Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 120


__ADS_3

Yuni pun tersenyum Melihat Andre sangat sayang pada Paijo .Anjing itu tahu kalo ia sendirian Yang membuat Yuni tak mungkin membiarkan nya berkeliaran di luar Dan membawanya masuk dan menaruhnya di dekat pintu kamar mandi Dan kalo nanti mau tidur ia akan mengeluarkan nya dekat pintu utama . Agar Paijo bisa menjaga pintu utama mereka


" Hei......kok sendiri ya " kata Aris


" Guk ...guk .... guk .... " kata Paijo yang juga tahu Kalo Aris sayang padanya


" Mba daging rusa nya hampir dapat 30 kg Mantap itu lagi pada di masak di dapur " kata Aris


" Hah daging apa ris " kata Andre .


Yuni pun lalu menceritakan kalo daging rusa itu buruan nya dengan Browni kemaren Yang membuat Andre senang


" Wah pintar noh, tapi sayang Browni ngak bisa berburu lagi " kata Andre


" Hah.... jadi Browni ngak mati mba " kata Aris kaget


" Ngak ris , kakinya dipotong satu karna


kena bisa ular Dan mereka sekarang dirawat Lery .


" Oalah Aris pikir mati mba , kasihan tapi sekarang ada paijo ngak pa pa ya jo " Kata Aris mengelus kepalanya


" Jadi pada di masak sekarang ris " kata Yuni menatap Aris


" Ya mba mereka senang banget Bisa makan daging rusa ada yang langsung di sop tadi " kata Aris


" Syukurlah " kata Yuni senang karna itu hasil Browni yang pertama dan terakhir kali berburu Yuni ikut senang sekaligus sedih Karma anjing itu menolong nya Hingga ia tak punya kaki Yang membuat Yuni sedih Dan Yuni tidak mau pergi kekantin Karna Tri sudah membawakan nya makanan


" Sudah ngak sedih kan " kata Tri Yang masuk ketika melihat kamar Yuni terbuka Karna ada Andre dan Aris yang menemaninya di kamar


" Sedikit Tri , kan kaget nama nya juga sayang pasti sedih " kata Aris


" Sini yun nangis disini , biar mas Andre peluk " kata Andre tersenyum


" Mau nya mas Andre , tapi mas mba Yuni sudah nangis Bersandar di bahu Tri dia terisak sedih kok " kata Aris Yang membuat Yuni manyun


" Ya kalo mau lagi ngak apa apa , ya ngak Tri gantian " kata Andre Yang membuat Yuni tersenyum begitu juga dengan Tri


" Kan bisa di ulang ya mba " kata Aris terkekeh


" Hahaha....... sudah makan dulu , nanti sakit kalo ngak makan " kata Tri tertawa kecil Karna senang Yuni bisa tersenyum


" Terimakasih Tri " kata Yuni Yang lalu membuka rantang makananya Lalu memakan nya dengan lahap Dan setelah selesai mereka pun ngobrol Setelah itu Tri pulang dan Andre bersama Aris kembali kekamar mereka


Malam terasa dingin , Dan suara anjing melolong panjang terdengar di kuping Yuni Di malam gelap terlihat sosok hantu tanpa kepala berjalan menuju mess staff Yang membuat kuping Paijo bergerak Seakan mendengar langkah .


" Guk.....guk......guk......" kata Paijo Yang membuat hantu itu menjauh Karna ada suara anjing di depan pintu yang bisa merasa kan kehadiran nya

__ADS_1


Yuni yang mendengar itu bangun Dan hanya duduk sebentar sambil berdoa


dan berzikir Karna merasakan bulu kuduk nya meremang


" Ada apa ya ?" kata Yuni dalam hati merasakan hawa tak enak Tapi ia tak ingin keluar Karna paijo juga terdiam .


Paginya .....perkebunan sawit heboh Karna ada karyawan yang meninggal mendadak Dan aneh nya ia meninggal di area perkebunan sawit


"' Guk .....guk .....guk ....." kata Paijo ketika Yuni menghampirinya.


" Kenapa lapar ya , ayo kita makan " kata Yuni Yang lalu mengedong Paijo dan membawa kotaknya keluar Dan lalu membuka pintu kantor untuk mengambil makanan Paijo


" Yun ..... Tadi malam aku dengar anjing melolong panjang ada apa ya ?" kata Moko yang duduk di teras depan


" Ngak tahu mas, Paijo juga sempat menggonggong " kata Yuni


" Ada yang meninggal mas, di area . perkebunan tadi malam .Itu baru di bawa kekamar nya " kata Azam Yang baru pulang membeli rokok di warung


" Hah ... kok bisa ?" kata Yuni


" Karna apa zam ?" kata Moko


" Kurang tahu mas , Azam ngak nanya juga sih tadi Kata satpam nya sih karna lihat hantu tanpa kepala. Tapi kan sudah biasa di sini jadi ngak aneh " kata Azam


" Hantu ......?" kata Yuni Sambil melihat Azam serius


" Ada apa jo ?" kata Yuni bingung Kalo paijo ingin mengatakan sesuatu .Namun ia belum paham


" Kan sudah biasa kalo dengar hantu seperti itu di sini Yun, Tapi kenapa masih takut " Kata Moko duduk Sambil melihat Paijo makan dengan lahap nya


" Iya tapi orang bilang yang ini lebih mengerikan mas "Bisik Azam


Yang membuat bulu kuduk Yuni langsung berdiri Karna ia tadi malam juga merasa kan hawa itu .


