
Yuni pun tidur nyenyak. Subuh mbok membangunkan nya untuk sholat .Yuni pun sholat lalu kembali tidur lagi
" Mbok bangun kan jam 8 ya aku masih ngantuk " kata Yuni Ketika mbok hendak keluar kamar
" Ya mba " kata mbok yang hanya mengambil telur satu krat untuk di masak dari kamar nya .
Yuni kembali tertidur nyenyak Ketika merasa tubuh nya hangat karna seseorang menyelimuti nya. Dan kembali tertidur .Namun Yuni terusik ketika seseorang brani mencium bibir nya .
" Buk......"
" Auw....... " rintih Ferdi
" Kurang ajar kamu ngapain disini " kata Yuni marah Karna Ferdi berani mencium nya saat tidur
" Hanya ingin merasakan bibir putri tidur , rasanya sangat manis masih perawan " jawab Ferdi terkekeh
" **** .... pergi dari sini " kata Yuni marah
" Ok ....sayang aku pergi slamat tidur " kata Ferdi memegang bibirnya keluar dari kamar mbok sambil tersenyum
Tadi ia tak sengaja ingin mengambil indomie di kamar mbok Tak tak sengaja melihat gadis itu tertidur pulas dengan selimut tebal milik Tri . Yang membuat Ferdi mengambil kesempatan mencium bibir imut merah muda itu.
" Hehehe ..... bibirnya manis " kata Ferdi tersenyum senyum sendiri
Sedang Yuni bergegas mengunci kamar Agar bisa tidur lagi karna ia merasa sangat lelah. Namun belum lagi Yuni menutup mata suara ketukan terdengar di depan pintu kamar .Dan Yuni pun terpaksa bangun
Ceklek .......
Yuni kaget melihat Tri berdiri di depan pintu kamar mematung menatapnya
" Maaf aku mau ambil baju, kenapa kamarnya di kunci " kata Tri heran
" Ada maling masuk " kata Yuni
" Hah .. .. maling " kata Tri kaget Namun belum lagi Tri melangkah masuk kamar Tubuh Yuni limbung hampir jatuh
" Yun " kata Tri menangkap tubuh Yuni Yang limbung
" Kamu kenapa ?" kata Tri yang lalu meraba kepala Yuni yang panas .
" Astaga kamu demam " kata Tri Yang lalu mengangkat tubuh Yuni keranjang mbok Dan lalu memegang kepala Yuni .
Tri pun lalu mengambil minyak kayu putih dan mengusap leher belakang Yuni .
" Tunggu ya aku suruh mbok bikin bubur " kata Tri pelan Lalu menyelimuti Yuni yang merasa lemas Karna tadi malam mereka kehujanan .
Tri pun bergegas kedapur dan menyuruh mbok membuatkan bubur untuk Yuni Yang membuat mbok kaget
" Hah..... demam Tri " kata mbok
" Ya Allah malam tadi kamu ajak kemana sampai basah kuyup begitu " bisik mbok
" Dia pergi sendiri mbok aku susul takut terjadi apa apa Dan benar saja ia jatuh di jalan " kata Tri Yang membuat mbok bergegas ke kamar nya
" Ya Allah panas banget " kata mbok
__ADS_1
meraba kepala Yuni ,
Sedangkan di meja makan Andre dan Aris ribut mencari Yuni yang belum keluar dari semalam .
" Dia tidur di kamar mbok tuh " kata Ferdi Sambil menyuap makanan nya
" Hah ..... kok bisa " kata Moko yang lalu menuju kamar mbok Dan melihat Tri dan mbok panik .
" Kenapa ?" kata Moko
" Yuni demam mas " kata Tri yang membantu mbok mengompres Yuni Sedangkan mbok mengusap minyak angin di pungung belakang Yuni pelan
" Pantas ngak dikamar nya " kata Moko yang memang tak melihat Yuni keluar Dari kamar nya.
Mbok pun menyelimuti tubuh Yuni Dan menyuruh Tri menjaga nya Karna mbok ingin membuat kan bubur .
" Dia demam kenapa ?" kata Moko
" Apa kalian tidak tahu dia kemana tadi malam " kata Tri balik bertanya
" Hah..... kami tidak tahu ,Kami hanya tahu tadi pagi ia tak ada di kamarnya " kata Moko
" Dia menolong hantu lagi " kata Tri
" Astaga lalu bagaimana bisa ia jadi demam " kata Moko
" Dia pulang kehujanan dan basah kuyup Dan aku sempat mengikutinya " kata Tri bercerita apa yang dilakukan Yuni ..
