Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 277


__ADS_3

Danang langsung diam dan tak bicara Membuat Yusuf dan Ferdi saling pandang Begitu juga Pardi Yang mencari tahu sepak terjang Danang yang slalu iri dengan Tri dan Ferdi Karna itu lah Pardi mengawasinya. Karna tak mau teman temanya ribut


Apalagi menyangkut perempuan Entah mengapa Danang slalu ingin pengacau Karna iri pada kedua pria itu Yang slalu lebih cepat dapat wanita .


" Gue sudah selesai , mau kerja sana par gabung lho sama bolo lho " kata Danang sinis


" Hahaha....... Itu jelas nang ngak perlu di suruh gue sudah gabung bolo bolo " Kata Pardi tertawa sambil bercanda


Membuat Danang langsung pergi Sambil menunggu Pardi selesai makan Danang memilih nongkrong di bengkel Sambil melihat para mekanik baru Yang di ajarkan Adi


" Wah .. di harusnya tuh kerjaan nya si Ferdi bukan lho di " kata Danang


" Sama saja bang kan kita gantian makan Karna harus selesai hari ini " kata Adi melihat Danang


" Abang ngak makan ?" kata Adi


" Sudah tadi " Kata Danang


" Sana makan dulu " kata Danang


" Sebentar lagi bang ini baru mau selesai Biar kita tenang kalo sudah selesai bang " Kata anak baru itu


" O begitu bagus lah .Kalian anak baru yang rajin " kata Danang melihat ketiga anak mekanik baru itu Sambil mengerucutkan bibir nya


Tak lama Yusuf dan Ferdi datang Lalu menyuruh mereka untuk makan siang Yang membuat Danang melihat cara Ferdi menyuruh mereka dengan bicara sopan juga terkesan berwibawa


" Ya bang ini sebentar lagi " kata salah satu anak baru menjawab


" Ya sudah selesaikan " kata Ferdi


" Cih gaya lho Fer, mereka itu rajin dari lho dulu " Kata Danang Yang mendapat teguran dari Yusuf


" Nang lho ngak punya hak menjelekkan Ferdi disini " kata Yusuf Yang membuat Danang seketika terdiam . Tak bersuara lagi . Sedang Adi dan Ferdi terdiam Karna bila Danang tak berani ribut dengan Yusuf Karna bukan tandingan nya sebab Tri Yusuf dan Ariesta pintar bela diri .


**************


Tri meminum air mineral di botol Sambil melihat istri dan putranya tertidur Sedang Ariesta membawa mobil dengan kecepatan sedang

__ADS_1


" Lho belum dapat jodoh ta, apa di batu licin tak ada perempuan " kata Tri Melirik Ariesta dengan ekor matanya


" Banyak tapi ngak kaya kekasih Ngak asyik mereka itu hanya maunya di ajak jalan jalan dan makan Juga belanja Dan kalo dandan menor menor lagi Kaya habis kepentok tiang listrik Beda sama kekasih polos dan alami ." kata Ariesta menoleh pada Tri


" Bedaknya lima centi dong kalo nangis mahal " Kata Tri terkekeh .


" Ya begitulah , mending duitnya beli emas Tapi ngomong ngomong kekasih ku melarat amat Tri ngak ada perhiasannya " kata Ariesta menyindir


" Deg .......


" Astaga gue lupa ta belikan Yuni kalung kemaren di sana " kata Tri


" Cih ...... lho banyak duit bini kok kaya ngak punya suami ,Masih romantis hantu Tri dari pada lho Mereka bisa ngasih cincin dan bunga " kata Ariesta .


" Ya ampun ta, kok lho bandingin gue sama hantu . Iya gue tahu gue belum sempat beli Besok kalo sudah dapat uang lemburan Gue belikan kekasih mu itu yang bagus " kata Tri


Dih telat, tuh tangan nya aja polos Nanti dia di kira gadis gimana ?" kata Ariesta


" Ya tahu bro , gue lupa kan kemaren uang nya buat bekal mbok dulu Kan belum gajian " Kata Tri merasa bersalah


Karena slama ini Tri belum mencukupi sang istri Dan perkataan Ariesta seperti mengena di hati Yang merasa di tampar Ariesta dengan sindiran Walau itu hanya obrolan biasa Tapi Tri sadar ia sudah banyak melakukan kesalahan kecil Yang kadang tak ia sadari .


