
Setelah puas Tri berbaring memeluk tubuh Yuni Namun tiba tiba ...
Plug .... Plug ..... Dua bantal sofa melayang di wajah Tri . Yang membuat Tri kaget Hingga Yuni menyusupkan . kepalanya didada Yuni menahan tawa Karna tahu hantu itu kesal melihat mereka
" Dia ngambek mas "bisik Yuni pelan namun di dengar Tri
" Biarin , mau lihat yang monggo Orang istrinya mas sendiri . Biar saja dia sakit hati " Kata Tri Yang tahu pasti hantu itu ingin mengusik istrinya lagi .
Yuni hanya tersenyum tipis Karna mendengar perkataan suaminya itu Lalu memeluknya untuk tidur sebentar Untuk memulihkan tenaganya .Yang lelah melayani pemilik hatinya itu
Tri juga memeluknya erat Dan mereka tidur terlelap sampai sore Sampai Akhtar menggedor gedor pintu kamar Dan yuni bergegas berpakaian dan membukanya
"' Bunda kok lama ?" kata Akhtar
" Bunda sama Ayah tidur de, Tuh ayah masih belum bangun " kata Yuni bergegas masuk kamar mandi .Yang berada di pojok ruangan kamar
Hanya 30 menit Yuni menyelesaikan ritual mandinya Yuni langsung keluar dan berpakaian lalu sholat Sedangkan Akhtar terlelap di sebelah Tri
Selesai sholat Yuni membangun kan Tri pelan Agar tidak kesorean mandi dan sholat ashar
" Astaga " kata Tri kaget melihat ada Akhtar berada di sebelah nya
" Dia baru tidur mas " kata Yuni Yang menyiapkan pakaian ganti Tri .
" Kok mas ngak tahu " kata Tri
"' Baru satu jam yang lalu " sahut Yuni
Tri lalu bergegas masuk kamar mandi untuk membersihkan diri Setelah mandi Tri langsung sholat .Dan berzikir lalu membaca kalam ilahi sebentar Lantaran ia teringat kalo hantu di rumah mbok nya itu Tadi sempat menimpuknya memakai bantal sofa .
Setelah itu Tri ikut berbaring lagi di sebelah Yuni dan putranya Hingga terbangun menjelang magrib Yang lalu sholat berjamaah bersama
" Yah tadi Akhtar ketemu hantu itu lagi dia asyik main sama kunti di dekat pohon besar sana "Kata Akhtar bercerita
" Hah......Akhtar lihat !!!" kata Tri
" Iya pas tadi main sama mas Arif dan pak le di kebun " kata Akhtar
" Ya biarkan saja , ade ngak dekat dekat ya pura pura ngak lihat saja Karna Ayah tadi aja di lempar bantal tuh " kata Tri
"Untung ngak sakit ya yah kalo ngak bisa Akhtar kasih terompet " kata Akhtar tertawa Karna tahu hantu itu tak melukai Tapi cuma menakuti saja
__ADS_1
Tri pun tersenyum Karna tahu Akhtar bercanda .Dan Tri juga tahu kalo hantu peliharaan kakek buyutnya itu tak menyakiti Hanya ingin ikut berbaur Tapi yang membuat Tri kesal hantu itu menyukai istrinya Yang membuat Tri tak terima Bila hantu itu ingin menganggu Yuni
Sedangkan Yuni ke rumah mbok membantu menyiapkan makan malam . Karna mbok ngak mau mengotori rumah putra bungsunya itu . Karna kasihan kalo Yuni membersihkan nya sendiri
"' Tri sama Akhtar mana de ?" kata mba Ayu yang tak melihat adiknya itu belum muncul .Karena mas Arga sudah pulang sedari tadi sore kerumah mereka yang dekat dengan sekolahan
" Masih di rumah mba , nanti Yuni panggil mba " Kata Yuni
" Ngak usah de, mas kan tahu jam makan " Kata Tri Yang tiba tiba muncul bersama Akhtar
" Lho mas Arga mana mas ?" kata Tri pada mas pur
" Sudah pulang dari tadi sore de. besok kan ia kerja lagi . Ngak kaya aku cuma pas dibutuhkan " kata Pur yang bekerja di kampus ternama sebagai asisten dosen
" Yang penting halal mas, kalo ingin tambahan ya harus nyari ke luar jawa " Kata Tri memberi saran
" Belum brani meninggalkan ibu de Untungnya mas masih ada ade perempuan satu lagi Jadi bisa diandalkan jaga ibu " kata Purnomo
" Ya pelan pelan mas, kan kerja berdua jadi bisa nabung " Kata Tri Karna Tri juga lebih banyak berhemat sejak menikah Agar bisa membangun rumahnya Dan alhamdulilah sekarang sudah selesai juga
" Sar ayo makan mbok mana ?" kata mbak Ayu .
