Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 234


__ADS_3

Tri dan Yuni mengabiskan malam panjang mereka berdua sampai jam 12 malam Yang membuat Yuni terkapar lemas Karna Tri masih bergoyang ria


" Mas sudah ade ngantuk " kata Yuni mengecup bibir Tri


" Hehehe......... mas ketagihan de, kok kaya perawan lagi " kata Tri Yang merasakan istrinya itu seperti gadis perawan


" Iya kan nganggur lama mas lagian sama ibu di kasih sari rapat biar rapet tuh sarang perkutut " kata Yuni manyun


" Hehehe.. .. iya besok lagi ya " kata Tri turun dari tahtanya di samping Yuni


" Hah ..... masa tiap malam sih di goyang mas " protes Yuni


" Hahaha ..... Iya lah , kan mas lama puasa de " kata Tri tertawa Sambil memeluk sang istri


" Trimakasih masih setia menunggu mas pulang Nanti akan ada hadiah yang menanti ade disana kita akan pulang kejawa sehabis kontrak mas selesai " kata Tri mengecup bibir Yuni


" Hadiah Apaan ? " kata Yuni penasaran


" Ada deh " kata Tri


" Ih mas curang , masa ade ngak boleh tahu " kata Yuni kepo


" Ya kan biar surprise de " kata Tri mengelus pipi Yuni Karna kecantikan istrinya itu tak berubah sama sekali . Bahkan tambah semok dan seksi .


" Untung ade pake gamis kalo ngak terlhat nih bokong bohay " kata Tri meremas bokong Yuni pelan


" Mas " rengek Yuni


" Hehehe,........ ade tahu ngak , Mereka tahunya Mas menikahi janda bohay Karna mengira ade benaran almarhum Tapi itu lebih baik Dari pada mereka kepo Dan tadi pas ade datang mereka bilang hantunya ade bawa rombongan" kata Tri bercerita


" Astaga ..... kok bisa gitu .. wah jadi mas dapat janda dong " kata Yuni terkekeh


" Biar kan saja toh mereka ngak perlu tahu Kalo ade masih hidup Biar mereka tak mengusik kita lagi " kata Tri


" Ya mas, karna itu lebih baik Tak perlu ada penjelasan panjang lebar kan " kata Yuni Yang juga tak pernah mau muncul di depan teman teman nya Karna hanya mba Raya saja yang tahu dirinya masih hidup Atas penjelasan hantu bocil pada Raya


" Ya kita sepakat , biar kan saja mereka menganggap mas menikahi janda kan janda bohay "kata Tri mengecup bibir Yuni


" Hehehe ada ada saja " kata Yuni tersenyum lalu memejamkan matanya


" De ... Jangan tidur mas mau nambah lagi " kata Tri


" Tahu ah mas, besok lagi kan bisa Lagian mas besok kerja " kata Yuni manyun karna sudah 6 ronde Tri melakukannya


" Satu kali lagi aja de " tawar Tri


" Mas ....... " kata Yuni yang mata nya sudah mengantuk


" Ade diam saja , biar mas yang goyang sendiri " Kata Tri tersenyum

__ADS_1


" Ya terserah mas, ade ngantuk " kata Yuni Yang membiarkan Tri kembali naik keatasnya Sedangkan Yuni memejam kan matanya karna tak kuat lagi karna lelah dan mengantuk..


" Sudah kerja malah di kerjain jadi dobel deh " batin Yuni


Sampai akhirnya selesai keduanya tertidur saling berpelukan hingga pagi .


************


Di sisi lain pagi jam 7 Ferdi baru saja datang ke bengkel Ketika mbok baru pulang dari warung perkebunan


" Mbok kok Yusuf belum pulang " kata Ferdi Ketika mbok melewati bengkel


" Biasa paling ada tugas , mungkin pulangnya sama Tri le " kata mbok memperkirakan


" Bisa jadi mbok " kata Adi


" Apa mbok sudah dengar kabar kalo Tri menikahi janda di sampit Katanya punya anak satu " kata Ferdi


" Astaga kok bisa le, kan Tri baru tinggal seminggu di sampit " kata mbok kaget


" Entah lah mbok biarkan saja Kasihan dia kalo masih teringat terus pada almarhum Yuni .Jadi menikah jalan yang terbaik " Kata Ferdi


" Ya mudahan saja Tri bisa hidup bahagia , Oh ya gimana kehamilan istrimu le " kata mbok menatap Ferdi


" Alhamdulilah mbok sudah jalan 7 bulan Dia sudah ngak rewel lagi kok mbok " kata Ferdi Yang tersenyum pada mbok sambil mengotak atik mesin


" Aamiin , ya mbok trimakasih " kata Ferdi Yang rada pendiam Karna banyak perubahan pada dirinya Setelah Yuni meninggal Dan saat itu Ferdi juga sempat melihat Tri menguburkannya bersama Lery Adi dan Yusuf Dari kejauhan


" Ya sudah le, mbok masuk dulu ya " kata mbok pamit


" Ya mbok " Kata Ferdi menatap punggung mbok yang pergi kedapur


Ferdi kembali bekerja bersama Adi Yang kini semakin rajin membaca buku meniru Tri agar ilmunya bertambah.