" Ariesta minggir ......" Teriak Yuni yang membuat Ariesta banting setir ke kiri .


Wus........wus..............


" Astagfirullah aladzim " Kata Tri kaget Ketika melihat truk tronton lewat dengan kecepatan tinggi di ikuti truk di belakang nya


" Gila tuh sopir ya "kata Ariesta kesal Untung mereka minggir dan berhenti Kalo tidak pasti sudah gepeng di lindas


"' Kok kekasih bisa tahu " kata Ariesta menoleh pada Yuni yang terbangun .Karna hantu bocil membangun kan nya Karna truk itu remnya blong .


" Truknya rem nya lagi blong yang Makanya itu truk lari dengan kecepatan tinggi " kata Yuni


" Hah ... kok bisa gila tuh orang yang sengaja bikin blong " kata Ariesta Lalu kembali menjalankan mobil


" Bunda kenapa ?" kata Akhtar terbangun karna kaget Yuni berteriak .

__ADS_1


" Akhtar masih ngantuk de, sini sama ayah " Kata Tri menoleh kebelakang Karna tahu Akhtar pasti sangat terkejut mendengar teriakan bundanya


" Ayah ....... " kata Akhtar membuat Yuni mengedong nya lalu memberikan nya pada Tri


" Ya ampun ganteng ayah kaget ya " kata Ariesta Yang membuat Akhtar mengangguk


" Tidur lagi ya " Kata Tri memeluk buah cinta nya itu sambil menciumi pucuk rambat Akhtar .


" Hehehe........geli yah " kata Akhtar memeluk Tri erat .


" Sudah bobo lagi ,sebentar lagi kita nyampe jalan tol nya biar cepat sampai ya nanti kita makan disana nyari yang enak enak buat ade " kata Tri Yang tahu mereka sudah hampir sampai kota palangkaraya Dan Ariesta menyetir dengan kecepatan sedang Tapi gesit membuat mobil melaju cepat diantara jalan sepi Tapi tetap berhati hati .


" Kita mampir di mana Tri " Kata Ariesta


" Dekat pasar yang ada masjid nya saja ta Biar istirahat sholat Dan bisa ngaso sebentar Karna bokong gue pegal duduk terus " kata Tri


"' Ya baiklah bro " Kata Ariesta Yang membuat mobil melaju kencang Sedangkan Yuni tidur nyenyak tidur di kursi tengah


" Wah ...... Ini kekasih tidur lagi kang " kata Ariesta


" Hehehe ngantuk dia ta " kata Tri Melihat Yuni tidur nyenyak Begitu juga dengan para hantu yang kembali terlelap


Hantu bocil hanya bangun ketika merasa kan ada bahaya untuk mengingat kan Tri dan Ariesta Agar mobil mereka aman Karna memang hantu bocil seakan tahu ada bahaya yang mengintai


************


Di km 30 malam terasa sunyi Ketika Rena mengetuk pintu kamar Sandi dan Vian Yang sudah ingin terlelap tidur


" Kret ....


" Mau apa ?" kata Vian dengan wajah masam


" Mas Sandi ada ?" kata Rena


" Sudah tidur besok saja bila ada yang penting " Kata Vian yang terjaga mengira tadi atasan mereka yang mengetuk pintu


" Aku mau bertemu sekarang " kata Rena langsung berubah menjadi hantu tanpa kepala Yang membuat Vian kaget dan meloncat memeluk Sandi

__ADS_1


" Aaa........aaaa .. " Teriak Sandi kaget lalu memeluk Vian erat Begitu juga Vian tak menyangka Rena berubah jadi hantu jadi jadian


"' Apaan sih kalian teriak teriak " kata Rusdi Dan Beni ikut bangun karna kaget mendengar teriakan mereka berdua.


__ADS_2