
Yuni membeli jajanan pasar yang masih baru dan terlihat enak .Sambil makan lontong kuah ikan gabus bakar si pinggir sungai mentaya
" Wah cantiknya " teriak Nugrah Melihat kapal kapal kecil hilir mudik berjalan
Lalu lalang mengantar penumpang dari sebrang
" Iya udara nya sejuk ya " kata Yuni
" Ya begini tiap pagi udaranya masih segar Dan makanan nya juga baru tuh masih panas " tunjuk Tri
" Ya nanti Tri habis makan " kata Yuni Yang ingin membeli jajanan juga untuk di kantor dan buat Raya yang tadi ikut nitip makanan Karna tak bisa ikut
Setelah makan mereka pun mendekati para penjual kue .Tri yang mengandeng Yuni membeli roti manis Dan aneka kue basah cukup banyak Sangat senang bisa memilih sendiri. Apalagi Tri yang membayar semua nya. Begitu juga Nugrah dan Wawan. Yang ikut membeli untuk teman temanya di mess
Cukup lama mereka belanja Sampai mereka duduk lesehan sambil melihat lepas sungai mentaya di depan mata
Sambil makan kue basah yang mereka beli bersama .
" Yun ada yang lagi jatuh cinta " kata Nugrah berbisik pelan
" Hah ....siapa ?" kata Yuni
" Di depan mu " kata Nugrah
" Tri .....sama siapa ? " kata Yuni
" Sama kamu lah, masa dari tadi di tatap tak berkedip ngak sadar " goda Nugrah terkekeh kecil
" Ngak Nug kita hanya berteman " kata Yuni Tak ingin Nugrah salam paham
" Terserah .... tapi dia nya berharap " bisik Nugrah Yang tahu Yuni sudah punya kriteria khusus tambatan hati Makanya ia bersikap biasa saja Pada semua pria yang dekat padanya .
Yuni bukan pilih pilih dalam mencari pasangan .Tapi ia mencari pria yang baik .ibadahnya yang taat pintar Dan penyayang Dan juga pengertian. Masalah tampan itu urusan belakang . Yang penting pria itu bertangung jawab dan sayang padanya. Karna orang tua bilang lebih baik dicintai dari pada mencintai Dan akan lebih baik lagi bila bisa sama sama saling mencintai .Sekali
pun harus dari nol Tapi kalo saling menyayangi pasti nya rumah tangga akan bahagia . Yang membuat Yuni masih menunggu pria pujaan itu Lima tahun ini pria itu masih belum kembali Tapi mereka masih saling berkomunikasi jarak jauh ( LDR )
" Melamun apa ?" kata Tri melambaikan tangan didepan wajah Yuni
" Ah bukan apa apa , tuh lihat yang jual Laksa di perahu kaya nya enak " kata Yuni berteriak
" Yuk ...kita turun beli " kata Nugrah
" Kenyang Nug .... Pengen tapi perutku tak mampu menampung " kata Yuni
" Ya baru sedikit kok kenyang sih " kata Wawan
" Hahaha........ usus nya kecil wan, ngak kaya lho " kata Tri Yang tahu .Yuni makannya sedikit
" Yuk Nug kita berdua aja , biar mereka nunggu disini " kata Wawan
" Sana beli mumpung disini .Kita disini saja " kata Tri yang duduk disebelah Yuni yang duduk santai dengan hoodie nya menutupi kepalanya .Dan Tri mengusap kepala Yuni
__ADS_1
" Nyampe kapan Tri " kata Yuni tersenyum
" Tadi habis subuhan langsung kesini , Mau nya tadi malam Tapi masih bikin laporan dulu " kata Tri
" Bukan nya kamu kemaren di camp dalam hutan " kata Yuni
" Iya Ariesta titip salam buat kamu , salam kangen katanya . Bila gajian minta diantar kesana Karna mereka ngak bisa keluar sampai lahan selesai " kata Tri
" Yah .. jauh dong mengantarnya " kata Yuni manyun
" Ya namanya juga proyek harus pindah pindah " kata Tri
" Apa kamu tahu Ferdi disini " kata Tri melirik Yuni
" Mhem .... dia datang sore kemaren Tapi aku belum bertemu dengan nya " kata Yuni . Mengingat perkataan hantu Yang tadi malam .Kalo Ferdi sedang galau dan mencarinya
" Apa dia sudah minta maaf padamu " kata Tri lagi
" Nih .... baca sendiri , tadi malas dia sms " kata Yuni memberikan pesan sms Ferdi pada nya Dan Tri pun membacanya
" Kenapa tak di balas " kata Tri melirik Yuni yang masih asyik menatap sungai
" Ini baru mau aku balas, Karma aku juga baru membaca nya " Kata Yuni yang lalu mengetik membalas pesan Ferdi tadi malam .
Dan di kantor sampit Ferdi terbangun mendengar ada sms berbunyi Dan membuatnya bangun Dan lalu meraih ponselnya .
