
Dan benar saja panci panci mbok berhamburan di lantai Yang membuat Arga dan mbok saling pandang
"' Kenapa mbok " kata Ayu dan Asih Begitu juga Yuni dan Tri yang menyusul ke dapur
"' Dia ngamuk de " bisik Tri
" Dia cemburu mas " balas Yuni berbisik
" Siapa yang cemburu ?" kata mba Ayu
" Aish mba Ayu ikut ikutan " kata Tri
" Lagian kalian kenapa sih bisik bisik " kata mba Ayu heran
Lalu mbok kembali merapikan panci dan wajan nya di atas meja dapur Dan Yuni yang ingin membantu mengurungkan niat nya Ketika melihat sosok itu berdiri di pojok dapur Yang membuat Yuni langsung
Memegang erat lengan Tri
Tri yang sadar itu nya takut pun langsung memeluk Yuni Dan mengurai pelukannya nya dan merangkul Yuni Lalu membawa Yuni pergi dari dapur Menuju ruang tengah untuk
" Sudah di sini saja " kata Tri membawa Yuni duduk di sofa sambil melihat tv Dan tiba tiba ....
Jleb........
Tv pun langsung mati membuat Yuni dan Tri saling pandang Dan Tri langsung membaca doa lalu menyalakan tv kembali
" Ada apa ? " kata mas Arga
" Ada hantu lewat mas " kata Tri
" Hah..... hantu .!!! Ih jangan bercanda de ngak lucu " kata mba Asih bergidik ngeri karna takut
" Kok bercanda ngak lah mba, beneran itu maka nya tv nya mati " kata Tri
" Ada apa " kata mbok
" Iki lho mbok Tri bilang ada hantu di rumah ini " kata Mas Arga
" Emang iya le, ono lelembut nya " kata pak le yang datang dari pintu depan.
" Lah pak le kok bisa masuk " kata mba Ayu kaget
" Emang ngak mbok kunci yu, Iku lho de senang banget bikin rusuh dapur ku Siapa lagi kalo ngak lelembut dapur " kata mbok mengadu
" Hah .... emang tenan ono mbok " Kata Asih tak percaya
__ADS_1
" Iyo ndu tiap rumah itu ada penunggu nya cuma ngak nganggu orang " kata pak le
" Ngak ganggu opo wong dapur jadi berantakan semua gimana jadinya kalo mbok tinggal Bisa bisa hancur lebur dapur ku de " Kata mbok ngomel
" Tapi ngak pernah kan sebelum nya " kata pak le menatap mbok
Tri dan Yuni saling pandang Karna pak le nya menjelaskan Kalo memang ada penunggu di rumah itu Karna dulu di dapur mereka itu Ada pohon beringin . Dan pak le bercerita kalo dulu sebelum di tebang .Pohon itu memang di tinggali sosok mahluk astral Tapi tidak pernah menganggu. Dan biasanya juga tak pernah berisik dan membuat rusuh .
" Trus pie apa perlu kita panggil pa ustad " kata Arga
" Ngak perlu juga ga, karna mereka juga punya rumah sendiri .Selama kita ngak menganggu mereka tak akan menganggu kita Mungkin dia hanya kesal saja kalo kalian berisik " kata pak le.
" Bukan pak le dia pengen dekati Yuni Tapi ra iso " kata Tri
" Heh.....ojo macam macam " kata mbok
menatap Tri
" Tenan mbok dia itu sosok hantu berbulu hitam lebat tinggi besar lidahnya panjang Dan matanya hitam Trus suka sama ade ....Maka nya kalo kita bercanda dia ngamuk di dapur " jelas Tri
" Hi.........serem de ojo koyo ngono Tri Masa iya hantu suka sama manusia " Kata mba Ayu
Mbok terdiam begitu juga Pak le mendengar cerita Tri Yang membuat Asih dan Arga juga kaget
"' Ah jangan cerita halu Tri kui ora jaman ne " Kata mba Asih
Yuni hanya diam Dan memegang tangan Tri erat Karna dari tadi hantu itu berdiri mendengarkan mereka ngobrol Dan Yuni langsung membaca kan ayat kursi Dan berusaha tenang seakan tak melihat Sambil mengengam tangan Tri erat
" Ndu kamu ngak apa apa kan " kata mbok menatap Yuni
" Ngak apa apa mbok " kata Yuni
Tri yang merasakan tangan Yuni erat pun terdiam Dan tahu istrinya itu sedang merasakan kehadiran mahluk itu .
