
Ferdi mendekati pintu Dan ingin membuka pintunya Namun ia ragu Takut bukan orang yang datang
" Siapa ?" kata Ferdi memastikan lagi
" Gue Yusuf Fer " Kata suara dari luar
Clek ....
Ferdi pun membuka pintu dan Terlihat Yusuf berdiri di depan pintu
" Astaga suf kok pagi buta sih Ayo masuk " Kata Ferdi
" Tri mendadak pulang karna ibu nya sakit makanya habis subuhan aku kesini .Karna ada alat yang mogok lagi Aku ngak mungkin pergi kan Cuma lho sama Adi karna mas Kentung hari ini ke hutan atas " jelas Yusuf
" Ya ..... Tapi istriku belum makan , ayo cari makanan . De ngak apa kan abang tinggal sendiri ." Kata Ferdi
" Ya bang " Kata Nia karna siang ia masih berani sendiri Tapi tidak untuk malam hari Yang membuatnya takut Karna di rumah sakit itu juga sepi kalo di malam hari
" Ya sudah , abang nyari sarapan dulu ya " pamit Ferdi
" Ya bang " Kata Nia
Lalu Ferdi dan Yusuf pergi untuk mencari sarapan di luar Sedangkan Yunia turun dari brankar nya untuk mengambil bayi nya dan menyusuinya
" Sabar ya de , kita lagi prihatin Papah mu sedang berjuang "kata Nia mengusap kepala bayinya pelan .
" Anak laki laki harus kuat " kata Yunia pada putranya lagi Karna ia harus bisa mengajarkan hal yang baik pada putranya
************
Sedangkan di pinggir jalan pagi ini Yuni dan Tri juga Akhtar Sudah jalan jalan pagi mencari sarapan di pinggir jalan Dan pulangnya mereka membawa oleh oleh bubur Untuk di rumah mbok
" Mas Arif "' Kata Akhtar berlari
" Ade "' kata Arif tersenyum menghampiri Akhtar dan Yuni
" Kalian dari mana le, mbok sudah masak buat kalian " Kata mbok
" Beli bubur mbok Akhtar mau lihat lihat suasana disini mbok Nih bubur siapa yang mau " kata Tri menaruh bubur beberapa cup di atas meja
" Yuni pikir ngak masak mbok kan tadi malam ada drama pingsan " Kata Yuni tersenyum
" Kamu ya Tri , biasa bikin jantungan kita Lagian kenapa ngak ngasih tahu pas pulang " kata Ayu
" Namanya juga mendadak Kan belum sempat jelasin sama pak le " kata Tri
" Sudah ngak usah di bahas Malah ribut lagi ada yang pingsan lagi nanti Sar sini ayo sarapan bareng " kata mbok .
" Sini sar , ngak pake konde dan kebaya lagi kan " kata Tri terkekeh
__ADS_1
" Mas, apaan sih ?" kata Yuni .
" Iya itu demi mas Tri lho mas . Maaf ya mba Sari kan ngak tahu kalo mba Yuni itu masih hidup dan baik baik saja " kata Sari merasa malu Mengharap kan suami orang Tapi berakhir mengecewakan
" Hehehe...... ngak apa apa sar , kamu mau jadi istri muda nya mas Tri " kata Yuni mengoda Sari
" Ade ........" kata Tri melotot Menatap Yuni yang terkekeh
" Bercanda mas " Kata Yuni
" Ngak lucu de " Kata Tri yang merebahkan kepalanya si pakuan Yuni .
" Hahaha...... ngambek ngono ya mas, tapi aku mau kok mas jadi istri muda nya mas Tri " kata Sari ikut mengoda
" Jangan geer Sar, nanti kamu sakit hati sendiri " kata Arga
" Aku yang ngak mau Sar, takut menyakiti Sudah cukup satu saja Yang satu aja bikin pusing . Ya ngak de apa lagi dua " kata Tri menatap Yuni
Membuat mbok tersenyum Karna tahu putra nya itu tak bisa pindah ke lain hati Karna hanya menantunya itu Wanita satu satunya yang di cintai putranya
" Iya tahu, Nanti de Sari nunggu Yusuf aja yang datang ya Sar " Kata Yuni .
" Baik ngak orang nya mbak ?" kata Sari
" Ya lumayan " Kata Yuni Yang tahu suaminya itu termasuk cowok yang cuek dan sederhana Tapi itulah yang jadi daya tarik tersendiri bagi para wanita Karna Tri hanya perhatian pada wanita yang ia sukai .