" Di rumah pak le mbak sebentar Sari panggil kan " kata Sari Yang bergegas ke rumah pak le untuk memanggil mbok
" Yah dia ngeliatin bunda terus" Kata Akhtar berbisik Membuat Tri menatap Yuni yang ngobrol dengan mba ayu
" Sial pasti hantu itu senang sama ade" kata Tri yamg berniat mengerjai hantu itu nanti
" Awas saja nanti kita lihat saja " Kata Tri mengepalkan tangan nya .
Lalu mereka makan malam bersama Ketika mbok sudah datang bersama pak le dan bule Lalu menikmati semua makanan sambil bercerita panjang lebar Tentang sejarah pohon randu di dapur Yang di tebang sang kakek dulu .Karna terlalu tua takut merusak rumah Namun penghuninya tak mau menjauh dan pergi Karna betah jadi terpaksa sang kakek membiarkan nya saja Dan untungnya mahluk itu tak menganggu anak cucunya .
'" Siapa bilang tak menganggu mbok ?" kata Tri
" Apa kamu di ganggu le ?" kata pak le heran
" Iya lah pak le masa dia ....."
Belum selesai ucapan Tri Yuni sudah langsung menegur nya Karna ngak mungkin menceritakan hal tabu di depan keluarga mereka
" Mas ......." Tegur Yuni mendelik kan matanya karna Tri ingin melanjutkan perkataanya
__ADS_1
" Hehehehe..... iya de maaf mas lupa " kata Tri
" Apa ....????" kata pak le mbok saling pandang begitu juga mas Pur dan mba Ayu Yang penasaran pada kelanjutan ucapan Tri yang langsung terdiam .
" Lihat ayah telanjang pho hantunya ...??" Celetuk Akhtar polos
"Hah......wah iki ......." kata pak le yang mengerti Sambil tersenyum senyum
Yang membuat semua orang tertawa ngakak mendengar ucapan Akhtar. Dan Tri hanya bisa mengaruk kepalanya yang tak gatal Karna anak nya itu tahu ia tidur kondisi polos.
"' Tar .... kok bisa tahu Ayah telanjang bagus ngak bentuk nya " kata mba Ayu memancing Akhtar
" Ayu ...." Tegur mbok
"Hahaha..... bercanda mbok " kata Ayu tertawa
" Kan sama kaya Akhtar juga " jawab Akhtar polos
" Ngak sama le, kan ayah sudah besar " kata Pur ikut bicara untuk memancing kepolosan Akhtar
" Ngak tahu , Akhtar cuma lihat bokong ayah saja sama kaya Akhtar juga kok " kata Akhtar Yang lagi lagi menjadi bahan tertawaan pak le bule dan mbok. Begitu juga mas Pur dan mba Ayu Sedangkan Sari dan Yuni hanya tersenyum mendengarnya
" Kacau .......iki " Kata Tri menatap sang istri
" Untung de lihat bokongnya , coba kalo lihat depan ....pasti kaget de " Kata mba Ayu terkekeh
" Wah .... berarti hantu ne nonton yo Tri pas lagi mandi pho le ?" kata Pak le seraya memainkan alisnya
" Yo ....." kata Tri malu Karna anaknya pasti melihatnya Ketika Akhtar masuk ke dalam selimut kemaren .
" Ndak apa apa yah kan sama kaya Akhtar juga Pasti Ayah juga dulu di mandikan eyang kan yang ??"kata Akhtar polos Menatap sang ayah .
"' Iya benar itu le, kan dulu mandi di mandi mbok " Kata mbok terkekeh
" Hahaha......anak mu pintar Tri ...iso le banding ke awak e karo bapa e ben ora isin " kata pak le terkekeh
" Itu fakta pak le, Akhtar benar ya de, emang bude juga sering mandikan ayah mu waktu kecil Waktu perkutut nya belum di sunat Pas sudah sunat baru tahu malu " Kata mba Ayu terkekeh
" Akhtar juga belum sunat, yah Akhtar kapan sunat ?"Kata Akhtar mendekati Tri
" Ya nanti kalo ade sudah sekolah " Kata Tri sambil menangkap tubuh mungil anaknya itu lalu mengendong dan mencium nya Dan tak sengaja lagi lagi Akhtar melihat mahluk itu duduk menatap mereka tajam dengan wajah menyeramkan .Karna tahu sedang di bicarakan .
__ADS_1
"' Ayah ... hantunya seram dia lihat Akhtar mana jelek lagi mending lihat hantu tanpa kepala lebih keren dikit " Kata Akhtar .
" Hah .... hantu tanpa kepala keren !!! " Kata Sari Yang membuat semua orang kaget .