
Tak lama makanan mereka pun datang
Dan Yuni lalu menghapus air matanya Yang sempat menetes di pipinya
" Ayo makan " kata Tri melepaskan genggaman tangan nya dari tangan Yuni
" Ya " kata Yuni Lalu mereka pun makan dengan lahap .
Sesekali Tri melirik Yuni yang sudah terlihat tenang Dan menikmati makan nya dengan lahap .Entah apa yang menyebab kan gadis itu sedih Tapi Tri merasa kan kesedihan Yuni Yang membuatnya tak tega Padahal tadi Yuni baik baik saja . Ketika di rumah nenek buyutnya .
Setelah makan Tri pun membayar nya Dan duduk santai sambil menghabis kan teh manis nya
" Tadi kenapa sedih " kata Tri menatap Yuni lekat Karna hati nya terasa sakit melihat gadis yang di cintainya itu sedih
" Ah bukan apa apa Tri Hanya mungkin tadi terbawa suasana duka saja " kata Yuni tersenyum Karna sebenarnya ia juga menyukai pria baik yang ada di depan nya sekarang ini Yang sangat perhatian dan juga tulus Tapi mengingat perkataan sang kakek Yuni mengubur dalam dalam rasa sayangnya Agar Tri tak berharap banyak padanya Begitu juga dirinya Karna tak akan baik untuk mereka berdua di masa datang .
" Ayo kita pulang " kata Yuni
" Ya ayo , apa tak ingin mampir ke kantor sampit " kata Tri
" Ngak usah Tri, apa kamu mau mampir " kata Yuni
" Ya sebentar , ada yang ingin kuambil " kata Tri Yang berdiri dari duduknya Dan meraih tangan Yuni menggandengnya keluar .Dan Yuni pun berdiri lalu mereka menuju motor .
Yuni pun lalu naik ke boncengan Tri Dan mereka pun lalu menuju kantor untuk mengambil keperluan Tri untuk kelengkapan bengkel di camp
Sesampai di sana Yuni pun turun Dan melihat Nugrah dan Rena juga ada disana .
" Tri ......." Teriak Nugrah senang Langsung menghampiri Tri dan mengandeng tangan Tri . Tri pun terdiam mematung menatap Yuni yang hanya diam berdiri tanpa suara
" Kenapa ?" kata Yuni
" Hahaha....... wah Tri bingung Yun , milih kamu atau Nugrah " kata pa Sugeng tertawa
" Sama Nugrah saja pa saya ngalah kan mereka satu kampung dan juga satu suku serasi kok , ya sudah aku masuk dulu ya Tri kalo sudah selesai panggil aku di kamar mba Raya " kata Yuni tersenyum
" Ya " kata Tri Yang ingin tahu seperti apa perasaan Yuni padanya Dan bagaimana ia bisa membuat Yuni cemburu
" Wah Tri penolakan yang halus, dia merestui mu sama Nugrah " kata Rendi
__ADS_1
" Emang kamu suka sama Yuni Tri " kata Nugrah
" Astaga ngak usah ditanya juga semua orang tahu Nug. Kok kamu telmi banget sih " kata Rena
" Tri itu ngak benar kan, trus slama ini aku di anggap apa ?" kata Nugrah serius
" Astaga Nug , kita hanya teman kenapa menganggap serius " kata Tri
" Tri kok ...gitu sih " kata Nugrah cemberut
" Hahaha........ bingung bingung situ lho Tri pusing kan milih salah satu nya " kata pa Sugeng menyindir
" Dah Nug sana masuk , aku mau ambil barang dulu Nanti keburu sore " kata Tri
" Aish kau ini Tri banyak saja alasan mu Kalo aku dekati " omel Nugrah dengan muka masam
" Sana izin Yuni dulu Nug , kalo Yuni boleh Dan dia ngak mau sama Tri kamu bebas dekati Tri " kata Pa Sugeng
" Pa...... apaan sih " kata Tri mendelik
" Lah ngak apa apa kan Tri biar tahu asli nya Yuni Dia suka sama kamu apa ngak ? Dari pada di gantung mulu mending sana Nugrah kan Nug .... sayang di buang mumpung laku Tri hahaha...." kata pa Sugeng
" Iya Tri , ah tanya Yuni dulu ah " Kata Nugrah yang lalu masuk kantor
" Mau nanya dia , apa dia suka sama kamu apa enggak " kata Nugrah Yang berlalu masuk kantor lewat pintu samping Yang membuat dada Tri berdegup kencang Karna takut Nugrah serius bertanya pada Yuni Yang membuatnya takut Mendengar jawaban Yuni tentang perasaan nya .
