
Yuni pun langsung bergidik ngeri Karna rupanya empat hantu tadi mengikutinya sampai kantor sampit Dan Yuni pun melirik Raya yang duduk tenang disisi Raya mereka
" Ray aku buang hajat dulu ya " kata Yuni Yang ingin bicara pada keempat hantu itu
" Ya buang hajat kok dadak laporan segala sana gih bau " kata Raya yang lalu keluar dari kamar
"' Ray mau kemana ?" kata Raya
" Kedapur lihat ada makanan apa? mau nitip ngak " Kata Raya
" Mau .....mie rebus pake telur " kata Yuni tersenyum
" Itu sih ngak seru Yun, kaya anak kostan aja Aku belikan bakso ya " kata Yuni
" Ok " kata Yuni Yang lalu mendekati empat hantu itu Ketika Raya keluar Dan hantu bocil langsung memeluk kaki Yuni ketika hendak melangkah
" Apa sih ?" kata Yuni melihat bocil sedih
" Jangan tinggal kan kami , kami sedih kamu pergi Tak ada yang menolong kami lagi " kata hantu bocil
" Iya mba , kami sayang pada mu " kata Ke empat hantu itu sedih Dan mereka memasang kepalanya .
Yuni terduduk lemas Karna tak bisa berkata kata Bagaimana para hantu itu bisa tahu dia akan pergi
" Aku tak pergi tapi cuma pulang " kata Yuni berbohong
" Bohong aku melihat surat pengunduran dirimu " kata bocil
" Iya jangan pergi mba , kasihani kami disini masih membutuhkan mu .Kami belum tenang " kata para hantu itu
" Bocil.......... Jadi kamu yang ngasih tahu mereka " Teriak Yuni manyun
" Iya " Angguk hantu bocil
" Astaga , kenapa kalian begitu Kalian sudah hidup tenang Ngak akan butuh aku lagi " kata Yuni
" Tapi kami belum sempurna Kami ingin berbuat baik bersama mu " kata para hantu kompak seperti paduan suara
" Aku tak selama nya bisa membantu kalian Karna aku hanyalah manusia biasa Dan lagi aku hanya membantu kalian sebisa ku saja Agar bisa menolong kalian " kata Yuni lirih Karna tak tega melihat hantu bocil sedih Dan keempat hantu itu
" Bukan besar kecil bantuan mu pada kami yang kami lihat Tapi ketulusan dan niat mu itu mba Yang mau jadi teman kami " kata para hantu itu lagi
Yuni pun terdiam Selama ini ia tak pernah mengingat apa yang ia lakukan Karna ia hanya membantu semampunya Dan ia juga tidak tahu Apa arti semua itu Tapi para hantu menganggapnya orang yang baik Yang sudah menolong mereka
"' Pergi lah .... nanti kita bicara , itu temanku datang " kata Yuni Yang berdiri dari duduk nya
" Ya kami akan menunggu mu" kata para hantu itu lalu pergi menghilang Ketika Raya masuk kamar
" Yun aku sudah pesan kan bakso dan mie tek tek buat kita Dan si bocil aku belikan juga " kata Raya
" Ya Ray thanks " kata Yuni lalu duduk di sisi ranjang Dan Yuni hanya bisa iba melihat hantu bocil menangis di pojok lemari Raya
__ADS_1
" Hei .... Jangan menangis mba Raya sudah belikan makanan untuk mu " kata Yuni mendekati Yuni Yang membuat hantu bocil memeluk nya erat Dan rasa nya di hinggapi hawa dingin Yang membuat Yuni bernafas tenang
Sedangkan di kamar pa Sugeng Tri lagi makan bakso bersama pa Sugeng dan Rendi juga Rudi dan Beni Mereka duduk di kamar Pa Sugeng yang terlihat cukup luas
" Tri enak ngak ciuman nya " kata Rendi
" Ih.... kok pengen tahu aja sih coba aja sendiri Nanti juga pengen" Kata Tri cuek sambil melahap baksonya
" Lah kan nanya biar tahu rasanya " kata Rendi
" Ren kalo yang kaya gitu hanya perorangan saja yang tahu Karna bukan makanan Dan nikmat nya juga antara dua orang yang lagi jatuh cinta Dan itu tak bisa dijelaskan dengan kata kata Ya ngak Tri " Jelas pa Sugeng
" Ya pa betul " kata Tri tersenyum
" Masa sih pa , Trus Yuni merasakan ngak Tri nikmatnya " Kata pa Sugeng
Plak ........
" Auw.......apa sih Tri " kata Rendi kaget
" Ngak usah di tanya ?" kata mendelik
" Astagfirullah aladzim Tri lho ciuman Tri sama mba Yuni Apa ngak takut dosa " kata Rudi kaget
" Hahaha ........... " Semua orang pun tertawa ngakak dengan perkataan Rudi .