" Sudah mandi Yun , ayo sarapan kan minggu bisa santai " kata Moko mengajak Yuni sarapan .


" Belum mas ayo sarapan . Jo main dulu ya !! aku mau sarapan " kata Yuni pada Paijo . Namun Paijo mengikutinya sampai teras mess karyawan Lalu duduk di bawah menunggu .


" Hi ....kok lucu dia ngikut mba " kata Azam Yang melihat anjing itu duduk manis sendiri .


" Kasihan " kata Moko yang melihat anak anjing itu tak punya teman bermain Karna saudara nya tidak ada .


" Lusa mau ku antar mas, biar dia ngak sendirian Kasihan kan masa nya bermain " kata Yuni yang lalu berjalan masuk dapur bersama Moko Dan Yuni duduk bersama Moko untuk sarapan .


************


Siang nya suasana mess terlihat sepi Karna karyawan ikut melayat Begitu juga Yuni yang ikut melayat sebentar Dan tanpa sengaja ia melihat juan disana ikut datang melayat

__ADS_1


" Tumben " batin Yuni Yang lalu pulang setelah memasukan amplop di kotak Dan ingin pergi dari area tempat itu


" Mba Yuni ....." panggil Tuah


" Hai .....apa kakak mu ikut melayat " kata Yuni bicara pelan pada Tuah


" Iya yang meninggal teman nya , tetangga kami juga , tapi meninggal tak wajar mba " bisik Tuah


" Kenapa ?" kata Yuni pelan


" Orang bilang karna lihat hantu tanpa kepala mba. Tapi selama ini mereka ngak membunuh orang kan Tapi di leher korban seperti ada bekas goresan " bisik Tuah bicara pelan Karna takut pembicaraan mereka didengar orang banyak


" Bagaimana bisa ?" kata Yuni kaget


" Ngak tahu mbak , aneh memang hanya luka kecil bisa membunuh orang " kata Tuah Yang membuat Yuni berpikir


Tak lama Yuni pun pulang bersama Moko dan Andre yang juga melayat Dan meninggalkan tempat itu Tanpa banyak bicara Dan Yuni pun berjalan menyusuri jalan setapak bersama teman temannya


Sampai di mess paijo menyambutnya dengan tingkah senang Dan lalu duduk menunggu Yuni di teras sambil mengibas kan ekornya Melihat Yuni yang masuk kamar sebentar Lalu keluar lagi


Andre yang pergi kekantor pun membuka pintu dan


" Aaaa.........." Teriak Andre yang mengejut kan semua orang di mess staff keluar Begitu juga dengan pa Tyiur


Yang ikut keluar dari kamar


" Ada apa ndre " kata pa Tyiur kaget


" Tuh pa , apa itu ?" kata pa Andre menujuk seekor ular besar mati di kantor mereka


" Inalilahi " kata Moko yang mengambil parang Takut kalau ular itu masih hidup Dan Moko mendekatinya pelan


" Masih hidup ko ?" kata Umar ikut mendekatinya


" Sudah mati " kata Moko Yang menusuk ular itu dengan parang nya


" Hi..........kok bisa masuk sini sih " kata Seto heran


Yuni pun lalu ikut mendekati nya Terlihat ular itu terluka Dan Paijo menggonggong Karna melihat ular itu.. Tapi Yuni mengendong nya keluar untuk menjauh kan ya Ketika Moko Seto dan Umar ingin memasukan bangkai ular itu ke dalam karung Dan membawanya ke belakang Lalu menguburkan nya Yang membuat Yuni merasa aneh kenapa ular itu bisa masuk kantor mereka Padahal di kunci Padahal tadi pagi ia tak melihat apa pun disana


" Mba Yuni ......" kata seseorang Yang membuat Yuni menoleh .


" Juan ......!!! kenapa ke sini ?" kata Yuni


" Hantu itu mencari mu Dia bukan hantu biasa Tapi berwujud siluman dari wilayah sebelah utara . Hati hati bila pergi sendiri Dia sedang meneror mu Dan teman ku tewas hanya karena melihat wajah nya yang sangat mengerikan " bisik Juan lalu bergegas pergi meninggalkan Yuni


" Hantu siluman ???" kata Yuni kaget

__ADS_1


__ADS_2