" Iya de , ayo Tri Arif mana ya kok ngak sarapan " kata Arga
" Arif makan bubur pa, nih kasih ade Akhtar" Teriak Arif di dekat mbok
" Ini ada bubur mas , kalo mau tadi beli Akhtar pengen tahu rasanya " kata Tri
" Ya nanti , lama de kalian cuti nya " kata Arga
"' Cuma empat hari mas , de ambil oleh oleh kemaren yuk " kata Tri berdiri ingin .pulang kerumah .
" Oh iya lupa mas " kata Yuni Yang mengikuti Tri
" Ade disini dulu ya nak , bunda ambil jajanan " kata Yuni
" Asyik ..... pasti aku kebagian kan " kata Ayu senang Ketika Tri dan Yuni pulang . kerumahnya
" Yu yu, kamu itu kebiasaan , malu sama ade iparmu kalo dengar " Kata mbok Yang mengusap kepala Akhtar dan Arif
" Iya mbok, iki calon ade ipar juga mbok tak ngak jadi " kata Ayu menyindir
"' Dih mbak ayu ngece, kan aku tahunya mba Yuni meninggal kalo geer ngak salah toh " kata Sari manyun
Membuat mbok terkekeh, Sar sing arep sama Tri bukan cuma kamu .Tuh si Nugrah juga mau dulu malah akrab dari sma ndu Tapi sayang Tri hanya mengangap nya sekedar teman ngak lebih ndu Jadi bukan salah cinta nya yang di tolak Tapi tempatnya ndu. " kata mbok
__ADS_1
"' Dan kalo belum nyampe jodohnya Ya belum bisa Sar" kata Arga
" Ya mbok , mas Sari tahu , Tapi Sari masih di anggap anak toh mbok " kata Sari Walau ia di gaji Tri Tapi mbok sayang padanya sudah seperti anak nya sendiri
" Ya Sar , kami menganggap mu ade e dewe " kata Ayu
" Iya sar , kan itu gunanya kamu disini bisa nungguin mbok Karna kami semua kerja Kan kan kamu pengacara ( pengangguran banyak acara ) " kata Asih terkekeh
" Ih mbak Asih mah gitu " kata Sari Yang mendekati Arif dan Akhtar Yang asyik bermain kartu dan gambar
Tak lama Tri datang lagi bersama Yuni Membawa kantong kresek besar
"' Nih oleh olehnya mbok. Di bagi mbok nya mbok " kata Tri
" Waduh kok banyak de " kata Ayu
" Kan pak le sama Sari juga dikasih Biar ngak meri " kata Tri yang duduk di dekat Mbok .
Sedangkan Yuni duduk di dekat Sari Yang membuat Sari tersenyum Karna Yuni terlihat anggun terlihat cantik dengan baju syar, i
" Mba dulu pas mas Tri suka sama mba sudah pake beginian " Kata Sari bertanya pelan
" Ngak Sar , mba masih kaya kamu masih pake celana jins juga dan kaos Cuma sekarang mau hijrah setelah berhenti kerja " kata Yuni
" Yah sayang mba , kenapa berhenti kan enakkan kerja mba dari pada di rumah " kata Sari
" Tidak juga , sama saja Sar. Yang penting niat nya " Kata Yuni Sambil melihat sosok besar hantu sedang menatapnya tajam .Lalu Yuni mengalih kan perhatiannya dengan melihat ketempat lain
" Bunda.........." ..Teriak Akhtar tiba tiba Langsung memeluk Yuni ketika ia melihat sosok hantu besar itu
" Ade .....ada apa ?" kata Tri kaget Begitu juga dengan yang lain
" Hantu besar yah , Tadi disitu !!" tunjuk Akhtar Sambil menaruh wajahnya di dada bundanya Dan Yuni memeluk nya erat Yang membuat Arif lari ke Arga karna ikut kaget
" Hantu pae gede tenan " Kata Arif ikut ikutan
" Heh ..... emang ade lihat " kata Arga Yang sudah tahu dari pak le nya Kalo di rumah mbok ada penunggu nya
" Tri anak mu bisa lihat hantu " Kata Arga menatap Tri
" Iso mas" kata Tri
Sedangkan mbok hanya diam karna sudah tahu sejak lama Tapi ia tak menganggu Dan tak pernah menampakan diri Tapi entah mengapa Akhtar bisa melihat Yang membuat mbok bertanya tanya Ada kelebihan apa dengan cucunya itu Karna tak semua orang bisa melihatnya .
****
Maaf telat update karna tadi harus jemput anak sekolah jadi nungguin lama
******
__ADS_1