
Moko yang merasa aneh pun menatap Tri Yang terdiam Karna tak bicara apa pun lagi
" Ada apa sebenarnya ?" kata Andre menatap Ferdi dan Tri
" Tak ada apa apa mas, itu urusan ku dengan Ferdi " kata Ariesta yang menyudahi makan nya Lalu membawa piring nya kebelakang Begitu juga dengan Ferdi yang juga sudah selesai
" Apa kalian tahu " kata mas Andre menatap Yusuf
" Kalo masalahnya ngak tahu mas, Tapi tadi mereka baku hantam Dan Ariesta menghajar Ferdi Makanya wajahnya babak belur begitu " kata Yusuf sedikit berbisik
" Pasti gara gara Yuni lagi kan ?" kata Seto
" Ngak salah itu pasti " kata Umar
" Bukan salah Yuni mas, pria nya saja Yang bodoh nekat .Orang ceweknya aja cuek kok dianya baper " kata Tri
" Heh..... berarti kamu tereliminasi Tri, kan kemaren sama kamu Sekarang kok bisa sama Ariesta " kata Aris
" Kalo sama aku itu salah paham ris, Ferdi saja yang cemburu .Kalo dia jalan sama mas Andre dan Moko kan sama Ngak ada bedanya " kata Tri
" Tul Tri , terlalu posesif itu tidak baik , orang ditolak kok ngotot " kata Moko Yang menyuap makanan nya
Sedangkan Yuni duduk terdiam di kamarnya .Memikirkan cara agar Ferdi tak mengusiknya Apalagi Yuni tak ingin
Melihat setiap pria baku hatam karna dirinya
" Ah ....apa aku salah ? Padahal dia sudah aku tolak Tapi kenapa masih nekat Apa aku suruh hantu Alam saja ya menakutinya " kata Yuni bicara sendiri
" Astagfirulah......kan hantu Alam sudah tenang " kata Yuni termenung sendiri
Lalu bercermin melihat bibirnya yang
terluka di dalam .
Tok......tok......tok......
" Siapa ?" kata Yuni
" Aku yun " Terdengar suara mas Andre dari luar
Yuni pun lalu berdiri dan menghampiri pintu Dan membukanya
Ceklek .........
" Ada apa mas " kata Yuni kaget Melihat Andre Moko dan Seto Aris dan Umar berdiri didepan pintu Lalu masuk kamar Yuni
" Ada masalah apa kok katanya tadi Ferdi dan Ariesta berantem " kata Moko
" Ih .... Kok tanya aku sih .!! Kenapa ngak tanya mereka saja ?" kata Yuni .
__ADS_1
" Kau ini...... kan masalahnya gara gara kamu Yun , apa kamu ngak tahu " kata Andre menatap Yuni penuh selidik
" Tahu ......aku menolak nya Dia cemburu sama Ariesta sudah jelaskan. Trus tanya apalagi .... " kata Yuni .
" Heh ...... Kok cuma gitu ngak ada yang lebih seru lagi yun Biar mereka lebih ektrim lagi berantem " kata Aris
" Ris .... Kamu ini , kan bukan masalah berantem ris ..Masalahnya itu kenapa tuh Ariesta bisa ngamuk .Dan si Ferdi babak belur di hajar Kalo Tri kemaren kan karna salah paham Kalo ini masalah nya apa ? " jelas Andre
" Kalian mau tahu " kata Yuni
" Ho oh........" Angguk kelima nya
" Ferdi nyium aku....... " kata Yuni
" Stop ...... ngak perlu cerita yang !! Nanti mereka jadi salam pemahaman " kata Ariesta Yang mengangetkan mereka .
" Eh.....salah paham kali ta , bukan salam pemahaman " kata Aris
" Ya begitu , kan maksudnya sama saja Lagi kenapa kalian tanya Yuni Harusnya aku yang kalian tanya Kan aku yang berantem " kata Ariesta berpaku tangan
" Heh...... bocil kita tanya mba Yuni biar jelas masalahnya . Kalo lho kan ngak jelas " kata Umar
" Terserah , yang berantem aku . Kok situ kalian yang bingung sih .Santai bro biasa kalo laki adu otot biar laki !! " Kata Ariesta yang membuat Yuni mengeleng kan kepalanya
" Ih ..... Kau ini ta , ngak gitu juga kali . Maksud mereka biar tahu duduk permasalahan nya " jelas Yuni
" Ya terserah kamu yang , kalo masalah nya berdiri pun ngak masalah Kan ngak pake duduk juga " kata Ariesta
" Ho oh mas kan aku cuma lulus SMA jadi aku ngak tahu " kata Ariesta Yang membuat Aris tergelak .Karna ia tahu . Ariesta sengaja menganggu mereka Agar tak mengusik Yuni
" Ok..... bro sudah, kita ngak nanya lagi deh Bodo amat lho berdua duel Yang penting ngak makan korban nyawa " Kata Aris yang lalu melangkah menuju kamar nya Begitu juga dengan Umar dan Seto Sedang Andre dan Moko mengangkat kedua bahunya .