Yang membuat Moko tak percaya Karna memang kemaren pagi Yuni ditemui seorang pria Yang bicara pelan saat itu Dan Yuni sempat bercerita tapi tak lengkap Moko kira Yuni hanya bercanda tentang mencari mayat itu
" Ya " kata Tri yang memang tak kemana mana hari ini dan cuma di camp Karna alat berat semua dalam kondisi sehat dan baik baik saja .
Lalu Moko pun sarapan bersama teman teman nya .Yang membuat Andre heran Menatap Moko terlihat lemas .
" Kenapa ?" kata Andre
" Yuni sakit di kamar mbok " kata Moko
" Kok bisa " kata Andre kaget
" Pantas dia ngak ada dikamarnya Rupanya ngadem di kamar mbok " kata Aris menghela nafas kasar
" Siapa yang sakit " kata Ariesta baru muncul bersama Yusuf
" Heh..... masa lho ngak tahu ta, Ayang mu lagi sakit tuh di kamar mbok " kata Aris .Yang membuat Ariesta kaget
" Ya Allah ....." kata Ariesta yang bergegas ke kamar mbok Dan melihat Tri mengompres Yuni
" Lah Tri kok ngak bilang kekasih ku sakit " kata Ariesta
" Aku juga baru tahu tadi pagi " kata Tri sambil memeras handuk kecil
Yang membuat Ariesta duduk diam Lalu memegang kening Yuni yang memang panas tinggi Dan dahi nya juga terasa sangat panas .Yang membuat Ariesta menatap Tri
" Kenapa bisa begini , Apa dia sakit karna di kejar hantu " kata Ariesta
__ADS_1
" Astaga ....ta , mana ada dia sakit karna kehujanan tadi malam " kata Tri Yang telaten mengompres kepala Yuni
" Eugh..... haus Tri " kata Yuni
" Ya .... aku ambilkan " kata Ariesta bergegas kedapur mengambil air putih .
Dan kembali kekamar dengan cepat
" Nih Tri " kata Ariesta
" Ya " kata Tri Yang lalu pelan pelan menyuapi air putih kemulut Yuni . Dan Ariesta melap bibir Yuni
" Ya ampun yang maaf aku ngak tahu kamu sakit " kata Ariesta menghapus keringat Yuni
Yuni hanya tersenyum Dan menatap dua pria itu yang telaten Merawat nya dengan hati hati .
" Rista ayo berangkat " kata Kang Ali
" Lah kok Yuni disini " kata kang Ali kaget melihat Yuni diselimuti
" Sakit kang, aku jadi malas kerja nih " kata Arista lirih
" Hah ...ngak bisa yang , ayo kerja biar di jaga Tri dulu nanti malam gantian shif nungguin " kata Kang Ali
" Ya ta, sana kerja aku ngak ke mana mana kok . Lagi ngak ada alat berat yang sakit " kata Tri menatap Ariesta
" Ya sudah aku kerja dulu " kata Ariesta lalu berdiri dan mengusap kepala Yuni
" Cepat sembuh ya " kata Ariesta pamit yang membuat Yuni mengangguk dan tersenyum pada Ariesta
Lalu pria muda pun pergi meninggalkan
Kamar mbok dengan berat hati Ferdi yang melihat itu pun hanya diam Sambil melihat Tri merawat Yuni di kamar mbok yang masih mengompres Yuni dengan handuk kecil .
" Hue .... Tri aku mau muntah " kata Yuni lirih merasa perutnya mual ...
" Sebentar aku ambil .plastik ." kata Tri yang lalu pelan pelan mengangkat tubuh
Yuni pelan Dan Tri lalu merangkul Yuni biar ngak roboh lalu Yuni pun muntah .
" Hue ........." kata Yuni muntah lagi
Dan dengan telaten melap mulut Yuni
Sedangkan dari sisi .Lain Ferdi menatap kedua nya dengan rasa dada terbakar . Melihat Tri yang merawat Yuni dengan baik.
" Trimakasih Tri " kata Yuni merangkul bahu Tri dan itu terlihat seperti berpelukan bagi Ferdi
" Ya " kata Tri yang lalu kembali membaringkan tubuh Yuni ketempat tidur
Yang membuat wajah mereka berdekatan .
Deg .......
Tri hanya menelan saliva karna melihat bibir mungil Yuni yang hanya beberapa senti .Namun buru buru ia menjauhkan
__ADS_1
Wajah nya dan menyelimuti Yuni Dan tiba tiba Yuni mendelik ketika melihat Ferdi berdiri di depan pintu kamar