" Ayo de kita ke kamar " kata Tri
" Tapi mas " kata Yuni
" Sudah tidur sana ndu sudah malam Tri sana bawa masuk kamar Arga Asih kono turu !!! " Kata mbok .
" Mbok Ayu nginap ning kamar mbok yo mbok " kata mba Ayu takut
" Yo terserah " kata mbok
Sedangkan Tri membawa masuk Yuni kekamar Lalu mereka pun berbaring Dan Tri tak lupa membaca ayat kursi dan meniup kan nya di pintu Dan Tri juga membaca nya untuk Yuni meniup di ubun ubun Yuni Membuat Yuni menatap suami nya itu lekat
__ADS_1
" Mas , kok mas cerita sih kan bikin mba Asih dan mba Ayu takut " Kata Yuni
" Biarin biar mereka bisa jaga diri " kata Tri memeluk Yuni
" Ayo tidur besok kita mau kondangan kan Lusa kita pulang ke jakarta " Kata Tri mengusap kening Yuni pelan Ketika mereka saling berhadapan .
" Ya mas " kata Yuni membaca doa tidur lalu memejamkan matanya . Yang dipeluk Tri dan mereka pun terlelap
Tengah malam Tri terbangun untuk...pipis Lalu kedapur dan masuk kamar mandi Setelah selesai Tri pun kembali dan Ketika ia masuk kamar Ada sosok pria Sedang mendekati Yuni Yang membuat Tri mengambil tingkat kayu lalu memukul nya sambil membaca doa Dan mahluk itu tiba tiba langsung menghilang
" Sit ....... Kemana dia pergi " kata Tri Yang lalu naik keatas tempat tidur berdoa dan memeluk Yuni erat Namun
Tak lama sebuah tangan berbulu..... Ingin menarik kaki Yuni Yang langsung membuat Tri ...
" Buk ......buk .......buk ..
Tangan Tri langsung memukul tangan panjang itu Dan tangan itu langsung menghilang Yang membuat Tri .lega dan menaruh tongkat kayu itu ..di atas kepalanya
**********
Paginya Tri dan Yuni merapikan tas dan koper mereka untuk besok Karna mereka akan kejakarta sebelum pulang ke Sampit Dan nanti siang mereka akan menghadiri undangan Sandi dan Nugrah Karna Tri ingin menghormati teman nya itu . Dan lagi untuk mengucapkan slamat Karna ia dan Yuni juga sudah menikah
" Mas " kata Yuni
" Ya de " kata Tri
" Ada apa ?" kata Tri
" Itu ...... " kata Yuni menunjuk sebuah benda di ujung jendela kamar Tri Dan Tri pun langsung mengambil nya
" Astagfirullah ......." kata Tri melempar benda itu keluar jendela Yang seperti rambut panjang .
" Itu apa mas " kata Yuni
" Rambut gimbal de ....... bagaimana bisa itu ada di kamar ku " kata Tri menatap rambut itu Lalu mengambil korek api didalam laci Dan keluar dari kamar
" Mas tunggu " kata Tri
" Ayo " kata Tri mengandeng tangan Yuni lalu mencari rambut itu yang sudah hilang
" Astaga...." kata Tri menatap Yuni Yuni pun menatap nya Lalu kedua nya kembali ke kamar lagi Yang membuat Tri dan Yuni saling pandang Lalu kembali mencarinya di kamar dengan teliti
" Hilang de......" kata Yuni
" Bagaimana bisa hilang mas ?" kata Yuni .
__ADS_1
" Ngak tahu " kata Tri melihat tiap sudut kamar
Lalu keduanya memeriksa benda itu Di setiap sudut kamar Namun tak terlihat lagi Karna memang rambut itu sudah menghilang