" Yo wis pulang gih .....sudah sore " kata Andre
" Kan aku mau ketemu Yuni " kata Ariesta tersenyum
" Ki bocah........ yo sengaja cari perhatian biar bisa ketemu Yuni dasar bocil bocil ya sana tuh Yun, kekasih mu !! " kata Andre masuk kamar Yang membuat Yuni tersenyum Karna mas Andre kesal
" Ya sana ......ngobrol " kata Moko Yang hanya mengelengkan . Karna Ariesta datang untuk mengajak Yuni ngobrol .
Ariesta pun masuk kekamar Yuni Dengan pintu terbuka lebar . Keduanya ngobrol masalah luka Yang membuat 5 kepala nongol di depan pintu Yang membuat Yuni tersenyum Melihat aksi kelima teman temannya itu. Yang mencuri dengar obrolan Yuni dan Arista Padahal Ariesta hanya datang memastikan Yuni baik baik saja. Karna ia takut gadis itu sedih Karna kelakuan Ferdi yang diluar batas Yang membuat Ariesta marah Karna tadi Yuni dilecehkan .
Ariesta pun tahu Yuni menganggapnya berteman .Lepas ia dekat atau tidak ia ingin tetap berteman baik .Karna mereka sama sama merantau di kampung orang
Cukup lama mereka ngobrol Ketika magrib Arista kembali ke mess karyawan
Yang membuat Andre bingung Karna Ariesta dan Yuni hanya membahas pekerjaan di hutan dan kancil mereka Tak ada masalah yang lain Dan Yuni menutup pintu kamarnya Setelah Ariesta meninggalkan nya
Malamnya Yuni tidur nyenyak Ketika pintu jendelanya diketuk orang dari luar Yang membuatnya kaget
__ADS_1
" Astagfirullah ......." kata Yuni dalam hati menutup tubuhnya dengan selimut Tanpa
Memperdulikan siapa yang mengetuk jendela kamarnya .
Duarr...........
Tak lama terdengar suara keras di luar Yang membuat semua orang terbangun Dan terkejut lalu menuju pintu utama mess
" Ada apa ?" kata Andre dan Aris Yang membuka pintu keluar ke teras mess Begitu juga para karyawan yang juga keluar dari mess.
" Ada kebakaran mas , di perkebunan sawit karna kompor meledak . Ayo lihat " kata Danang
" Ayo kita lihat yuk !" kata Aris
" Ayo ....." kata Tri
Yang lainpun ikut melihat menyebrang keperkebunan .Sedangkan Yuni hanya berdiri di sebelah Umar lalu menghampiri mbok Yang juga penasaran keluar dari mess karyawan
" Mbok mau ikut ...?" kata Yuni
" Ngak usah ndu, kita disini saja " kata mbok yang duduk di depan mess staf Yang membuat mata Yuni tak sengaja melihat sosok bayangan hitam ikut berdiri di depan bengkel
" Astaga apa itu ?" batin Yuni bergidik ngeri Ketika ia melihat seorang pria Menutup kepalanya dengan jaket hitam
Dan itu jelas bukan manusia Ia hanya ikut berkumpul seakan ia juga karyawan
" Mas sini " kata Yuni menarik Moko Agar dirinya tak terlihat pria itu
" Ada apa ?" kata Moko
" Ngak pa pa mas " kata Yuni yang melirik pria itu bermata hitam tajam menatap tiap para karyawan Seakan mencari seseorang
Yuni pun bersikap tenang .Tanpa gerakan Dan tak lama pria itu pergi menghilang di belakang bengkel
" Siapa itu ?" batin Yuni penuh tanda tanya Lalu duduk di sebelah mbok .
" Mbok tidur sama Yuni yuk ." kata Yuni Yang takut juga merasa ngantuk
" Yuk ndu ini baru jam 12 malam ." kata mbok .Melihat jam di tangan nya
" Ya sudah sana masuk tidur lagi " kata Moko
" Ayo mbok , lagian sudah banyak orang Yang bantu mereka dan melihat kesana " Kata Yuni
" Ya ayo ndu , nanti kan mbok bangun jam 4 subuh mau masak " kata mbok .
Yang berdiri mengikuti Yuni kekamarnya Dan Yuni pun lalu mendorong pintu kamar nya Namun ketika pintu terbuka
"Hua..........aaa......... " Teriak Yuni dan mbok kaget
__ADS_1
" Woi .....ada apa ?" kata Umar Seto dan Moko bergegas masuk .