
Yuni duduk disamping Tri Sedang Tri memangku Akhtar Sedangkan Ariesta pergi kedapur mengambil mangkok dan sendok bersama Febri Dan membawanya ke kamar Tri Lalu mereka makan lesehan di kamar Tri Yang membuat Yesa dan Sheila ikut nimbrung Karna tahu Yuni membawa bakso
" Bagi dong kita juga mau ?" kata Yesa
" Ambil saja nih masih banyak kok " kata Yuni
"' Makasih ya mba " kata Sheila Sambil melirik Tri Sedangkan Tri cuek dan ketika Sheila melihat Yuni Yuni hanya tersenyum padanya Dan terlihat wajah cantik alami Yuni yang terlihat putih mulus tanpa cela
Deg.......
" Astaga ....pantas saja mas Tri ngak pindah ke lain hati Kalo istrinya cantik begitu padahal hawa nya panas begini kok bisa tuh muka putih bersih " batin Sheila bergegas mengambil sebungkus bakso dan cepat pergi bersama Yesa
" Ade beli banyak " kata Tri
" Iya ade dapat bonus dari emak emak baik mas Dan dapat sate kambing lagi sama gulai kaya tadi mala ." bisik Yuni pelan di telinga Tri
"Hah ... " kata Tri kaget
Membuat para teman nya menatap Tri heran . Yuni yang asyik menyuapi Akhtar Hanya tersenyum karna Yuni sudah makan di warung baksonya tadi Ketika Yuni menunggu bakso nya di bungkus
" Kenapa Tri ?" kata Ariesta
" Mau bantu makan ngak kaya Tadi malam "kata Tri Sambil menatap Yuni .
" Kok lihat ade ?" kata Yuni
" Kan izin ade dulu " Kata Tri tersenyum Sambil mencium pipi istrinya itu di depan teman teman nya
" Mas ...." kata Yuni kaget
Akhtar yang melihat itu pun ikut mencium pipi Yuni Yang membuat Yuni jadi tersenyum
" De....." kata Yuni
" Ayah sama Akhtar kan sayang bunda ya ngak yah " kata Akhtar tersenyum
" Kalo ayah muda sayang boleh cium juga ngak tar " kata Ariesta Yang langsung membuat Tri melotot kan matanya pada Ariesta
" Tanya ayah boleh ngak?" kata Akhtar
" Ngak boleh !! awas saja kalo berani " kata Tri yang membuat semua orang tergelak
"' Hahaha......kan kekasihku Tri " kata Ariesta
" Kekasih kan belum tentu jadi suami bro Gue suami sah nya " kata Tri penuh penekanan
__ADS_1
" Iya deh ngak jadi numpang makan gratis aja " Kata Ariesta Yang membuat semua nya langsung kembali tertawa
" Ta , belum rezeki lho punya bini mba Yuni Makanya giat usaha. Kalo Tri usaha nya ngak pake pamer dan maksa " Kata Yusuf menyindir Ferdi Namun orang yang di sindir hanya diam Tak mau mencari keributan .Karna Ferdi sudah Iklas Yuni bersama Tri
" Ya kan sudah takdirnya , Ya sudah aku ambil minum dulu " kata Pardi
" Ya buat ku juga ya Par " kata Tri
" Siap bos " kata Pardi beranjak dari duduk nya Karna tadi ia makan dua bungkus bakso
" Eh masih banyak nih sisanya mba " Kata Febri
" Ya buat kalian saja , Kalo ngak mau kasihkan ke kantor depan " kata Yuni
" Buat Adi saja mba Kan nanti kita pulang sama Febri" kata Adi
" Ngak ikut makan di rumah "kata Tri Yang membuat Adi berpikir
" Hehehe........" Kata Adi terkekeh senang
" Ya pulang nya bareng bareng aja di , kan habis makan dan sholat Isya Kalo bareng bareng bakal aman " kata Ferdi
" Ya bang siap " Kata Adi
Sedangkan Febri memberikan sisa bakso 5 bungkus untuk para staf kalo ada yang mau Sedangkan Anton dan Beni yang santai langsung mendekati Tri Yang duduk di luar
" Siapa yang emosi Aku hanya ngak senang dia membentak istri ku begitu Aku saja belum pernah membentak Nugrah seperti itu " kata Tri
" Maaf , aku ngak tahu itu istri mu Tri aku pikir orang yang datang buat jualan " kata Sandi mengulurkan tangan nya pada Tri Dan Tri pun menyambutnya
" Ok aku maaf kan , jangan kau ulangi " kata Tri menatap Sandi Yang membuat Sandi tak enak hati pada Teman nya itu Karna bagaimana pun Tri juga yang membantunya melamar Nugrah dan membantunya Bila tim mekanik mereka saat kesusahan Dan Tri menjabat kepala mekanik di atas Sandi Karna ia mengantikan pa Sugeng .