*** Aku sudah memaafkan , tapi jangan di ulang ***
" Dimana bisa bicara . Sambil nyari sarapan yuk " kata Ferdi beranjak dari tempat tidur
" Kamu telat Fer , aku sudah sarapan di pinggir sungai mentaya " kata Yuni .
" Hah ..... sama siapa ?" kata Ferdi
" Tri , Wawan dan Nugrah " kata Yuni
" **** ........." umpat Ferdi dalam hati mendengar nama Tri dan melihat Wawan sudah tak ada di kamar .
" Ya sudah hati hati " kata Ferdi melempar ponsel keatas ranjang Dan juga menghempaskan tubuhnya Karna ia kalah cepat lagi dari Tri
" Kapan dia datang sudah nyerobot aja bawa gadis gue " dumel Ferdi Yang bingung Karna dia tak pernah punya kesempatan untuk bisa mendekati Yuni .
Sedangkan Yuni tersenyum setelah menaruh ponselnya lagi dalam tas. Dan mereka melihat Nugrah dan Wawan sedang asyik makan berdua di atas perahu penjual laksa .
" Mba Yuni....... mau ngak " teriak Wawan
" Aku mau di bungkus ya bro " kata Tri berteriak
" Mau tiga ya " kata Yuni ingat Raya dan Rani juga Rena .
" Ok tunggu " teriak Wawan .
__ADS_1
Tri dan Yuni pun menunggu dengan sabar Namun mata Yuni tak sengaja melihat bayang bayang hantu di tengah tengah para kapal yang merapat . Yang membuat Yuni terkesiap kaget .
" Astagfirullah al adzim " kata Yuni memejamkan matanya
" Ada apa " kata Tri menatap Yuni yang panik lalu meraih tangan Yuni dan mengengam nya erat .
" Ngak apa apa Tri , hanya penglihatan ku saja salah melihat " kata Yuni Yang kembali melihat tengah sungai sudah tak ada apa pun Dan ia melihat kapal kapal itu juga berjalan biasa Tak terjadi apa pun disana
" Kau melihat hantu lagi " tebak Tri
" Ya Tri " kata Yuni jujur.
" Ayo turun biar tak teringat , mungkin sugesti mu saja tentang hantu Membuat mu masih terbayang bayang " kata Tri mengengam tangan Yuni Dan membawa Yuni turun kelantai bawah . Karna mereka berada di gedung lantai 2 pasar Dan harus menuruni tangga bila ingin turun ke pelabuhan bawah
Yuni menurut saja Dan mereka turun mendekati perahu tempat Nugrah dan Wawan makan .
" Cie mesra amat pagi pagi ." kata Wawan mengoda keduanya Membuat Tri tersenyum .
" Takut Yuni jatuh " kata Tri memberi alasan logis
" Kenapa ngak minta gendong aja Yun , biar ngak repot di seret " goda Nugrah
" Lebay lho Nug , emang gue anak kecil Biasa aja lagi . Orang Tri cuma khawatir doang kok " kata Yuni .
" Ah masa, khawatir kok mesra gitu sih Takut dibawa kehati Tri ....jangan berharap takut patah hati Dia punya banyak pengemar " kata Nugrah menyindir Tri santoso teman nya itu
"' Santai Nug janur kuning belum melengkung " kata Tri terkekeh .
" Wah ... bisa buat ketupat mas tuh janur kuning nya kalo ngak melengkung
Kan mubazir " kata si penjual laksa ikut menimpali obrolan dua pasang muda mudi itu
" Ya bu enak bikin soto dan opor tuh ketupat nya " kata Yuni menambahi
" Hahaha....... bisa saja kalian ini . Sudah pada kerja ya nak " kata ibu penjual laksa itu
" Ya bu , ini partner kerja kita " kata Wawan tersenyum sambil menikmati laksanya .
" Berarti tinggal nikah aja lagi mas sama mba nya Kan sudah pada semua kerja ya . Enak mas jadi bisa saling menjaga satu sama lain " kata ibu penjual laksa
" Aamin doakan saja bu " kata Tri tersenyum Sambil melirik Yuni yang melihat ibu penjual laksa itu .Sedang membungkus pesanan mereka
" Habis ini pulangkan " kata Tri
" Iya lah , tapi kalo mau keliling keliling dulu boleh kok " kata Nugrah
" Ya kesempatan dalam kesempitan dong Nug Mentang mentang gratis " kata Wawan terkekeh Karna semua makanan mereka dibayar Tri dan Yuni .
" Kan sekali mendayung perahu dua pulau terlampaui ...Makan dapat jalan jalan iya . Iya kan yun " kata Nugrah
" Atur manis saja deh , aku manut yang ngajak " kata Yuni tersenyum .Yang membuat Tri ikut tersenyum Karna itu kesempatan baginya untuk bisa dekat dengan Yuni . Karna kapan lagi .ia bisa mendekati Yuni Mumpung bisa apa salahnya mencoba .
__ADS_1
Sedangkan di kantor sampit seorang pria gelisah mondar mandir di depan mess putra. Yang menjadi perhatian kepala mekanik Melihat anak buahnya itu seperti setrikaan panas yang harus di bolak balik takut gosong