
Yuni pun kembali menatap layar komputernya Tanpa perduli dengan pria yang menatapnya itu Sedangkan Tan merasa tertampar Karna baru kali ini Ada wanita yang cuek saja dengan kehadirannya Bahkan tanpa basa basi sedikit pun. Untuk menyapanya .
" Namamu Yuni kan , kenapa mau bekerja di proyek ?" kata Tan basa basi
Yuni menoleh lalu berpikir sejenak Dan lalu menatap pria di depan nya itu
Sambil melihat Tan yang tersenyum
" Disini saya hanya bertugas sementara pak, kok bapak tak besama pa Fauzi " kata Yuni
" Kami baru datang Yun, dia sudah ngacir saja duluan " kata pa Fauzi
" O gitu , oh ya pa nanti saya mau ke pasar sama mbok ,apa bapak mau titip
Karna Yuni sekalian mau mampir ke kantor sampit " kata Yuni
" Ngak Yun kita mau ke hutan hari ini
Sekalian melihat lokasi Salam saja buat koh Asang dan ci Lily .Oh jangan lupa beli cemilan biasa , nih uangnya " kata Fauzi membuka dompet Dan memberi Yuni dua kembar uang ratusan .
" Saya juga mau titip boleh ngak " kata Tan yang membuat Bastian dan Devan tersenyum melihat tingkah teman nya itu
Lalu mengambil uang di dompetnya yang penuh dengan uang ratusan .Dan sengaja memilih milih uang sedikit lama Agar yuni melihat uang nya
" Mpt.........mpt...... ada modus baru " bisik Devan menahan tertawa
" Biasa caper kelas tokek " kata Bastian balas berbisik
Sedangkan Yuni hanya tersenyum tipis Melihat pria didepannya itu memamerkan dompetnya yang penuh uang Namun Yuni cuek saja tak sedikit pun tertarik
" Ih....dasar pria aneh , dia pikir aku mata duitan apa " kata Yuni Lalu kembali fokus dengan layar komputer nya Dan Tan pun menarik nafas dalam Karna Yuni kembali cuek Karna uang pa Fauzi saja masih ada di atas meja .
" Hahaha....." tawa Devan pun pecah Ketika melihat wajah Tan kecewa .Niat ingin pamer Tapi yang dipamerin santai saja Asyik dengan pekerjaan nya
" Cih..... apa ada yang lucu " kata Tan menatap Devan
" Ngak lucu Tan, cuma sedikit gimana gitu ....Ada yang aneh saja sih. Ya ngak zi lho pernah ngak lho lihat orang galau yang sedikit penasaran Tapi bikin kesal " kata Bastian memainkan alis matanya pada pa Fauzi .
__ADS_1
" Pernah sih , bahkan sering akhir akhir ini Karna kepala bawahnya pusing .Ya kan van " kata Fauzi tersenyum Tahu kearah mana pembicaraan dua tamu nya itu Yang menatap Tan berwajah masam
" Seratus anda betul zi , tak salah oh ya apa kita kehutan sekarang ?" kata Bastian .
" Ya ngak masalah biar kita pakai traktor saja. Biar aku panggil dengan HT
Yun kamu jadi ke sampit kan " kata pa Fauzi menatap Yuni
" Jadi pa, tadi bapak titip cemilan saja kan Apa tamunya juga " kata Yuni
" Iya nih uang , kalo kurang kau bisa minta lagi " kata Tan sombong
" Ok ... pa ini saya harus beli apa " kata Yuni Karna Tan memberi kan uang 500 ribu di atas meja Yuni .
" Terserah yang penting enak dan tidak basi " kata Tan Menatap Yuni lekat yang lalu menjadikan uang itu jadi satu Dan menyimpannya di saku celana nya
" Ok .... slamat meninjau pa, saya siap siap dulu kepasar " kata Yuni yang beranjak dari meja kerja nya Dan meninggal kan keempat pria itu
" Gila tuh anak buah mu zi, Dia itu perempuan atau laki sih " kata Tan Yang tak sama sekali menarik di mata Yuni
" Hahaha...... Itu modus modus orang penasaran zi , Karna tadi malam gagal mengumbar syahwat " kata Bastian ngakak Menertawakan teman nya itu
" Ck ..... rupanya kalian senang lihat .gue mati gaya " kata Tan dengan wajah di tekuk .