" Ya Tri maaf " kata Sandi tulus Karna dia lepas kendali .
Yuni yang berdiri dengan kekasih di depan pintu kamar hanya diam Keduanya saling padang satu sama lain .
" Mampus tuh Sandi sih, makanya jadi orang jangan congkak Apa dia pikir Tri ngak bisa marah " kata Ariesta pelan
" Hust...... jangan cari masalah " kata Yuni menyenggol bahu Ariesta Membuat Anton dan Beni melihat polah keduanya Yang berbisik bisik pelan Entah apa yang dibicarakan Hanya mereka berdua yang tahu Dan itu terlihat mesra
" Tri bini lho tuh !! " kata Beni
Yang membuat Tri menoleh pada Ariesta dan Yuni
" Ta , jangan macam macam Lho merayu lagi " kata Tri menatap Ariesta
__ADS_1
"Hahaha....... ampun kang , ngak merayu cuma ngobrol Pinjam sebentar ya kan sih " Kata Ariesta Yang membuat Pardi Yusuf dan Ferdi juga Adi tersenyum
" Hajar kang kalo macam macam " kata Yusuf
" Suf jangan jadi kompor bledug Gue sunat lho nanti .Gue cuma ngobrol doang ku ya kan yang " kata Ariesta tersenyum pada Yuni Yang membuat Sandi Anton dan Beni menatap Tri heran Lalu menatap Ariesta Karna panggilan sayang di ucapkan Ariesta di depan Tri
" Kenapa ?" kok kalian bertiga melihat gue begitu " kata Ariesta
" Itu bini orang ta , bukan sayangnya lho " kata Beni
" Ya tahu ,sayang sana pulang gih Bisa ngak geger dunia kelakian kita Bila kasih lama lama disini mereka ikut ribet Atau kekasih antar pulang . Ya Kan kekasihmu ini nganggur " kata Ariesta memainkan alisnya
" Ngak usah sih, biar sama Akhtar saja Tapi nanti main kerumah kan " kata Yuni lembut
" Iya dong , kekasih akan mampir kesana Nanti ade ayo pulang Ayah gendong sini " kata Ariesta Membuat Sandi Beni dan Anton mendelik mendengar obrolan Yuni dan Ariesta Tapi tidak bagi karyawan camp Tri yang sudah tahu Ariesta dan Yuni Yang memang sudah dekat dari sebelum menikah dengan Tri .
" Ya Ayah Atar pulang dulu ya sama bunda Ayah muda ngak ikut pulang " Kata Akhtar yang datang dari dapur bersama Febri mengambil minum
" Ya hati hati " kata Tri Yang melihat Ariesta mengendong Akhtar ke motor Yuni Dan memutar balik motor istrinya itu kedepan
" Mas ade pulang dulu ya , monggo semuanya " kata Yuni
" Ya hati hati " kata Tri yang mendekati Yuni Dan Akhtar yang di taruh Ariesta di depan
Semua orang yang melihat Tri bersikap biasa pada Ariesta Yang membuat Sandi bertanya tanya Lalu keduanya melepas Yuni pulang kerumah Dan Tri kembali bekerja ke bengkel Sedang Ariesta duduk santai bersama Febri Karna memang ia dan Febri bukan mekanik
" Toh anak , kok berani panggil sayang pada istrinya Tri bro" kata Beni pada Ferdi
" Emang mereka lebih dulu akrab sebelum kenal sama Tri jadi ngak aneh " kata Ferdi cuek sambil merokok
" Hah..... Kok bisa maksudnya panggilan yang dan kasih itu " kata Beni kaget
" Iya kan memang dari awal Ariesta itu di panggil Yuni kekasih Begitu juga Ariesta manggil Yuni sayang " Jelas Ferdi Yang ngak aneh bila kedua nya bicara mesra Dan Tri juga sudah hafal panggilan itu .
" Apa Tri sudah tahu ?" kata Beni
" Bukan tahu lagi Ben Sudah pakem dan fasih tuh anak Jadi ngak aneh bila kedua nya bertemu begitu " jelas Yusuf menambahi
" O......." kata Anton membulatkan mulutnya
Tri yang tahu mereka membahas itu hanya diam dan tak lama ....
" Hua aaa ............... " Teriak Yesa dan Sheila dari dalam keluar dari kantor
" Apaan sih kalian teriak teriak ?" kata pa Arif kaget
__ADS_1
" Hantu pa ....!!!" kata Sheila menujuk ke kamar Raya
Yang membuat semua orang kaget Lalu berdiri melihat hantu ke kamar Raya .