Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 172


__ADS_3

Sorenya ketika Yuni pulang .ia di ikuti bocil Dan yuni lalu membelikan banyak makanan untuk bocil bawa pulang Karna Yuni senang bisa bertemu hantu usil itu lagi Apalagi bocil sangat mengemaskan


Yang membuat Yuni kangen dengan Raya sahabatnya Namun Yuni tak enak menemuinya di kantor lama Apalagi ia baru bertugas


Dan ketika Yuni hendak ke kamar mandi Tiba tiba lampu mati Membuat Yuni bergegas keluar Dan terlihat banyak tamu yang menginap ikut keluar karna gelap Lalu mereka duduk di teras Menunggu lampu menyala


Yuni pun lalu ikut duduk ngobrol dengan para tamu penginapan Dan tanpa sengaja


Yuni melihat sebuah tangan berjalan dia tanah Yang membuat Yuni cepat cepat menutup pintu kamarnya Dan lalu duduk kembali Ketika tangan itu pergi ketempat lain Yang membuat Yuni lega Dan tak lama menunggu lampu pun kembali menyala Bersamaan dengan Tri yang datang yang langsung merapat kan motor nya ke parkiran .


" Mas....... kok kesini " kata Yuni kaget Karna Tri bilang kembali ke camp .


" Kenapa ngak boleh mas kesini " kata Tri heran menatap Yuni lekat


" Bukan ngak boleh kan jauh dari camp kesini mas . Apalagi kalo malam malam begini " Kata Yuni khawatir


" Mas sudah terbiasa untuk itu de" kata Tri Yang menarik Yuni masuk kamar dan menutup pintu lalu menguncinya Untungnya Yuni sudah bilang ke pihak penginapan kalau suaminya Akan menemaninya menginap Selama bertugas di sini


" Mas ........." kata Yuni langsung memeluk erat tubuh Tri Ketika melihat wajah mengerikan mengintipnya di balik gorden Membuat bulu kuduk Tri berdiri .Karna tahu Yuni pasti sedang melihat hantu dan Tri mulai hafal kebiasaan istrinya itu


" Ayo kita tidur ini sudah malam " kata Tri mengendong Yuni ke tempat tidur pelan Lalu ikut berbaring di sebelah nya sambil membelai rambut Yuni .


" Ada apa ?" kata Tri lembut


" Ada ..........." kata Yuni menggantung Ketika Tri ******* bibirnya pelan dengan rasa lembut dan tangan nya bergerilya Karna Tri tak ingin Yuni takut Karna Tri juga merasakan bulu kuduk nya berdiri Tapi ia melawan rasa takut nya dengan mencium Yuni


" Biarkan saja mereka mengintip " bisik Tri pelan dan bermain di dada Yuni


" Mas ........."kata Yuni


Yuni mendesah pelan Ketika hasrat nya naik ke ubun ubun Begitu juga dengan Tri yang tak bisa menahan diri tiap kali bertemu istrinya itu Terus bermain manis untuk memuaskan hasrat nya Sampai hentakan demi hentakan terasa membuat Yuni mencapai puncak bersama sama Dan bersamaan dua mata merah berada diatas langit kamar mereka Dan hantu itu melihat pergumulan panas mereka Yang membuat Yuni ketakutan melihatnya Namun Yuni langsung memejam kan matanya sambil memeluk tubuh Tri erat Tri pun lalu turun dari atas tubuh Yuni Yang membuat Yuni menyusupkan kepalanya di dada suaminya itu Karna takut melihat wajah hantu mata merah

__ADS_1


" Tidur lah " kata Tri memeluk erat Yuni dan mencium pucuk rambut Yuni Sambil merasakan bulu kuduknya berdiri Yang di sadari kehadiran nya oleh Tri Lalu Tri membaca doa agar makhluk itu pergi Dan ia memejam kan matanya Karna dia tahu Yuni sedang dalam keadaan ketakutan


************


Di mess pagi pagi Tri sudah di cari Yusuf dan Pardi Karena tadi malam Tri menghilang begitu saja entah pergi kemana .Namun ketika hendak sarapan Tri datang Sambil menenteng kantong kresek berisi kue basah untuk mbok


" Mbok ini kue " kata Tri Karna tadi malam hanya mbok lah yang tahu ia pergi keluar .Dan mbok juga yang mengunci pintu dapur ketika Tri izin ingin pergi lewat belakang


" Wah trimakasih le, enak ini " kata mbok lalu menawarkan nya pada Pardi Yusuf dan Azam . Yang membuat ketiga teman nya menatapnya curiga


" Ada apa ? Kata Tri santai sambil mengaduk kopi buatan nya sendiri


" Aku curiga dengan mu Tri " kata Pardi


Sedangkan Yusuf hanya diam Karna Yusuf tahu pasti Tri menemui istrinya lagi .Seperti tadi malam