" Bagus ...... mantap itu " kata Rendi melirik Tri
" Ck...... kalian ini senang banget cari perkara " kata Tri Yang memang berharap Yuni bisa jadi kekasih nya
" Perkara yang mudah Tri , biar kamu tahu isi hatinya.. Masa kamu takut sih Tri cemen ..... Hadapi kenyataan lebih brani masa wakil kepala mekanik yang tangguh ini lemah menghadapi penolakan cinta wanita Sama besi brani sama wanita bingung" kata pa Sugeng
" Ya Allah pa, ini masalah hati bukan urusan pekerjaan .Lagi pula baru pedekate masa sudah di bikin buyar " kata Tri yang membuang nafas kasar
Karna ia memang menyukai Yuni dari sejak pertama gadis itu menginjakkan kaki nya di camp
" Hahaha ngak usah baper Tri , santai perempuan masih banyak stock Malah kamu bisa nyari 4 sekaligus .Jaman sekarang kan lebih banyak perempuannya dari pada laki laki " kata pa Sugeng
" Itu buat pae saja, saya cukup satu saja pa .Asal yang saya cinta " jawab Tri lirih
__ADS_1
" Ya ... tapi kalo ngak mau gimana ?" kata pa Sugeng
" Maka nya saya usaha pa, tapi belum dapat juga .Baru mulai jalan sudah kalian bikin kacau " kata Tri kesal
" Hahaha ....... baper ya Tri.... Lihat pa !! Teman kita melow nih , gitu aja lemas Tri . Kan baru satu wanita masih banyak yang lain bro .Santai kalo jodoh ngak kemana Tri " kata Rendi
" Ya tahu , tapi yang ini langka Ren Gampang gampang susah Iya kalo dapat Pas lepas ambyar hati ku " kata Tri duduk sambil memilih baut
" Kasihan deh lho " kata Rena yang melewati meraka di bengkel
" Apa .... sana pergi ngak usah nganggu kita " kata Rendi Yang tak terlalu suka sama Rena .
" Astaga Ren sentimen amat sih lho, kan gue cuma godaan Tri " kata Rena
" Iya gue tahu, yang kasihan itu lho belum nikah nyosor suami orang . Kapok kan di tinggal udah jebol belum ?" kata Rendi
" Mulut tuh Ren tajam !!" kata Rena kesal Lalu berlalu masuk dapur
" Aish kau ini Ren,, ngak usah bikin masalah " kata Tri
" Biar tahu diri Tri, dia senang banget bikin masalah Lagian dia kan ngiri sama Yuni. Padahal perbedaan nya sama Yuni kaya langit dan bumi " kata Rendi
" Iya Ren maka dari itu Tri mati matian godain sih Yuni Biar Yuni nya mau Tapi menurut bapak sih Tri itu cuma di kasih harapan palsu " Kata pa Sugeng
" Wah ..... jangan ngomong gitu pa, aku ikut merasa baper nih .Dari pada dia sama si Ferdi atau si Tuan Tan itu mending sama Tri .Amit amit tuh orang naksir mba Yuni. Aku ngak rela Apalagi mba Yuni orang nya baik .Kalo sama mereka bakal di bikin sakit hati tuh mba Yuni " kata Rendi
" Emang mau Tri Yuni sama Ferdi ?" kata pa Sugeng menatap Tri
" Ngak tahu pa, tapi Ferdi pernah main guna guna pa. Tapi akhirnya balik ke dirinya sendiri. Dia akhirnya kena batunya " Kata Tri bercerita
" Astagfirullah aladzim , apa Yuni nya tahu " kata pa Sugeng
" Tahu pa , Yuni sendiri yang bilang .Tapi Ferdi ngak mau ngaku Sampai akhirnya ada yang ngasih tahu kita Akhir nya Ferdi malu sendiri " kata Tri
Yang membuat Rendi dan pa Sugeng melongo Mendengar cerita Tri Sedang di kamar Raya Yuni ngobrol sama hantu bocil .Kedua nya asyik bercerita Ketika Nugrah masuk kamar Dan Nugrah kaget ketika melihat Boneka bisa terbang sendiri
" Aaaaaaa.........." Teriak Nugrah
" Inalilahi " kata Yuni kaget yang melihat Nugrah jatuh pingsan di lantai .
__ADS_1
" Maaf telat update tadi ikut lomba tujuh belasan jadi belum sempat nulis
karna ada jalan santai juga Trimakasih sudah sabar menunggu