
Yuni dan Tri pulang kerumah sedang kan di rumah bu Irma semua orang kaget Karena bu Siti dan bu Irma tak bisa bernafas Karna di cekik hantu wajah besar Membuat keduanya terkapar hampir tak bernyawa Kalo hantu bocil tidak menahan nya Mungkin mereka sudah langsung mati
" Sudah om mereka sudah hampir mati Nanti mba Yuni bisa di salahkan lagi Biar mereka begitu ayo pergi " kata hantu bocil Yang juga kesal Karna dua wanita itu menuduh Yuni seenak nya Padahal bu Siti tempo hari minta bantuan pada Yuni memperkerjakan anak nya Namun balasan nya malah berbuat jahat pada Yuni
" Mereka pantas di cekik cil, Biar tahu rasa jahat sama orang " Kata kunti juga ikut kesal pada kedua wanita itu
" Sudah .... Jangan emosi ayo pulang " kata hantu bocil Yang membawa Kunti pulang bersama om hantu wajah besar
Sedangkan bu Irma sedang sekarat Begitu juga bu Siti yang di peluk suaminya
" Kalian ini salah makanya sumpah mba Yuni di ijabah sama Allah Sudah mau minta maaf kok malah bikin fitnah bu bu " kata suami bu Irma Membuat pak haji dan bu hajjah Yang datang di panggil cukup kaget melihat leher mereka biru Karena di cekik hantu
" Nama nya juga godaan setan pa, Setan itu biar punya teman di neraka Maka nya orang mau mati saja tetap di ajak maksiat Makanya banyak berzikir bu kalo lagi sekarat " kata pa haji
" Iya , kalian itu ngak boleh sampai terbujuk setan " Kata bu hajjah
" Huh...... maaf bu hajjah saya salah " kata bu Irma
" Ayo baca Lailah ailalallah Muhammad rasulullah " kata bu hajjah menuntun keduanya Agar bisa melafad kan kalimat tauhid itu pelan sampai bisa Lalu tak lama keduanya pun meninggal .Yang membuat bu hajjah lega bercampur sedih Melihat leher kedua nya membiru
Sedangkan Yuni dan Tri siap siap pergi ke camp untuk berpamitan Karna besok minggu mereka akan pulang ke jawa Dan Tri meminjam mobil di kantor sampit yang nganggur
Mbok Sumi ikut membawa bayi Devano juga bersama Yuni Sedangkan Sani dan Rendi bekerja seperti biasa Dan rumah terlihat sepi dan kosong Ketika bu wati menghampiri rumah Yuni
" Mba Wati rumah nya kosong, baru saja mereka pergi " kata seorang ibu tak jauh berjalan dari rumah Yuni
" Bu Irma sama bu Siti meninggal baru saja bu , Saya mau memberitahukan mba Yuni Eh kok sepi ya " kata bu Wati si penjual sayur
" Sudah berangkat ke pasar bu, kok bisa bu Meninggal kan kemaren baik baik saja Kok bisa mendadak meninggalnya " kata ibu itu heran
" Ngak tahu juga bu meninggal nya karna apa Tapi yang jelas leher nya biru dan kayanya habis di cekik hantu ?" Kata bu Wati
" Inalilahi wainalilahi rojiun " kata ibu itu kaget Karna baru kali ini ada orang mati di cekik hantu .
__ADS_1
**************
Sedangkan Yuni duduk menemani mbok Sumi dan bayi Devano Karna Akhtar di depan menemani Tri Tri melihat Yuni dari kaca spion Yang terlihat luwes mengendong bayi Devano
" Besok ade nya mas Akhtar laki atau perempuan ya ?" kata mbok bertanya
" Akhtar mau nya cewek mbok Biar kaya bunda Ya kan yah " kata Akhtar menatap Tri
" Ya cewek boleh cowok juga boleh sama saja Kalo cowok lagi juga ngak papa Nanti kita bikin yang cewek lagi " kata Tri
" Hah .... memang ade nya bisa di bikin yah " Kata Akhtar Yang membuat Yuni dan mbok Sumi tersenyum
" Ya bisa lah de, Tapi yang buat bunda dan Ayah saja " kata mbok Sumi terkekeh .