Lalu mereka sarapan bersama Sedang kan Tri hanya duduk manis tanpa suara Karna tadi ia sudah sarapan pagi bersama Yuni Jadi Tri hanya ingin minum kopi pahit Sambil menemani teman temanya Agar tak ngantuk bila bekerja nanti Dan diam sambil memikirkan Yuni di sampit


" Tri , apa kau menemuinya lagi Kenapa ngak di bawa kesini saja " Kata Yusuf setelah Azam dan Pardi selesai makan dan pergi bekerja


" Ngak mungkin suf ,dia kerja jadi ngak mungkin mau kesini " kata Tri pelan


" Tapi kan Tri bila seorang perempuan sudah jadi istri . Itu mau ngak mau harus ikut suaminya " kata Yusuf


" Ya aku tahu suf , tapi posisi nya berbeda. Wanita yang punya karier dengan yang tidak bekerja . Aku hanya memberinya waktu Tak ingin memaksa nya kecuali kalo dia sudah hamil mau ngak mau aku aku harus minta dia Untuk berhenti kerja suf " jelas Tri sambil menyesap kopi nya


" Kalian ini membahas apa sih kok kelihatanya serius banget le " kata mbok


" Biasa masalah perempuan mbok " kata Yusuf menatap Tri


" Le minggu besok mbok mau bawa mba Lala kepasar .Tapi Tri yang nyuruh ikut ya le , pasti dia mau Kan mba Lala itu nurutnya sama kamu le " Kata mbok duduk sambil merapikan piring bekas makan karyawan

__ADS_1


" Ngak usah mbok , entar makin rumit masalahnya " Kata Tri yang tak mau memberi harapan palsu pada wanita lain Apalagi dia sudah punya Yuni


" Trus pie , masa mbok cuma sendiri " Kata Mbok


" Biar besok kita bantu mbok , santai saja mbok kan Tri sudah punya ........" Kata Yusuf


" Suf " Tegur Tri mengeleng Karna tak ada orang yang tahu ia menikah Dan hanya Yusuf orang pertama yang tahu Karna sudah melihat buku nikahnya .


***********


Sore di kantor Yuni baru saja menyelesaikan pekerjaannya dan Yuni langsung mengirim datanya ke jakarta lewat faks Yang membuat senior nya berang Karna ada ketimpangan dana dan pengeluaran .Dan Yuni bukan tidak tahu itu Karna ia sudah mendata ulang semuanya dengan hati hati


" Jadi Ali pak menyuruh Yuni kesana " Kata Dian kaget Ketika laporan Yuni masuk ke ruangan nya


" Ya pa , Karna dia juga pernah tugas disana Jadi apa salahnya bila kita meminta nya kesana " kata pa Ali jujur


" Tapi di sana sangat rawan konflik pa Tapi ya sudah karna sudah terlanjur Suruh Yuni mengusut semuanya sampai tuntas Bila perlu perpanjang masa tugas nya satu bulan Biar kita tahu kemana saja uang yang mereka keluar kan Ini sudah mengarah ke arah korupsi " kata Dian yang sebenar tak tega mengirim Yuni kesana Karna banyak yang menolak Tapi ia akan berjanji bila Yuni bisa memperbaiki manajemen disana dengan baik Ia akan menjadikan Yuni asistennya


Sedangkan Yuni merapikan tasnya ketika hari semakin gelap Lalu bergegas keluar untuk pulang


" Lah mba Yuni kok baru pulang " kata satpam kantor


" Iya pa , masalahnya tadi harus ngirim laporan dulu Ya sudah saya pulang ya pa Kantornya di kunci rapat saja " Kata Yuni tersenyum


" Ya mba hati hati " kata satpam itu memperhatikan Yuni


" Kasihan tamu kok malah kerja sampe sore , apa mereka ngak tahu kalo mba Yuni itu tangan kanannya bos " kata satpam itu yang sudah di hubungi pa Ali Karna satpam itu dulu di bantu pa Ali kerja di kantor itu sewaktu pa Ali bertugas di Sampit ketika kantor cabang itu baru pertama kali buka


Yuni pulang berjalan menyusuri tratoar Lalu menyempatkan mampir membeli makanan untuk makan malam Karena tak mungkin ia memasak Lalu setelah itu ia pun pulang berjalan kaki menuju penginapan


Yuni ingin menyebrang jalan .Ketika tiba tiba sebuah motor melaju kencang ke arah nya dan Dan ketika Yuni menoleh

__ADS_1


" Aaaa........bruk........." Teriak Yuni Yang terpental .


__ADS_2