Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 295


__ADS_3

Hantu bocil lalu menambahkan lagi makanan nya untuk si hantu besar Yang membuat hantu berwajah besar itu senang Walau tampak mengerikan Namun hantu bocil tak merasa takut sedikit pun


" Trimakasih bocah " kata hantu itu menatap hantu bocil


" Sama sama " Kata hantu bocil yang Lalu menghilang kembali pulang .


***************


Malam nya sehabis yasinan hantu bocil membagi bagi kue sisa pada para hantu Yang membuat mereka duduk betah menunggu Para hantu itu tidak menganggu sama sekali Hanya menunggu makanan sisa yang di bagikan hantu bocil Yang membuat Akhtar iba melihat nya


" Ade ayo pulang ngapain disitu ?" kata Tri mendekati Akhtar lalu mengendong nya Dan membawanya masuk Karna teman teman nya sudah tergeletak tiduran di ruang tamu dan tengah


" Anak tampan sini " kata Ariesta


" Ayah tadi Akhtar lihat hantu pada makan kue " cerita Akhtar


" Oh ya biarin saja Kan mereka juga lapar biar jaga rumah " kata Ariesta


"' Sini sama ayah muda " kata Ariesta


" Cih ayah muda " kata Rudi


" Ngiri bilang bro kan aku ayah angkat nya saja Kalo Tri bosan biar aku gantikan " Kata Ariesta bercanda


" Plak.......enak saja emang bini gue barang " Kata Tri menepuk bahu Ariesta Yang membuat semua orang tertawa


" Yah kan berandai andai Tri " Kata Ariesta juga ikut tertawa


" Terserah lho " kata Tri yang malas menanggapi sahabatnya itu Karna ia tak mungkin bisa marah pada Ariesta


Sedangkan Yuni dan Sani juga mbok Sumi sedang asyik melihat bayi Devano menggeliat Karna kini bayi itu tahu siapa yang merawat nya


" Yun apa sehabis 3 hari Danang akan ke batu licin " kata Sani


" Ya mengabarkan dan memberikan kabar pada orang tuanya Sani dan juga bayinya Tapi Danang hanya bersilahturahmi saja Tak mau anaknya diambil Rendi sudah bilang akan merawatnya seperti anak kandung nya sendiri Tapi Danang bilang akan mengambilnya kalo sudah berumur dua tahun Takut kalo kalian sudah punya bayi sendiri " kata Yuni


" Ya ngak apa apa Yun, anggap saja ini pancingan " kata Sani Yang sayang pada bayi Devano


***************

__ADS_1


Tiga hari berlalu cepat Dan Rendi akhirnya menikah dengan Sani dengan acara sederhana Dengan syukuran biasa Mengudang para tetangga dan teman teman mereka di camp .


Yuni Yang mengendong Devano sangat sayang pada bayi itu Karna anak itu seperti sangat mengerti kondisi orang tua angkatnya Yang sedang menikah


" Ade pengen nambah lagi " kata Tri Ketika Yuni di kamar menaruh bayi Devano untuk menganti popoknya


" Ya kalo di kasih lagi mas, pengennya anak perempuan " kata Yuni


" Biar mirip bunda nya ya " kata Tri tersenyum mencium pipi Yuni


" Ya begitu lah Biar ada yang bisa diajak curhat " kata Yuni


" Ya nanti kita bikin yang perempuan ya dan tambah satu lagi jagoan kecil " kata Tri Kembali mencium pipi Yuni .


