Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 207


__ADS_3

Yusuf yang mendengarnya menatap raut wajah Tri Yang terlihat sedikit berubah


" Kau salah lihat paling man " kata Tri


" Mata ku masih awas Tri , ngak mungkin salah lihat Kali aja mba Yuni ada di sampit " Kata Rahman


" Ya nanti gue hubungi " kata Tri membuang nafas kasar nya Membuat rasa curiga nya karna merasa tak nyaman .


Sedangkan Yusuf hanya melihat gerik gerik teman nya itu Yang terlihat gelisah


Karna mendengar perkataan Rahman yang memprovokasinya


*************


Yuni tersenyum melihat Sani baik baik saja Karna Sani sudah mau ngobrol seperti biasa Yang membuat Yuni waspada pada hantu usil itu


Yuni tahu pasti karna marah padanya Hantu itu menganggu Sani Yang membuat Yuni merasa perlu mengerjai balik hantu


" Sudah sehat San,maaf meninggalkan mu lama " kata Yuni


" Ngak apa apa Yun, aku masih sadar kok , aku merasa aneh saja kok bisa itu terjadi sama aku Padahal kemaren kemaren aku baik baik saja " kata Sani


" Ya mungkin karna kamu bengong San Jadi kesambet " kata Yuni duduk dekat Sani di sisi tempat tidur


" Ya kali, oh ya tadi mas Wandi bilang Akan ada mekanik dari sampit Besok pagi mereka kesini atas permintaan lho ya Yuni " kata Sani


" Ya masa perusahaan besar Hanya punya dua mekanik , padahal dana nya cukup besar Masa truk rusak di biar kan Harus nya cepat di perbaiki agar operasional nya berjalan lancar . Karna akan rugi bila di biarkan Dan barang itu akan cepat karatan bila di biarkan Makanya aku mengusulkan penambahan mekanik untuk memperbaiki sistem lapangan mereka " kata Yuni Yang sebenarnya bukan pengawas lapangan Tapi karna ia di tugaskan mau tidak mau ia pun turun tangan


" Iya juga pantas kerjanya lambat Dan banyak sopir ber leha leha makin gaji buta . Meraka hanya makan tidur di gaji Sedangkan mekanik non stop " kata Sani Yang melihat banyak sopir pengangkut sawit itu bersantai ria di kantin .


" Itulah sebab nya aku minta pa Arif menambah mekanik Karna perusahaan juga akan tetap bayar karyawan Bila perlu di tambah lagi lebih banyak " kata Yuni


" Iya lah biar semuanya berjalan lancar Lagian tuh mesin juga bakal karatan bila di diamkan saja " kata Sani


" Iya San dan aneh pa Arif malas keluar dari kantor Masa dia cuma kerja di kantor sepanjang hari Hanya berkutat dengan berkasnya Tanpa tahu keadaan lapangan " kata Yuni curiga


" Aku juga merasa aneh Yun , Dan beberapa staf bilang sih Pa Arif seperti takut sama sesuatu " kata Sani


" Itu yang perlu di cari tahu " kata Yuni menarik nafas dalam


" Ya yun cari tahu saja biar cepat clear Biar semua nya tuntas " Kata Sani

__ADS_1


" Ya besok aku tanyakan lagi " kata Yuni Yang lalu ngobrol tentang hal yang lain dengan Sani sampai hari menjelang senja Yuni masuk kamarnya kembali


" Kret ........."


Terlihat pintu kamar mandi terbuka membuat Yuni membuang nafas kasarnya


" Kau datang , dasar hantu jelek sudah ngak punya kepala jahat lagi !! Jangan jadi pengecut menganggu orang Kalo berani sini " kata Yuni menatap hantu itu Kini Ia tak akan berpura pura lagi Karna tak ingin Sani jadi korban Dan berkacak pinggang menatap hantu itu


" Gr....... Gr........." kata hantu itu mengeram kaget Karna Yuni menatap nya tajam Dan bisa melihatnya


" Apa .... !! apa bicara saja yang jelas Ngak usah meringis Lihat dirimu itu sudah ileran jelek dan bau Dasar hantu busuk !! " kata Yuni lagi Agar hantu itu terlihat kesal


Hantu itu pun menatap Yuni tajam Dan lalu ingin menyerang Yuni Tapi tiba tiba ....


Ting .....


" Gr......gr.........kenapa kau menganggu nya Dia teman ku " kata hantu tanpa kepala lain muncul .