" Tingkat ketampanan berkurang bro Makanya terabaikan Biar keren dan dompet tebal Tapi ada saatnya tuh pamor turun level . Kalah bersaing dia sama orang hutan " kata Fauzi terkekeh
" Hahaha..... betul zi , makan dia rada gampang baper " kata Bastian Yang membuat ketiga nya menertawakan Tan
Yang membuat suasana kantor jadi riuh
Sedangkan Yuni sudah di mobil Menuju kota sampit bersama mbok Yang duduk tenang di samping Rahman .
" Mbok nanti Yuni mau beli cemilan dulu ya " kata Yuni
" Iya ndu, apa mau beli buah juga " kata mbok
" Ya lihat nanti " kata Yuni Yang ingin membeli cake dan roti untuk para tamu nya Agar mbok tak repot memasak..
__ADS_1
Tak sampai satu jam mobil merapat di pinggir pasar .Rahman dan mbok yuni pun turun Dan mulai belanja Yuni lebih dulu menemani mbok belanja Setelah selesai ia pun memisah kan diri untuk mencari cemilan dan cake untuk para tamu dan juga buah .Dan tidak lupa ia meminta nota pembelian .
Di hutan Ferdi Tri dan Yusuf sedang membenahi alat berat yang mogok Dan tak sengaja Mereka melihat atasan dan para tamu datang meninjau Yang melihat lokasi lahan
" Tuh pria yang tadi malam di kerjain hantu itu kan " kata Ferdi
" Iya Fer , kenapa emang dia persis kaya kamu " kata Yusuf melirik Tan
" Mana ada , dia lebih dari ku Makanya sedikit sombong " kata Ferdi yang merasa pria itu lebih pede darinya
" Aku tak tertarik " kata Tri cuek
" Ya aku juga , mending kerja " kata Yusuf malas mengurus orang lain Karna memang mereka harus fokus bekerja Apalagi para tamu itu terkesan tak ramah Membuat Tri dan Yusuf lebih memilih bekerja .
************
Malam nya Yuni membawa cake dan buah sesuai pesanan tamu dan atasan Yuni Yang membuat ketiga pria itu kaget karna Yuni juga memberikan nota nya .
Setelah itu Yuni memberi cemilan untuk teman teman stafnya . Karna ia juga banyak membawa makanan untuk stock.
" Astaga gadis itu jujur banget Tan , Nih benaran semua di beli tanpa menyunat duit lho " kata Devan kaget Melihat harga makanan .pas Dan Yuni tak mengambil satu bungkus pun
" Dia membuktikan kalo dia ngak matre Tan makanya nih jajanan dan buah lengkap nyampe tangan lho .
" Biar , buat kita saja Untuk cadangan lapar kalo dia ngak mau ya sudah ..Tuh perempuan sok banget " kata Tan Yang benar benar di buat penasaran .oleh anak buah pa Fauzi itu .
" Hahaha......akhir nya kau kalah telak bro Dia menang kau menyulut api dia memadamkan nya Tan " kata Devan tergelak Karna tadi siang Tan sempat berkata Kalo Yuni akan memakai uang nya Namun di patah kan oleh Yuni dengan membuat nota belanjaan nya Dan satu sen Yuni tak mengambil uang Tan Dan ia memilih memakai uang yang ia dapat tadi malam Dengan mentraktir mbok dan Rahman makan di rumah makan Juga membeli cake buat teman stafnya Dan juga tak lupa buat Tri dan juga Ariesta
" Aku tak percaya pasti dia pura pura saja awal nya " kata Tan
" Ya terserah kau saja ,Tapi paling tidak kita tahu dia bukan gadis matre atau murahan yang bisa di bodohi begitu Yang membuat lho mati kutu " kata Devan Yang senang kalo temannya itu kena batunya dan menuai karma .
Tan pun terdiam Lalu mereka bertiga memakan makanan yang dibelikan Yuni Tanpa memberikan atau menawarkan
Apa yang mereka makan pada anggota staf yang ada di dalam mess
" Tok......tok.....tok....... suara pintu di ketuk dari luar Yang membuat Tan berdiri dan membuka pintu dan .....
__ADS_1
" Aaaa............hua ......" Teriak Tan kaget