" Mas ngak ngobrol di luar ?" kata Yuni


" Malas , mereka lagi menginterogasi si Rendi Jadi mas minggir dulu Biar dia ngak malu " kata Tri


" Hehehe ada ada saja mereka itu Nanti kan kalo punya istri sendiri ngak perlu diajarin juga tahu " Kata Yuni terkekeh


" Anak sd juga tahu de " kata Tri memeluk Yuni


"' Cup ....ya emang benar jaman sekarang anak sd aja tahu pacaran" kata Tri


" Sudah ngak usah di bahas nanti ade Devano bingung dengarnya mas " Kata Yuni tersenyum Sambil memasang popok Devano yang baru


" Iya de ..... cup " kata Tri yang tahu istrinya itu malu Karna Yuni memang tak mau membahas adegan dewasa saat ada bayi atau pun Akhtar


Di luar Rendi dan Sandi ngobrol sambil bergandengan tangan Entah sejak kapan Rendi jatuh cinta Tapi sejak bertemu Sani ia sudah menyukai Sani Sedangkan Yusuf hanya diam melihat keduanya bahagia Padahal dulu ia dekat dengan gadis itu Tapi sejak berpisah mereka loss kontak Hingga akhirnya bertemu lagi di rumah Yuni dan Yusuf terlambat untuk mengatakan isi hatinya Karna Sani lebih dulu mengiyakan lamaran Rendi


" Suf jangan melamun iklas kan bro kita kan senasib " kata Ariesta


" Senasib apanya " kata Yusuf


" Aish kau ini apa kau pikir aku tidak tahu kau suka sama Sani . Bibir mu bisa berkata tidak Tapi mata mu itu tak bisa berbohong bro " bisik Ariesta


Yusuf terdiam Karna Ariesta benar Mungkin belum jodoh jadi mereka harus bersabar Cinta tak harus memiliki Tapi bisa menerima dengan lapang dada semua apa yang kita alami Agar bisa mendoakan orang yang tersayang


" Mhem kok kalian berdua disini Tri mana? " kata Beni ikut duduk

__ADS_1


" Di kamar sama bini nya Ada apa ?" kata Ariesta melirik Beni


" Itu istrinya benar Yuni kan yang dulu jadi staf akuntan " kata Beni Yang membuat Yusuf dan Ariesta saling padang satu sama lain


" Ngak tahu " kata kedua nya kompak


" Lah kok kalian bisa ngak tahu ,kan teman akrab " Kata Beni


" Lupa " Kata keduanya kompak


" Lupa gimana ?" kan Tri akrab sama kalian " Kata Beni


Yang membuat Ariesta dan Yusuf tertawa bersama Karna mereka sengaja mengerjai Beni . Padahal kenapa harus bertanya lagi kalau sudah tahu itu Yuni Karna tak mungkin ada orang mirip indentik tanpa kebetulan


Sedangkan di dapur hantu bocil sedang bermain bersama kunti


" Kunti......" Kata hantu bocil


" Iya bang kenapa ?" kata Kunti heran karna hantu bocil terlihat bingung


" Ada hantu besar tuh .....,Kenapa dia bisa ada di situ " Kata hantu bocil melihat hantu berwajah besar di bawah pohon randu seperti sedang menunggu seseorang


" Mana ku tahu " Kata kunti


" Ish payah kalo dia nunggu disitu Gimana para tamu lewat " kata hantu bocil bingung karna para tamu hantu bocil Berputar haluan untuk pulang Ketika melihat hantu mengerikan itu


Sedangkan hantu berwajah besar itu Terlihat santai tanpa reaksi sama sekali Karna tak mau pergi dari situ Karna ingin berteman para hantu di rumah Yuni Yang terlihat hidup tenang bahagia juga tentram .


" Ayo cil pulang ngak usah di lihat " kata Kunti


" Ya ayo biarkan saja " kata hantu bocil Namun ketika hendak melangkah Terlihat hantu tanpa kepala berjalan cepat .


" Cil bilang mba Yuni emak kunti sakit perut " Kata hantu itu


" Hah ..... sakit kenapa?" kata hantu bocil bingung


" Sakit perut mau beranak cil bukan kenapa napa " Kata hantu tanpa kepala


" Waduh.....kok pake acara beranak saat nikahin sih " kata bocil panik Lalu langsung menghilang begitu saja Untuk menemui Yuni

__ADS_1


__ADS_2