Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 112


__ADS_3

Sosok itu berontak dan Yuni lalu menangkap rambutnya


" Kau pasti tahu badan bayi itu !! Cepat kata kan " kata Yuni sambil mengacung kan parang panjang itu


" Tidak dia miliki " kata sosok itu melawan


" Kalo kau tak memberitahu kan nya aku terpaksa membakar mu " kata Yuni


mengancam sosok itu Dan Yuni mengambil korek api


" Jangan .... Jangan .....dia anak ku Dia ingin diambil oleh pria tua itu


" Untuk apa ?" kata Yuni


" Mereka ingin menjadikan nya sepertiku " kata sosok itu menangis


" Kau kan yang menemui ku kemaren malam " kata Yuni


" Ya .... aku kuyang , orang tua angkat ku ingin anak ku mewarisinya ilmu nya .Tapi aku membuatnya meninggal Karna aku tak mau dia hidup seperti ku " isak sosok mata merah itu .Dan tak lama Yuni melihat dua hantu tanpa kepala mendekati nya


" Ada apa " kata Yuni


" Jangan laku kan, kasihan dia " kata salah satu hantu itu


" Kenapa kalian tak memasang kepala kalian " kata Yuni .


Ting...........


" Kami sudah biasa tak pakai kepala " kata hantu satunya .


" Ck..... Kalian pasti ingin menakuti orang kan " kata Yuni


" Hehehe ..... Iya yang usil saja " kata mereka


" Tolong lepas kan aku " kata sosok mata merah itu Membuat Yuni melepaskan jambakan nya pada rambut kepala itu terbang itu


" Sudah sekarang kata kan di mana badan bayi itu " kata Yuni


" Tapi berjanjilah tak memberikan nya pada pak tua itu .


" Tidak, aku akan mengubur kepalanya " kata Yuni

__ADS_1


" Beri kan saja pada ku , aku akan membawanya pergi jauh " kata sosok mata merah itu


" Baik " kata Yuni Yang lalu membuka ransel tas yang di bawanya Lalu Yuni membukanya Dan memberikan kepala bayi nya pada sosok mata merah itu


" Ini bawalah pergi Dan jangan pernah kembali " kata Yuni


" Ya trimakasih " Kata sosok mata merah itu Lalu Yuni kembali pulang berjalan menyusuri jalan setapak Yang di ikut anak anjing nya Dan entah mengapa para anjing itu tidak menggonggong Pada dua hantu tanpa kepala itu tadi .


Dan Yuni pun menyusuri perkebunan Yang sepi hanya bermodal senter


Srek......srek......srek ........


" Apa itu " kata Yuni melihat kebelakang Dan sekeliling nya Namun tak ada apa pun di sana Dan Yuni lalu kembali melangkah berjalan tiba tiba kilatan hitam menyebrang


Paijo ingin menggonggong Namun Yuni menangkap nya dan memeluk nya .Agar anak anjing itu diam


Karna sekali saja mereka berisik Ular besar itu pasti akan memangsa mereka .


Induk anjing Yang tak jauh dari mereka pun ikut terdiam Sambil mata Yuni melihat kearah mahluk melata itu menyebrang jalan Dan tangan Yuni mengengam parang erat bila Ular itu


Berbalik melihatnya


" Niw....niw ....niw ....ayo pulang " kata Yuni Dengan cepat mengiring 10 anak anjing itu bersama sang ibu Dan kadang mereka saling berkejaran membuat Yuni tersenyum


" Huh.....paling tidak ada kalian yang membuat rasa takutku hilang " kata Yuni Sambil melangkah cepat .


