Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 160


__ADS_3

Yuni terbangun ketika alarm subuhnya berbunyi Dan membuka matanya


Deg......


"' Astagfirullah aladzim jadi ini bukan mimpi " Kata Yuni kaget Karna Tri memang tidur dengan nya tadi malam .


" Tri ..... bangun apa yang kau lakukan .." kata Yuni Membangun Tri


" Mas tak melakukan apa pun cuma tidur kok de " kata Tri lembut


" Tri jangan begini pulang sana !!" kata Yuni tak mau terlalu dekat dengan Tri . Karna pada akhir nya dia juga akan kehilangan Tri seperti Tommy .Dan merasakan sakit hati


" Astaga de, tenang dulu ayo sholat . Nanti mas jelaskan " kata Tri Yang melihat Yuni yang marah padanya Lalu memeluk nya agar Yuni tenang .


" Tak perlu merayuku Tri " kata Yuni Mencoba berontak


" Astaga memang Mas ngak merayu Ade kan Cuma mas kangen ayo sholat dulu " kata Tri yang lalu turun dari tempat tidur mengajak Yuni sholat berjamaah


" Setelah ini kita cari sarapan ya " kata Tri menatap Yuni bersiap sholat


" Ya " kata Yuni cuek Yang diam mengambil rukuh parasutnya Dan Tri tak sengaja melihat dompet Yuni .


Setelah selesai sholat Yuni pun mandi Dan Tri diam diam membuka dompet Yuni dan mencatat semua alamat yang harus ia cari Karna Ia tak mau kehilangan Yuni Jadi terpaksa lah ia seperti pencuri Yang sedang mencari semua indentitas Yuni setelah itu ia pura pura tiduran Dan bergegas mandi setelah Yuni keluar dari kamar mandi .


" Mas ngak bawa baju , bisa belikan ngak Kali aja ada toko di dekat sini " kata Tri menatap Yuni


" Ya hem atau kaos " kata Yuni yang memang hotel tempat mereka menginap tak jauh dari pasar .


" Apa saja terserah ade, dompetnya diatas kasur ambil saja " kata Tri yang masuk kamar mandi


Yuni lalu mengambil uang di dompet Tri


Yang membuat nya kaget Karna ada foto dirinya dan Tri di dalamnya dompet


" Astaga kapan Tri mengambil foto ini " kata Yuni heran Mengingat saat mereka berempat pergi makan malam itu


" Ah.... biar lah buat kenang kenangan " kata Yuni Yang lalu mengambil beberapa uang lembaran merah .


" Banyak juga duitnya " kata Yuni lalu mengambil 5 lembar uang ratusan lalu keluar dari kamar Lalu turun kebawah Dan benar saja ada toko pakaian di depan hotel yang tinggal menyebrang jalan. Dan yuni pun masuk untuk membeli celana jins Dan baju kaos panjang tangan Karna Tri biasanya suka dengan kaos bahan dingin


Sedangkan Tri menunggu dengan sabar di kamar dengan bertelanjang dada Dan membuka pintu Ketika seorang pelayan pria mengantar sarapan .


" Maaf mas ini sarapannya Untuk dua orang "kata pelayan itu tersenyum


" Ya mas trimakasih" kata Tri yang lalu menerimanya Lalu menaruh nya di atas meja .Nasi goreng dengan menu telur dadar dan buah Dan kembali menutup pintu Ketika pelayan itu pergi

__ADS_1


Sedangkan Yuni selesai membeli baju langsung keluar dari toko Dan ketika melihat jajanan di pinggir jalan Yang menjual basah kue basah Yuni pun membelinya Karna itu kue kesukaan nya Kue lapis beras dan pastel isi Ayam juga bakpao isi ayam Yang membuat Yuni senang Karna lama ia tak mendapatkan nya kecuali di pasar pasar tradisional


Setelah itu Yuni kembali kekamar Dan Tri duduk melamun Ketika Yuni datang


Membawa belanjaan nya .


" Nih .... maaf lama ya " kata Yuni


" Lumayan, tuh ade sarapan dulu .Sudah dianterin sarapan pagi " kata Tri Yang lalu memakai celana nya lebih dulu Dan itu pas di pinggang nya


" Heh..... kok ade bisa tahu ukuran celana mas " kata Tri kaget


" Ya Yuni kira kira saja mas " kata Yuni Yang juga tidak tahu ukuran celana Tri Dan ia hanya mengira gira saja ukuran pinggang seukuran Tri


" Pintar ...trimakasih ." kata Tri mencium pipi Yuni


" Tri apaan sih cium cium " Kata Yuni kaget Yang duduk ingin makan


" Hahaha........kan mas kangen " kata Tri


" Kita belum halal Tri , dosa " kata Yuni .Mengerucut kan bibir nya


" Dosa tapi di lakuin juga, biar mas yang tanggung " kata Tri terkekeh


" Tahu ah " kata Yuni yang lalu sarapan dan makan pastel Karna ia tak habis pikir Bagaimana Tri bisa menemukan alamat tempat nya menginap Padahal Yuni tak memberi tahu Tri sama sekali kemaren


Dikantor sampit Sandi dan Beni ribut karna Tri tak pulang tadi malam dan juga tidak tidur di kamar mereka Yang membuat dahi pa Sugeng berkerut Karna anak buahnya itu tak biasanya menghilang tanpa pamit .


