereka pun kembali tidur Meninggalkan Ferdi seorang diri di kamar Yuni .


Ferdi hanya diam dan duduk di kamar Yuni seorang diri .Sambil mengobati bekas lukanya Karna tadi ia mendadak di serang gondorowo yang membuat nya kaget Dan hampir di cekik mati . Kalo tidak di teriaki Aris dan umar .


" Sial ..... rupanya mahluk itu juga menyukai nya. Enak saja mereka ingin menculiknya. Aku harus bisa mendapat kan nya lebih dulu " kata Ferdi Yang lalu berbaring di kamar Yuni sebentar menunggu siang .


Di kamar Pa Tyiur Yuni masih tidur meringkuk .Di tutupi selimut tebal milik Andre .Yang membuat Yuni nyaman . Karna ia sangat lelah setelah mengali tanah pemakaman kepala manusia.

__ADS_1


***Maaf telat update, tadi ada tamu jauh Dan juga ada gempa 6, 4 skala yang berdampak kerumah ***🙏🏻🙏🏻


__ADS_2