Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 78


__ADS_3

Semua orang pun kaget melihat bangkai anjing mati berdarah di kamar Yuni


Hoek.........hoek.......


Yuni pun bergegas keluar Dan muntah di samping mess Karna merasa mual melihat nya .


" Siapa yang melakukannya padahal ngak ada orang masuk sini kan tadi " kata Andre .


" Iyo mas, mbok juga kaget . Biar Yuni tidur sama mbok dulu Tolong itu di bersihkan siapa yang mau bantu " kata mbok merasa ikut mual melihatnya


" Ya mbok tuh tolong Yuni ..


Yang muntah di depan " kata Moko


" Hoek..... hoek ..... " kata Yuni yang menjadi perhatian Tri yang baru pulang dari perkebunan


" Yun ..... Kenapa ?" kata Tri yang bersama Aris dan Ariesta Mendekati Yuni Yang duduk berjongkok


" Itu Tri lihat kamar Yuni .!!" kata mbok


" Hah ... ono opo mbok ?" kata Arista Yang bergegas ke kamar Yuni Yang kaget melihat anak anjing mati dengan kepala putus .


" Hi..... siapa yang tega membunuhnya Anjing itu kan anjing milik pa Taif


Yang rumahnya di depan sana " kata Tri


" Mboh......ra gerti Tri , kita ngak tahu siapa pelakunya Tiba tiba saja pas tadi Yuni mau masuk sama mbok sudah di situ .Padahal kita ngak lihat siapa pun masuk ke mess Dan jendela kamar Yuni juga masih terkunci ." jelas Umar


Yang membuat Tri Ariesta dan Aris saling pandang Lalu membantu Seto memasukan anak anjing itu kedalam karung Dan membersihkan kamar Yuni


Sedangkan Yuni sudah tiduran di kamar mbok Yang langsung tidur berdua bersama mbok Karna mbok sudah mengantuk Dan Yuni juga setelah di beri minyak kayu putih di perutnya Agar tidak mual lagi dan ikut tertidur pulas


Subuhnya Yuni di bangun Tri Yang masuk kamar mbok .


" De.....ayo bangun sholat kamarmu sudah bersih " kata Tri


" Sudah subuh ya Tri " kata Yuni yang lalu bangun dan duduk mengumpulkan kesadarannya Yang masih mengantuk ..


" Ya sholat dulu baru tidur , tadi malam Aku tidur di kamar mu sama Ariesta " kata Tri


" Ya .." kata Yuni yang mencoba berdiri Tapi terhuyung Karna kepalanya mendadak pusing


" De.... " kata Tri yang langsung memeluk Yuni Takut Yuni limbung


" Maaf , aku merepotkan mu " kata Yuni mencoba berdiri tenang Dan mengurai pelukan Tri Yang berdiri di depan nya lalu melangkah keluar kamar untuk berwudhu


Disisi lain seorang pria berjubah menghampiri seorang pria Yang menunggu nya di perkebunan sawit


" Ini upah nya " kata pria itu


" Terimakasih kau bisa menyuruh ku lagi lain waktu " kata pria itu


" Ya trimakasih " kata nya datar lalu pergi meninggalkan pria yang memberi nya uang Dan kembali pulang menuju mess karyawan kontraktor .

__ADS_1


Sedangkan Ariesta yang baru selesai mandi melihat Danang yang buru buru masuk dapur Lalu menegur Danang


" Dari mana nang ?" kata Ariesta


" Mengantar Ferdi lagi beli rokok tuh dia pergi bawa motor " kata Danang


" Kok tumben pagi pagi , emang warung sudah buka " kata Ariesta heran Namun ia pun berlalu karna ingin sholat subuh


Danang pun bergegas masuk kamarnya Dan keluar lagi untuk mandi Takut ia terlambat berangkat kerja


Sedangkan Ferdi yang mencari rokok langsung pulang Setelah tadi mengambil obat ke puskemas Karna obatnya habis Lalu memarkir motornya di bengkel Dan kembali ke mess lewat pintu dapur Dan masuk kamar mbok untuk mengambil bajunya .


Kret.......


" Ada apa Fer " kata Tri melihat Ferdi masuk kamar mbok


" Nyari baju ngapain disini " kata Ferdi


" Hanya duduk " kata Tri yang memang duduk menunggui Yuni tidur sambil membaca buku tentang mesin .


Deg ......


Mata Ferdi menangkap sosok tubuh Yang tidur di samping Tri Dan lalu mengamati nya dengan jelas


" Kenapa dia disini ?" kata Ferdi


" Jangan menganggu nya , tadi malam kamarnya di lepar anjing mati " kata Tri


Tri pun membenahi selimut Yuni dan bersandar di samping Yuni Sambil melanjutkan bacaan nya Yang membuat Ferdi membuang nafas dalam Karna tak mungkin ia berani mengusik gadis itu . Karna Tri menjaga nya dengan baik .