" Coba bapa telpon mungkin dia tidur di luar " kata pa Sugeng


" Tadi sudah kami telpon pa, tapi ngak diangkat angkat " kata Sandi


" Pasti belum bangun Dan pastinya dia punya alasan untuk tidur di luar " kata pa Sugeng menunggu Tri mengangkat ponselnya .


" Ya pa , gimana pa ? Kata Tri di seberang sana kaget Karna pa . Sugeng menelpon nya


" Kamu kemana saja hah ... !! Kamu tidur di luar Tri " kata Pa sugeng penuh selidik


" Iya pa , Saya menjemput seseorang . Nanti saya akan pulang kalo sudah selesai " kata Tri memberi alasan


" Siapa ?" kata pa Sugeng ingin tahu


" Nanti juga bapa tahu " kata Tri disebrang sana


" Baik .... hati hati .Bapa tunggu " kata pa Sugeng lalu mematikan ponselnya Dan melanjut kan sarapan nya

__ADS_1


" Di mana pa Tri nya ?" kata Raya yang nongol dari depan


" Lagi ginap di luar " kata pa Sugeng


" Paling jemput Yuni pulang kan dia mau berhenti besok Makanya dia kesini untuk mengajukan surat pengunduran diri " kata Raya


" Uhuk .....uhuk .......Yuni ......Apa dia sudah pulang Trus mau berhenti kerja " kata Sandi kaget


" Ya kemaren bilang begitu , Kan tadi malam Tri nyari Yuni " kata Raya


" Yuni serius berhenti Ray , kenapa ?" kata pa Sugeng


" Ngak tahu juga pa, kan nanti bisa dengar dari Yuni nya langsung Dia cuma bilang mau berhenti saja Mau nyari tempat yang nyaman untuk kerja di kota " Kata Raya


" Bukan nya sudah betah disini " kata pa Sugeng


" Ya betah tapi ngak nyaman untuk karier harus perlu proses " jelas Raya Yang tahu Yuni ingin kuliah lagi Jadi ngak mungkin ia tinggal di daerah Akan lebih mudah bila kuliah nyambi kerja di kota besar Karna pulang kerja bisa langsung kuliah


" Ya pantas Tri terlihat gelisah tadi malam Karna Yuni mau berhenti bakal patah hati tuh anak " kata Sandi terkekeh


" Patah hati berjamaah San , tapi itu lebih baik ketimbang lho ngak ada usaha Paling tidak dia sudah mencoba . Apa lagi Tri lulus jadi kepala mekanik dan dia akan berada 3 bulan saja di lapangan Lho kan belum " kata pa Sugeng


" Hah...... Kok bisa pa, Bapa tahu dari mana ?" kata Sandi kaget Begitu juga Beni Yang lagi makan


" Tahu lah yang lulus itu Rusli Tri dan Beni lho sama Anton masih nunggu lagi tiga tahu kedepan Dan setelah 3 bulan Bapa akan pulang ke jakarta " kata pa Sugeng menjelaskan


" Alhamdulilah ........ Ya allah trimakasih sudah memberiku rezeki " kata Beni Yang senang Mendengar ia lulus ujian Dan naik jabatan Sambil berjingkrak Yang membuat semua orang tertawa Tapi tidak bagi Sandi yang terlihat memasang wajah masam .Karna Tri lebih dulu naik jabatan dari padanya .


Tak lama terdengar suara motor di depan Dan terlihat Tri berjalan membawa dua dus barang .


" Assalamualaikum " kata Tri memberi salam


" Walaikum salam " jawab semua .orang


" Lah Yuni nya mana Tri " kata Raya Melihat Tri menaruh kotak di atas meja Barang bawaan Yuni


" Tuh sudah masuk kamar mba Raya " kata Tri


" Hah...... benaran " kata Raya berlari senang lalu menuju kamarnya Karna pasti nya Yuni akan membawa oleh oleh untuk nya


" Astaga ...... jadi lho jemput Yuni Tri Trus lho tidur sama dia juga ." kata Sandi


" Siapa yang tidur sana Tri ?" kata suara


bertanya Membuat semua orang menoleh

__ADS_1


" Nugrah .......!!! " kata semua nya kaget


__ADS_2