" Eh .....Rud, dosa kalo meninggalkan sholat Tapi kalo ciuman ngak ada bekasnya ngak dosa cuma semi dosa " kata Beni tergelak
" Alamak ...... Tapi kan beda kalo sama perempuan Ren " kata Rudi protes
" Masalah itu tergantung kepribadian masing masing Rud Kalo dosa itu berzina tapi masih diampuni Tapi kalo kita lalai sholat tiap hari itu 10 x lipatnya dari Zina Tapi kok tidak takut kan Padahal kita ini tiap hari bikin dosa lho " Kata pa Sugeng
" Hah kok bisa " kata Rudi
" Ya bisa Rud, tapi ngak nyadar " kata Tri terkekeh
" Contoh nya ?" kata Rudi penasaran
" Ngomongin orang, ngomongin bos, trus jelek jelekin si A dan si B Apa itu ngak dosa Belum lagi pipis ngak di cuci tuh asal nyetor trus celana penuh najis " Sindir pa Sugeng
" Heh..........wah gawat itu " kata Rendi Yang merasa tersindir Begitu juga Beni dan Rudi Sedangkan Tri hanya diam tak bersuara .
" Yah ....kebuka tuh kartu " kata Beni
" Hayo.....siapa yang seperti itu " kata Tri Yang lalu bersandar duduk di dinding kamar sambil mengambil sebatang rokok
" Tri kapan kamu mulai merokok ?" kata pa Sugeng menegur Tri
" Ah cuma mau nyoba pa " kata Tri tersenyum Dan Rudi langsung mengambil nya dari Tri Dan menaruhnya lagi di tempatnya
" Jangan bilang kalo kau lagi galau ya Tri " kata Rudi menatap Tri lekat
__ADS_1
" Ih habis ciuman kok galau " Sindir Beni melihat kearah Tri
" Yuni besok pulang ke jakarta jelas aku galau . Tak ada kesempatan untuk ku bisa dekat dengan nya Dan minggu depan aku harus mengawal alat pindah Aku bingung aku harus bagaimana ? " kata Tri
" Apa Yuni menerima mu Tri ?" kata Rendi
" Iya kalo di terima lalu putus itu jelas kan Ren Ini menggantung Hubungan tanpa status Dan itu bikin hati ku hampa Kami tak bisa menjadi pasangan " kata Tri dengan sendu
" Astaga ...... malang sekali nasip mu Tri Tri naik jabatan bukan nya senang Tapi galau setengah jiwa ." Sindir Beni
" Hei .... kan masih ada Nugrah " Kata Rendi
" Dia bukan tipe ku Ren Dia hanya teman saja " kata Tri
Lah terus waktu dia bilang kau tidur dengan nya itu gimana ?" kata Rudi
" Karna dia cemburu pada Yuni dia marah dan masuk kamar ku di atas Lalu melepaskan pakaian nya Kan karna aku ngak berminat tak kerjain saja lalu setelah itu Aku tinggal pergi " Jelas Tri
" Alamak kenapa ngak manggil aku Biar aku gantiin Tri " kata Rudi
Ho oh.....aku juga mau " kata Rendi
Plak ...... plak .....
Kepala Rudi dan Rendi pun di pukul .pa Sugeng dengan koran
" Dasar mesum , cari kesempatan Tri aja ngak doyan kok kalian yang pengen . Pantas Yuni sengaja manas manasin Nugrah Tapi kok Yuni bisa tahu " kata Rudi menatap Tri
" Mungkin Nugrah bilang kalo kami sudah tidur bareng Biar Yuni percaya Dan menjauhi ku Tapi Yuni ......" kata Tri terdiam
" Apa ........?.." kata keempat pria itu penasaran
" Huh ... bukan apa apa cuma Yuni yak percaya Dan dia hanya menganggap nya lelucon semata " kata Tri Yang tak mungkin mencerita kalo Tri juga sering tidur berdua Yuni Tapi tak terjadi apa apa dengan mereka berdua .
" Aish tak kira apaan ?" kata Rudi
" Trus waktu kamu kemaren jemput Yuni tidur di mana Tri " kata Beni
" Di hotel " kata Tri
" Sekamar atau sendiri ?" kata Beni
" Mhem........bagaimana ya " kata Tri bingung Yang membuat Semua nya jadi penasaran
" Itu........." Kata Tri
" Itu apa Tri ?" kata Yuni
Deg . ..........
Mata Yuni dan Tri pun saling bertemu Yang membuat semua orang terdiam .
__ADS_1