" Hahaha........mbok sudah nanti malah panjang " kata Tri Yang tadi keceplosan
" Ya mas , maaf " kata mbok
" Emang anak kecil ngak boleh tahu yah cara bikin nya " Kata Akhtar penasaran
" Mas ......" kata Yuni
" Hahaha ..... bercanda de, mbok besok bantu beres beres ya Kita mau paket barang barang Sebagian sih sudah fi paket ya kan de " kata Tri
" Ya kan tinggal dikit mbo Baju Akhtar sebagian sama punya mas Tri Sudah Yuni paket kemaren Jadi tinggal sisa nya saja ." kata Yuni
" Ya sepi mba, untung ada mba Sani Yang ganti ninggalin Tapi rumah nya gimana mba " kata mbok Sumi menatap Yuni lekat
" Rumah nya kan milik Yuni mbok , besok surat suratnya saya bawa pulang kecuali mas Rendi dan Sani mau menganti nya Ngak masalah di pake dulu " kata Yuni
" Ya mba itu lebih baik . Dari pada ngontrak Kan jadi ladang pahala ya mba Yuni " kata mbok
" Aamin " kata Yuni Yang membuat Tri terdiam Karna baru tahu rumah yang mereka tinggali selama Yang di kira Tri kontrak Ternyata milik istrinya sendiri
__ADS_1
Tak lama mereka sampai di camp Dan mbok Yang melihat Tri datang bersama Yuni langsung bergegas memeluk Yuni karna rindu pada Yuni dan Akhtar
" Ndu ya Allah ndu akhirnya bisa kesini juga, mbok kangen banget " kata mbok Inem memeluk Yuni erat
" Yuni juga mbok , kan Yuni datang kesini mau pamit mbok Kita akan pulang besok minggu Dan mampir dulu ke banjarmasin Ke tempat ibu " kata Yuni
" Yah .... mbok jadi ngak bisa bertemu Kalian lagi " Kata mbok sedih
Yuni mengurai pelukan mbok Lalu menggenggam tangan mbok sambil tersenyum
" Kan kita bisa saling telponan mbok Mbok bisa telpon Yuni dirumah " kata Yuni Yang membuat mbok terharu Lalu mereka masuk ke kamar mbok Dan sudah ada Nia di sana .
Sedangkan Tri menemui pa Tyiur dan para staf membuat Lala menangisi Tri dengan memeluk Aris Juga berpamitan dengan para teman teman nya di bengkel ..
Tri juga ngobrol lama dengan Ariesta dan Yusuf Ferdi yang ikut nimbrung bersama mas Kentung ikut sedih Kalo Tri akan berhenti dan tak akan kembali lagi Sedangkan Akhtar bermain bersama Elang Yang sudah bisa duduk Karna lama mereka tak bertemu
Di kantor sampit Sheila duduk melamun Tahu Tri akan pulang Yang membuat nya sedih
" La kenapa? Kan mau married kok sedih sih Kan lusa lho sudah ambil cuti " kata Sani
" Ya sedih mau nikah sama pria yang ngak di cintai ya kan la, ngak usah di sesali la .Itu nama nya takdir kan duluan Yuni yang dapat Tri Jadi ngak bisa di ganggu gugat beb " kata Yesa
" Ya la, kan sudah dapat jodoh sendiri Ngak usah pake di tangisi Kan semua sudah punya garis takdir masing masing " kata Sani
" Ya la Kan jodoh itu di tangan tuhan Bukan di tangan hansip atau polisi la makanya kita ngak bisa maksa hati orang Buat mau sama kita Karna sudah di tulis oleh Allah jodohnya masing masing " kata Yesa
" Wah.. kaya nya seru ini pada cerita apa ?" kata pa Arif
" Jodoh pa " kata Sani dan Yesa bersamaan tak sengaja
" Hah..... Jodoh ku ?" kata pa Arif tertawa
" Yap jodoh bapa sama siapa ? " kata pa Arif bingung
__ADS_1
" Mana kita tahu " Kata Yesa bingung Yang membuat Sheila tersenyum pada tingkah kedua teman nya itu .