" Fer... apa Yusuf belum pulang tuh orang sekarang sok sibuk ya Sudah ada kepala mekanik juga kan disana Main hilang aja dia Di dalam hutan mesin gue mogok lagi Fer masa kerja nunggu besok " kata Febri yang kini membawa alat berat sendiri


" Nanti biar gue yang kesana " kata Ferdi menyahuti Febri


" Yakin bisa " Kata Febri ragu


" Ck..... gue juga mekanik Feb, emang selama ini gue lho anggap apa ?" kata Ferdi menatap Febri


" Ok .... tapi jangan lelet bro biar gue ngak ketinggalan target " Kata Febri


" Ya siap siap saja , gue selesaikan ini dulu .Di lho habis ini ikut kehutan ya " kata Ferdi pada Adi


" Siap bang , apa bang Yusuf ngak pulang kan cuma manggil mas Tri kok pake nginap " Kata Adi


" Mungkin ada urusan lain " Kata Ferdi Yang tak terlalu ambil pusing dengan urusan teman temannya .

__ADS_1


Di kantor sampit Yusuf baru bangun bersama Rendi yang tidur bertiga di kamar kepala mekanik Karna ketakutan tadi malam .


" Woi .... bangun " kata pa Budi menggedor pintu kamar Karna kamar Rudi dan Rendi kosong .


" Ya pa " kata Yusuf bangun dan membuka pintu kamar


Kret.........


" Kalian kenapa sih pada ketakutan gitu masa lihat hantu saja sudah takut " Kata pa Budi Yang datang ke sampit pagi ini .


" Wah pa Budi ngomong seenak nya Nanti malam ya kalo hantunya datang pa Budi yang menghadapi " kata Rendi tak terima di katai penakut


" Ya jelas kami takut , orang hantunya banyak begitu Ada kunti hantu cebol trus hantu tanpa kepala baris di depan mata kita . Emang pa Budi brani ya monggo kalo datang bapa saja yang maju " kata Rudi ikut bersuara


" Sudah ayo mandi , mana lagi si Tri pasti belum datang " kata Yusuf


" Lah mas Tri kemana memangnya ?" kata Pa Budi


" Tidur di rumah istrinya !! " kata Ketiganya kompak


" Hah......istri !! Kapan bawa istrinya kesini " kata pa Budi kaget


" Mana kita tahu pa kapan bawanya. Sudah yuk mandi " kata Rendi


" Ya ayo, bisa kacau tuh acara bila hantu pada datang lagi " kata Rudi turun dari tempat tidur


" Heh.... apa hantu nya mau datang lagi " kata pa Budi kaget


" Mana kita tahu !!" kata ketiganya bubar barisan Lalu pergi mandi berbeda tempat .Membuat pa Budi bingung


" Apa benar Tri menikah lagi , astaga kok bisa " kata pa Budi bicara sendiri Sambil menuju bengkel yang ingin mencari alat mesin


Disisi lain Tri sudah rapi dan baru selesai sarapan pagi ini .


" Yah Akhtar ikut ayah lagi ya " kata Akhtar memeluk kaki Tri .


" De Akhtar ikut bunda saja ya nak , Ayah pasti repot disana " kata Yuni yang tahu Kalo pekerjaan Tri tidaklah ringan.


" Bun..... " rengek Akhtar yang tak mau berpisah dengan Tri


Tri tersenyum lalu mengangkat tubuh mungil putranya itu .Dan mengendong nya juga mencium nya seluruh wajahnya Membuat Akhtar tertawa geli .


"' Biar sama mas de, kan anak dia anak laki laki " kata Tri


" Tapi ngak usil ya de " kata Yuni mengusap kepala Akhtar Karna bagi Yuni masih sangat kecil untuk mengerti tentang pekerjaan Tri yang cukup berat Apa lagi kini tangung jawabnya sangat berat . Mengingat Tri kepala mekanik .


" Akhtar ngak nakal kok bun, ya kan yah " kata Akhtar .


" Ya ... cup ...." kata Tri mencium pipi putranya Karna tahu putranya itu hanya menunggu nya seharian. Dan lagi pula Akhtar tidak rewel .

__ADS_1


__ADS_2