" Biar kan bro , dia kesal padaku Hingga menganggu teman ku .Lagian ngak perlu di gubris dia kan hantu jelek " kata Yuni cuek


" Hahaha........ Iya benar beb , dia semasa hidup nya memang suka usil dan nganggu orang Makanya dia ngak punya teman Dan lagi suka ngiler kalo lihat makanan orang " kata hantu teman Yuni


Yang membuat hantu itu makin mengeram Namun hantu itu hanya berdiri tak mendekati Yuni Karna hantu kepala teman Yuni masih menemani nya


Yuni yang di perhatikan hanya cuek dan makan jajanan dengan teman hantu nya itu Seolah olah sudah terbiasa .


***********


Pagi ini Tri dan Yusuf sudah bersiap menuju lamandau Dan mereka membawa bekal untuk makan siang Takut nanti disana tak dapat jatah makanan


" Ayo suf takut kita telat " kata Tri


" Ya Tri " kata Yusuf mengendong tas ranselnya Yang berisi alat alat mereka Dan setelah siap mereka berangkat ke tempat tujuan


Satu jam lebih Tri memacu motornya Menuju lokasi dan tanpa kesulitan mereka sampai di permukiman truk di berkumpul di lapangan luas dekat kebun sawit Yang terlihat sudah masa panen .


"' Mas Ini PT xxx ya mas ?" kata Yusuf bertanya pada seorang pria yang sedang sibuk memuat buah sawit ke truk


" Ya mas parkir nya di dalam sana saja mas . Takut motor nya hilang kalo parkir di sini Jon ..... nih ada teman mekanik baru mu " kata pria itu berteriak


" Ya ..... " kata seorang pria berlari kecil menghampiri mereka

__ADS_1


" Wah mas mas mekanik dari sampit itu ya " kata pria itu


" Iya mas , gimana apa kami langsung ke lapangan " kata Tri


" Ya mas saya Jono , tapi laporan dulu sama pengawas lapangan nya ya mas Biar ngak kecele Ayo mas saya antar " kata Jono


" Ya mas " kata Tri dan Yusuf yang mengikuti Jono ke area parkir motor Dan terlihat mess karyawan dengan barak panjang tak jauh dari tempat parkiran


" Nah itu barak tamu mas , bisa buat istirahat di sana nanti " kata Jono berjalan menuju barak tamu di ikuti Tri dan Yusuf Dan menuju kamar di sebelah kamar Yuni Lalu membuka pintu kamar nya yang kosong


" Ini mas barang nya taruh disini saja Mba Sani lihat mba Yunita ngak " kata Jono Ketika Sani lewat depan kamar


" Oh ini para mekanik yang dari sampit ya " Kata Sani Menatap Tri dan Yusuf Sambil tersenyum manis


" Ya mba "' kata Jono


" Mba Yuni nya lagi ketemu pa Arif .Tadi pesan nya mba Yuni. kalo mas nya langsung mau kerja ngak masalah kok " kata Sani tersenyum


" Ya sudah kami langsung kerja saja mas .Biar nanti pas istirahat kami kesini lagi " Kata Tri melirik Yusuf


" Ya mba trimakasih , ayo mas Jono " kata Tri mengajak Jono ke lokasi


" Ya mas , kamarnya di kunci saja biar aman " Kata Jono Yang keluar lebih dulu Dan menunggu mereka di depan


Yusuf dan Tri pun keluar Lalu mengunci pintu dan mengikuti Jono Untuk kembali ke lapangan truk Mereka hanya berjalan kaki Karna memang tak jauh dari camp Mereka berjalan sambil ngobrol membahas tentang kerusakan truk yang banyak menganggur tak bisa di pakai Untuk mengangkut sawit ke pabrik


" Kemaren mba Yuni baru meninjau ulang mas Nanti biar dia yang menjelaskan " kata Jono


" Pengawas lapangan nya perempuan mas, ngak salah itu ?" kata Tri kaget Dan entah mengapa dadanya terasa berdebar debar .


" Iya mas , dari baru datang dari jakarta Yang dulu sih pria mas Tapi pada ngak betah Ngak tahu kalo yang ini " kata Jono


" Siapa tadi namanya " kata Tri


" Mba Yunita " kata Jono


" Mba Yuni Tri jangan jangan ....." kata Yusuf


" Ngak mungkin suf , Yuni staf keuangan Ya ngak mungkin lah jadi pengawas lapangan " kata Tri


" Tapi Tri " kata Yusuf

__ADS_1


" Sudah ...ayo kerja " kata Tri Yang tak percaya Dan lagi tak mungkin istrinya mendadak jadi pengawas lapangan


__ADS_2