Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 163


__ADS_3

Tri pun fokus melihat kedepan .Karna Yuni juga diam hampir sejam mereka melewati hutan Dan mereka pun sampai Ketika sudah terlihat gubuk beratap terpal tebal biru tampak jelas Di antara pepohonan yang rimbun Dan setelah mendekat Traktor langsung berhenti dibawah pohon yang membuat Ariesta berteriak senang Melihat Yuni ikut datang


" Kasih......." Teriak Ariesta menyambut nya turun


"' Hai kasih apa lagi sibuk " kata Yuni tersenyum hingga mereka berpelukan


Yang membuat Tri Yusuf hanya diam


" Woi ....sudah peluk peluk nya " Teriak kang Ali


" Hahaha....... lupa yang " kata Ariesta tertawa lalu mengandeng Yuni


" Lihat namamu ada di sana " kata Ariesta menujuk pohon


" Allahuakbar "' kata Yuni kaget melihat ada nama lengkapnya di pohon itu sampai atas pohon Yang di pahat rapi Yang membuat Yuni tak percaya Dan takjub melihat pohon itu Kalo itu sengaja dibuat Ariesta untuknya Lalu Yuni pun menatap Ariesta lekat


" Kalo aku kangen kamu Aku tinggal peluk tuh pohon " kata Ariesta


" Astaga ta, ngak gitu juga kali kan sekarang kita sudah pelukan " kata Yuni yamg tersenyum manis pada Ariesta


" Tri lho ngak cemburu ?" bisik Pardi pada Tri


" Ngak " kata Tri Yang tahu Yuni hanya menganggap Ariesta adiknya Dan begitu juga Tri yang menganggap Ariesta adiknya Jadi tak ada rasa cemburu sama sekali di hati Tri dan kedua pun lalu bergandengan tangan naik ke pondok


" Minggu depan aku pindah ke batu licin banjarmasin Ikut yuk " kata Ariesta


" Ngak say , aku pulang kejakarta Kalo kita panjang umur pasti kita akan bertemu lagi nanti Di lain hari " kata Yuni jujur Ingin mengatakan ia berhenti kerja di camp Tapi tak tega pada Ariesta Sedangkan Kang Ali yang sudah tahu Hanya diam tak mau bercerita Takut Ariesta sedih Karna Tri sudah bercerita ketika pagi tadi mereka bertemu


" Yah ngak asyik padahal aku mau ajak kasih kesana Tri akan mengawal kita di sana nanti Karna kita akan melihat bukit di tanah bumbu dekat kota baru " kata Ariesta bercerita


" Ya kapan kapan ya " kata yuni menggenggam tangan Ariesta erat dan Tri bersama yang lain hanya diam melihat kemesraan keduanya yang seperti orang pacaran baru ketemu


" Tri ada orang pamer Tri " sindir mas Sapto


" Biarin mas kan cuma hari ini besok ngak bisa ketemu lagi kang " kata Tri


"' Ya ta , puas puasin tuh merayu mba Yuni besok ngak ketemu lagi Hari ini dia datang sepesial untuk mu doang " kata Yusuf manyun


" Dih ngiri bilang bro " kata Ariesta terkekeh yang membuat semua nya hanya tersenyum

__ADS_1


" Sudah sana Tri !! Cek mesin nya sana Biar Yuni di sini saja nya yang " kata Ariesta tersenyum


" Ya Tri oh ya aku lupa nih aku bawa oleh oleh spesial buat kamu Dan ini buat di makan bersama ya " kata Yuni memberikan baju hem dan sarung buat Ariesta yang ia beli di jakarta dengan tulisan i love you Ariesta di dadanya


" Lho de .... kok mas ngak dapat begituan " kata Tri protes menatap Yuni lekat


" Hehehe maaf cuma beli satu buat Ariesta " kata Yuni merasa tak enak


" Hahaha...... Jangan iri ini rezeki gue " kata Ariesta senang dan tersenyum


" Makasih ya yang ,bagus kok " kata Ariesta senang


" Waduh Tri pusing aku nonton drama cinta yuk kerja nanti habis waktunya " kata Pardi Yang takut terlambat menjemput karyawan lain .