" Ayo cepat pulang sudah malam " kata Yuni Membuat Tri dan Ferdi Danang dan Kentung kaget melihat Yuni membawa parang panjang bersama pasukan nya


" Astaga dia dari mana malam malam begini Tri " kata Danang


" Ngak tahu " kata Tri Yang melihat Yuni dari teras mess karyawan duduk duduk mencari angin


" Mana bawa parang Tri " kata mas kentung keheranan


" Niw ....niw .....ayo cepat browni bawa anak mu istirahat Aku juga ngantuk " kata Yuni


" Guk....guk ....guk ... " jawab sang .ibu


Lalu ibu anjing ia pun mengiring anak anak anjing itu masuk kolong bawah kamar Yuni Dan Yuni .pun masuk ke mess staf Dan langsung masuk kamar nya Untuk berganti pakaian bersih Dan membersihkan dirinya


Setelah itu ia pun memakai piyama panjang dan berbaring di kasurnya karna tidak sholat

__ADS_1


" Alhamdulilah " kata Yuni yang bingung Kenapa orang itu menyuruh nya minta tolong Tapi untuk berbuat jahat .


" Atau dia sengaja " batin Yuni sambil rebahan Dan membaca dia tidur .


" Hantu Awan bantu aku mencari mereka " kata Yuni memejam kan matanya .


Dan tak lama Yuni pun ketiduran


Dalam mimpinya ia berjalan dan kenduri Hujan panas rintik rintik Dan melihat seorang wanita hamil sedang melahirkan di jalan si pinggir kali Dan melarung bayi itu .Lalu sang wanita itu menangis Dan pulang kerumah Dan mengatakan ia melahirkan di jalan .Dan mengatakan bayi itu meninggal. Pria itu pun marah Dan memukuli wanita itu lalu menjambak nya Dan membanting nya .Dan memaki makinya dengan sumpah serapah entah apa saja .


Keesokan hari nya wanita itu pergi mencari bayi yang ia hanyutkan Namun si pria tua itu mengikutinya Dan lalu melihat wanita itu mengambil bayi di pinggir jalan yang entah dari mana bayi itu tiba tiba menangis Ketika wanita itu menghampiri nya Dan pria tua itu merebutnya dan keduanya tarik menarik hingga bayi itu tak selamat Kepalanya terputus dan membuat wanita itu bersedih Dan menangis Lalu pria tua itu pulang membawa kepala bayi itu Dan Yuni mengikutinya


" Inalilahi " kata Yuni Melihat pria tua itu memberi mantra Dan mengawetkan nya Dan malam nya pria itu lalu komat kamit membaca doa Dan setelah itu ia melepas kepala sendiri dan kepala terbang Sedangkan badan nya tergeletak di sudut kamar Dan Yuni pun keluar mencari kepala itu Tapi hilang tak berbekas


Dan Yuni pun berjalan pulang Dan di jalan ia melihat kepala pria itu mengigit wanita yang dilihat nya tadi siang hingga terputus dari badan nya Dan lalu mengubur tubuh nya dan membawa kepala wanita itu pulang Dan lalu meletakan nya diatas meja dan ia kembali kekamar nya memasang badan nya Dan membaca mantra untuk kepala itu Hingga mata nya merah dan terbelalak .


"' Akh.......inalilahi " kata Yuni kaget Ketika terbangun Lalu duduk dan langsung berdoa Ketika ia tahu makna mimpi itu .


" Jadi bayi itu selamat , yang mereka perebutkan bukan bayi itu " kata Yuni yang lalu kembali berbaring dan tidur .


Pagi nya Yuni terbangun dan langsung mandi Lalu bergegas keluar Dan melihat kerumunan orang di teras mess karyawan


" Ada apa Yuf ?" Kata Yuni


" Ada anak kecil di makan ular di perkebunan " kata Yusuf


" Hah kok bisa " kata Yuni


" Ia tadi malam dan ibunya terluka parah karna gigitan ular memutuskan kaki nya


" Inalilahi wainalilahi rojiun " kata Yuni Bergidik ngeri melihat ular tadi malam Yang ia tebak habis menyerang orang


Dan anak nya Yang di serang tak selamat


" Sudah yun , ayo kita sarapan " kata Moko


" Ya mas kok mengerikan ya " kata Yuni Berjalan menuju meja makan


" Ya karna takdirnya mungkin " kata Moko yang lalu duduk di kursi untuk menunggu sarapan


" Ular ....... ular ......" Teriak seseorang

__ADS_1


__ADS_2