Tri hanya melirik Ferdi Yang keluar sambil sesekali menoleh pada Yuni


Lalu menarik nafas dalam Karna curiga dengan Ferdi


" Apa dia yang melakukan nya ?" batin Tri ketika Ferdi sudah pergi


" Tri ada siapa " kata Yuni Yang terbangun Ketika Ferdi pergi


" Bukan siapa siapa .Tidur lah !! " kata Tri meraba kepala Yuni Yang takut gadis itu demam


" Aku hanya mual Tri tidak kenapa napa " kata Yuni Yang menarik selimut nya .Agar menutupi dadanya


"' Ya aku tahu , itu efek karna kau jijik melihat bangkai itu " kata Tri Sambil fokus membaca buku.


Dan Yuni hanya tersenyum melihat Tri yang rajin belajar Itulah sebab nya pria itu menjadi wakil kepala mekanik Karna ia pintar dan mau terus belajar Yang membuat Yuni kagum .Ya sebatas kagum bukan mencintai Karna ada orang lain di hatinya Yang Yuni rindu setiap malam


Setelah matahari muncul Tri pun membuka jendela Dan Yuni pun kembali kekamar nya .Dan melihat kamarnya sudah bersih .


" Siapa yang melakukan nya . Apa dia orang itu ?" kata Yuni .Yang sempat melihat pria memakai hoodie hitam Dan pakaian serba hitam tadi malam


" Astaga.........kenapa aku ingat pria itu Apa mungkin dia Tapi aku tak melihatnya masuk kamar Atau......


Yuni pun lalu mencari cincin milik hantu Alam di tas nya Dan setelah menemukan nya ia menggosok gosok nya Dan memejamkan matanya

__ADS_1


" Beri aku petunjuk, bantu aku mencari pelakunya " kata Yuni Yang curiga pada pria itu tadi malam Tapi ia merasa pria itu tak menunjuk kan tanda tanda mencurigakan .


Yuni pun lalu duduk termenung ..Setelah beberapa saat ia pun mandi Dan berpakaian rapi Lalu keluar untuk menuju mess karyawan untuk sarapan Namun di jalan ia di hampiri seorang bapak tua


" Mba Yuni tunggu !!" kata bapak itu


Menghentikan langkah Yuni


" Pa Taif , ada apa ?" kata Yuni


" Apa di sekitar sini tadi malam mba Yuni melihat ada anak anjing yang lepas


Anak anjing warna coklat merah " jelas pa Taif warga penduduk asli sekitar perkebunan sawit .


Deg.........


" Anak anjing tangung " kata Yuni


" Ya .....dia lepas tadi malam " kata pa Taif melihat sekeliling mess


" Kalo mati gimana pa ?" kata Yuni


" Hah .... bagaimana bisa mati " kata pa Taif kaget


Yuni pun lalu memanggil Aris yang kebetulan keluar dari mess staf Dan


menghampiri Yuni


" Ada apa mba " kata Aris


" Pa Taif nyari anjing nya ris yang hilang Tapi ciri cirinya seperti anjing mati yang tadi malam di kamar ku " kata Yuni


" Iya pa , coba lihat sini pa " kata Aris mengajak pa Taif ke samping mess


staf Dan menunjukan karung yang berisi anjing mati Yang belum mereka kubur


" Astaga iya ini anjing saya , siapa yang tega membunuhnya " kata pa Taif seperti marah Dan lalu menutup karung itu karna tak tega melihat nya Dangan kepala putus di potong .


Aris pun lalu menceritakan Kalo anjing itu di temukan di kamar Yuni Sudah dalam keadaan mati Dan mereka tidak tahu siapa yang membunuhnya Dan tidak tahu apa maksud orang yang menaruh bangkai anjing itu di kamar Yuni Yang membuat pa Taif geleng geleng kepala


" Mereka ingin meneror mba Yuni dan menakuti nya Tapi dengan cara yang salah " kata pa Taif


" Iya pa , saya saja bingung kenapa ada anjing itu di kamar.. Yang membuat saya muntah muntah Ketika melihatnya bersama mbok " kata Yuni Lalu mencerita kan tentang kejadian tadi malam Apa dan siapa yang di lihatnya


" Apa mba Yuni melihatnya " kata pa Taif yang membuat Aris menatap Yuni


" Ya pa , apa pa Taif tahu ?" kata Yuni balik bertanya


" Banyak orang yang menguasai ilmu sesat di daerah ujung perbatasan nak, Nanti kalo saya tahu mba Yuni akan saya kabari .Mereka sudah biasa berkeliaran Tapi ada juga yang dibayar seseorang Dan bila ia datang kesini sendiri Dan mba Yuni melihatnya mencari orang disini Berarti salah satu dari orang disini Ada yang sengaja ingin menakuti mba Yuni " kata pa Taif .


" Hah ..siapa ?" kata Aris


" Bapak tidak tahu, tapi kalian bisa mencari tahunya sendiri " kata pa Taif

__ADS_1


__ADS_2