" Ya ayo suf , biarkan mereka kangen kangenan Besok pasti sudah ambyar tuh cinta " Kata Tri terkekeh


" Yoi .... bakal ada drama nangis nanti " kata kang Ali ikut turun mengantar mereka menuju alat berat yang mogok karna rewel mesinnya


" Tuh alat nya, untung dokternya sudah datang kalo ngak jerit jerit tuh mesin " Kata Sapto berjalan mengikuti dari belakang


" Ya istirahat kang masa suruh kerja mulu gempur terus ya keok dia .Kan juga ada waktunya istirahat " kata Tri


" Iya tahu Tri , Tapi kalo ngak kerja kita ngak bisa penuhi target makanya harus kerja terus ini harus di target 3 hari selesai Karna kita 3 hari istirahat setelah itu kita berangkat ke batu licin " kata kang Ali


" Gue suf lho jaga camp sekalian ada urusan disana pulangnya Jadi lho jaga camp dulu ya " kata Tri


" Berarti seminggu bolak balik dong " kata Pardi menatap Tri


" Iya lah " kata Tri yang ingin mampir Ke banjarmasin mencari wali Yuni Karna itulah satu satunya jalan yang harus ia lakukan Sebelum ia benar benar kehilangan gadis itu .


" Lho ngak sedih Tri di tinggal " kata kang Ali yang bisa melihat kalo Tri sangat mencintai Yuni


" Sedih...... ngak menyelesai masalah kang nih kaya mesin harus cari solusinya Begitu juga cinta Kalo marah dan sedih mah biasa Tapi perjuangan nya harus ada " kata Tri


" Hahaha........betul itu bro kau hebat bila sampai dapat tuh si uyu uyu sikat saja Bukti kan dan perjuangkan Jangan menyerah sebelum berjuang " kata kang Ali menepuk bahu Tri


" Ya lihat nanti " kata Tri tersenyum lalu memeriksa mesin yang hobby mogok itu dengan teliti Dan Yusuf mengeluarkan alat mereka untuk memperbaiki mesin alat berat itu


Sedangkan Ariesta dan Yuni asyik bercerita berdua saja sambil kaki mereka bergelantungan kebawah pondok Karna ada ayam peliharaan mereka di bawah disana .

__ADS_1


" Kancil kita sudah di potong mas Moko buat sop yang Tapi ibu nya sempat melahirkan dua anak dan sudah di bawa kehutan untuk dilepas bersama ibunya " kata Yuni yang hanya memotong pejantannya saja


" Ngak apa apa yang penting mereka punya keturunan " kata Ariesta tersenyum


" Ya " kata Yuni juga tersenyum Namun entah mengapa matanya melihat hantu tanpa kepala lewat di dekat dapur Yang membuat Yuni terdiam


" Kenapa yang ?" kata Ariesta


" Oh ngak apa apa , disini aman kan kalo malam " kata Yuni menatap Ariesta


" Aman yang , kan kita sudah biasa tinggal di hutan Jadi sudah biasa dan ngak takut " kata Ariesta


"' Iya juga ya " kata Yuni membuang nafas kasar karna itulah perjuangan para pria Yang bekerja di proyek lahan hutan sawit dan tambang Mereka sudah biasa menginap di pondok saja Dan tidur hanya beralas kasur tipis Dan beratap kan terpal tanpa dinding Kadang itu bisa sampai berbulan bulan Lalu pindah lagi ketempat lain dan begitu lagi membuat Yuni tak tega pada kehidupan mereka . Namun masih bersyukur mereka punya pekerjaan dan dapat gaji Ketimbang menjadi pengemis gelandangan di jalan jalan


Cukup lama kedua nya ngobrol Dan hantu itu pun pergi menghilang entah kemana Bersamaan Tri dan Yusuf pulang ke tenda Dan terdengar suara mesin buldoser mereka mulai normal lagi


" Kalian langsung pulang Tri " kata Ariesta menatap Tri


" Iya lah ngak mungkin kan dia menginap di sini "kata Tri yang tahu Yuni tak terbiasa tidur di alam terbuka Dan di mess saja ia sudah di siapkan fasilitas lebih dari kuam adam


" Yah padahal aku masih kangen kan bisa nginap yang Biar nanti tidurnya aku peluk ." Kata Ariesta


" Cih kau ini mending sama aku " kata Tri yang membuat Ariesta melotot


" Hahaha .... sudah ayo pulang nanti kita kesorean karyawan di hutan pasti sudah menunggu " kata Pardi tertawa


Ariesta pun langsung memeluk Yuni lagi entah mengapa ia tak rela di tinggal


Yuni yang membuat Tri melerai pelukan keduanya .


" Ayo sudah " kata Tri menarik tangan Yuni dan membawanya ke atas traktor


" Hahaha ........jangan cemburu Tri dia milik gue " kata Ariesta tertawa


" Tertawa saja sepuas mu , besok lho sudah di tinggal " Teriak Tri


" Ngak apa yang penting kita sudah curhat " kata Ariesta dengan melambaikan tangan dan kiss bye membuat Yuni tersenyum


" Dah..... Kasih slamat jalan " kata Ariesta dengan mata berkaca kaca

__ADS_1


" Ojo mewek .........oey......." teriak Tri


Yang membuat semua orang tertawa Namun tidak bagi Yuni yang ikut sedih meninggalkan sahabatnya itu


__ADS_2